<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745</id><updated>2011-08-01T17:29:53.270-07:00</updated><title type='text'>kesehatan kita</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>208</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-8890250564604361292</id><published>2010-04-11T07:25:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T07:28:32.421-07:00</updated><title type='text'>Fungsi Sistem Pencernaan Pada Manusia</title><content type='html'>Setiap manusia memerlukan makanan untuk memenuhi kebutuhan tubuh. Sari makanan dapat diangkut oleh darah dalam bentuk molekul-molekul yang kecil dan sederhana. Oleh karenanya, makanan yang dimakan dihancurkan terlebih dahulu sebelum diangkut. Proses ini disebut proses pencernaan. Pencernaan dilakukan oleh sistem pencernaan. Sistem pencernaan meliputi saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan merupakan alat yang dilalui makanan seperti mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar dan anus. Saluran pencernaan berfungsi memecahkan makanan yang besar menjadi berukuran lebih kecil dan halus. Kerja saluran pencernaan dibantu dengan adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kelenjar pencernaan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-8890250564604361292?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/8890250564604361292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/fungsi-sistem-pencernaan-pada-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8890250564604361292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8890250564604361292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/fungsi-sistem-pencernaan-pada-manusia.html' title='Fungsi Sistem Pencernaan Pada Manusia'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-8736976216287195084</id><published>2010-04-11T07:24:00.000-07:00</published><updated>2010-04-11T07:25:04.815-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Sistem Pencernaan</title><content type='html'>• Apendikitis  Þ  Radang usus buntu.&lt;br /&gt;• Diare  Þ  Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.&lt;br /&gt;• Kontipasi (Sembelit)  Þ  Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)&lt;br /&gt;• Maldigesti  Þ  Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.&lt;br /&gt;• Parotitis  Þ  Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong&lt;br /&gt;• Tukak Lambung/Maag  Þ  "Radang" pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori&lt;br /&gt;• Xerostomia  Þ  Produksi air liur yang sangat sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).&lt;br /&gt;Diare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstipasi (Sembelit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.&lt;br /&gt;Tukak Lambung (Ulkus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-8736976216287195084?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/8736976216287195084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/gangguan-sistem-pencernaan_11.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8736976216287195084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8736976216287195084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/gangguan-sistem-pencernaan_11.html' title='Gangguan Sistem Pencernaan'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-8643121104820724275</id><published>2010-04-07T13:00:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T13:01:25.290-07:00</updated><title type='text'>sistem pernapasan</title><content type='html'>1). Penyebab bayi prematur :&lt;br /&gt;a) Ibu :&lt;br /&gt;- Mengalami keguguran atau pernah melahirkan bayi prematur pada riwayat kehamilan&lt;br /&gt;sebelumnya.&lt;br /&gt;- Adanya tekanan darah tinngi ADH kurang menyerap air dalam tubuh.&lt;br /&gt;- Penyakit Jantung, Diabetes Melitus&lt;br /&gt;- Cairan ketuban kurang dari normal.&lt;br /&gt;- Mengkomsumsi Alkohol,merokok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b) Bayi&lt;br /&gt;- Menderita pertumbuhan lambat dan juga ada kelainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c) Plasenta&lt;br /&gt;- Terlepas belum saatnya.&lt;br /&gt;- Terletak lebih rendah dari mulut rahim / menutupi mulut rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2). Struktur organ respirasi :&lt;br /&gt;a).Saluran respirasi bagian atas terdiri dari:&lt;br /&gt;- Hidung bulu-bulu hidunguntuk menyaring udara masuk&lt;br /&gt;- Faringtempat saluran pernafasan dan pencernaan&lt;br /&gt;- Laringpita suara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b).Saluran respirasi bagian bawah terdiri dari&lt;br /&gt;- Trakeapipa silinder, dengan panjang 10-20 cm.&lt;br /&gt;- Bronkustempat percabangan trakea kanan dan kiri&lt;br /&gt;- Alveolitempat pertukaran oksigen dan karbondioksida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Saluran pernafasan di luar paru-paru:&lt;br /&gt;– Sel epitel di luar paru-paru berupa selapis selindris bersilia.&lt;br /&gt;– Di sepanjang trakea sel golbet yang menghasilkan mucus di bronkussel&lt;br /&gt;epitel selapis.&lt;br /&gt;– Di bronkeoulus paling kecilsel kuboid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Respirasi menurut divisinya :&lt;br /&gt;1. Divisi Respirasi&lt;br /&gt;- Fungsi:&lt;br /&gt;a. Sebagia pertukaran O2 dan CO2 di alveoli.&lt;br /&gt;~ Salurannya : Bronkeoulus respiratori- duktus alveolaris-sakus alveolaris-alveoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Divisi Konduksi&lt;br /&gt;- Fungsi:&lt;br /&gt;a. Saluran keluar masuknya udara dari hidung- faring- laring- trakea-&lt;br /&gt;bronkus terminalis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3). Hubungan sianosis dengan surfaktan:&lt;br /&gt;• Kehilangan O2 pada darah disebabkan surfaktannya belum&lt;br /&gt;terbentuk sempurna akibatnya pengembangan paru belum sempurna.&lt;br /&gt;• SurfaktanMenurunkan tegangan air di paru-paru.&lt;br /&gt;• Fungsi Untuk menambah elatis dari pengembangan paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4). Sebab bayi prematur di isolasi di inkubator:&lt;br /&gt;• Karena pada bayi yang lahir prematur sistem imunnya belum kuat&lt;br /&gt;dan ketidak matangan pada sistem organ tubuh seperti : sistem pernafasan, paru&lt;br /&gt;sehingga bayi tersebut di tempatkan di inkubator untuk menambah O2, suhu dan&lt;br /&gt;kelembaban sesuai dengan keadaan normal.&lt;br /&gt;• Selain Inkubator ada prose pemanasan menggunakan Lampu.&lt;br /&gt;Sebelum di panaskan mulutnya harus di sedot untuk mengeluarkan cairan&lt;br /&gt;yang terdapat pada mulutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5). Sistem pengontrolan respirasi oleh tubuh:&lt;br /&gt;• Pernafasan Dorsal Mengatur irama pernafasan.&lt;br /&gt;• Pernafasan Sentral Mengatur Inspirasi dan Ekspirasi.&lt;br /&gt;• Pernafasan Toksik Mengatur kecepatan dan kedalaman pernafasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Di pengaruhi oleh tekanan O2 dan CO2&lt;br /&gt;( Apabila O2 meningkat akan berdilatasi, sedangakan O2 menurun akan mengalami vasokontriksi. Apabila CO2 meningkat bronkodiltasi, sedangkan CO2 menurun maka bronkeolus berkontraksi.&lt;br /&gt;– Di pengaruhi oleh kendali kimia terbagi 2:&lt;br /&gt;a.Kemo reseptor sentral Pengontrolan PH&lt;br /&gt;b.Kemo reseptor perifer Pengontrolan PH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Penyakit yang di timbulkan oleh gangguan pernafasan:&lt;br /&gt;1. Sianosis Karena Hb tidak berikatan dengan O2&lt;br /&gt;2. Pneumonia Infeksi dari alveoli, membran paru mengalami peradangan dan berlobang- lobang sehingga alveoli terinfeksi oleh virus, jamur dan bakteri&lt;br /&gt;3. Asma&lt;br /&gt;4. Tuberkulosis&lt;br /&gt;5. ISPA&lt;br /&gt;6. Hipoksia&lt;br /&gt;7. Hiperkapnia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Mekanisme pernafasan di bedakan atas 2 :&lt;br /&gt;1. Pernafasan dada&lt;br /&gt; Fase inpirassi: Berkontraksinya otot antar tulang usukrongga dada membesartekanan rongga dada mengecil dari tekanan di luar sehingga udara luar masuk.&lt;br /&gt; Fase ekspirasi : Kembalinya otot antar tulang rusukyang diikuti turunnya tulang rusukrongga dada menjadi keciltekanan rongga dada menjadi lebih besar dari pada tekanan luar sehingga udara keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pernafasan Perut&lt;br /&gt; Fase Inspirasi : Otot diafragama berkontraksidiafragma&lt;br /&gt;mendatarrongga dada membesartekanan menjadi keciludara masuk&lt;br /&gt; Fase Ekspirasi : Otot diafragma kembali ke awamendatalrongga dada&lt;br /&gt;mengeciltekanan menjadi lebih besarudara keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Volume Paru terbagi 3 :&lt;br /&gt;a. Volume tidal500ML&lt;br /&gt;b. Volume cadangan3000ML&lt;br /&gt;c. Volume residu1200ML&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Kapasitas Paru terbagi 4:&lt;br /&gt;1. InspirasiVol.tidal+Vol. cadangan = 3500ML&lt;br /&gt;2. Residu Vol.cadangan ekspirasi+Vol.residu=2300ML&lt;br /&gt;3. VitalVol.cdgn inspirasi+ekspirasi+tidal = 4600 ML&lt;br /&gt;4. Paru total 5800 ML&lt;br /&gt;8) Fungsi respirasi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Menyediakan permukaan untuk pertukaran gas antara udara dan system aliran&lt;br /&gt;darah.&lt;br /&gt;– Sebagai jalur keluar masuknya udara dari luar ke paru – paru.&lt;br /&gt;– Pertukaran O2 dan CO2&lt;br /&gt;– Keseimbangan Asam Basa&lt;br /&gt;– Keseimbangan suhu tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Proses difusi dan transportasi O2 dan CO2&lt;br /&gt;– Darah dari bilik kanan masuk ke paru melalui arteri pulmonalis, darah tersebut akan mengikat O2 di alveoulus oleh Hb lalu di alirkan darah yang kaya O2 tersebut ke vena pulmonalis ke jantung, kemudian diedarkan lewat aorta ke seluruh tubuh, di seluruh tubuh O2 akan di ambil dan di tukar dengan Co2 dan kenbali ke jantung lagil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Fungsi infus pada bayi prematur:&lt;br /&gt;– Untuk pemberian makanan kanrna kandungan gizinya kurang&lt;br /&gt;– Jalur makanannya tersumbat sehinnga tidak bisa di beri secara langsung&lt;br /&gt;makannya dipasang infus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PENJABARAN TUJUAN PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. ORGAN PENYUSUN SISTEM PERNAPASAN.&lt;br /&gt;Secara sistematis sistem pernapasan dibagi menjadi saluran pernapasan atas dan saluran pernapasan bawah. Organ saluran pernapasan atas terletak di luar toraks, atau rongga dada, sementara saluran pernapasan bawah terletak hampir seluruhnya di dalam toraks .&lt;br /&gt;Berdasarkan Anatomi dan Histologi Sistem Respirasi di bagi atas:&lt;br /&gt;1. Bagian Konduksi terdiri dari :&lt;br /&gt;- Hidung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Di lapisi oleh 2 mukosa yaitu Mukosa Respiratorius ( epitel bersilia ), dan Mukosa Olfaktoris ( ujung saraf bebas ).&lt;br /&gt;- Di kelilingi oleh Sinus Paranalis ( yang di lapisi oleh mucus respiratorius ). Contoh sinusnya yaitu:&lt;br /&gt;1. Sinus Maxilaris&lt;br /&gt;2. Sinus Prontalis&lt;br /&gt;3. Sinus Ethmoldalis&lt;br /&gt;4. Sinus Sphenoldalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perdarahaan Hidung  di darahi oleh arteri:&lt;br /&gt;1. Arteri Sphenopalatina&lt;br /&gt;2. Arteri Maxilaris&lt;br /&gt;3. Cabang Arteri Facialis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Persarafan Hidung  Olfaktorius ( aferen viceral ), Maxillaris ( serabut sensoris ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Fungsi Hidung :&lt;br /&gt;1. Jalan keluar masuknya udara&lt;br /&gt;2. Penyaring&lt;br /&gt;3. Melembabkan dan menghangatkan udara&lt;br /&gt;Sel Goblet dan kelenjar serous berfungsi melembabkan udara yang masuk, pembuluh darah yang berfungsi menghangatkan udara.&lt;br /&gt;4. Reseptor pembau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Farink&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Rongga yang berbentuk pipih dan di leawti oleh udara dan makanan, terdiri dari otot skeletal untuk penelanan.&lt;br /&gt;- Terdapat glottis yang berfungsi menutup saluran napas apabila ada makanan yang akan melewati farink.&lt;br /&gt;- Terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Nasofaring ( 2 tuba estachii, adenoid ) Jalan napas.&lt;br /&gt;2. Orofaring ( uvula )  Jalan makanan dan napas.&lt;br /&gt;3. Laringofaring  Perbatasan dengan laring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terdapat lapisan-lapisan yaitu :&lt;br /&gt;1. Epitel Mukosa Respiratoria  epitel berderet slindris dengan 2 tipe :&lt;br /&gt;a. Sel Goblet : sel yang akan mensekresi mucus yang akan menangkap bahan- bahan kotoran dari luar.&lt;br /&gt;b. Sel bersilia : silia akan bergerak untuk mendorong mucus keluar.&lt;br /&gt;2. Pembuluh darah : menghangatkan&lt;br /&gt;3. Lamina propia : terdiri dari jaringan ikat kendor yang mengandung kelenjar dan&lt;br /&gt;banyak sabut-sabut elastis.&lt;br /&gt;4. Tunika Sub Mukosa : mengandung jaringan ikat kendor yang mempunyai banyak&lt;br /&gt;jaringan limfoid.&lt;br /&gt;- Jaringan limfoid yaitu :&lt;br /&gt;1. Tonsillae Pharygica : letaknya di belakang nasopharing&lt;br /&gt;2. Tonsillae Palatina : terletak di perbatasan rongga mulut dan oroparing kanan.&lt;br /&gt;3. Tonsillae Lingialis : terletak pada akar lidah&lt;br /&gt;4. Tonsillae Tubaria : terletak di sekitar muara Tuba Eustachi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Larink&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Tabung pendek berbentuk seperti kotak tringular dan di topang oleh sembilan kartilago: tiga berpasangan dan tiga tidak berpasangan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kartilago tidak berpasangan&lt;br /&gt;a. Kartilago Tiroid : terletak di bagian proksimal kelenjar tiroid. Berukuran lebih besar dan lebih menonjol pada laki-laki akibat hormon yang disekresi saat pubertas.&lt;br /&gt;b. Kartilago Krikoid : cincin anterior yang lebih kecil dan lebih tebal, terletak di bawah kartilago tiroid.&lt;br /&gt;c. Epiglotis : Katup kartilago elastis yang melekat pada tepian anterior kartilago tiroid, saat menelan, epiglotis secara otomatis menutup mulut laring untuk mencegah masuknya makanan dan cairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kartilago berpasangan&lt;br /&gt;a. Kartilago Aritenoid : melekat pada pita suara sejati, yaitu lipatan berpasangan&lt;br /&gt;dari epitelium skuamosa bertingkat.&lt;br /&gt;b. Kartilago Korinulata : melekat pada bagian ujung kartilago aritenoid.&lt;br /&gt;c. Kartilago Kuneiform : berupa batang-batang kecil yang membantu menopang&lt;br /&gt;jaringn lunak.&lt;br /&gt;- Memiliki 2 pasang lipatan mukosa yang membagi laring:&lt;br /&gt;1. Lipatan ventrikular : di sebut juga pita suara palsu yang dapat merapat untuk menahan napas sewaktu menggendan.&lt;br /&gt;2. Lipatan Vokalaris : di sebut pita suara sejati yang membentuk suara., terdapat dua buah otot , oleh gerakkan otot ini maka pita suara dapat bergetar dengan demikian pita suara dapat melebar dan mengecil, sehingga terbentuklah suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Trakea&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terbagi menjadi dua cabang utama, bronkus kanan dan kiri yang masing-masing masuk ke paru kanan dan kiri.&lt;br /&gt;- Panjangnya 9-11 cm dan di belakang terdiri dari jaringan ikat yang di lapisi oleh otot polos yang memisahkan trakea menjadi bronkus kiri dan kanan yang disebut karina.&lt;br /&gt;- Terdapat epitel yang terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Seel silindris bersilia&lt;br /&gt;2. Sel goblet&lt;br /&gt;3. Sel slindris dengan striated border ( sel penyikat )&lt;br /&gt;4. Sel lymfosit, makrofag&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bronkus&lt;br /&gt;- Terbagi 2 : kanan dan kiri. Kanan lebih pendek dan lebih lebar, terdiri dari 6-8 cincin, mempunyai 3 cabang. Kiri lebih panjang dan ramping dari yang kanan, terdi dari 9- 12 cicncin mempunyai 2 cabang.Cabang utama bronkus kanan dan kiri bercabang lagi menjadi bronkiolus lobaris dan bronkus segmentalis. Percabangan ini berjalan terus menerus menjadi bronkus yang ukurannya semakin kecil menjadi bronkus terminalis, yaitu saluran udara terkecil yang tidakmengandung alveoli.&lt;br /&gt;- Bronkus terminalis terdapat asinus yang merupakan unit fungsional paru-paru, yaitu:&lt;br /&gt;1. Bronkiolus respiratoris&lt;br /&gt;2. Duktus alveolaris&lt;br /&gt;3. Sakus alveolaris terminalis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar. Sistem Pernapasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Alveoli&lt;br /&gt;- Suatu sel pipih alveolar tipe 1 yang menyusun dinding alveoli adalah selapis epitel gepeng. Dalam ruang d antara sebaran alveoli terdapat jaringan ikat elastis yang penting untuk ekhalasi.&lt;br /&gt;- Alveolus di lapisi oleh zat lipoprotein yang di namakan surfaktan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar. Struktur Alveouli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutan Pernapasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Paru-Paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terletak di rongga dada tepat di sekat diafragma.&lt;br /&gt;- Paru-paru terdiri dari 2 bagian: Kanan memiliki 3 lobus dan Kiri memiliki 2 lobus.&lt;br /&gt;- Paru di bungkus oleh dua lapis seraput paru-paru yang di sebut pleura&lt;br /&gt;- Pleura di bagi menjadi dua, yaitu :&lt;br /&gt;1. Pleura visceral, yaitu : selaput paru yang langsung membungkus paru.&lt;br /&gt;2. Pleura parietal, yaitu : sselaput yang melapisi rongga dada sebelah luar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar. Struktur Paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. MEKANISME SISTEM PERNAPASAN&lt;br /&gt;3.&lt;br /&gt;- Pernapasan Perut&lt;br /&gt;- Merupakan pernapasan yang mekanismenya melibatkan aktifitas otot-otot diafragma yang membatasi rongga perut dan rongga dada.&lt;br /&gt;- Mekanisme pernapasan perut dapat dibedakan menjadi dua tahap yakni sebagai&lt;br /&gt;1. Inspirasi&lt;br /&gt;- Pada fase ini otot diafragma berkontraksi sehingga diafragma mendatar, akibatnya rongga dada membesar dan tekanan menjadi kecil sehingga udara luar masuk.&lt;br /&gt;2. Ekspirasi&lt;br /&gt;- Merupakan fase berelaksasinya otot diafragma (kembali ke posisi semula, mengembang) sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar, akibatnya udara keluar dari paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pernapasan Dada&lt;br /&gt;- Pernapasan dada adalah pernapasan yang melibatkan otot antartulang rusuk. Mekanismenya dapat dibedakan sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Inspirasi&lt;br /&gt;- Fase ini berupa berkontraksinya otot antartulang rusuk sehingga rongga dada membesar, akibatnya tekanan dalam rongga dada menjadi lebih kecil daripada tekanan di luar sehingga udara luar yang kaya oksigen masuk.&lt;br /&gt;2. Ekspirasi&lt;br /&gt;- Fase ini merupakan fase relaksasi atau kembalinya otot antara tulang rusuk ke posisi semula yang dikuti oleh turunnya tulang rusuk sehingga rongga dada menjadi kecil. Sebagai akibatnya, tekanan di dalam rongga dada menjadi lebih besar daripada tekanan luar, sehingga udara dalam rongga dada yang kaya karbon dioksida keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Mekanisme secara umum:&lt;br /&gt;1. Inspirasi&lt;br /&gt;• Otot-otot interkostal berkontraksi akibatnya tulang rusuk terangkat.&lt;br /&gt;• Kontraksi otot interkostal diikuti oleh kontraksi otot diafragma.&lt;br /&gt;• Akibat kontraksi kedua otot ini, rongga dada menjadi membesar.&lt;br /&gt;• Akibatnya udara masuk ke dalam paru-paru.&lt;br /&gt;• Rongga dada yang bertambah besar menyebabkan tekanan udara di paru-paru menjadi kecil.&lt;br /&gt;2. Ekspirasi&lt;br /&gt;• Otot-otot interkostal berelaksasi akibatnya tulang rusuk turun.&lt;br /&gt;• Relaksasi otot interkostal diikuti oleh berelaksasinya otot diafragma.&lt;br /&gt;• Akibat relaksasi kedua otot ini, rongga dada menjadi menjadi mengecil.&lt;br /&gt;• Akibatnya udara keluar dari dalam paru-paru ke lingkungan.&lt;br /&gt;• Rongga dada yang mengecil menyebabkan tekanan udara di paru-paru menjadi besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. VOLUME DAN KAPASITAS PARU&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Volume&lt;br /&gt;1. Volume dan napas (tidal) adalah volume udara yang diinspirasi atau diekspirasi setiap kali bernapas normal, besarnya kira-kira 500 ml pada rata-rata orang dewasa muda.&lt;br /&gt;2. Volume cadangan inspirasi adalah volume udara ekstra yang dapat diinspirasi setelah dan di atas volume alur napas normal dan biasanya mencapai 3000 ml.&lt;br /&gt;3. Volume cadangan ekspirasi adalah jumlah udara ekstra yang dapat diekspirasi oleh ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi alun napas normal, jumlah normalnya adalah sekitar 1100 ml.&lt;br /&gt;4.. Volume residu yaitu volume udara yang masih tetap berada pada atau dalam paru setelah ekspirasi paling kuat. Volume ini besarnya kira-kira 1200 ml.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kapasitas Paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kapasitas inspirasi sama dengan volume alun napas ditambah volume cadangan inspirasi. Ini adalah jumlah udara kira-kira 3500 ml yang dapat dihirup oleh seseorang, dimulai pada tingkatan ekspirasi normal dan pengembangan paru sampai jumlah maksimum.&lt;br /&gt;2. Kapasitas residu fungsional sama dengan volume cadangan ekspirasi ditambah volume residu. Ini adalah jumlah udara yang tersisa dalam paru pada akhir ekspirasi normal kira-kira 2300 ml.&lt;br /&gt;3. Kapasitas vital sama dengan volume cadangan inspirasi ditambah volume alun napas dan volume cadangan ekspirasi. Ini adalah jumlah udara maksimum yang dapat dikeluarkan seseorang dari paru, setelah terlebih dahulu mengisi paru secara maksimum dan kemudian mengeluarkan sebanyak-banyaknya kira-kira 4600 ml.&lt;br /&gt;4. Kapasitas paru total adalah volume maksimum dimana paru dapat dikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa kira-kira 5800 ml, jumlah ini sama dengan kapasitas vital ditambah volume residu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PROSES DIFUSI DAN TRANSPORTASI O2 DAN CO2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Difusi O2 dan CO2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Difusi O2 dari alveoli ke darah kapiler paru.&lt;br /&gt;- Difusi terjadi karna PO2 di alveoulus lebih tinggi dari pada PO2 darah dalam kapiler paru. PO2 alveolus 104 mmHg dan PO@2 kapiler paru 40 mmHg&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Difusi O2 dari kapiler ke sel jaringan&lt;br /&gt;- PO2 intrasel berkisar 5-40 mmHg, dengan rata-rata = 23 mmHg. Jadi tetap lebih rendah dari kapiler jaringan, sehingga O2 dapat berdifusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Difusi CO2 dari sel ke kapiler jaringan&lt;br /&gt;- Ketika O2, dipakai sel , PCO2 intrasel naik ( 46 mmHg ), dan vena kapiler jaringan ( 45 mmHg ) CO2 berdifusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Difusi CO2 dari kapiler paru ke dalam alveoli&lt;br /&gt;- PCO2 kapiler paru pada ujung arteri 45 mmHg, PCO2 alveolus 40mmHg CO2 berdifusi dari kapiler paru ke alveoulus kemudian di keluarkan melalui ekspirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Difusi O2 dari kapiler cairan intertisial&lt;br /&gt;- PO2 dalam kapiler perifer = 95 mmHg. PO2 cairan interstitial = 40 mmHg O2 berdifusi dari kapiler ke cairan interstitial secara cepat. Sehingga PO2 kapiler pun turun hampir sama dengan 40 mmHg.&lt;br /&gt;- Difusi CO2 20 x lebih cepat dari difusi O2. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan ekspirasi CO2 sehingga [ CO2 ] tidak menumpuk di dalam jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Transport O2 dan CO2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Transport O2 dalam darah arteri&lt;br /&gt;- 98 % darah, paru masuk ke atrium kiri melalui kapiler alveolus dan teroksigenasi sampai PO2 =&lt;br /&gt;40 mmHg&lt;br /&gt;- 2 % darah, paru yang lain melewati aorta melalui sirkulasi bronkial , karena tidak teroksigenasi&lt;br /&gt;PO2 = 40 mmHg&lt;br /&gt;- Kedua darah ini bercampur dalam vena paru  campuran darah vena. PO2 = 95 mmHg &lt;br /&gt;masuk jantung kiri  pompa melalui aorta  arteri  kapiler perifer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bentuk pengangkutan O2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;97 % O2 di angkut dari paru ke jaringan dalam campuran kimiawi dengan Hb dalm sel darah merah. Ada 5 ml O2 yang di angkut dalam bentuk terlarut dalam campuran plasma dan sel darah. 0,17 ml O2 secara normal diangkut dalam keadaan terlarut ke jaringan oleh 100 ml darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bentuk pengangkutan CO2 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dalam bentuk terlarut ( 7 % ), 0,3 ml CO2 dalam bentuk terlarut di angkut oleh 100 ml aliran&lt;br /&gt;darah .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dalam bentuk HCO3 ( 70 % ). CO2 bereaksi dengan air membentuk asam karbonat dengan&lt;br /&gt;bantuan karbonanhidrase di bentuk di sel darah merah, kemudian H2CO3 di uraikan menjadi&lt;br /&gt;H2O dan CO2, CO2 di keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Dalam bentuk senyawa karbomino hemaglobin ( CO2Hgb ) sekitar 80%. 1,5 ml CO2 dalam&lt;br /&gt;100 ml darah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Efek Haldane :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Bila O2 berikatan dengan Hb, CO2 di keluarkan dari darah karena HbO2 akan tinggi keasaman&lt;br /&gt;Hb  CO2 di darah pindah ke alveoli dengan cara:&lt;br /&gt;– memindahkan CO2 dalam bentuk karbamino dan darah.&lt;br /&gt;– Hb melepaskan sejumlah H plus  berikatan dengan CO2  H2CO3  H2O + CO2 di&lt;br /&gt;keluarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Efek Haldane melancarkan transportasi CO2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Efek Bohr melancarkan transportasi O2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. SISTEM PENGONTROLAN RESPIRASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pusat respirasi di otak di sistim saraf otonom pada bagian batang otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Medula rhythmicy area&lt;br /&gt;– area pengatur inspirasi dan ekspirasi&lt;br /&gt;– mengatur ritme dasar respirasi&lt;br /&gt;b. Pneumotaxic area&lt;br /&gt;– membantu koordinasi transisi anata inspirasi dan ekspirasi&lt;br /&gt;– mengirim impuls inhinisi ke area inspirasi dan mencegah paru-paru mengembang&lt;br /&gt;c. Apneustic area&lt;br /&gt;– membantu koordinasi transisi antara inspirasi dan ekspirasi&lt;br /&gt;– mengirim impul ekshibisi ke area inspirasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Kendali kimia terbagi atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kemoreseptor sentral :&lt;br /&gt;- Neuron yang terletak di permukaan ventral lateral medulla. Peningkatan kadar karbndioksida&lt;br /&gt;dalam darah arteri dan vairan serebrospinalis merangsang peningkatan frekuensi dan kedalaman&lt;br /&gt;respirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kemoreseptor perifer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Terletak di badan aorta dan carotoid pada sistem arteri. Merespon terhadap perubahan&lt;br /&gt;konsentrasi ion oksigen, karbondioksida, dan ion hydrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Contoh :&lt;br /&gt;Kalau kita melakukan olahraga maka akan terjadi proses pembakaran di dalam tubuh, hal ini memerlukan oksigen yang sangat besar , maka efek dari kompensasi tubuh adalah dengan jalan respirasi yang cepat dan dalam untuk menyediakan bahan bakar teresebut, sewktu kita mulai istiharat maka tubuh akan kembali normal karena oksigen yang di butuhkan standar karena pembakaran yang terjadi tidak terlalu banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RESPIRASI&lt;br /&gt;1. Pengaturan pernapasan volunter&lt;br /&gt;2. Efek reseptor iritan pada jalan napas  rangsangan dapat di atur  bersin, batuk, kontraksi bronkus emfilema, asma.&lt;br /&gt;3. Fungsi reseptor  paru  rangsangan menyebabkan sesak napas  ujung saraf saraf sensori yang berjejer.&lt;br /&gt;4. Anestesia : Henti napas.&lt;br /&gt;5. Umur : Semakin bertambah umur seseorang, irama pernapasan semakin lambat.&lt;br /&gt;Pada usia balita dan remaja merupakan masa pertumbuhan fisik yang sangat&lt;br /&gt;membutuhkan energi yang berarti laju metabolisme dalam tubuh juga akan lebih cepat,&lt;br /&gt;sehingga mebutuhkan banyak oksigen dan juga banyak mengeluarkan karbondioksida.&lt;br /&gt;6. Jenis kelamin&lt;br /&gt;Kegiatan atau aktivitas tubuh yang bekerja dan semakin berat kerja organ tersebut,&lt;br /&gt;semakin tinggi kebutuhan energi yang di perlukan , sehingga laju metabolisme dan irama&lt;br /&gt;pernapasan semakin cepat.&lt;br /&gt;7. Ketinggian : Makin tinggi daratan makin rendah O2, sehingga makin sedikit O2 yang dapat di hirup.&lt;br /&gt;8. Polusi Udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. GANGGUAN PADA SISTEM RESPIRASI&lt;br /&gt;a. Asfiksi kelainan dalam pengangkutan O2 ke jaringan / gangguan penggunaan O2 oleh jaringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Tuberkulosis disebabkan mycobactenum tubercolosis, ciri-cirinya: terbentuk bintik-bintik kecil pada dinding alveolus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Pneumonia radang paru karena diplococus pnemoniae, radang pada dinding alveolus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Atelektasis Alveoli mengempes karena terjadi pada tempat-tempat yang terakolisor pada paru, penyebabnya karena obstruksi total saluran napas dan berkurangnua surfaktan pada cairan yang melapisi alveoli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Asma  di tandai dengan kontraksi spsifik oto polos bronkiolus yang menyumbat bronkiulus secara parsial dan menyebabkan sukabkesukaran bernapas yang nebat.&lt;br /&gt;Asma terbagi 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Asma Kardial berhubungan dengan kelainan jantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Asma Bronkial penyakit saluran pernapasan terbagi 2:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Ektrinsik : Pengidap hipersensitif dan hiperaktif terhadap macam-macam rangsangan luar, seperti: debu, cuaca, obat nyamuk. ( pada anak- anak, dapat sembuh bila sudah dewasa )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Intristik : Muncul bila penderita mendapat gangguan psikis, ex: Olahraga berat, stres, perubahan cuaca yang dratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Campuran: gabungan komponen instrinsik dan ekstrinsik , biasanya yang ekstrinsik akan berlanjut ke ekstrinsik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Asidosis  kenaikan kadar asam karbonat dan asam birkarbonat dalam darah sehingga pernapasan tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Rinitos  radang rongga hidung akibat infeksi virus, misalnya virus influenza&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h. Faringitis  radang pada faring akibat infeksi oleh bakteri streptococus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i. Laringitis  radang pada laring serak atau kehilangan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gangguan pernapasan pada pendaki gunung :&lt;br /&gt;Pendaki gunung sering mengalami gangguan pernapasan berupa kurangnya pasokan O2 ke jaringan karena [ O2 ] di pegunungan semakin berkurang. Kekurangan O2 ini biasanya si pendaki gunung selalu beristirahat sebelum sampai ke puncak untuk menyesuaikan jaringan tubuh dengan kondisi lingkungan, sehingga untuk mencapai puncak memerlukan waktu berhari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tenggelam&lt;br /&gt;Pada orang yang mengalami tenggelam akan mernyebakan saluran napasnya tersumbat, menyebabkan kematian dan pada keadaan ringan akan menyebabkan aktivitas napas terhenti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PENGARUH SISTEM RESPIRASI TERHADAP KESEIMBSNGAN PH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pernapasan mempengaruhi PH cairan tubuh karena pernapasan mengatur CO2 dalam cairan tubuh , bahwa CO2 bereaksi dengan air membentuk asam karbonat ( H2CO3 ), yang akan terionisasi menjadi ion H + dan ion HCO3-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Makin banyak ion hidrogen terdapat dalam cairan tubuh, akan makin rendah pH, dan makin sedikit ion hidrogen akan makin tinggi pH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Sistem pernapsan dapat menjadi sebab ketidakseimbangan pH sebaliknya dapat pula memperbaiki ketidakseimbangan pH yang di akibatkan oleh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Alkalosis respiratorik : terjadi jika frekuensi atau efisiensi pernapasan menurun sehingga terjadi penumpukan CO2 dalam cairan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;– Asidosis respiratorik : terjadi jika frekuensi pernapasan meningkat, dan CO2 dihembuskan dengan cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. SISTEMATIKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. LEARNING OBJECTIVE&lt;br /&gt;Mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan:&lt;br /&gt;1. Organ-organ penyusun sistem pernafasan secara makroskopis dan mi&lt;br /&gt;mikroskopis.&lt;br /&gt;2. Mekanisme sistem pernafasan Inspirasi dan ekspirasi&lt;br /&gt;3. Volume dan kapasitas paru-paru&lt;br /&gt;4. Sistem pengontrolan respirasi&lt;br /&gt;5. Gangguan pada sistem respirasi&lt;br /&gt;6. Faktor-faktor yang mempengaruhi respirasi&lt;br /&gt;7. Proses difusi dan transportasi O2 dan CO2 di darah, jaringan,alveoli&lt;br /&gt;8. Pengaruh sistem respirasi terhadap keseimbangan PH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. KESIMPULAN&lt;br /&gt;Proses pernapasan lebih dari sekadar aksi mekanik sederhana dari bernapas. Inhalasi memberi tubuh oksigen yang diperlukan untuk pembentukan ATP dalam proses pernapasan sel. Ekshalasi membuang CO2 yang merupakan hasil pernapasan sel. Bernapas juga mengatur kadar CO2 di dalam tubuh, dan hal ini mempunyai kontribusi untuk mempertahankan keseimbangan asam basa dari cairan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem pernapasan terdiri atas sejumlah jalan udara dan paru-paru, yaitu organ pernapasan fungsional. Saluran pernapasan atas terdiri atas : hidung, faring, dan laring. Saluran pernapasan bawah terdiri atas trakhea, bronkhial dan alveoli, dan paru-paru.&lt;br /&gt;Sistem pernapasan membantu mempertahankan homeostasis dengan menjaga agar kadar oksigen dan karbon dioksida dalam darah relatif konstan, meskipun terjadi perubahan kondisi dalam tubuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ventilasi didefinisikan sebagai perpindahan udara ke dalam dan ke luar paru-paru. Ventilasi ini mencakup inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah perpindahan ke dalam paru-paru akibat kontraksi otot-otot pernapasan dan perubahan dalam tekanan toraks. Ekspirasi adalah perpindahan udara ke luar paru-paru dan merupakan akibat relaksasi otot-otot pernapasan serta perubahan dalam tekanan toraks.Volume dan kapasitas pulmonal merupakan ukuran klinis penting dalam mengevaluasi abnormalitas pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernapasan eksternal adalah pertukaran gas antara udara dalam alveoli dan darah dalam kapiler pulmonal. Oksigen berdifusi dari alveoli ke kapiler pulmonal dan karbon dioksida berdifusi dari darah dalam kapiler pulmonal ke dalam alveoli. Pernapasan dikontrol oleh faktor instrinsik dan ekstrinsik. Kontrol setempat dari pertukaran gas yang adekuat mencakup efek dari kadar karbon dioksida terhadap bronkhiolus dan kadar oksigen terhadap arteriole pulmonal. Pusat pernapasan otak terletak di medulla dan pons. Area yang sensitif terhadap zat kimia dari medulla sangat sensitif terhadap kadar PCO2 plasma. Mekanisme pengaktifannya melalui ion-ion H+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorland, W.A.2007.Kamus Kedokteran Dorland.Jakarta : EGC&lt;br /&gt;Gaytton, Arthur C.2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.Jakarta : EGC&lt;br /&gt;Price, Sylvia Andreson. 2005.Patofisiologi :Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Jakarta :EGC&lt;br /&gt;Shewood, Lauralee. 2001. Fisiologi Manusia : Dari Sel Ke Sistem. Jakarta : EGC&lt;br /&gt;Janquiera, L.Carlos.1997. Histologi Dasar. Jakarta : EGC&lt;br /&gt;Kuliah Pakar Minggu 2 mengenai respirasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-8643121104820724275?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/8643121104820724275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/sistem-pernapasan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8643121104820724275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8643121104820724275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/sistem-pernapasan.html' title='sistem pernapasan'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-5600627192797490199</id><published>2010-04-07T12:27:00.002-07:00</published><updated>2010-04-07T12:28:04.414-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Pada Respirasi</title><content type='html'>Gangguan pada sistem pernapasan adalah terganggunya pengangkutan O2 ke sel-sel atau jaringan tubuh; disebut   asfiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asfiksi ada bermacam-macam misalnya terisinya alveolus dengan cairan limfa karena infeksi Diplokokus pneumonia atau Pneumokokus yang menyebabkan penyakit pneumonia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada orang yang tenggelam, alveolusnya terisi air sehingga difusi oksigen sangat sedikit bahkan tidak ada sama sekali sehingga mengakibatkan orang tersebut shock dan pernapasannya dapat terhenti. Orang seperti itu dapat ditolong dengan mengeluarkan air dari saluran pernapasannya dan melakukan pernapasan buatan tanpa alat dengan cara dari mulut ke mulut dengan irama tertentu dan menggunakan metode Silvester dan Hilger Neelsen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asfiksi dapat pula disebabkan karena penyumbatan saluran pernapasan oleh kelenjar limfa, misalnya polip, amandel, dan adenoid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradangan dapat terjadi pada rongga hidung bagian atas dan disebut sinusitis, peradangan pada bronkus disebut bronkitis, serta radang pada pleura disebut pleuritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paru-paru juga dapat mengalami kerusakan karena terinfeksi Mycobacterium tuber culosis penyebab penyakit TBC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengangkutan O2 dapat pula terhambat karena tingginya kadar karbon monoksida dalam alveolus sedangkan daya ikat (afinitas) hemoglobin jauh lebih besar terhadap CO daripada O2 dan CO2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keracunan asam sianida, debu, batu bara dan racun lain dapat pula menyebabkan terganggunya pengikatan O2 oleh hemoglobin dalam pembuluh darah, karena daya afinitas hemoglobin juga lebih besar terhadap racun dibanding terhadap O2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala alergi terutama asma dapat pula menghinggapi sistem pernapasan begitu juga kanker dapat menyerang paru-paru terutama para perokok berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit pernapasan yang sering terjadi adalah emfisema berupa penyakit yang terjadi karena susunan dan fungsi alveolus yang abnormal.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-5600627192797490199?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/5600627192797490199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/gangguan-pada-respirasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/5600627192797490199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/5600627192797490199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/gangguan-pada-respirasi.html' title='Gangguan Pada Respirasi'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-498652975576257239</id><published>2010-04-07T12:27:00.001-07:00</published><updated>2010-04-07T12:27:24.681-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Sistem Pencernaan</title><content type='html'>• Apendikitis  Þ  Radang usus buntu.&lt;br /&gt;• Diare  Þ  Feses yang sangat cair akibat peristaltik yang terlalu cepat.&lt;br /&gt;• Kontipasi (Sembelit)  Þ  Kesukaran dalam proses Defekasi (buang air besar)&lt;br /&gt;• Maldigesti  Þ  Terlalu banyak makan atau makan suatu zat yang merangsang lambung.&lt;br /&gt;• Parotitis  Þ  Infeksi pada kelenjar parotis disebut juga Gondong&lt;br /&gt;• Tukak Lambung/Maag  Þ  "Radang" pada dinding lambung, umumnya diakibatkan infeksi Helicobacter pylori&lt;br /&gt;• Xerostomia  Þ  Produksi air liur yang sangat sedikit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan pada sistem pencernaan makanan dapat disebabkan oleh pola makan yang salah, infeksi bakteri, dan kelainan alat pencernaan. Di antara gangguan-gangguan ini adalah diare, sembelit, tukak lambung, peritonitis, kolik, sampai pada infeksi usus buntu (apendisitis).&lt;br /&gt;Diare&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kim dari perut mengalir ke usus terlalu cepat maka defekasi menjadi lebih sering dengan feses yang mengandung banyak air. Keadaan seperti ini disebut diare. Penyebab diare antara lain ansietas (stres), makanan tertentu, atau organisme perusak yang melukai dinding usus. Diare dalam waktu lama menyebabkan hilangnya air dan garam-garam mineral, sehingga terjadi dehidrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konstipasi (Sembelit)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sembelit terjadi jika kim masuk ke usus dengan sangat lambat. Akibatnya, air terlalu banyak diserap usus, maka feses menjadi keras dan kering. Sembelit ini disebabkan karena kurang mengkonsumsi makanan yang berupa tumbuhan berserat dan banyak mengkonsumsi daging.&lt;br /&gt;Tukak Lambung (Ulkus)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinding lambung diselubungi mukus yang di dalamnya juga terkandung enzim. Jika pertahanan mukus rusak, enzim pencernaan akan memakan bagian-bagian kecil dari lapisan permukaan lambung. Hasil dari kegiatan ini adalah terjadinya tukak lambung. Tukak lambung menyebabkan berlubangnya dinding lambung sehingga isi lambung jatuh di rongga perut. Sebagian besar tukak lambung ini disebabkan oleh infeksi bakteri jenis tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa gangguan lain pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut: Peritonitis; merupakan peradangan pada selaput perut (peritonium). Gangguan lain adalah salah cerna akibat makan makanan yang merangsang lambung, seperti alkohol dan cabe yang mengakibatkan rasa nyeri yang disebut kolik. Sedangkan produksi HCl yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya gesekan pada dinding lambung dan usus halus, sehingga timbul rasa nyeri yang disebut tukak lambung. Gesekan akan lebih parah kalau lambung dalam keadaan kosong akibat makan tidak teratur yang pada akhirnya akan mengakibatkan pendarahan pada lambung. Gangguan lain pada lambung adalah gastritis atau peradangan pada lambung. Dapat pula apendiks terinfeksi sehingga terjadi peradangan yang disebut apendisitis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-498652975576257239?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/498652975576257239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/gangguan-sistem-pencernaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/498652975576257239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/498652975576257239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/gangguan-sistem-pencernaan.html' title='Gangguan Sistem Pencernaan'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-2880461082825626008</id><published>2010-04-07T12:25:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T12:26:39.300-07:00</updated><title type='text'>Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Pernapasan/Respirasi Manusia - Kesehatan Pada Masyarakat</title><content type='html'>Sistem peredaran oksigen yang diperlukan oleh tubuh manusia bisa mengalami gangguan atau kelainan disertai penjelasan pengertian atau definisi singkat yaitu seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kelainan/Gangguan/Penyakit Saluran Pernapasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Penyempitan saluran pernafasan akibat asma atau bronkitis. Bronkis disebabkan oleh bronkus yang dikelilingi lendir cairan peradangan sedangkan asma adalah penyempitan saluran pernapasan akibat otot polos pada saluran pernapasan mengalami kontraksi yang mengganggu jalan napas.&lt;br /&gt;b. Sinusitis, adalah radang pada rongga hidung bagian atas.&lt;br /&gt;c. Renitis, adalah gangguan radang pada hidung.&lt;br /&gt;d. Pembengkakan kelenjar limfe pada sekitar tekak dan hidung yang mempersempit jalan nafas. Penderita umumnya lebih suka menggunakan mulut untuk bernapas.&lt;br /&gt;e. Pleuritis, yaitu merupakan radang pada selaput pembungkus paru-paru atau disebut pleura.&lt;br /&gt;f. Bronkitis, adalah radang pada bronkus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kelainan/Gangguan/Penyakit Dinding Alveolus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pneumonia / Pnemonia, adalah suatu infeksi bakteri diplococcus pneumonia yang menyebabkan peradangan pada dinding alveolus.&lt;br /&gt;b. Tuberkolosis / TBC, merupakan penyakit yang disebabkan oleh baksil yangmengakibatkan bintil-bintil pada dinding alveolus.&lt;br /&gt;c. Masuknya air ke alveolus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Transportasi Udara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kontaminasi gas CO / karbon monoksida atau CN / sianida.&lt;br /&gt;b. Kadar haemoglobin / hemoglobin yang kurang pada darah sehingga menyebabkan tubuh kekurangan oksigen atau kurang darah alias anemia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-2880461082825626008?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/2880461082825626008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/kelainangangguanpenyakit-sistem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2880461082825626008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2880461082825626008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/04/kelainangangguanpenyakit-sistem.html' title='Kelainan/Gangguan/Penyakit Sistem Pernapasan/Respirasi Manusia - Kesehatan Pada Masyarakat'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-6393286949610152773</id><published>2010-03-31T10:15:00.001-07:00</published><updated>2010-03-31T10:15:26.348-07:00</updated><title type='text'>Keajaiban di Dalam Tubuh Kita</title><content type='html'>Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka)     &lt;br /&gt;terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuhmu.&lt;br /&gt;(QS. Al Infithaar, 82:6-8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak yang manis, bersiaplah-siaplah, kita segera akan melangkah ke dalam sebuah dunia yang luas dan penuh dengan keajaiban. Ya, dunia ini akan sangat menarik buat kalian. Meskipun kalian mungkin tidak pernah menyadarinya hingga sekarang, bertriliun-triliun pekerja dalam dunia ini telah bekerja tak kenal lelah untuk kalian. Kalian bingung, bukan? Dunia seperti apakah ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia yang luar biasa ini adalah tubuh kita sendiri, sedangkan para pekerjanya adalah sel-sel tubuh kita. Semua titik yang terdapat dalam tubuh kita terdiri atas sel-sel. Saat ini dalam tubuh kita terdapat triliunan sel yang bekerja untuk kita. Mereka tetap bekerja, bahkan ketika kalian sedang membaca buku ini. Sebagai contoh, sel-sel mata kalian melakukan sejumlah pekerjaan tanpa henti agar kalian bisa membaca. Ketika kalian bernafas, sel-sel di dalam saluran pernafasan, kemudian yang ada di paru-paru kalian melakukan tugasnya. Sementara itu, sel-sel yang ada di perut kalian mungkin tengah mencerna makanan yang kalian makan beberapa jam sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh kita tersusun atas sel-sel, masing-masing menjalankan tugas yang berbeda. Gambar di atas memperlihatkan beberapa jenis sel tubuh kita. Sel-sel ini saling bekerja sama sehingga kita dapat tetap hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang kita sebutkan tadi hanyalah beberapa proses saja yang terus terjadi di dalam tubuh kita. Semua ini terjadi bahkan tanpa kalian sadari. Bagaimanakah triliunan sel sekaligus bisa mengetahui apa yang akan dikerjakannya dan bekerja sama dalam pekerjaannya? Lebih hebatnya lagi tidak pernah ada masalah yang timbul selama proses tersebut. Tidak ada sel yang merebut pekerjaan sel lain, atau menolak untuk melakukan tugasnya sendiri. Di samping itu, seluruh proses ini terjadi dalam kecepatan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENAMPAKAN SEL-SEL KITA DI BAWAH MIKROSKOP...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel-sel mata&lt;br /&gt;sel saraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sel darah merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam halaman-halaman berikutnya, kita akan membahas bahwa tugas-tugas harian, seperti pencernaan, pernafasan, penglihatan, dan pendengaran, memang sungguh-sungguh luar biasa. Kita akan menyaksikan bahwa sel-sel tubuh kita kadangkala berlaku seperti seorang ahli kimia yang membuat zat-zat kimiawi, kadang-kadang pula berlaku seperti seorang insinyur yang melakukan perhitungan, dan kadangkala bekerja untuk memenuhi kebutuhan sel-sel lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menakjubkan, semua ini dilakukan oleh sel-sel yang begitu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Lagipula, sel-sel di dalam tubuh kita melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sangat penting ini tanpa memerlukan pertolongan apa pun. Ingatlah bahwa sel-sel ini bukanlah manusia seperti kita. Mereka tidak dapat melihat maupun mendengar satu sama lain, ataupun memutuskan untuk "melakukan pekerjaan yang bijaksana". Mereka tidak punya kuping atau otak. Mereka tidak mempelajari ilmu kimia, namun, seperti yang akan kita lihat di bagian berikutnya, mereka justru mengetahui rumus-rumus kimia dan bisa membuat zat-zat menurut rumus-rumus ini. Bagaimana mereka bisa melakukan semua itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalian akan keheranan ketika membacanya, dan sadar bahwa sel-sel tidaklah melakukan seluruh tugas ini atas keinginan mereka sendiri. Kalian pastilah menyadari bahwa mereka tidak mungkin bisa mempelajari bagaimana melakukan tugas-tugas ini secara kebetulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, kita menggantungkan kehidupan kita pada perilaku sadar makhluk-makhluk mungil ini, yang kita bahkan tak mampu melihat dengan mata telanjang. Sungguh, dalam diri mereka ada kebenaran teramat penting yang perlu kita pahami. Terdapat pemilik kecerdasan mahatinggi yang menjadikan sel-sel kita melakukan semua tugas ini dan mengajari mereka apa yang mereka kerjakan. Pemilik kecerdasan tanpa batas ini adalah Allah, Yang telah menciptakan segala sesuatu, yang mencintai kita, dan mengetahui segala kelemahan dan keperluan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masing-masing dari triliunan sel dalam tubuh kita melakukan tugasnya dengan sempurna karena perencanaan yang sempurna dari Allah, sehingga kita bisa menjalani kehidupan kita tanpa kesulitan apa pun. Bangun setiap pagi untuk pergi sekolah, merasakan manisnya madu, bernafas tanpa kesulitan, berlari di pekarangan sekolah kalian dan bermain bersama teman-teman, menulis, membaca, dan banyak lagi hal lain yang kalian lakukan adalah berkat rasa kasih dan sayang Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti segala hal lainnya di bumi ini, Allah telah menciptakan kalian dengan sempurna dan memberikan untuk kalian segala hal yang kalian butuhkan. Yang harus kalian lakukan sebagai balasannya hanyalah bersyukur kepada Allah, Yang telah memberikan kalian segala anugerah yang jauh lebih berharga dibandingkan segala hadiah yang mungkin kalian dapatkan di dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam setiap sel tubuh kita, yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata telanjang, berlangsung aneka proses yang jumlahnya lebih banyak daripada yang ada di dalam laboratorium di bawah ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kita perlu berpikir mendalam tentang apa yang telah dikaruniakan oleh Allah untuk kita. Dalam ayat-ayat Al Qur’an, Allah memberikan banyak contoh untuk direnungkan oleh manusia. Berikut ini adalah salah satunya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada gambar di atas, kalian dapat melihat bagian dalam sebuah sel. Di bagian tengah sel adalah inti sel, yang dikelilingi oleh bagian-bagian lain dari sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa yang berguna bagi manusia, dan yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan di antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.&lt;br /&gt;(QS Al Baqarah: 164)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam buku ini kita akan merenungkan tubuh kita. Kita akan melihat betapa sempurna dan telitinya tubuh manusia telah diciptakan oleh Allah. Begitu kalian membaca buku ini, kalian akan lebih mencintai Allah dan bersyukur kepada-Nya. Kalian akan heran atas sikap acuh tak acuh orang-orang di sekitarmu, yang tidak berpikir, dan kalian akan berani untuk memberi tahu mereka tentang apa yang kalian ketahui, sehingga mereka pun tunduk kepada Allah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-6393286949610152773?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/6393286949610152773/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/keajaiban-di-dalam-tubuh-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/6393286949610152773'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/6393286949610152773'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/keajaiban-di-dalam-tubuh-kita.html' title='Keajaiban di Dalam Tubuh Kita'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-1922646042831507833</id><published>2010-03-31T10:11:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T10:14:39.919-07:00</updated><title type='text'>Sel-sel Mikroskopik Tubuh Manusia</title><content type='html'>Di sebelah kiri ini adalah gambar sel telur manusia. Ingin tahu bagaimana bentuk sel-sel tubuh kita lainnya yang diperbesar ribuan kali? Alat ini namanya scanning electron microscope (SEM), sejenis mikroskop elektron yang menggunakan gelombang elektron energi tinggi untuk men-scan suatu permukaan. Gelombang elektron dari SEM ini berinteraksi dengan atom-atom di dekat atau pada permukaan sampel yang akan diteliti, dan menghasilkan gambar 3-D beresolusi tinggi. Perbesarannya dari 25X hingga 250.000X. Detail dari benda berukuran 1 - 5 nm dapat dengan mudah dideteksi, termasuk bentuk dari sel telur, sel darah merah, atau embrio bayi manusia. Mau liat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel-sel Darah Merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuknya seperti permen cinnamon, gambar di atas adalah jenis yang paling umum dari sel darah di tubuh manusia - sel darah merah (red blood cell-RBC). Tugasnya mengirim oksigen ke seluruh tubuh; seorang wanita mempunyai kira-kira 4 - 5 juta RBC per mikroliter (kubik milimeter) darah, sedangkan laki-laki mempunyai 5 - 6 juta RBC. Orang yang tinggal di dataran yang tinggi mempunyai lebih banyak RBC karena kadar oksigen di lingkungannya yang lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helai Rambut Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perawatan rambut yang teratur dan mungkin dengan sedikit conditioner yang bagus akan mencegah rambut Anda rusak seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel Otak Purkinje&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 100 miliar neuron (sel impuls otak) pada otak manusia, neuron Purkinje adalah yang terbanyak. Sel-sel ini adalah masternya koordinasi motorik di cerebellar cortex. Pengaruh racun seperti alkohol dan lithium, penyakit-penyakit autoimmune, mutasi genetik termasuk autisme dan penyakit-penyakit neurodegenerative dapat menyebabkan efek negatif pada sel-sel Purkinje manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel Rambut di Telinga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini adalah gambar sel rambut stereocilia di dalam telinga yang mendeteksi pergerakan mekanis untuk merespon vibrasi suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lidah dengan Indera Perasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar di atas adalah gambar ujung indera perasa di lidah. Lidah manusia memiliki kira-kira 10.000 ujung-ujung indera perasa yang bertanggung jawab membedakan rasa asin, hambar, pahit, manis, dan asam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plak Gigi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rajin-rajinlah sikat gigi, karena gambar di atas itu padalah gambar plak gigi yang kurang terawat. Hiii...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gumpalan Darah Beku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihat lagi gambar sel darah merah (RBC) di atas, yang ini adalah sel-sel yang sama yang berada di suatu gumpalan darah beku. Sel-sel yang di tengah adalah sel darah putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantung Udara Paru-Paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah gambar permukaan bagain dalam dari paru-paru Anda. Rongga-rongga berlubang itu adalah alveoli, disinilah terjadi pertukaran udara dengan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel Kanker Paru-Paru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini adalah par-paru yang dirusak oleh sel-sel kanker, kontras sekali dengan gambar paru-paru yang sehat sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Villi (Selaput Lendir) pada Usus Kecil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Villi pada usus kecil menambah area permukaan dari usus, yang membantu dalam proses penyerapan makanan. Perhatikan sari makanan yang menempel di celah-celahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel Telur Manusa dengan Sel-sel Korona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini adalah gambar sel telur di atas tempat kedudukannya. Telur ini dilapisi oleh zona pellicuda, suatu glycoprotein yang melindungi telur dan juga membantu menangkap sperma. Dua sel korona terlihat menempel pada zona pellicuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sperma di Permukaan Sel Telur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar-gambar di atas adalah sperma-sperma yang mencoba membuahi sel telur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sperma dan Embrio Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kayak perang dunia, tapi gambar ini sebenarnya adalah kondisi 5 hari setelah pembuahan pada sel telur dengan sel-sel sperma tersisa yang masih ada di sekitarnya. Gambar fluoroscent ini di abadikan dengan menggunakan mikroskop confocal. Embrio dan nukleus sel sperma diberi warna ungu sementara ekor-ekor sperma yang berwarna hijau. Area yang biru adalah celah persimpangan, yang menghubungkan sel-sel tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sel Telur yang Dibuahi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah gambar sel telur yang dikelilingi sperma sesaat setelah terjadi pembuahan. Pronukleus laki dan permpuan dapat dilihat di tengah sebelum mereka menyatu menjadi nukleus tunggal dengan full kromosom. Segera setelahnya sel ini akan terus membelah membentuk embrio yang kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio Manusia dengan 8 Sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio ini mengalami 3 siklus pembelahan sel dan masih dikelilingi oleh zona pellicuda, selapu luar yang liat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio Manusia 16 Sel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini disebut juga morula. Embrio yang telah mengalami 4 siklus pemebelahan sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio-embrio Manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar ini adalah gambar kumpulan embrio-embrio, dari yang baru saja dibuahi hingga yang sudah siap ditanam di rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Embrio Manusia Berumur 6 Hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan akhirnya siklus kehidupan dimulai, gambar ini adalah embrio manusia yang berumur 6 hari dan mulai tertanam di dalam endometrium, di dinding rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua gambar-gambar menakjubkan ini dan gambar-gambar lainnya Anda bisa lihat sendiri di images.wellcome.ac.uk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, ternyata tubuh kita ini dibentuk oleh miliaran sel-sel yang bersatu padu membentuk tubuh kita dan ajaibnya semuanya menjalankan fungsinya masing-masing dengan sempurna. Belum lagi kalo kita ngomongin soal proses pembentukan embrio manusia. Subhanallah. Maha Suci Allah, Maha Besar Allah, yang telah menciptakan semuanya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artikel terkait:&lt;br /&gt;Tubuh Manusia versus Galaksi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-1922646042831507833?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/1922646042831507833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/sel-sel-mikroskopik-tubuh-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/1922646042831507833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/1922646042831507833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/sel-sel-mikroskopik-tubuh-manusia.html' title='Sel-sel Mikroskopik Tubuh Manusia'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-1898877128083457766</id><published>2010-03-31T10:10:00.000-07:00</published><updated>2010-03-31T10:11:15.409-07:00</updated><title type='text'>Pengenalan Dasar Struktur Atom</title><content type='html'>Proton, neutron dan elektron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;massa relatif&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;muatan relatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proton&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;+1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;neutron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;elektron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1/1836&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nukleus&lt;br /&gt;Nukleus berada di tengah atom; ia mengandung proton dan neutron. Kumpulan proton dan neutron disebut juga nukleon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakekatnya, seluruh massa atom berpusat di nukleus, karena massa elektron sangat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami jumlah proton dan neutron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah proton = NOMOR ATOM dari atom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor atom sering disebut juga nomor proton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah proton + Jumlah neutron = NOMOR MASSA dari atom&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor massa disebut juga nomor nukleon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi nomor atom dan nomor massa biasanya disingkat dalam bentuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyaknya proton dan neutron yang dimiliki oleh atom tersebut di atas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor atom merupakan jumlah proton (9) dan nomor massa merupakan jumlah proton + neutron (19). Jika atom terdiri dari 9 proton, maka akan ada 10 neutron sehingga total keseluruhannya 19.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nomor atom menandakan posisi dari suatu elemen pada tabel periodik dan karenanya jumlah proton memberitahukan elemen apa yang kita maksudkan. Jadi, jika atom memiliki 8 proton (nomor atom = 8), ini pasti oksigen. Jika atom memiliki 12 proton (nomor atom= 12), ini pasti magnesium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga, setiap atom klor (nomor atom = 17) memiiki 17 proton, dan setiap atom uranium (nomor atom = 92) memiliki 92 proton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isotop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya neutron di dalam sebuah atom bisa bervariasi dalam skala kecil. Sebagai contoh, ada tiga variasi atom 12C, 13C, 14C. Mereka seluruhnya memiliki jumlah proton yang sama, tetapi jumlah neutronnya berbeda.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;proton&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;neutron&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nomor massa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbon-12&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbon-13&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karbon-14&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atom-atom ini disebut isotop, yaitu atom-atom yang memiliki nomor atom yang sama tetapi nomor massa yang berbeda. Mereka memiliki jumlah proton yang sama tetapi jumlah neutron yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Variasi jumlah neutron tidak mengubah reaksi kimia dari karbon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami jumlah elektron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atom bermuatan netral. Ke-positif-an proton diseimbangkan dengan ke-negatif-an elektron. Hal ini menunjukkan bahwa di dalam atom netral :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyaknya elektron = banyaknya proton&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, jika sebuah atom oksigen (nomor atom = 8) memiliki 8 proton, ia pasti memiliki 8 elektron; jika atom klor (nomor atom=17) memiliki 17 proton, ia pasti memiliki 17 elektron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan dari elektron-elektron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elektron-elektron berada pada jarak tertentu dari nukleus di dalam suatu rangkaian level yang disebut dengan level energi. Tiap level energi hanya dapat diisi elektron dalam jumlah tertentu. Level energi pertama (terdekat dengan nukleus) terdiri dari 2 elekton, level kedua 8, dan level ketiga juga akan penuh ketika terisi 8 elektron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level-level ini berada dalam jarak yang cukup jauh dari nukleus. Elektron-elektron akan selalu berada pada level energi serendah mungkin selama level tersebut belum terisi penuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami susunan dari sebuah atom&lt;br /&gt;* Lihatlah nomor atom dari tabel periodik. Yakinkan Anda memilih nomor yang benar di antara dua nomor yang diterakan. Nomor atom selalu lebih kecil dari nomor massa.&lt;br /&gt;* Nomor atom merupakan jumlah proton, dan karenanya nomor atom memberitahukan kita juga jumlah elektron.&lt;br /&gt;* Susunlah elektron-elektron dalam level-level energi, selalu isi level terdalam sebelum mengisi level luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;contoh. mencari susunan dari atom klor&lt;br /&gt;* Tabel periodik memberikan kita nomor atom 17&lt;br /&gt;* Oleh karenanya atom klor terdiri dari 17 proton dan 17 elektron&lt;br /&gt;* Susunan dari elektron-elektron tersebut adalah 2,8,7 ( 2 di level pertama, 8 di level kedua, dan 7 di level ketiga )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Susunan dari 20 elemen pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah 20 elemen pertama ini kita akan memasuki elemen transisi tabel periodik.&lt;br /&gt;Dua hal penting yang perlu diperhatikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat susunan dalam tabel periodik:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jumlah elektron pada tingkat terluar (atau kulit terluar) sama dengan nomor golongan. (Kecuali helium yang hanya memiliki 2 elektron. Gas Mulia biasa disebut dengan golongan O bukan golongan 8). Hal ini berlaku di seluruh golongan elemen pada tabel periodik (kecuali elemen-elemen transisi).&lt;br /&gt;Jadi, jika kita mengetahui bahwa barium terletak pada golongan 2, berarti ia memiliki 2 elektron pada tingkat terluar; yodium merupakan golongan 7 yang berarti ia memiliki 7 elektron pada tingkat terluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Gas mulia memiliki elektron penuh pada tingkat terluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur dan diagram elektron&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kimia dasar kita akan menemukan struktur elektronik dari hidrogen dan karbon, seperti gambar di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lingkaran-lingkaran tersebut menggambarkan tingkat energi – yang sama dengan peningkatan jarak dari nukleus. Kita dapat membentangkan lingkaran tersebut dan menggambar struktur elektron tersebut dalam diagram elektron yang lebih sederhana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-1898877128083457766?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/1898877128083457766/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/pengenalan-dasar-struktur-atom.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/1898877128083457766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/1898877128083457766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/pengenalan-dasar-struktur-atom.html' title='Pengenalan Dasar Struktur Atom'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4888495493808443918</id><published>2010-03-31T06:03:00.002-07:00</published><updated>2010-03-31T06:04:15.688-07:00</updated><title type='text'>Kenali Penyakit Paru-Paru</title><content type='html'>Organ penting ini merupakan salah satu organ vital bagi kehidupan manusia. Khususnya berfungsi pada sistem pernapasan manusia. Bertugas sebagai tempat pertukaran oksigen yang dibutuhkan manusia dan mengeluarkan karbondioksida yang merupakan hasil sisa proses pernapasan yang harus dikeluarkan dari tubuh, sehingga kebutuhan tubuh akan oksigen tetap terpenuhi. Udara sangat penting bagi manusia, tidak menhirup oksigen selama beberapa menit dapat menyebabkan kematian. Itulah peranan penting paru-paru. Organ yang terletak di bawah tulang rusuk ini memang mempunyai tugas yang berat, belum lagi semakin tercemarnya udara yang kita hirup serta berbagai bibit penyakit yang berkeliaran di udara. Ini semua dapat menimbulkan berbagai penyakit paru-paru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4888495493808443918?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4888495493808443918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/kenali-penyakit-paru-paru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4888495493808443918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4888495493808443918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/kenali-penyakit-paru-paru.html' title='Kenali Penyakit Paru-Paru'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4223717000387541290</id><published>2010-03-31T06:03:00.001-07:00</published><updated>2010-03-31T06:03:44.610-07:00</updated><title type='text'>Sistem Saraf Pusat</title><content type='html'>Sistem saraf pusat meliputi otak   (ensefalon)    dan sumsum tulang belakang   (Medula spinalis).    Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan. Selain tengkorak dan ruas-ruas tulang belakang, otak juga dilindungi 3 lapisan selaput   meninges.    Bila membran ini terkena infeksi maka akan terjadi radang yang disebut   meningitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga lapisan membran meninges dari luar ke dalam adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Durameter; merupakan selaput yang kuat dan bersatu dengan tengkorak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Araknoid; disebut demikian karena bentuknya seperti sarang labah-labah. Di dalamnya terdapat cairan serebrospinalis; semacam cairan limfa yang mengisi sela sela membran araknoid. Fungsi selaput araknoid adalah sebagai bantalan untuk melindungi otak dari bahaya kerusakan mekanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Piameter. Lapisan ini penuh dengan pembuluh darah dan sangat dekat dengan permukaan otak. Agaknya lapisan ini berfungsi untuk memberi oksigen dan nutrisi serta mengangkut bahan sisa metabolisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak dan sumsum tulang belakang mempunyai 3 materi esensial yaitu:&lt;br /&gt;1. badan sel yang membentuk bagian materi kelabu (substansi grissea)&lt;br /&gt;2. serabut saraf yang membentuk bagian materi putih (substansi alba)&lt;br /&gt;3. sel-sel neuroglia, yaitu jaringan ikat yang terletak di antara sel-sel saraf di dalam sistem saraf pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun otak dan sumsum tulang belakang mempunyai materi sama tetapi susunannya berbeda. Pada otak, materi kelabu terletak di bagian luar atau kulitnya (korteks) dan bagian putih terletak di tengah. Pada sumsum tulang belakang bagian tengah berupa materi kelabu berbentuk kupu-kupu, sedangkan bagian korteks berupa materi putih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Otak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Otak besar (serebrum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak besar mempunyai fungsi dalam pengaturan semua aktifitas mental, yaitu yang berkaitan dengan kepandaian (intelegensi), ingatan (memori), kesadaran, dan pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak besar merupakan sumber dari semua kegiatan/gerakan sadar atau sesuai dengan kehendak, walaupun ada juga beberapa gerakan refleks otak. Pada bagian korteks serebrum yang berwarna kelabu terdapat bagian penerima rangsang (area sensor) yang terletak di sebelah belakang area motor yang berfungsi mengatur gerakan sadar atau merespon rangsangan. Selain itu terdapat area asosiasi yang menghubungkan area motor dan sensorik. Area ini berperan dalam proses belajar, menyimpan ingatan, membuat kesimpulan, dan belajar berbagai bahasa. Di sekitar kedua area tersebut dalah bagian yang mengatur kegiatan psikologi yang lebih tinggi. Misalnya bagian depan merupakan pusat proses berfikir (yaitu mengingat, analisis, berbicara, kreativitas) dan emosi. Pusat penglihatan terdapat di bagian belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Otak dengan bagian-bagian penyusunnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Otak tengah (mesensefalon)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipofisis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur refleks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Otak dan kegiatan-kegiatan yang dikontrolnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Otak kecil (serebelum)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serebelum mempunyai fungsi utama dalam koordinasi gerakan otot yang terjadi secara sadar, keseimbangan, dan posisi tubuh. Bila ada rangsangan yang merugikan atau berbahaya maka gerakan sadar yang normal tidak mungkin dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jembatan varol (pons varoli)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jembatan varol berisi serabut saraf yang menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan, juga menghubungkan otak besar dan sumsum&lt;br /&gt;tulang belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sumsum sambung (medulla oblongata)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumsum sambung berfungsi menghantar impuls yang datang dari medula spinalis menuju ke otak. Sumsum sambung juga mempengaruhi jembatan, refleks fisiologi seperti detak jantung, tekanan darah, volume dan kecepatan respirasi, gerak alat pencernaan, dan sekresi kelenjar pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, sumsum sambung juga mengatur gerak refleks yang lain seperti bersin, batuk, dan berkedip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor.&lt;br /&gt;Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Penampang melintang sumsum tulang belakang&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4223717000387541290?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4223717000387541290/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/sistem-saraf-pusat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4223717000387541290'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4223717000387541290'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/sistem-saraf-pusat.html' title='Sistem Saraf Pusat'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-2496470603810694874</id><published>2010-03-30T12:05:00.001-07:00</published><updated>2010-03-30T12:05:37.200-07:00</updated><title type='text'>Respirasi</title><content type='html'>Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:&lt;br /&gt;C6H,206 + 6 02 ———————————&gt; 6 H2O + 6 CO2 + Energi&lt;br /&gt;(gluLosa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi, melalui tiga tahap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glikolisis.&lt;br /&gt;2. Daur Krebs.&lt;br /&gt;3. Transpor elektron respirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glikolids:&lt;br /&gt;Peristiwa perubahan :&lt;br /&gt;Glukosa Þ Glulosa - 6 - fosfat Þ Fruktosa 1,6 difosfat Þ&lt;br /&gt;3 fosfogliseral dehid (PGAL) / Triosa fosfat Þ Asam piravat.&lt;br /&gt;Jadi hasil dari glikolisis :&lt;br /&gt;1.1. 2 molekul asam piravat.&lt;br /&gt;1.2. 2 molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi&lt;br /&gt;tinggi.&lt;br /&gt;1.3. 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Daur Krebs (daur trikarbekdlat):&lt;br /&gt;Daur Krebs (daur trikarboksilat) atau daur asam sitrat merupakan pembongkaran asam piravat secara aerob menjadi CO2 dan H2O serta energi kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Bagan reaksi pada siklus Krebs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rantai Transportasi Elektron Respiratori:&lt;br /&gt;Dari daur Krebs akan keluar elektron dan ion H+ yang dibawa sebagai NADH2 (NADH + H+ + 1 elektron) dan FADH2, sehingga di dalam mitokondria (dengan adanya siklus Krebs yang dilanjutkan dengan oksidasi melalui sistem pengangkutan elektron) akan terbentuk air, sebagai hasil sampingan respirasi selain CO2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk sampingan respirasi tersebut pada akhirnya dibuang ke luar tubuh melalui stomata pada tumbuhan dan melalui paru-paru pada peristiwa pernafasan hewan tingkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga proses respirasi yang penting tersebut dapat diringkas sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES AKSEPTOR ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glikolisis:&lt;br /&gt;Glukosa ——&gt; 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP&lt;br /&gt;2. Siklus Krebs:&lt;br /&gt;2 asetil piruvat ——&gt; 2 asetil KoA + 2 C02 2 NADH 2 ATP&lt;br /&gt;2 asetil KoA ——&gt; 4 CO2 6 NADH 2 PADH2&lt;br /&gt;3. Rantai trsnspor elektron respirator:&lt;br /&gt;10 NADH + 502 ——&gt; 10 NAD+ + 10 H20 30 ATP&lt;br /&gt;2 FADH2 + O2 ——&gt; 2 PAD + 2 H20 4 ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total 38 ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;Pembongkaran 1 mol glukosa (C6H1206) + O2 ——&gt; 6 H20 + 6 CO2 menghasilkan energi sebanyak 38 ATP.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-2496470603810694874?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/2496470603810694874/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/respirasi_1095.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2496470603810694874'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2496470603810694874'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/respirasi_1095.html' title='Respirasi'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4009060369183342304</id><published>2010-03-30T12:04:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T12:05:01.490-07:00</updated><title type='text'>Reaksi glikolisis dalam sel ragi dan sel darah merah</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1. Latar Belakang&lt;br /&gt;Pada dasarnya metabolisme glukosa dapat dibagi dalam dua bagian yaitu yang tidak menggunakan oksigen atau anaerob dan yang menggunakan oksigen atau aerob. Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Proses ini disebut glikolisis. Tiap reaksi dalam proses glikolisis ini menggunakan enzim tertentu, misalnya seperti enzim heksokinase, fosfoheksoisomerase, fosfofruktokinase, enolase, laktat dehidrogenase, piruvat kinase, fosfogliseril kinase, dan lain-lain. Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6 – fosfat.&lt;br /&gt;Dalam praktikum kali ini kita akan mengetahui proses atau tahap-tahap reaksi yang terjadi glikolisis dalam sel ragi (ragi yang dipanaskan dan ragi yang tidak dipanaskan). Dan tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel darah merah dengan beberapa larutan penghambat (larutan arsenat, larutan Hg (CH3COO), dan mengetahui kadar glukosa pada ragi dan sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 2. Tujuan&lt;br /&gt;Adapun tujuan percobaan glikolisis dalam sel ragi dan sel darah merah adalah :&lt;br /&gt;1. Mengetahui tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel ragi.&lt;br /&gt;2. Mengetahui tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glikolisis merupakan jalur, dimana pemecahan D-glukosa yang dioksidasi menjadi piruvat yang kemudian dapat direduksi menjadi laktat. Jalur ini terkait dengan metabolisme glikogen lewat D-glukosa 6-fosfat. Glikolisis bersangkutan dengan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;1. Pembentukan ATP dalam rangkaian ini molekul glukosa dioksidasi sebagian.&lt;br /&gt;2. Produksi piruvat&lt;br /&gt;3. Pembentukan senyawa antara bagi proses-proses biokimiawi lain misalnya, gliserol 3-fosfat. Untuk biosintesis trigliserid dan fosfolipid, 2, 3–bisfosfogliserat dalam eritrosit, piruvat untuk biosintesis L–alanin, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glikolisis dapat berlangsung dalam keadaan aerob, bila sediaan oksigen cukup untuk mempertahankan kadar NAD+ yang diperlukan, atau dalam keadaan anaerob (hipoksik), bila kadar NAD+ tidak dapat dipertahankan lewat sistem sitokrom mitokondrial dan bergantung pada usaha temporer perubahan piruvat menjadi laktat (gambar 7.16). Glikolisis anaerob, yang menaruh kepercayaan temporer pada piruvat merupakan usaha tubuh dalam menantikan pulihnya kecukupan oksigen. Dengan demikian glikolisis merupakan keadaan ini disebut hutang oksigen.&lt;br /&gt;Pemeliharaan kadar oksigen dan karbondioksida tertentu dalam sel essensial untuk fungsi normalnya. Tetapi situasi abnormal dapat terjadi, bila tubuh menderita stres. Stres demikian mungkin berupa keperluan energi tinggi misalnya, labihan ekstrim atau hiperventilasi esenfalitis, apabila laju pengangkutan oksigen kedalam sel tidak sama kecepatannya dengan reaksi katabolik oksidatif penghasil ATP. Karena reaksi-reaksi oksidatif ini dikaitkan dengan oksigen lewat NAD+ / NADH dan sistem sitokrom, dan karena hal-hal tersebut tidak dapat berlangsung kecuali NADH + H + diubah menjadi NAD+, diperlukan langkah darurat yang melibatkan piruvat. Hal ini mengakibatkan konversi piruvat menjadi laktat. Bila kadar laktat dalam darah meningkat, pH menurun, dan timbul tanda-tanda yang diperkirakan, yakni pernafasan cepat dan kehabisan energi. Variasi kadar laktat darah yang mengikuti perubahan-perubahan dalam aktivitas jasmani. Laktat yang diproduksi dan dilepaskan kedalam darah diubah kembali menjadi piruvat dalam hati apabila diperoleh cukup oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 7.16. Regenerasi NAD+ oleh piruvat.&lt;br /&gt;Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai dalam sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6–fosfat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lambang P : gugus fosforil )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugus fosforil pada glukosa 6 fosfat berasal dari ATP. Nampaknya agak mengherankan karena glikolisis merupakan lintasan katabolisme, kita mengharapkan memperoleh ATP, bukan menggunakannya. Glukosa 6–fosfat diubah menjadi fruktosa 6–fosfat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fruktosa 6–fosfat mengalami fosfosilasi menjadi fruktosa 1, 6–difosfat dengan menggunakan satu molekul ATP lagi yang diinvestasikan.&lt;br /&gt;Setelah sel telah mengintenvestasikan dua molekul ATP untuk setiap molekul glukosa yang dirombak. Perubahan fruktosa 6–fosfat menjadi fruktosa 1, 6–difosfat telah terbentuk, senyawa ini harus terus mengalami lintasan glikolisis. Jadi, kita dikatakan bahwa fosforilasi fruktosa 6–fosfat menjadi 1,6–difosfat adalah tahap wajib dari glikolisis.&lt;br /&gt;Fruktosa 1,6–difosfat sekarang terpecah menjadi, memberikan sepasang senyawa berkorban 3, yaitu dihidroksiaseton fosfat dan gliserol dehida 3–fosfat. Hanya gliseraldehid 3–fosfat yang akan digunakan dalam tahap lanjutan glikolisis. Tetapi, dihidroksiaseton bukanlah limbah. Alam bersifat hemat dan sel mempunyai enzim yang mengubah dihidroksiaseton fosfat menjadi gliseraldehida 3–fosfat. Karena satu molekul glukosa telah menyediakan dua molekul gliseraldehida 3–fosfat, kita harus mengingatnya untuk membuat perhitungan keseluruhan.&lt;br /&gt;Enzim kemudian mengubah gliseraldehida 3–fosfat menjadi 1,3–difosfogliserat dalam reaksi oksidasi penghasil energi yang pertama dalam katabolisme glukosa. Enzim menggunakan NAD+ sebagai koenzim. NAD+ direduksi menjadi NADH dengan menerima dua elektron dan satu proton dari substrat aldehida selama reaksi berlangsung. Gugus fosfosil yang baru pada produk organik berasal dari ion. Fosfat anorganik yang ada dalam sitoplasma, sehingga tak ada ATP yang dipakai disini. Kenyataannya, 1,3–difosfogliserat sendiri adalah senyawa kaya energi, yaitu anhidrida campuran dari asam karboksilat dan asam fosfat yang dapat mengalihkan gugus fosforilnya kepada ADP. Pengalihan ini berlangsung pada tahap sesudah glikolisis.&lt;br /&gt;Karena sel menginvestasikan dua molekul ATP dan sekarang mendapatkan dua, ini baru mencapai titik impas. Dari titik ini, setiap ATP yang dihasilkan merupakan keuntungan. Tahap berikutnya dalam glikoliis adalah pengalihan gugus fosforil pada 3–Fosfogliserat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk reaksi ini, yaitu 2–Fosfogliserat melepaskan molekul air untuk menghasilkan fosfoenolpiruvat.&lt;br /&gt;Fosfoenolpiruvat adalah molekul fosfat yang kaya energi, yang mampu memberikan gugus fosforilnya kepada ADP.&lt;br /&gt;Karena perombakan satu molekul glukosa akhirnya menghasilkan dua molekul fosfoenolpiruvat, maka dua molekul ADP dapat difosforilasi menjadi ATP jika fosfoenolpiruvat dari satu molekul glukosa diubah menjadi piruvat. Kedua molekul ATP ini adalah keuntungan yang diperoleh dalam glikolisis.&lt;br /&gt;Pembentukan piruvat mengakhiri proses glikolisis aerob. Berikut ini adalah pokok yang terjadi dalam oksidasi satu molekul glukosa :&lt;br /&gt;1. Terbentuk dua molekul piruvat.&lt;br /&gt;2. Dua molekul NAD+ telah direduksi menjadi NADH&lt;br /&gt;3. Jumlah bersih sebesar dua molekul ADP telah difosforilasi menjadi ATP (empat molekul ATP yang diperoleh dikurangi dua yang dinvestasikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 15.1. Mengikhtisarkan reaksi glikolisis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glukosa Glukosa 6-fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Glukosa 6–Fosfat Fruktosa 6–fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fruktosa 6–Fosfat Fruktosa 1,6–difosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fruktosa 1,6–difosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihidroksiaseton fosfat Gliseraldehida 3-fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gliseraldehida 3–Fosfat 1,3–difosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. 1,3–difosfogliserat 3–Fosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. 3–Fosfogliserat 2-Fosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. 2–Fosfogliserat Fosfoenolpiruvat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Fosfoenolpiruvat piruvat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi Glukosa Darah Diatur Dalam Batas-batas yang sempit&lt;br /&gt;Dalam keadaan setelah penyerapan makanan, kadar glukosa darah pada manusia dan banyak mamalia akan berkisar antara 1,5 – 5,5 mmol/L. Setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kadar tersebut dapat naik hingga 6,5 – 7,2 mmol/L. Selama puasa (nuchter), kadar glukosa akan turun di sekitar 3,3 – 3,9 mmol/L.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fermentasi Alkohol&lt;br /&gt;Glikolisis pada ragi dihasilkan 4 molekul ATP (masing-masing satu dari ke-2 DPGA dan masing-masing satu dari ke-2 PEP). Jadi, hasil bersih glikolisis adalah 2 molekul ATP dari setiap molekul glukosa. Jika dalam ATP ini tersimpan 14,6 Kkal (2 x 7,3) maka kira-kira 31 % dari energi yang tersedia (47 Kkal) tersimpan dalam bentuk ATP.&lt;br /&gt;Pada ragi asam piruvat didekarboksilasi (sebuah CO2 dikeluarkan) sebelum direduksi oleh NADH. Hasilnya ialah sebuah molekul CO2 dan sebuah molekul etanol (sebenarnya masing-masing dua molekul untuk setiap molekul glukosa yang difermentasi).&lt;br /&gt;C6H12O6 ? 2 C2H5OH + 2 CO2&lt;br /&gt;Glukosa Etanol&lt;br /&gt;Proses fermentasi alkohol merupakan suatu pemborosan. Sebagian besar dari energi yang terkadung didalam glukosa masih terdapat didalam etanol (hal inilah sebabnya mengapa etanol sering dipakai sebagai bahan bakar mesin). Proses fermentasi alkohol sangat berbahaya. Ragi meracuni diri sendiri jika konsentrasi etanol mencapai kira-kira 19 %. (hal ini menjelaskan kadar maksimum alkohol minuman hasil fermentasi seperti anggur, untuk membuat minuman dengan kadar alkohol yang lebih tinggi, alkohol tersebut harus dikonsentrasikan dengan distilasi). Fermentasi alkohol telah membuang sebuah karbohidrat (CH3H6O3); mengoksidasi sebuah karbon dengan sempurna (menjadi CO2) dan mereduksi lainnya (CH3CH2OH).&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODE KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 1. Alat&lt;br /&gt;? Tabung reaksi&lt;br /&gt;? Rak tabung&lt;br /&gt;? Pipet&lt;br /&gt;? Gelas ukur&lt;br /&gt;? Beker gelas&lt;br /&gt;? Erlen meyer&lt;br /&gt;? Batang pengaduk&lt;br /&gt;? Hot plate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 2. Bahan&lt;br /&gt;? Aquades&lt;br /&gt;? Ragi&lt;br /&gt;? Sel darah merah&lt;br /&gt;? Larutan Arsenat&lt;br /&gt;? Larutan glukosa&lt;br /&gt;? Dapar fosfat&lt;br /&gt;? Pereaksi Benedict&lt;br /&gt;? Hg (CH3COO)2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 3. Cara Kerja&lt;br /&gt;A. Glikolisis Sel Ragi&lt;br /&gt;1. Disiapkan 3 erlenmeyer&lt;br /&gt;2. Erlenmeyer ke 1 dan ke 3 diisi dengan ragi yang dilarutkan dengan aquades. Dan erlenmeyer ke 2 diisi dengan ragi yang dilarutkan dalam air yang telah dipanaskan&lt;br /&gt;3. Erlenmeyer ke 1 ditambahkan 2 ml larutan glukosa, erlenmeyer ke 3 ditambahkan dengan 4 ml larutan Arsenat dan 2 ml larutan glukosa. Dan erlenmeyer ke 2 ditambahkan 2 ml larutan glukosa.&lt;br /&gt;4. Kemudian dari ketiga erlenmeyer itu didiamkan selama 15 menit.&lt;br /&gt;5. Setelah itu diambil ke dalam masing-masing tabung reaksi 20 tetes dan ditambahkan pereaksi Benedict 10 tetes, kemudian dipanaskan 5 menit.&lt;br /&gt;6. Diamati perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Perlakuan 1 – 6 dilakukan sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Glikolisis Sel Darah Merah&lt;br /&gt;1. Disiapkan 4 tabung reaksi&lt;br /&gt;2. Tabung reaksi ke 1, ke 3, dan ke 4 diisi sel darah merah 0,5 ml.&lt;br /&gt;3. Tabung ke 1, ke 2, ke 3 dan ke 4 masing-masing tabung diisi 7 ml dapar fosfat dan diisi dangan 1 ml larutan glukosa.&lt;br /&gt;4. Kemudian tabung ke 3 ditambahkan 2 ml Hg (CH3COO)2 dan tabung ke 4 ditambahkan 0,4 ml larutan Arsenat.&lt;br /&gt;5. Setelah itu diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30 menit kemudian dipanaskan selama 5 menit.&lt;br /&gt;6. Diamati perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Perlakuan 1 – 6 dilakukan sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 1. Hasil Pengamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Glikolisis Sel Ragi&lt;br /&gt;Larutan Tabung&lt;br /&gt;1 2 3&lt;br /&gt;Suspensi ragi&lt;br /&gt;Suspensi ragi yang dipanaskan&lt;br /&gt;Larutan Arsenat&lt;br /&gt;Larutan glukosa 14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;2 ml -&lt;br /&gt;14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;2 ml 14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;4 ml&lt;br /&gt;2 ml&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Kadar Glukosa pada Ragi&lt;br /&gt;Waktu Tabung + Benedict Setelah dipanaskam&lt;br /&gt;15 menit&lt;br /&gt;I 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3 Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Biru kehijauan (endapan kuning kecoklatan)&lt;br /&gt;Hijau kekuningan (endapan kuning)&lt;br /&gt;Biru (endapan putih kekuningan)&lt;br /&gt;15 menit&lt;br /&gt;II 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Biru (endapan biru keunguan)&lt;br /&gt;Hijau kekuningan (endapan kuning)&lt;br /&gt;Biru (endapan putih kekuningan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Glikolisis Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Larutan Tabung&lt;br /&gt;1 2 3 4&lt;br /&gt;Sel darah merah 50 %&lt;br /&gt;Dapar fosfat&lt;br /&gt;Larutan Arsenat&lt;br /&gt;Larutan glukosa&lt;br /&gt;Larutan Hg(CH3COO)2 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;- -&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;- 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;2 ml 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Kadar Glukosa pada Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Waktu Tabung + Benedict Setelah dipanaskam&lt;br /&gt;30 menit&lt;br /&gt;I 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Hijau (endapan kuning)&lt;br /&gt;Merah (endapan merah)&lt;br /&gt;Coklat (endapan coklat)&lt;br /&gt;Kuning (endapan kuning)&lt;br /&gt;30 menit&lt;br /&gt;II 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Merah bata (endapan merah bata)&lt;br /&gt;Merah (endapan merah)&lt;br /&gt;Biru kehitaman (endapan coklat)&lt;br /&gt;Kuning(endapan kuning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 2. Pembahasan&lt;br /&gt;A. Glikolisis pada Sel Ragi&lt;br /&gt;Pada hasil percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa pada glikolisis sel ragi didapat pada tabung ke 1 (suspensi ragi + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis berjalan dengan baik dan semua glukosa terhidrolisis. Pada tabung ke 2 (suspensi ragi dipanaskan + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis masih berjalan, seharusnya proses glikolisis tidak berjalan, hal ini disebabkan karena ragi yang dipanaskan sel ragi akan mati maka tidak terjadi glikolisis. Pada tabung ke 3 (suspensi ragi + larutan glukosa + laruitan arsenat (AS2O3 1 %) + pereaksi Benedict) setelah dipanaskan ternyata glikolisis tetap berjalan. Arsenat di sini seharusnya sebgai penghambat/inhibitor agar tidak terjadi glikolisis, ternyata arsenat di sini tidak menghambat glikolisis, glukosanya habis karena glikolisis tetap berjalan. Fungsi penambahan arsenat di sini sebagai inhibitor/penghambat proses glikolisis dan glukosa yang dihasilkan tidak habis (tidak semua glukosa terhidrolisis). Jika dilihat dari kadar glukosa, pada tabung ke 1 kadar glukosanya lebih sedikit (endapan yang terlihat sedikit) sebelum dipanaskan dan setelah dipanaskan endapan berwarna kuning kecoklatan, ini menandakan bahwa kadar glukosa berkurang, proses glikolisis tetap terjadi tetapi hanya sedikit glukosa yang terhidrolisis. Begitu juga hal ini pada tabung ke 2 endapan terlihat banyak (sebelum dipanaskan) terdapat endapan kuning setelah dipanaskan, glikolisis juga tetap terjadi tetapi hanya sedikit. Pada tabung ke 3. terdapat endapan kuning setelah dipanaskan, ini menandakan bahwa kadar glukoa telah berkurang, walaupun pada tabung ke 3 ini sudah ditambahkan arsenat yang dijadikan sebagai inhibitor/penghambat, tetapi arsenat tidak menghambat glikolisis, glikolisis dapat berjalan walau hanya sedikit. Pereaksi Benedict di sini digunakan untuk indikasi banyak atau tidaknya glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Glukosa + Benedict&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Cu+ + 2 OH- Cu2O + H2O&lt;br /&gt;(endapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Glikolisis pada Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Pada tabung ke 1 dan ke 2 digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Bertujuan untuk membandingkan dengan tabung ke 3 dan ke 4 digunakan untuk melihat inhibitor. Pada tabung ke 1, ke 3, dan tabung ke 4 ditambahkan satu tetes darah . Masing-masing tabung ditambah larutan buffer fosfat (7 ml). Lalu ketiga tabung tersebut dtambahkan dengan glukosa 2 % sebanyak 1 ml. Pada tabung ke 4 dan ke 3 ditambah lagi dengan larutan arsenat pada tabung ke 4 dan ditambah lagi dengan larutan Hg(CH3COO)2 pada tabung ke 3. Setelah itu keempat tabung reaksi tersebut diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30menit, kemudian dipanaskan selama 5 menit. Pada tiap tabung terdapat endapan yang berwarna berbeda-beda. Pada tabung ke 1 dan ke 2, terdapat endapan merah bata, ini menandakan semua glukosa terglikolisis. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4, tabung ke 3 endapan berwarna coklat dan tabung ke 4 berwarna kuning, ini menandakan proses glikolisis tetap berjalan, walaupun ada ditambahkan larutan penghambat (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2).&lt;br /&gt;Dari warna endapan yang ada kita dapat membandingkan pada tabung ke 1 dan ke 2 proses glikolisis berlangsung dengan baik karena kadar glukosa berkurang, glikolisis berjalan dengan baik karena tidak ada yang menghambat. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4 yang sudah diberi larutan penghambat/inhibitor (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2) glikolisis tetap berjalan, karena kerja penghambat di sini hanya sedikit sekali menghambatnya, terlihat dari berkurangnya sedikit glukosa dari warna endapan yang terlihat berbeda antara tabung ke 3 dan ke 4 dengan tabung ke 1 dan ke 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Peragian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Fermentasi Asam Laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesnya :&lt;br /&gt;1. Glukosa Asam piruvat (proses glikolisis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dehidrogenasi Asam Piruvat akan terbentuk Asam Laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang terbentuk dari glikolisis hingga terbentu asam laktat&lt;br /&gt;8 ATP – 2 NADH2 = 8 – 2 (3 ATP) = 2 ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 1. Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa :&lt;br /&gt;? Fungsi pemanasan ragi bertujuan agar sel-sel dalam ragi tersebut mati.&lt;br /&gt;? Jika proses glikolisis berjalan dengan baik kadar glukosanya semakin berkurang.&lt;br /&gt;? Arsen berfungsi sebagai inhibitor, yaitu sebagai penghambat, jika arsen menghambat dengan baik maka endapan berwarna merah bata.&lt;br /&gt;? Glikolisis pada sel darah merah akan menghasilkan asam laktat.&lt;br /&gt;? Peraksi Benedict digunakan untuk mengetahui kadar glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linder, M, C. 1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Universitas Indonesia Press. Jakarta&lt;br /&gt;Montgomery, R, dkk. 1993. Biokimia. Jilid 1. Gajah Mada University Press. Yogyakarta&lt;br /&gt;Poedjadi, A. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Penerbit : Universitas Indonesia. Jakarta&lt;br /&gt;Wilbraham, A, C, dkk. 1992. Kimia Organik dan Hayati. ITB. Bandung&lt;br /&gt;Winarno, F, G. 1979. Bio Fermentasi dan Bio Sintesa Protein. Angkasa. Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1. Latar Belakang&lt;br /&gt;Pada dasarnya metabolisme glukosa dapat dibagi dalam dua bagian yaitu yang tidak menggunakan oksigen atau anaerob dan yang menggunakan oksigen atau aerob. Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Proses ini disebut glikolisis. Tiap reaksi dalam proses glikolisis ini menggunakan enzim tertentu, misalnya seperti enzim heksokinase, fosfoheksoisomerase, fosfofruktokinase, enolase, laktat dehidrogenase, piruvat kinase, fosfogliseril kinase, dan lain-lain. Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6 – fosfat.&lt;br /&gt;Dalam praktikum kali ini kita akan mengetahui proses atau tahap-tahap reaksi yang terjadi glikolisis dalam sel ragi (ragi yang dipanaskan dan ragi yang tidak dipanaskan). Dan tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel darah merah dengan beberapa larutan penghambat (larutan arsenat, larutan Hg (CH3COO), dan mengetahui kadar glukosa pada ragi dan sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 2. Tujuan&lt;br /&gt;Adapun tujuan percobaan glikolisis dalam sel ragi dan sel darah merah adalah :&lt;br /&gt;1. Mengetahui tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel ragi.&lt;br /&gt;2. Mengetahui tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glikolisis merupakan jalur, dimana pemecahan D-glukosa yang dioksidasi menjadi piruvat yang kemudian dapat direduksi menjadi laktat. Jalur ini terkait dengan metabolisme glikogen lewat D-glukosa 6-fosfat. Glikolisis bersangkutan dengan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;1. Pembentukan ATP dalam rangkaian ini molekul glukosa dioksidasi sebagian.&lt;br /&gt;2. Produksi piruvat&lt;br /&gt;3. Pembentukan senyawa antara bagi proses-proses biokimiawi lain misalnya, gliserol 3-fosfat. Untuk biosintesis trigliserid dan fosfolipid, 2, 3–bisfosfogliserat dalam eritrosit, piruvat untuk biosintesis L–alanin, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glikolisis dapat berlangsung dalam keadaan aerob, bila sediaan oksigen cukup untuk mempertahankan kadar NAD+ yang diperlukan, atau dalam keadaan anaerob (hipoksik), bila kadar NAD+ tidak dapat dipertahankan lewat sistem sitokrom mitokondrial dan bergantung pada usaha temporer perubahan piruvat menjadi laktat (gambar 7.16). Glikolisis anaerob, yang menaruh kepercayaan temporer pada piruvat merupakan usaha tubuh dalam menantikan pulihnya kecukupan oksigen. Dengan demikian glikolisis merupakan keadaan ini disebut hutang oksigen.&lt;br /&gt;Pemeliharaan kadar oksigen dan karbondioksida tertentu dalam sel essensial untuk fungsi normalnya. Tetapi situasi abnormal dapat terjadi, bila tubuh menderita stres. Stres demikian mungkin berupa keperluan energi tinggi misalnya, labihan ekstrim atau hiperventilasi esenfalitis, apabila laju pengangkutan oksigen kedalam sel tidak sama kecepatannya dengan reaksi katabolik oksidatif penghasil ATP. Karena reaksi-reaksi oksidatif ini dikaitkan dengan oksigen lewat NAD+ / NADH dan sistem sitokrom, dan karena hal-hal tersebut tidak dapat berlangsung kecuali NADH + H + diubah menjadi NAD+, diperlukan langkah darurat yang melibatkan piruvat. Hal ini mengakibatkan konversi piruvat menjadi laktat. Bila kadar laktat dalam darah meningkat, pH menurun, dan timbul tanda-tanda yang diperkirakan, yakni pernafasan cepat dan kehabisan energi. Variasi kadar laktat darah yang mengikuti perubahan-perubahan dalam aktivitas jasmani. Laktat yang diproduksi dan dilepaskan kedalam darah diubah kembali menjadi piruvat dalam hati apabila diperoleh cukup oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 7.16. Regenerasi NAD+ oleh piruvat.&lt;br /&gt;Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai dalam sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6–fosfat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lambang P : gugus fosforil )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugus fosforil pada glukosa 6 fosfat berasal dari ATP. Nampaknya agak mengherankan karena glikolisis merupakan lintasan katabolisme, kita mengharapkan memperoleh ATP, bukan menggunakannya. Glukosa 6–fosfat diubah menjadi fruktosa 6–fosfat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fruktosa 6–fosfat mengalami fosfosilasi menjadi fruktosa 1, 6–difosfat dengan menggunakan satu molekul ATP lagi yang diinvestasikan.&lt;br /&gt;Setelah sel telah mengintenvestasikan dua molekul ATP untuk setiap molekul glukosa yang dirombak. Perubahan fruktosa 6–fosfat menjadi fruktosa 1, 6–difosfat telah terbentuk, senyawa ini harus terus mengalami lintasan glikolisis. Jadi, kita dikatakan bahwa fosforilasi fruktosa 6–fosfat menjadi 1,6–difosfat adalah tahap wajib dari glikolisis.&lt;br /&gt;Fruktosa 1,6–difosfat sekarang terpecah menjadi, memberikan sepasang senyawa berkorban 3, yaitu dihidroksiaseton fosfat dan gliserol dehida 3–fosfat. Hanya gliseraldehid 3–fosfat yang akan digunakan dalam tahap lanjutan glikolisis. Tetapi, dihidroksiaseton bukanlah limbah. Alam bersifat hemat dan sel mempunyai enzim yang mengubah dihidroksiaseton fosfat menjadi gliseraldehida 3–fosfat. Karena satu molekul glukosa telah menyediakan dua molekul gliseraldehida 3–fosfat, kita harus mengingatnya untuk membuat perhitungan keseluruhan.&lt;br /&gt;Enzim kemudian mengubah gliseraldehida 3–fosfat menjadi 1,3–difosfogliserat dalam reaksi oksidasi penghasil energi yang pertama dalam katabolisme glukosa. Enzim menggunakan NAD+ sebagai koenzim. NAD+ direduksi menjadi NADH dengan menerima dua elektron dan satu proton dari substrat aldehida selama reaksi berlangsung. Gugus fosfosil yang baru pada produk organik berasal dari ion. Fosfat anorganik yang ada dalam sitoplasma, sehingga tak ada ATP yang dipakai disini. Kenyataannya, 1,3–difosfogliserat sendiri adalah senyawa kaya energi, yaitu anhidrida campuran dari asam karboksilat dan asam fosfat yang dapat mengalihkan gugus fosforilnya kepada ADP. Pengalihan ini berlangsung pada tahap sesudah glikolisis.&lt;br /&gt;Karena sel menginvestasikan dua molekul ATP dan sekarang mendapatkan dua, ini baru mencapai titik impas. Dari titik ini, setiap ATP yang dihasilkan merupakan keuntungan. Tahap berikutnya dalam glikoliis adalah pengalihan gugus fosforil pada 3–Fosfogliserat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk reaksi ini, yaitu 2–Fosfogliserat melepaskan molekul air untuk menghasilkan fosfoenolpiruvat.&lt;br /&gt;Fosfoenolpiruvat adalah molekul fosfat yang kaya energi, yang mampu memberikan gugus fosforilnya kepada ADP.&lt;br /&gt;Karena perombakan satu molekul glukosa akhirnya menghasilkan dua molekul fosfoenolpiruvat, maka dua molekul ADP dapat difosforilasi menjadi ATP jika fosfoenolpiruvat dari satu molekul glukosa diubah menjadi piruvat. Kedua molekul ATP ini adalah keuntungan yang diperoleh dalam glikolisis.&lt;br /&gt;Pembentukan piruvat mengakhiri proses glikolisis aerob. Berikut ini adalah pokok yang terjadi dalam oksidasi satu molekul glukosa :&lt;br /&gt;1. Terbentuk dua molekul piruvat.&lt;br /&gt;2. Dua molekul NAD+ telah direduksi menjadi NADH&lt;br /&gt;3. Jumlah bersih sebesar dua molekul ADP telah difosforilasi menjadi ATP (empat molekul ATP yang diperoleh dikurangi dua yang dinvestasikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 15.1. Mengikhtisarkan reaksi glikolisis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glukosa Glukosa 6-fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Glukosa 6–Fosfat Fruktosa 6–fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fruktosa 6–Fosfat Fruktosa 1,6–difosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fruktosa 1,6–difosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihidroksiaseton fosfat Gliseraldehida 3-fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gliseraldehida 3–Fosfat 1,3–difosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. 1,3–difosfogliserat 3–Fosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. 3–Fosfogliserat 2-Fosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. 2–Fosfogliserat Fosfoenolpiruvat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Fosfoenolpiruvat piruvat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi Glukosa Darah Diatur Dalam Batas-batas yang sempit&lt;br /&gt;Dalam keadaan setelah penyerapan makanan, kadar glukosa darah pada manusia dan banyak mamalia akan berkisar antara 1,5 – 5,5 mmol/L. Setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kadar tersebut dapat naik hingga 6,5 – 7,2 mmol/L. Selama puasa (nuchter), kadar glukosa akan turun di sekitar 3,3 – 3,9 mmol/L.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fermentasi Alkohol&lt;br /&gt;Glikolisis pada ragi dihasilkan 4 molekul ATP (masing-masing satu dari ke-2 DPGA dan masing-masing satu dari ke-2 PEP). Jadi, hasil bersih glikolisis adalah 2 molekul ATP dari setiap molekul glukosa. Jika dalam ATP ini tersimpan 14,6 Kkal (2 x 7,3) maka kira-kira 31 % dari energi yang tersedia (47 Kkal) tersimpan dalam bentuk ATP.&lt;br /&gt;Pada ragi asam piruvat didekarboksilasi (sebuah CO2 dikeluarkan) sebelum direduksi oleh NADH. Hasilnya ialah sebuah molekul CO2 dan sebuah molekul etanol (sebenarnya masing-masing dua molekul untuk setiap molekul glukosa yang difermentasi).&lt;br /&gt;C6H12O6 ? 2 C2H5OH + 2 CO2&lt;br /&gt;Glukosa Etanol&lt;br /&gt;Proses fermentasi alkohol merupakan suatu pemborosan. Sebagian besar dari energi yang terkadung didalam glukosa masih terdapat didalam etanol (hal inilah sebabnya mengapa etanol sering dipakai sebagai bahan bakar mesin). Proses fermentasi alkohol sangat berbahaya. Ragi meracuni diri sendiri jika konsentrasi etanol mencapai kira-kira 19 %. (hal ini menjelaskan kadar maksimum alkohol minuman hasil fermentasi seperti anggur, untuk membuat minuman dengan kadar alkohol yang lebih tinggi, alkohol tersebut harus dikonsentrasikan dengan distilasi). Fermentasi alkohol telah membuang sebuah karbohidrat (CH3H6O3); mengoksidasi sebuah karbon dengan sempurna (menjadi CO2) dan mereduksi lainnya (CH3CH2OH).&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODE KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 1. Alat&lt;br /&gt;? Tabung reaksi&lt;br /&gt;? Rak tabung&lt;br /&gt;? Pipet&lt;br /&gt;? Gelas ukur&lt;br /&gt;? Beker gelas&lt;br /&gt;? Erlen meyer&lt;br /&gt;? Batang pengaduk&lt;br /&gt;? Hot plate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 2. Bahan&lt;br /&gt;? Aquades&lt;br /&gt;? Ragi&lt;br /&gt;? Sel darah merah&lt;br /&gt;? Larutan Arsenat&lt;br /&gt;? Larutan glukosa&lt;br /&gt;? Dapar fosfat&lt;br /&gt;? Pereaksi Benedict&lt;br /&gt;? Hg (CH3COO)2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 3. Cara Kerja&lt;br /&gt;A. Glikolisis Sel Ragi&lt;br /&gt;1. Disiapkan 3 erlenmeyer&lt;br /&gt;2. Erlenmeyer ke 1 dan ke 3 diisi dengan ragi yang dilarutkan dengan aquades. Dan erlenmeyer ke 2 diisi dengan ragi yang dilarutkan dalam air yang telah dipanaskan&lt;br /&gt;3. Erlenmeyer ke 1 ditambahkan 2 ml larutan glukosa, erlenmeyer ke 3 ditambahkan dengan 4 ml larutan Arsenat dan 2 ml larutan glukosa. Dan erlenmeyer ke 2 ditambahkan 2 ml larutan glukosa.&lt;br /&gt;4. Kemudian dari ketiga erlenmeyer itu didiamkan selama 15 menit.&lt;br /&gt;5. Setelah itu diambil ke dalam masing-masing tabung reaksi 20 tetes dan ditambahkan pereaksi Benedict 10 tetes, kemudian dipanaskan 5 menit.&lt;br /&gt;6. Diamati perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Perlakuan 1 – 6 dilakukan sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Glikolisis Sel Darah Merah&lt;br /&gt;1. Disiapkan 4 tabung reaksi&lt;br /&gt;2. Tabung reaksi ke 1, ke 3, dan ke 4 diisi sel darah merah 0,5 ml.&lt;br /&gt;3. Tabung ke 1, ke 2, ke 3 dan ke 4 masing-masing tabung diisi 7 ml dapar fosfat dan diisi dangan 1 ml larutan glukosa.&lt;br /&gt;4. Kemudian tabung ke 3 ditambahkan 2 ml Hg (CH3COO)2 dan tabung ke 4 ditambahkan 0,4 ml larutan Arsenat.&lt;br /&gt;5. Setelah itu diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30 menit kemudian dipanaskan selama 5 menit.&lt;br /&gt;6. Diamati perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Perlakuan 1 – 6 dilakukan sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 1. Hasil Pengamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Glikolisis Sel Ragi&lt;br /&gt;Larutan Tabung&lt;br /&gt;1 2 3&lt;br /&gt;Suspensi ragi&lt;br /&gt;Suspensi ragi yang dipanaskan&lt;br /&gt;Larutan Arsenat&lt;br /&gt;Larutan glukosa 14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;2 ml -&lt;br /&gt;14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;2 ml 14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;4 ml&lt;br /&gt;2 ml&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Kadar Glukosa pada Ragi&lt;br /&gt;Waktu Tabung + Benedict Setelah dipanaskam&lt;br /&gt;15 menit&lt;br /&gt;I 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3 Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Biru kehijauan (endapan kuning kecoklatan)&lt;br /&gt;Hijau kekuningan (endapan kuning)&lt;br /&gt;Biru (endapan putih kekuningan)&lt;br /&gt;15 menit&lt;br /&gt;II 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Biru (endapan biru keunguan)&lt;br /&gt;Hijau kekuningan (endapan kuning)&lt;br /&gt;Biru (endapan putih kekuningan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Glikolisis Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Larutan Tabung&lt;br /&gt;1 2 3 4&lt;br /&gt;Sel darah merah 50 %&lt;br /&gt;Dapar fosfat&lt;br /&gt;Larutan Arsenat&lt;br /&gt;Larutan glukosa&lt;br /&gt;Larutan Hg(CH3COO)2 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;- -&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;- 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;2 ml 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Kadar Glukosa pada Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Waktu Tabung + Benedict Setelah dipanaskam&lt;br /&gt;30 menit&lt;br /&gt;I 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Hijau (endapan kuning)&lt;br /&gt;Merah (endapan merah)&lt;br /&gt;Coklat (endapan coklat)&lt;br /&gt;Kuning (endapan kuning)&lt;br /&gt;30 menit&lt;br /&gt;II 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Merah bata (endapan merah bata)&lt;br /&gt;Merah (endapan merah)&lt;br /&gt;Biru kehitaman (endapan coklat)&lt;br /&gt;Kuning(endapan kuning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 2. Pembahasan&lt;br /&gt;A. Glikolisis pada Sel Ragi&lt;br /&gt;Pada hasil percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa pada glikolisis sel ragi didapat pada tabung ke 1 (suspensi ragi + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis berjalan dengan baik dan semua glukosa terhidrolisis. Pada tabung ke 2 (suspensi ragi dipanaskan + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis masih berjalan, seharusnya proses glikolisis tidak berjalan, hal ini disebabkan karena ragi yang dipanaskan sel ragi akan mati maka tidak terjadi glikolisis. Pada tabung ke 3 (suspensi ragi + larutan glukosa + laruitan arsenat (AS2O3 1 %) + pereaksi Benedict) setelah dipanaskan ternyata glikolisis tetap berjalan. Arsenat di sini seharusnya sebgai penghambat/inhibitor agar tidak terjadi glikolisis, ternyata arsenat di sini tidak menghambat glikolisis, glukosanya habis karena glikolisis tetap berjalan. Fungsi penambahan arsenat di sini sebagai inhibitor/penghambat proses glikolisis dan glukosa yang dihasilkan tidak habis (tidak semua glukosa terhidrolisis). Jika dilihat dari kadar glukosa, pada tabung ke 1 kadar glukosanya lebih sedikit (endapan yang terlihat sedikit) sebelum dipanaskan dan setelah dipanaskan endapan berwarna kuning kecoklatan, ini menandakan bahwa kadar glukosa berkurang, proses glikolisis tetap terjadi tetapi hanya sedikit glukosa yang terhidrolisis. Begitu juga hal ini pada tabung ke 2 endapan terlihat banyak (sebelum dipanaskan) terdapat endapan kuning setelah dipanaskan, glikolisis juga tetap terjadi tetapi hanya sedikit. Pada tabung ke 3. terdapat endapan kuning setelah dipanaskan, ini menandakan bahwa kadar glukoa telah berkurang, walaupun pada tabung ke 3 ini sudah ditambahkan arsenat yang dijadikan sebagai inhibitor/penghambat, tetapi arsenat tidak menghambat glikolisis, glikolisis dapat berjalan walau hanya sedikit. Pereaksi Benedict di sini digunakan untuk indikasi banyak atau tidaknya glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Glukosa + Benedict&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Cu+ + 2 OH- Cu2O + H2O&lt;br /&gt;(endapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Glikolisis pada Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Pada tabung ke 1 dan ke 2 digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Bertujuan untuk membandingkan dengan tabung ke 3 dan ke 4 digunakan untuk melihat inhibitor. Pada tabung ke 1, ke 3, dan tabung ke 4 ditambahkan satu tetes darah . Masing-masing tabung ditambah larutan buffer fosfat (7 ml). Lalu ketiga tabung tersebut dtambahkan dengan glukosa 2 % sebanyak 1 ml. Pada tabung ke 4 dan ke 3 ditambah lagi dengan larutan arsenat pada tabung ke 4 dan ditambah lagi dengan larutan Hg(CH3COO)2 pada tabung ke 3. Setelah itu keempat tabung reaksi tersebut diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30menit, kemudian dipanaskan selama 5 menit. Pada tiap tabung terdapat endapan yang berwarna berbeda-beda. Pada tabung ke 1 dan ke 2, terdapat endapan merah bata, ini menandakan semua glukosa terglikolisis. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4, tabung ke 3 endapan berwarna coklat dan tabung ke 4 berwarna kuning, ini menandakan proses glikolisis tetap berjalan, walaupun ada ditambahkan larutan penghambat (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2).&lt;br /&gt;Dari warna endapan yang ada kita dapat membandingkan pada tabung ke 1 dan ke 2 proses glikolisis berlangsung dengan baik karena kadar glukosa berkurang, glikolisis berjalan dengan baik karena tidak ada yang menghambat. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4 yang sudah diberi larutan penghambat/inhibitor (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2) glikolisis tetap berjalan, karena kerja penghambat di sini hanya sedikit sekali menghambatnya, terlihat dari berkurangnya sedikit glukosa dari warna endapan yang terlihat berbeda antara tabung ke 3 dan ke 4 dengan tabung ke 1 dan ke 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Peragian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Fermentasi Asam Laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesnya :&lt;br /&gt;1. Glukosa Asam piruvat (proses glikolisis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dehidrogenasi Asam Piruvat akan terbentuk Asam Laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang terbentuk dari glikolisis hingga terbentu asam laktat&lt;br /&gt;8 ATP – 2 NADH2 = 8 – 2 (3 ATP) = 2 ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 1. Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa :&lt;br /&gt;? Fungsi pemanasan ragi bertujuan agar sel-sel dalam ragi tersebut mati.&lt;br /&gt;? Jika proses glikolisis berjalan dengan baik kadar glukosanya semakin berkurang.&lt;br /&gt;? Arsen berfungsi sebagai inhibitor, yaitu sebagai penghambat, jika arsen menghambat dengan baik maka endapan berwarna merah bata.&lt;br /&gt;? Glikolisis pada sel darah merah akan menghasilkan asam laktat.&lt;br /&gt;? Peraksi Benedict digunakan untuk mengetahui kadar glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linder, M, C. 1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Universitas Indonesia Press. Jakarta&lt;br /&gt;Montgomery, R, dkk. 1993. Biokimia. Jilid 1. Gajah Mada University Press. Yogyakarta&lt;br /&gt;Poedjadi, A. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Penerbit : Universitas Indonesia. Jakarta&lt;br /&gt;Wilbraham, A, C, dkk. 1992. Kimia Organik dan Hayati. ITB. Bandung&lt;br /&gt;Winarno, F, G. 1979. Bio Fermentasi dan Bio Sintesa Protein. Angkasa. Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4009060369183342304?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4009060369183342304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/reaksi-glikolisis-dalam-sel-ragi-dan_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4009060369183342304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4009060369183342304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/reaksi-glikolisis-dalam-sel-ragi-dan_30.html' title='Reaksi glikolisis dalam sel ragi dan sel darah merah'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-5014191376463190534</id><published>2010-03-30T12:03:00.001-07:00</published><updated>2010-03-30T12:04:45.497-07:00</updated><title type='text'>Reaksi glikolisis dalam sel ragi dan sel darah merah</title><content type='html'>BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1. Latar Belakang&lt;br /&gt;Pada dasarnya metabolisme glukosa dapat dibagi dalam dua bagian yaitu yang tidak menggunakan oksigen atau anaerob dan yang menggunakan oksigen atau aerob. Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Proses ini disebut glikolisis. Tiap reaksi dalam proses glikolisis ini menggunakan enzim tertentu, misalnya seperti enzim heksokinase, fosfoheksoisomerase, fosfofruktokinase, enolase, laktat dehidrogenase, piruvat kinase, fosfogliseril kinase, dan lain-lain. Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6 – fosfat.&lt;br /&gt;Dalam praktikum kali ini kita akan mengetahui proses atau tahap-tahap reaksi yang terjadi glikolisis dalam sel ragi (ragi yang dipanaskan dan ragi yang tidak dipanaskan). Dan tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel darah merah dengan beberapa larutan penghambat (larutan arsenat, larutan Hg (CH3COO), dan mengetahui kadar glukosa pada ragi dan sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 2. Tujuan&lt;br /&gt;Adapun tujuan percobaan glikolisis dalam sel ragi dan sel darah merah adalah :&lt;br /&gt;1. Mengetahui tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel ragi.&lt;br /&gt;2. Mengetahui tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glikolisis merupakan jalur, dimana pemecahan D-glukosa yang dioksidasi menjadi piruvat yang kemudian dapat direduksi menjadi laktat. Jalur ini terkait dengan metabolisme glikogen lewat D-glukosa 6-fosfat. Glikolisis bersangkutan dengan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;1. Pembentukan ATP dalam rangkaian ini molekul glukosa dioksidasi sebagian.&lt;br /&gt;2. Produksi piruvat&lt;br /&gt;3. Pembentukan senyawa antara bagi proses-proses biokimiawi lain misalnya, gliserol 3-fosfat. Untuk biosintesis trigliserid dan fosfolipid, 2, 3–bisfosfogliserat dalam eritrosit, piruvat untuk biosintesis L–alanin, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glikolisis dapat berlangsung dalam keadaan aerob, bila sediaan oksigen cukup untuk mempertahankan kadar NAD+ yang diperlukan, atau dalam keadaan anaerob (hipoksik), bila kadar NAD+ tidak dapat dipertahankan lewat sistem sitokrom mitokondrial dan bergantung pada usaha temporer perubahan piruvat menjadi laktat (gambar 7.16). Glikolisis anaerob, yang menaruh kepercayaan temporer pada piruvat merupakan usaha tubuh dalam menantikan pulihnya kecukupan oksigen. Dengan demikian glikolisis merupakan keadaan ini disebut hutang oksigen.&lt;br /&gt;Pemeliharaan kadar oksigen dan karbondioksida tertentu dalam sel essensial untuk fungsi normalnya. Tetapi situasi abnormal dapat terjadi, bila tubuh menderita stres. Stres demikian mungkin berupa keperluan energi tinggi misalnya, labihan ekstrim atau hiperventilasi esenfalitis, apabila laju pengangkutan oksigen kedalam sel tidak sama kecepatannya dengan reaksi katabolik oksidatif penghasil ATP. Karena reaksi-reaksi oksidatif ini dikaitkan dengan oksigen lewat NAD+ / NADH dan sistem sitokrom, dan karena hal-hal tersebut tidak dapat berlangsung kecuali NADH + H + diubah menjadi NAD+, diperlukan langkah darurat yang melibatkan piruvat. Hal ini mengakibatkan konversi piruvat menjadi laktat. Bila kadar laktat dalam darah meningkat, pH menurun, dan timbul tanda-tanda yang diperkirakan, yakni pernafasan cepat dan kehabisan energi. Variasi kadar laktat darah yang mengikuti perubahan-perubahan dalam aktivitas jasmani. Laktat yang diproduksi dan dilepaskan kedalam darah diubah kembali menjadi piruvat dalam hati apabila diperoleh cukup oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 7.16. Regenerasi NAD+ oleh piruvat.&lt;br /&gt;Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai dalam sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6–fosfat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lambang P : gugus fosforil )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugus fosforil pada glukosa 6 fosfat berasal dari ATP. Nampaknya agak mengherankan karena glikolisis merupakan lintasan katabolisme, kita mengharapkan memperoleh ATP, bukan menggunakannya. Glukosa 6–fosfat diubah menjadi fruktosa 6–fosfat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fruktosa 6–fosfat mengalami fosfosilasi menjadi fruktosa 1, 6–difosfat dengan menggunakan satu molekul ATP lagi yang diinvestasikan.&lt;br /&gt;Setelah sel telah mengintenvestasikan dua molekul ATP untuk setiap molekul glukosa yang dirombak. Perubahan fruktosa 6–fosfat menjadi fruktosa 1, 6–difosfat telah terbentuk, senyawa ini harus terus mengalami lintasan glikolisis. Jadi, kita dikatakan bahwa fosforilasi fruktosa 6–fosfat menjadi 1,6–difosfat adalah tahap wajib dari glikolisis.&lt;br /&gt;Fruktosa 1,6–difosfat sekarang terpecah menjadi, memberikan sepasang senyawa berkorban 3, yaitu dihidroksiaseton fosfat dan gliserol dehida 3–fosfat. Hanya gliseraldehid 3–fosfat yang akan digunakan dalam tahap lanjutan glikolisis. Tetapi, dihidroksiaseton bukanlah limbah. Alam bersifat hemat dan sel mempunyai enzim yang mengubah dihidroksiaseton fosfat menjadi gliseraldehida 3–fosfat. Karena satu molekul glukosa telah menyediakan dua molekul gliseraldehida 3–fosfat, kita harus mengingatnya untuk membuat perhitungan keseluruhan.&lt;br /&gt;Enzim kemudian mengubah gliseraldehida 3–fosfat menjadi 1,3–difosfogliserat dalam reaksi oksidasi penghasil energi yang pertama dalam katabolisme glukosa. Enzim menggunakan NAD+ sebagai koenzim. NAD+ direduksi menjadi NADH dengan menerima dua elektron dan satu proton dari substrat aldehida selama reaksi berlangsung. Gugus fosfosil yang baru pada produk organik berasal dari ion. Fosfat anorganik yang ada dalam sitoplasma, sehingga tak ada ATP yang dipakai disini. Kenyataannya, 1,3–difosfogliserat sendiri adalah senyawa kaya energi, yaitu anhidrida campuran dari asam karboksilat dan asam fosfat yang dapat mengalihkan gugus fosforilnya kepada ADP. Pengalihan ini berlangsung pada tahap sesudah glikolisis.&lt;br /&gt;Karena sel menginvestasikan dua molekul ATP dan sekarang mendapatkan dua, ini baru mencapai titik impas. Dari titik ini, setiap ATP yang dihasilkan merupakan keuntungan. Tahap berikutnya dalam glikoliis adalah pengalihan gugus fosforil pada 3–Fosfogliserat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk reaksi ini, yaitu 2–Fosfogliserat melepaskan molekul air untuk menghasilkan fosfoenolpiruvat.&lt;br /&gt;Fosfoenolpiruvat adalah molekul fosfat yang kaya energi, yang mampu memberikan gugus fosforilnya kepada ADP.&lt;br /&gt;Karena perombakan satu molekul glukosa akhirnya menghasilkan dua molekul fosfoenolpiruvat, maka dua molekul ADP dapat difosforilasi menjadi ATP jika fosfoenolpiruvat dari satu molekul glukosa diubah menjadi piruvat. Kedua molekul ATP ini adalah keuntungan yang diperoleh dalam glikolisis.&lt;br /&gt;Pembentukan piruvat mengakhiri proses glikolisis aerob. Berikut ini adalah pokok yang terjadi dalam oksidasi satu molekul glukosa :&lt;br /&gt;1. Terbentuk dua molekul piruvat.&lt;br /&gt;2. Dua molekul NAD+ telah direduksi menjadi NADH&lt;br /&gt;3. Jumlah bersih sebesar dua molekul ADP telah difosforilasi menjadi ATP (empat molekul ATP yang diperoleh dikurangi dua yang dinvestasikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 15.1. Mengikhtisarkan reaksi glikolisis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glukosa Glukosa 6-fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Glukosa 6–Fosfat Fruktosa 6–fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fruktosa 6–Fosfat Fruktosa 1,6–difosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fruktosa 1,6–difosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihidroksiaseton fosfat Gliseraldehida 3-fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gliseraldehida 3–Fosfat 1,3–difosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. 1,3–difosfogliserat 3–Fosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. 3–Fosfogliserat 2-Fosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. 2–Fosfogliserat Fosfoenolpiruvat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Fosfoenolpiruvat piruvat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi Glukosa Darah Diatur Dalam Batas-batas yang sempit&lt;br /&gt;Dalam keadaan setelah penyerapan makanan, kadar glukosa darah pada manusia dan banyak mamalia akan berkisar antara 1,5 – 5,5 mmol/L. Setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kadar tersebut dapat naik hingga 6,5 – 7,2 mmol/L. Selama puasa (nuchter), kadar glukosa akan turun di sekitar 3,3 – 3,9 mmol/L.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fermentasi Alkohol&lt;br /&gt;Glikolisis pada ragi dihasilkan 4 molekul ATP (masing-masing satu dari ke-2 DPGA dan masing-masing satu dari ke-2 PEP). Jadi, hasil bersih glikolisis adalah 2 molekul ATP dari setiap molekul glukosa. Jika dalam ATP ini tersimpan 14,6 Kkal (2 x 7,3) maka kira-kira 31 % dari energi yang tersedia (47 Kkal) tersimpan dalam bentuk ATP.&lt;br /&gt;Pada ragi asam piruvat didekarboksilasi (sebuah CO2 dikeluarkan) sebelum direduksi oleh NADH. Hasilnya ialah sebuah molekul CO2 dan sebuah molekul etanol (sebenarnya masing-masing dua molekul untuk setiap molekul glukosa yang difermentasi).&lt;br /&gt;C6H12O6 ? 2 C2H5OH + 2 CO2&lt;br /&gt;Glukosa Etanol&lt;br /&gt;Proses fermentasi alkohol merupakan suatu pemborosan. Sebagian besar dari energi yang terkadung didalam glukosa masih terdapat didalam etanol (hal inilah sebabnya mengapa etanol sering dipakai sebagai bahan bakar mesin). Proses fermentasi alkohol sangat berbahaya. Ragi meracuni diri sendiri jika konsentrasi etanol mencapai kira-kira 19 %. (hal ini menjelaskan kadar maksimum alkohol minuman hasil fermentasi seperti anggur, untuk membuat minuman dengan kadar alkohol yang lebih tinggi, alkohol tersebut harus dikonsentrasikan dengan distilasi). Fermentasi alkohol telah membuang sebuah karbohidrat (CH3H6O3); mengoksidasi sebuah karbon dengan sempurna (menjadi CO2) dan mereduksi lainnya (CH3CH2OH).&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODE KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 1. Alat&lt;br /&gt;? Tabung reaksi&lt;br /&gt;? Rak tabung&lt;br /&gt;? Pipet&lt;br /&gt;? Gelas ukur&lt;br /&gt;? Beker gelas&lt;br /&gt;? Erlen meyer&lt;br /&gt;? Batang pengaduk&lt;br /&gt;? Hot plate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 2. Bahan&lt;br /&gt;? Aquades&lt;br /&gt;? Ragi&lt;br /&gt;? Sel darah merah&lt;br /&gt;? Larutan Arsenat&lt;br /&gt;? Larutan glukosa&lt;br /&gt;? Dapar fosfat&lt;br /&gt;? Pereaksi Benedict&lt;br /&gt;? Hg (CH3COO)2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 3. Cara Kerja&lt;br /&gt;A. Glikolisis Sel Ragi&lt;br /&gt;1. Disiapkan 3 erlenmeyer&lt;br /&gt;2. Erlenmeyer ke 1 dan ke 3 diisi dengan ragi yang dilarutkan dengan aquades. Dan erlenmeyer ke 2 diisi dengan ragi yang dilarutkan dalam air yang telah dipanaskan&lt;br /&gt;3. Erlenmeyer ke 1 ditambahkan 2 ml larutan glukosa, erlenmeyer ke 3 ditambahkan dengan 4 ml larutan Arsenat dan 2 ml larutan glukosa. Dan erlenmeyer ke 2 ditambahkan 2 ml larutan glukosa.&lt;br /&gt;4. Kemudian dari ketiga erlenmeyer itu didiamkan selama 15 menit.&lt;br /&gt;5. Setelah itu diambil ke dalam masing-masing tabung reaksi 20 tetes dan ditambahkan pereaksi Benedict 10 tetes, kemudian dipanaskan 5 menit.&lt;br /&gt;6. Diamati perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Perlakuan 1 – 6 dilakukan sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Glikolisis Sel Darah Merah&lt;br /&gt;1. Disiapkan 4 tabung reaksi&lt;br /&gt;2. Tabung reaksi ke 1, ke 3, dan ke 4 diisi sel darah merah 0,5 ml.&lt;br /&gt;3. Tabung ke 1, ke 2, ke 3 dan ke 4 masing-masing tabung diisi 7 ml dapar fosfat dan diisi dangan 1 ml larutan glukosa.&lt;br /&gt;4. Kemudian tabung ke 3 ditambahkan 2 ml Hg (CH3COO)2 dan tabung ke 4 ditambahkan 0,4 ml larutan Arsenat.&lt;br /&gt;5. Setelah itu diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30 menit kemudian dipanaskan selama 5 menit.&lt;br /&gt;6. Diamati perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Perlakuan 1 – 6 dilakukan sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 1. Hasil Pengamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Glikolisis Sel Ragi&lt;br /&gt;Larutan Tabung&lt;br /&gt;1 2 3&lt;br /&gt;Suspensi ragi&lt;br /&gt;Suspensi ragi yang dipanaskan&lt;br /&gt;Larutan Arsenat&lt;br /&gt;Larutan glukosa 14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;2 ml -&lt;br /&gt;14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;2 ml 14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;4 ml&lt;br /&gt;2 ml&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Kadar Glukosa pada Ragi&lt;br /&gt;Waktu Tabung + Benedict Setelah dipanaskam&lt;br /&gt;15 menit&lt;br /&gt;I 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3 Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Biru kehijauan (endapan kuning kecoklatan)&lt;br /&gt;Hijau kekuningan (endapan kuning)&lt;br /&gt;Biru (endapan putih kekuningan)&lt;br /&gt;15 menit&lt;br /&gt;II 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Biru (endapan biru keunguan)&lt;br /&gt;Hijau kekuningan (endapan kuning)&lt;br /&gt;Biru (endapan putih kekuningan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Glikolisis Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Larutan Tabung&lt;br /&gt;1 2 3 4&lt;br /&gt;Sel darah merah 50 %&lt;br /&gt;Dapar fosfat&lt;br /&gt;Larutan Arsenat&lt;br /&gt;Larutan glukosa&lt;br /&gt;Larutan Hg(CH3COO)2 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;- -&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;- 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;2 ml 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Kadar Glukosa pada Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Waktu Tabung + Benedict Setelah dipanaskam&lt;br /&gt;30 menit&lt;br /&gt;I 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Hijau (endapan kuning)&lt;br /&gt;Merah (endapan merah)&lt;br /&gt;Coklat (endapan coklat)&lt;br /&gt;Kuning (endapan kuning)&lt;br /&gt;30 menit&lt;br /&gt;II 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Merah bata (endapan merah bata)&lt;br /&gt;Merah (endapan merah)&lt;br /&gt;Biru kehitaman (endapan coklat)&lt;br /&gt;Kuning(endapan kuning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 2. Pembahasan&lt;br /&gt;A. Glikolisis pada Sel Ragi&lt;br /&gt;Pada hasil percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa pada glikolisis sel ragi didapat pada tabung ke 1 (suspensi ragi + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis berjalan dengan baik dan semua glukosa terhidrolisis. Pada tabung ke 2 (suspensi ragi dipanaskan + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis masih berjalan, seharusnya proses glikolisis tidak berjalan, hal ini disebabkan karena ragi yang dipanaskan sel ragi akan mati maka tidak terjadi glikolisis. Pada tabung ke 3 (suspensi ragi + larutan glukosa + laruitan arsenat (AS2O3 1 %) + pereaksi Benedict) setelah dipanaskan ternyata glikolisis tetap berjalan. Arsenat di sini seharusnya sebgai penghambat/inhibitor agar tidak terjadi glikolisis, ternyata arsenat di sini tidak menghambat glikolisis, glukosanya habis karena glikolisis tetap berjalan. Fungsi penambahan arsenat di sini sebagai inhibitor/penghambat proses glikolisis dan glukosa yang dihasilkan tidak habis (tidak semua glukosa terhidrolisis). Jika dilihat dari kadar glukosa, pada tabung ke 1 kadar glukosanya lebih sedikit (endapan yang terlihat sedikit) sebelum dipanaskan dan setelah dipanaskan endapan berwarna kuning kecoklatan, ini menandakan bahwa kadar glukosa berkurang, proses glikolisis tetap terjadi tetapi hanya sedikit glukosa yang terhidrolisis. Begitu juga hal ini pada tabung ke 2 endapan terlihat banyak (sebelum dipanaskan) terdapat endapan kuning setelah dipanaskan, glikolisis juga tetap terjadi tetapi hanya sedikit. Pada tabung ke 3. terdapat endapan kuning setelah dipanaskan, ini menandakan bahwa kadar glukoa telah berkurang, walaupun pada tabung ke 3 ini sudah ditambahkan arsenat yang dijadikan sebagai inhibitor/penghambat, tetapi arsenat tidak menghambat glikolisis, glikolisis dapat berjalan walau hanya sedikit. Pereaksi Benedict di sini digunakan untuk indikasi banyak atau tidaknya glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Glukosa + Benedict&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Cu+ + 2 OH- Cu2O + H2O&lt;br /&gt;(endapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Glikolisis pada Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Pada tabung ke 1 dan ke 2 digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Bertujuan untuk membandingkan dengan tabung ke 3 dan ke 4 digunakan untuk melihat inhibitor. Pada tabung ke 1, ke 3, dan tabung ke 4 ditambahkan satu tetes darah . Masing-masing tabung ditambah larutan buffer fosfat (7 ml). Lalu ketiga tabung tersebut dtambahkan dengan glukosa 2 % sebanyak 1 ml. Pada tabung ke 4 dan ke 3 ditambah lagi dengan larutan arsenat pada tabung ke 4 dan ditambah lagi dengan larutan Hg(CH3COO)2 pada tabung ke 3. Setelah itu keempat tabung reaksi tersebut diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30menit, kemudian dipanaskan selama 5 menit. Pada tiap tabung terdapat endapan yang berwarna berbeda-beda. Pada tabung ke 1 dan ke 2, terdapat endapan merah bata, ini menandakan semua glukosa terglikolisis. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4, tabung ke 3 endapan berwarna coklat dan tabung ke 4 berwarna kuning, ini menandakan proses glikolisis tetap berjalan, walaupun ada ditambahkan larutan penghambat (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2).&lt;br /&gt;Dari warna endapan yang ada kita dapat membandingkan pada tabung ke 1 dan ke 2 proses glikolisis berlangsung dengan baik karena kadar glukosa berkurang, glikolisis berjalan dengan baik karena tidak ada yang menghambat. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4 yang sudah diberi larutan penghambat/inhibitor (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2) glikolisis tetap berjalan, karena kerja penghambat di sini hanya sedikit sekali menghambatnya, terlihat dari berkurangnya sedikit glukosa dari warna endapan yang terlihat berbeda antara tabung ke 3 dan ke 4 dengan tabung ke 1 dan ke 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Peragian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Fermentasi Asam Laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesnya :&lt;br /&gt;1. Glukosa Asam piruvat (proses glikolisis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dehidrogenasi Asam Piruvat akan terbentuk Asam Laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang terbentuk dari glikolisis hingga terbentu asam laktat&lt;br /&gt;8 ATP – 2 NADH2 = 8 – 2 (3 ATP) = 2 ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 1. Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa :&lt;br /&gt;? Fungsi pemanasan ragi bertujuan agar sel-sel dalam ragi tersebut mati.&lt;br /&gt;? Jika proses glikolisis berjalan dengan baik kadar glukosanya semakin berkurang.&lt;br /&gt;? Arsen berfungsi sebagai inhibitor, yaitu sebagai penghambat, jika arsen menghambat dengan baik maka endapan berwarna merah bata.&lt;br /&gt;? Glikolisis pada sel darah merah akan menghasilkan asam laktat.&lt;br /&gt;? Peraksi Benedict digunakan untuk mengetahui kadar glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linder, M, C. 1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Universitas Indonesia Press. Jakarta&lt;br /&gt;Montgomery, R, dkk. 1993. Biokimia. Jilid 1. Gajah Mada University Press. Yogyakarta&lt;br /&gt;Poedjadi, A. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Penerbit : Universitas Indonesia. Jakarta&lt;br /&gt;Wilbraham, A, C, dkk. 1992. Kimia Organik dan Hayati. ITB. Bandung&lt;br /&gt;Winarno, F, G. 1979. Bio Fermentasi dan Bio Sintesa Protein. Angkasa. Bandung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 1. Latar Belakang&lt;br /&gt;Pada dasarnya metabolisme glukosa dapat dibagi dalam dua bagian yaitu yang tidak menggunakan oksigen atau anaerob dan yang menggunakan oksigen atau aerob. Reaksi anaerob terdiri atas serangkaian reaksi yang mengubah glukosa menjadi asam laktat. Proses ini disebut glikolisis. Tiap reaksi dalam proses glikolisis ini menggunakan enzim tertentu, misalnya seperti enzim heksokinase, fosfoheksoisomerase, fosfofruktokinase, enolase, laktat dehidrogenase, piruvat kinase, fosfogliseril kinase, dan lain-lain. Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6 – fosfat.&lt;br /&gt;Dalam praktikum kali ini kita akan mengetahui proses atau tahap-tahap reaksi yang terjadi glikolisis dalam sel ragi (ragi yang dipanaskan dan ragi yang tidak dipanaskan). Dan tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel darah merah dengan beberapa larutan penghambat (larutan arsenat, larutan Hg (CH3COO), dan mengetahui kadar glukosa pada ragi dan sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. 2. Tujuan&lt;br /&gt;Adapun tujuan percobaan glikolisis dalam sel ragi dan sel darah merah adalah :&lt;br /&gt;1. Mengetahui tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel ragi.&lt;br /&gt;2. Mengetahui tahap-tahap reaksi yang terjadi pada proses glikolisis dalam sel darah merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glikolisis merupakan jalur, dimana pemecahan D-glukosa yang dioksidasi menjadi piruvat yang kemudian dapat direduksi menjadi laktat. Jalur ini terkait dengan metabolisme glikogen lewat D-glukosa 6-fosfat. Glikolisis bersangkutan dengan hal-hal berikut :&lt;br /&gt;1. Pembentukan ATP dalam rangkaian ini molekul glukosa dioksidasi sebagian.&lt;br /&gt;2. Produksi piruvat&lt;br /&gt;3. Pembentukan senyawa antara bagi proses-proses biokimiawi lain misalnya, gliserol 3-fosfat. Untuk biosintesis trigliserid dan fosfolipid, 2, 3–bisfosfogliserat dalam eritrosit, piruvat untuk biosintesis L–alanin, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Glikolisis dapat berlangsung dalam keadaan aerob, bila sediaan oksigen cukup untuk mempertahankan kadar NAD+ yang diperlukan, atau dalam keadaan anaerob (hipoksik), bila kadar NAD+ tidak dapat dipertahankan lewat sistem sitokrom mitokondrial dan bergantung pada usaha temporer perubahan piruvat menjadi laktat (gambar 7.16). Glikolisis anaerob, yang menaruh kepercayaan temporer pada piruvat merupakan usaha tubuh dalam menantikan pulihnya kecukupan oksigen. Dengan demikian glikolisis merupakan keadaan ini disebut hutang oksigen.&lt;br /&gt;Pemeliharaan kadar oksigen dan karbondioksida tertentu dalam sel essensial untuk fungsi normalnya. Tetapi situasi abnormal dapat terjadi, bila tubuh menderita stres. Stres demikian mungkin berupa keperluan energi tinggi misalnya, labihan ekstrim atau hiperventilasi esenfalitis, apabila laju pengangkutan oksigen kedalam sel tidak sama kecepatannya dengan reaksi katabolik oksidatif penghasil ATP. Karena reaksi-reaksi oksidatif ini dikaitkan dengan oksigen lewat NAD+ / NADH dan sistem sitokrom, dan karena hal-hal tersebut tidak dapat berlangsung kecuali NADH + H + diubah menjadi NAD+, diperlukan langkah darurat yang melibatkan piruvat. Hal ini mengakibatkan konversi piruvat menjadi laktat. Bila kadar laktat dalam darah meningkat, pH menurun, dan timbul tanda-tanda yang diperkirakan, yakni pernafasan cepat dan kehabisan energi. Variasi kadar laktat darah yang mengikuti perubahan-perubahan dalam aktivitas jasmani. Laktat yang diproduksi dan dilepaskan kedalam darah diubah kembali menjadi piruvat dalam hati apabila diperoleh cukup oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar 7.16. Regenerasi NAD+ oleh piruvat.&lt;br /&gt;Enzim yang mengkatalis reaksi dalam tahapan glikolisis dijumpai dalam sitoplasma sel. Disinilah glikolisis berlangsung. Glikolisis dimulai dengan fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6–fosfat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lambang P : gugus fosforil )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gugus fosforil pada glukosa 6 fosfat berasal dari ATP. Nampaknya agak mengherankan karena glikolisis merupakan lintasan katabolisme, kita mengharapkan memperoleh ATP, bukan menggunakannya. Glukosa 6–fosfat diubah menjadi fruktosa 6–fosfat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fruktosa 6–fosfat mengalami fosfosilasi menjadi fruktosa 1, 6–difosfat dengan menggunakan satu molekul ATP lagi yang diinvestasikan.&lt;br /&gt;Setelah sel telah mengintenvestasikan dua molekul ATP untuk setiap molekul glukosa yang dirombak. Perubahan fruktosa 6–fosfat menjadi fruktosa 1, 6–difosfat telah terbentuk, senyawa ini harus terus mengalami lintasan glikolisis. Jadi, kita dikatakan bahwa fosforilasi fruktosa 6–fosfat menjadi 1,6–difosfat adalah tahap wajib dari glikolisis.&lt;br /&gt;Fruktosa 1,6–difosfat sekarang terpecah menjadi, memberikan sepasang senyawa berkorban 3, yaitu dihidroksiaseton fosfat dan gliserol dehida 3–fosfat. Hanya gliseraldehid 3–fosfat yang akan digunakan dalam tahap lanjutan glikolisis. Tetapi, dihidroksiaseton bukanlah limbah. Alam bersifat hemat dan sel mempunyai enzim yang mengubah dihidroksiaseton fosfat menjadi gliseraldehida 3–fosfat. Karena satu molekul glukosa telah menyediakan dua molekul gliseraldehida 3–fosfat, kita harus mengingatnya untuk membuat perhitungan keseluruhan.&lt;br /&gt;Enzim kemudian mengubah gliseraldehida 3–fosfat menjadi 1,3–difosfogliserat dalam reaksi oksidasi penghasil energi yang pertama dalam katabolisme glukosa. Enzim menggunakan NAD+ sebagai koenzim. NAD+ direduksi menjadi NADH dengan menerima dua elektron dan satu proton dari substrat aldehida selama reaksi berlangsung. Gugus fosfosil yang baru pada produk organik berasal dari ion. Fosfat anorganik yang ada dalam sitoplasma, sehingga tak ada ATP yang dipakai disini. Kenyataannya, 1,3–difosfogliserat sendiri adalah senyawa kaya energi, yaitu anhidrida campuran dari asam karboksilat dan asam fosfat yang dapat mengalihkan gugus fosforilnya kepada ADP. Pengalihan ini berlangsung pada tahap sesudah glikolisis.&lt;br /&gt;Karena sel menginvestasikan dua molekul ATP dan sekarang mendapatkan dua, ini baru mencapai titik impas. Dari titik ini, setiap ATP yang dihasilkan merupakan keuntungan. Tahap berikutnya dalam glikoliis adalah pengalihan gugus fosforil pada 3–Fosfogliserat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk reaksi ini, yaitu 2–Fosfogliserat melepaskan molekul air untuk menghasilkan fosfoenolpiruvat.&lt;br /&gt;Fosfoenolpiruvat adalah molekul fosfat yang kaya energi, yang mampu memberikan gugus fosforilnya kepada ADP.&lt;br /&gt;Karena perombakan satu molekul glukosa akhirnya menghasilkan dua molekul fosfoenolpiruvat, maka dua molekul ADP dapat difosforilasi menjadi ATP jika fosfoenolpiruvat dari satu molekul glukosa diubah menjadi piruvat. Kedua molekul ATP ini adalah keuntungan yang diperoleh dalam glikolisis.&lt;br /&gt;Pembentukan piruvat mengakhiri proses glikolisis aerob. Berikut ini adalah pokok yang terjadi dalam oksidasi satu molekul glukosa :&lt;br /&gt;1. Terbentuk dua molekul piruvat.&lt;br /&gt;2. Dua molekul NAD+ telah direduksi menjadi NADH&lt;br /&gt;3. Jumlah bersih sebesar dua molekul ADP telah difosforilasi menjadi ATP (empat molekul ATP yang diperoleh dikurangi dua yang dinvestasikan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel 15.1. Mengikhtisarkan reaksi glikolisis :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glukosa Glukosa 6-fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Glukosa 6–Fosfat Fruktosa 6–fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fruktosa 6–Fosfat Fruktosa 1,6–difosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fruktosa 1,6–difosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dihidroksiaseton fosfat Gliseraldehida 3-fosfat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Gliseraldehida 3–Fosfat 1,3–difosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. 1,3–difosfogliserat 3–Fosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. 3–Fosfogliserat 2-Fosfogliserat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. 2–Fosfogliserat Fosfoenolpiruvat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Fosfoenolpiruvat piruvat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsentrasi Glukosa Darah Diatur Dalam Batas-batas yang sempit&lt;br /&gt;Dalam keadaan setelah penyerapan makanan, kadar glukosa darah pada manusia dan banyak mamalia akan berkisar antara 1,5 – 5,5 mmol/L. Setelah mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, kadar tersebut dapat naik hingga 6,5 – 7,2 mmol/L. Selama puasa (nuchter), kadar glukosa akan turun di sekitar 3,3 – 3,9 mmol/L.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fermentasi Alkohol&lt;br /&gt;Glikolisis pada ragi dihasilkan 4 molekul ATP (masing-masing satu dari ke-2 DPGA dan masing-masing satu dari ke-2 PEP). Jadi, hasil bersih glikolisis adalah 2 molekul ATP dari setiap molekul glukosa. Jika dalam ATP ini tersimpan 14,6 Kkal (2 x 7,3) maka kira-kira 31 % dari energi yang tersedia (47 Kkal) tersimpan dalam bentuk ATP.&lt;br /&gt;Pada ragi asam piruvat didekarboksilasi (sebuah CO2 dikeluarkan) sebelum direduksi oleh NADH. Hasilnya ialah sebuah molekul CO2 dan sebuah molekul etanol (sebenarnya masing-masing dua molekul untuk setiap molekul glukosa yang difermentasi).&lt;br /&gt;C6H12O6 ? 2 C2H5OH + 2 CO2&lt;br /&gt;Glukosa Etanol&lt;br /&gt;Proses fermentasi alkohol merupakan suatu pemborosan. Sebagian besar dari energi yang terkadung didalam glukosa masih terdapat didalam etanol (hal inilah sebabnya mengapa etanol sering dipakai sebagai bahan bakar mesin). Proses fermentasi alkohol sangat berbahaya. Ragi meracuni diri sendiri jika konsentrasi etanol mencapai kira-kira 19 %. (hal ini menjelaskan kadar maksimum alkohol minuman hasil fermentasi seperti anggur, untuk membuat minuman dengan kadar alkohol yang lebih tinggi, alkohol tersebut harus dikonsentrasikan dengan distilasi). Fermentasi alkohol telah membuang sebuah karbohidrat (CH3H6O3); mengoksidasi sebuah karbon dengan sempurna (menjadi CO2) dan mereduksi lainnya (CH3CH2OH).&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;METODE KERJA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 1. Alat&lt;br /&gt;? Tabung reaksi&lt;br /&gt;? Rak tabung&lt;br /&gt;? Pipet&lt;br /&gt;? Gelas ukur&lt;br /&gt;? Beker gelas&lt;br /&gt;? Erlen meyer&lt;br /&gt;? Batang pengaduk&lt;br /&gt;? Hot plate&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 2. Bahan&lt;br /&gt;? Aquades&lt;br /&gt;? Ragi&lt;br /&gt;? Sel darah merah&lt;br /&gt;? Larutan Arsenat&lt;br /&gt;? Larutan glukosa&lt;br /&gt;? Dapar fosfat&lt;br /&gt;? Pereaksi Benedict&lt;br /&gt;? Hg (CH3COO)2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. 3. Cara Kerja&lt;br /&gt;A. Glikolisis Sel Ragi&lt;br /&gt;1. Disiapkan 3 erlenmeyer&lt;br /&gt;2. Erlenmeyer ke 1 dan ke 3 diisi dengan ragi yang dilarutkan dengan aquades. Dan erlenmeyer ke 2 diisi dengan ragi yang dilarutkan dalam air yang telah dipanaskan&lt;br /&gt;3. Erlenmeyer ke 1 ditambahkan 2 ml larutan glukosa, erlenmeyer ke 3 ditambahkan dengan 4 ml larutan Arsenat dan 2 ml larutan glukosa. Dan erlenmeyer ke 2 ditambahkan 2 ml larutan glukosa.&lt;br /&gt;4. Kemudian dari ketiga erlenmeyer itu didiamkan selama 15 menit.&lt;br /&gt;5. Setelah itu diambil ke dalam masing-masing tabung reaksi 20 tetes dan ditambahkan pereaksi Benedict 10 tetes, kemudian dipanaskan 5 menit.&lt;br /&gt;6. Diamati perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Perlakuan 1 – 6 dilakukan sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Glikolisis Sel Darah Merah&lt;br /&gt;1. Disiapkan 4 tabung reaksi&lt;br /&gt;2. Tabung reaksi ke 1, ke 3, dan ke 4 diisi sel darah merah 0,5 ml.&lt;br /&gt;3. Tabung ke 1, ke 2, ke 3 dan ke 4 masing-masing tabung diisi 7 ml dapar fosfat dan diisi dangan 1 ml larutan glukosa.&lt;br /&gt;4. Kemudian tabung ke 3 ditambahkan 2 ml Hg (CH3COO)2 dan tabung ke 4 ditambahkan 0,4 ml larutan Arsenat.&lt;br /&gt;5. Setelah itu diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30 menit kemudian dipanaskan selama 5 menit.&lt;br /&gt;6. Diamati perubahan yang terjadi.&lt;br /&gt;7. Perlakuan 1 – 6 dilakukan sebanyak 2 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 1. Hasil Pengamatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Glikolisis Sel Ragi&lt;br /&gt;Larutan Tabung&lt;br /&gt;1 2 3&lt;br /&gt;Suspensi ragi&lt;br /&gt;Suspensi ragi yang dipanaskan&lt;br /&gt;Larutan Arsenat&lt;br /&gt;Larutan glukosa 14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;2 ml -&lt;br /&gt;14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;2 ml 14 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;4 ml&lt;br /&gt;2 ml&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Kadar Glukosa pada Ragi&lt;br /&gt;Waktu Tabung + Benedict Setelah dipanaskam&lt;br /&gt;15 menit&lt;br /&gt;I 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3 Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Biru kehijauan (endapan kuning kecoklatan)&lt;br /&gt;Hijau kekuningan (endapan kuning)&lt;br /&gt;Biru (endapan putih kekuningan)&lt;br /&gt;15 menit&lt;br /&gt;II 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Biru (endapan biru keunguan)&lt;br /&gt;Hijau kekuningan (endapan kuning)&lt;br /&gt;Biru (endapan putih kekuningan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Glikolisis Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Larutan Tabung&lt;br /&gt;1 2 3 4&lt;br /&gt;Sel darah merah 50 %&lt;br /&gt;Dapar fosfat&lt;br /&gt;Larutan Arsenat&lt;br /&gt;Larutan glukosa&lt;br /&gt;Larutan Hg(CH3COO)2 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;- -&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;- 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;2 ml 0,5 ml&lt;br /&gt;7 ml&lt;br /&gt;0,5 ml&lt;br /&gt;1 ml&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uji Kadar Glukosa pada Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Waktu Tabung + Benedict Setelah dipanaskam&lt;br /&gt;30 menit&lt;br /&gt;I 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Hijau (endapan kuning)&lt;br /&gt;Merah (endapan merah)&lt;br /&gt;Coklat (endapan coklat)&lt;br /&gt;Kuning (endapan kuning)&lt;br /&gt;30 menit&lt;br /&gt;II 1&lt;br /&gt;2&lt;br /&gt;3&lt;br /&gt;4 Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru&lt;br /&gt;Biru Merah bata (endapan merah bata)&lt;br /&gt;Merah (endapan merah)&lt;br /&gt;Biru kehitaman (endapan coklat)&lt;br /&gt;Kuning(endapan kuning)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. 2. Pembahasan&lt;br /&gt;A. Glikolisis pada Sel Ragi&lt;br /&gt;Pada hasil percobaan yang telah dilakukan didapat bahwa pada glikolisis sel ragi didapat pada tabung ke 1 (suspensi ragi + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis berjalan dengan baik dan semua glukosa terhidrolisis. Pada tabung ke 2 (suspensi ragi dipanaskan + larutan glukosa) ditambahkan pereaksi Benedict dan setelah dipanaskan ternyata proses glikolisis masih berjalan, seharusnya proses glikolisis tidak berjalan, hal ini disebabkan karena ragi yang dipanaskan sel ragi akan mati maka tidak terjadi glikolisis. Pada tabung ke 3 (suspensi ragi + larutan glukosa + laruitan arsenat (AS2O3 1 %) + pereaksi Benedict) setelah dipanaskan ternyata glikolisis tetap berjalan. Arsenat di sini seharusnya sebgai penghambat/inhibitor agar tidak terjadi glikolisis, ternyata arsenat di sini tidak menghambat glikolisis, glukosanya habis karena glikolisis tetap berjalan. Fungsi penambahan arsenat di sini sebagai inhibitor/penghambat proses glikolisis dan glukosa yang dihasilkan tidak habis (tidak semua glukosa terhidrolisis). Jika dilihat dari kadar glukosa, pada tabung ke 1 kadar glukosanya lebih sedikit (endapan yang terlihat sedikit) sebelum dipanaskan dan setelah dipanaskan endapan berwarna kuning kecoklatan, ini menandakan bahwa kadar glukosa berkurang, proses glikolisis tetap terjadi tetapi hanya sedikit glukosa yang terhidrolisis. Begitu juga hal ini pada tabung ke 2 endapan terlihat banyak (sebelum dipanaskan) terdapat endapan kuning setelah dipanaskan, glikolisis juga tetap terjadi tetapi hanya sedikit. Pada tabung ke 3. terdapat endapan kuning setelah dipanaskan, ini menandakan bahwa kadar glukoa telah berkurang, walaupun pada tabung ke 3 ini sudah ditambahkan arsenat yang dijadikan sebagai inhibitor/penghambat, tetapi arsenat tidak menghambat glikolisis, glikolisis dapat berjalan walau hanya sedikit. Pereaksi Benedict di sini digunakan untuk indikasi banyak atau tidaknya glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Glukosa + Benedict&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2 Cu+ + 2 OH- Cu2O + H2O&lt;br /&gt;(endapan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Glikolisis pada Sel Darah Merah&lt;br /&gt;Pada tabung ke 1 dan ke 2 digunakan sebagai kontrol positif dan negatif. Bertujuan untuk membandingkan dengan tabung ke 3 dan ke 4 digunakan untuk melihat inhibitor. Pada tabung ke 1, ke 3, dan tabung ke 4 ditambahkan satu tetes darah . Masing-masing tabung ditambah larutan buffer fosfat (7 ml). Lalu ketiga tabung tersebut dtambahkan dengan glukosa 2 % sebanyak 1 ml. Pada tabung ke 4 dan ke 3 ditambah lagi dengan larutan arsenat pada tabung ke 4 dan ditambah lagi dengan larutan Hg(CH3COO)2 pada tabung ke 3. Setelah itu keempat tabung reaksi tersebut diinkubasi pada suhu 37 oC selama 30menit, kemudian dipanaskan selama 5 menit. Pada tiap tabung terdapat endapan yang berwarna berbeda-beda. Pada tabung ke 1 dan ke 2, terdapat endapan merah bata, ini menandakan semua glukosa terglikolisis. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4, tabung ke 3 endapan berwarna coklat dan tabung ke 4 berwarna kuning, ini menandakan proses glikolisis tetap berjalan, walaupun ada ditambahkan larutan penghambat (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2).&lt;br /&gt;Dari warna endapan yang ada kita dapat membandingkan pada tabung ke 1 dan ke 2 proses glikolisis berlangsung dengan baik karena kadar glukosa berkurang, glikolisis berjalan dengan baik karena tidak ada yang menghambat. Sedangkan pada tabung ke 3 dan ke 4 yang sudah diberi larutan penghambat/inhibitor (arsenat dan larutan Hg(CH3COO)2) glikolisis tetap berjalan, karena kerja penghambat di sini hanya sedikit sekali menghambatnya, terlihat dari berkurangnya sedikit glukosa dari warna endapan yang terlihat berbeda antara tabung ke 3 dan ke 4 dengan tabung ke 1 dan ke 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Peragian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi Fermentasi Asam Laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prosesnya :&lt;br /&gt;1. Glukosa Asam piruvat (proses glikolisis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dehidrogenasi Asam Piruvat akan terbentuk Asam Laktat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Energi yang terbentuk dari glikolisis hingga terbentu asam laktat&lt;br /&gt;8 ATP – 2 NADH2 = 8 – 2 (3 ATP) = 2 ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB V&lt;br /&gt;PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. 1. Kesimpulan&lt;br /&gt;Dari hasil percobaan yang telah dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa :&lt;br /&gt;? Fungsi pemanasan ragi bertujuan agar sel-sel dalam ragi tersebut mati.&lt;br /&gt;? Jika proses glikolisis berjalan dengan baik kadar glukosanya semakin berkurang.&lt;br /&gt;? Arsen berfungsi sebagai inhibitor, yaitu sebagai penghambat, jika arsen menghambat dengan baik maka endapan berwarna merah bata.&lt;br /&gt;? Glikolisis pada sel darah merah akan menghasilkan asam laktat.&lt;br /&gt;? Peraksi Benedict digunakan untuk mengetahui kadar glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Linder, M, C. 1992. Biokimia Nutrisi dan Metabolisme. Universitas Indonesia Press. Jakarta&lt;br /&gt;Montgomery, R, dkk. 1993. Biokimia. Jilid 1. Gajah Mada University Press. Yogyakarta&lt;br /&gt;Poedjadi, A. 1994. Dasar-dasar Biokimia. Penerbit : Universitas Indonesia. Jakarta&lt;br /&gt;Wilbraham, A, C, dkk. 1992. Kimia Organik dan Hayati. ITB. Bandung&lt;br /&gt;Winarno, F, G. 1979. Bio Fermentasi dan Bio Sintesa Protein. Angkasa. Bandung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-5014191376463190534?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/5014191376463190534/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/reaksi-glikolisis-dalam-sel-ragi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/5014191376463190534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/5014191376463190534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/reaksi-glikolisis-dalam-sel-ragi-dan.html' title='Reaksi glikolisis dalam sel ragi dan sel darah merah'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-1919285156596629783</id><published>2010-03-30T12:02:00.003-07:00</published><updated>2010-03-30T12:02:54.186-07:00</updated><title type='text'>Glikolisis dan Dekarboksilasi Oksidatif</title><content type='html'>Glikolisis merupakan proses pengubahan molekul sumber energi, yaitu glukosa yang mempunyai 6 atom C manjadi senyawa yang lebih sederhana, yaitu asam piruvat yang mempunyai 3 atom C. Reaksi ini berlangsung di dalam sitosol (sitoplasma). Reaksi glikolisis mempunyai sembilan tahapan reaksi yang dikatalisis oleh enzim tertentu, tetapi disini tidak akan dibahas enzim-enzim yang berperan dalam proses glikolisis ini. Dari sembilan tahapan reaksi tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua fase, yaitu fase investasi energi, yaitu dari tahap 1 sampai tahap 4, dan fase pembelanjaan energi, yaitu dari tahap 5 sampai tahap 9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagan Glikolisis, klik disini untuk bagan yang lebih besarPertama-tama, glukosa mendapat tambahan satu gugus fosfat dari satu molekul ATP, yang kemudian berubah menjadi ADP, membentuk glukosa 6-fosfat. Setelah itu, glukosa 6-fosfat diubah oleh enzim menjadi isomernya, yaitu fruktosa 6-fosfat. Satu molekul ATP yang lain memberikan satu gugus fosfatnya kepada fruktosa 6-fosfat, yang membuat ATP tersebut menjadi ADP dan fruktosa 6-fosfat menjadi fruktosa 1,6-difosfat. Kemudian, fruktosa 1,6-difosfat dipecah menjadi dua senyawa yang saling isomer satu sama lain, yaitu dihidroksi aseton fosfat dan PGAL (fosfogliseraldehid atau gliseraldehid 3-fosfat). Tahapan-tahapan reaksi diatas itulah yang disebut dengan fase investasi energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, dihidroksi aseton fosfat dan PGAL masing-masing mengalami oksidasi dan mereduksi NAD+, sehingga terbentuk NADH, dan mengalami penambahan molekul fosfat anorganik (Pi) sehingga terbentuk 1,3-difosfogliserat. Kemudian masing-masing 1,3-difosfogliserat melepaskan satu gugus fosfatnya dan berubah menjadi 3-fosfogliserat, dimana gugus fosfat yang dilepas oleh masing-masing 1,3-difosfogliserat dipindahkan ke dua molekul ADP dan membentuk dua molekul ATP. Setelah itu, 3-fosfogliserat mengalami isomerisasi menjadi 2-fosfogliserat. Setelah menjadi 2-fosfogliserat, sebuah molekul air dari masing-masing 2-fosfogliserat dipisahkan, menghasilkan fosfoenolpiruvat. Terakhir, masing-masing fosfoenolpiruvat melepaskan gugus fosfat terakhirnya, yang kemudian diterima oleh dua molekul ADP untuk membentuk ATP, dan berubah menjadi asam piruvat. (lihat bagan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap pemecahan 1 molekul glukosa pada reaksi glikolisis akan menghasilkan produk kotor berupa 2 molekul asam piruvat, 2 molekul NADH, 4 molekul ATP, dan 2 molekul air. Akan tetapi, pada awal reaksi ini telah digunakan 2 molekul ATP, sehingga hasil bersih reaksi ini adalah 2 molekul asam piruvat (C3H4O3), 2 molekul NADH, 2 molekul ATP, dan 2 molekul air. Perlu dicatat, pencantuman air sebagai hasil glikolisis bersifat opsional, karena ada sumber lain yang tidak mencantumkan air sebagai hasil glikolisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekarboksilasi Oksidatif [kembali ke atas]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui reaksi glikolisis, jika terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan menjalani tahapan reaksi selanjutnya, yaitu siklus Krebs yang bertempat di matriks mitokondria. Jika tidak terdapat molekul oksigen yang cukup maka asam piruvat akan menjalani reaksi fermentasi. Akan tetapi, asam piruvat yang mandapat molekul oksigen yang cukup dan akan meneruskan tahapan reaksi tidak dapat begitu saja masuk ke dalam siklus Krebs, karena asam piruvat memiliki atom C terlalu banyak, yaitu 3 buah. Persyaratan molekul yang dapat menjalani siklus Krebs adalah molekul tersebut harus mempunyai dua atom C (2 C). Karena itu, asam piruvat akan menjalani reaksi dekarboksilasi oksidatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dekarboksilasi oksidatif adalah reaksi yang mengubah asam piruvat yang beratom 3 C menjadi senyawa baru yang beratom C dua buah, yaitu asetil koenzim-A (asetil ko-A). Reaksi dekarboksilasi oksidatif ini (disingkat DO) sering juga disebut sebagai tahap persiapan untuk masuk ke siklus Krebs. Reaksi DO ini mengambil tempat di intermembran mitokondria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagan Dekarboksilasi Oksidatif, klik disini untuk bagan yang lebih besarPertama-tama, molekul asam cuka yang dihasilkan reaksi glikolisis akan melepaskan satu gugus karboksilnya yang sudah teroksidasi sempurna dan mengandung sedikit energi, yaitu dalam bentuk molekul CO2. Setelah itu, 2 atom karbon yang tersisa dari piruvat akan dioksidasi menjadi asetat (bentuk ionisasi asam asetat). Selanjutnya, asetat akan mendapat transfer elektron dari NAD+ yang tereduksi menjadi NADH. Kemudian, koenzim A (suatu senyawa yang mengandung sulfur yang berasal dari vitamin B) diikat oleh asetat dengan ikatan yang tidak stabil dan membentuk gugus asetil yang sangat reaktif, yaitu asetil koenzim-A, yang siap memberikan asetatnya ke dalam siklus Krebs untuk proses oksidasi lebih lanjut. (lihat bagan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama reaksi transisi ini, satu molekul glukosa yang telah menjadi 2 molekul asam piruvat lewat reaksi glikolisis menghasilkan 2 molekul NADH.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-1919285156596629783?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/1919285156596629783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/glikolisis-dan-dekarboksilasi-oksidatif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/1919285156596629783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/1919285156596629783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/glikolisis-dan-dekarboksilasi-oksidatif.html' title='Glikolisis dan Dekarboksilasi Oksidatif'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-3160241587549919836</id><published>2010-03-30T12:02:00.001-07:00</published><updated>2010-03-30T12:02:13.485-07:00</updated><title type='text'>Proses Sistem Pernapasan/Respirasi Pada Manusia</title><content type='html'>Pengertian pernafasan atau respirasi adalah suatu proses mulai dari pengambilan oksigen, pengeluaran karbohidrat hingga penggunaan energi di dalam tubuh. Menusia dalam bernapas menghirup oksigen dalam udara bebas dan membuang karbondioksida ke lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respirasi dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu :&lt;br /&gt;1. Respirasi Luar yang merupakan pertukaran antara O2 dan CO2 antara darah dan udara.&lt;br /&gt;2. Respirasi Dalam yang merupakan pertukaran O2 dan CO2 dari aliran darah ke sel-sel tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mengambil nafas ke dalam tubuh dan membuang napas ke udara dilakukan dengan dua cara pernapasan, yaitu :&lt;br /&gt;1. Respirasi / Pernapasan Dada&lt;br /&gt;- Otot antar tulang rusuk luar berkontraksi atau mengerut&lt;br /&gt;- Tulang rusuk terangkat ke atas&lt;br /&gt;- Rongga dada membesar yang mengakibatkan tekanan udara dalam dada kecil sehingga udara masuk ke dalam badan.&lt;br /&gt;2. Respirasi / Pernapasan Perut&lt;br /&gt;- Otot difragma pada perut mengalami kontraksi&lt;br /&gt;- Diafragma datar&lt;br /&gt;- Volume rongga dada menjadi besar yang mengakibatkan tekanan udara pada dada mengecil sehingga udara pasuk ke paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Normalnya manusia butuh kurang lebih 300 liter oksigen perhari. Dalam keadaan tubuh bekerja berat maka oksigen atau O2 yang diperlukan pun menjadi berlipat-lipat kali dan bisa sampai 10 hingga 15 kalilipat. Ketika oksigen tembus selaput alveolus, hemoglobin akan mengikat oksigen yang banyaknya akan disesuaikan dengan besar kecil tekanan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pembuluh darah arteri, tekanan oksigen dapat mencapat 100 mmHg dengan 19 cc oksigen. Sedangkan pada pembuluh darah vena tekanannya hanya 40 milimeter air raksa dengan 12 cc oksigen. Oksigen yang kita hasilkan dalam tubuh kurang lebih sebanyak 200 cc di mana setiap liter darah mampu melarutkan 4,3 cc karbondioksida / CO2. CO2 yang dihasilkan akan keluar dari jaringan menuju paruparu dengan bantuan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses Kimiawi Respirasi Pada Tubuh Manusia :&lt;br /&gt;1. Pembuangan CO2 dari paru-paru : H + HCO3 ---&gt; H2CO3 ---&gt; H2 + CO2&lt;br /&gt;2. Pengikatan oksigen oleh hemoglobin : Hb + O2 ---&gt; HbO2&lt;br /&gt;3. Pemisahan oksigen dari hemoglobin ke cairan sel : HbO2 ---&gt; Hb + O2&lt;br /&gt;4. Pengangkutan karbondioksida di dalam tubuh : CO2 + H2O ---&gt; H2 + CO2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-3160241587549919836?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/3160241587549919836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/proses-sistem-pernapasanrespirasi-pada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3160241587549919836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3160241587549919836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/proses-sistem-pernapasanrespirasi-pada.html' title='Proses Sistem Pernapasan/Respirasi Pada Manusia'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-3836736376768957625</id><published>2010-03-30T12:00:00.003-07:00</published><updated>2010-03-30T12:00:50.134-07:00</updated><title type='text'>RESPIRASI</title><content type='html'>Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat  dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang  diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi.&lt;br /&gt;Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan &amp; spesies tertentu).&lt;br /&gt;Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi&lt;br /&gt;Reaksi di atas merupakan persamaan rangkuman dari reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses respirasi. Reaksi tersebut terlihat sangat sederhana, terlihat seakan respirasi merupakan reaksi tunggal, sehingga mungkin dapat agak menyesatkan karena respirasi yang sebenarnya bukanlah reaksi tunggal. Respirasi merupakan rangkaian dari banyak reaksi komponen, yang masing-masingnya dikatalisis oleh enzim yang berbeda.&lt;br /&gt;Respirasi dapat digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan ketersediaan O2 di udara, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan O2, sebaliknya respirasi anaerob merupakan proses repirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2. Respirasi anaerob sering disebut juga dengan nama fermentasi. Perbedaan antara keduanya akan terlihat pada proses tahapan reaksi dalam respirasi.&lt;br /&gt;Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai ”Building Block”. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein; nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin.&lt;br /&gt;Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.&lt;br /&gt;Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:&lt;br /&gt;Ketersediaan substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat.&lt;br /&gt;Ketersediaan Oksigen. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara.&lt;br /&gt;Suhu. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies.&lt;br /&gt;Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.&lt;br /&gt;Proses r1espirasi diawali dengan adanya penangkapan O2 dari lingkungan. Proses transport gas-gas dalam tumbuhan secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Oksigen yang digunakan dalam respirasi masuk ke dalam setiap sel tumbuhan dengan jalan difusi melalui ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma dan membran sel. Demikian juga halnya dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdifusi ke luar sel dan masuk ke dalam ruang antar sel. Hal ini karena membran plasma dan protoplasma sel tumbuhan sangat permeabel bagi kedua gas tersebut.&lt;br /&gt;Setelah mengambil O2 dari udara, O2 kemudian digunakan dalam proses respirasi dengan beberapa tahapan, diantaranya yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus asam sitrat, dan transpor elektron. Tahapan yang pertama adalah glikolisis, yaitu tahapan pengubahan glukosa menjadi dua molekul asam piruvat (beratom C3), peristiwa ini berlangsung di sitosol. As. Piruvat yang dihasilkan selanjutnya akan diproses dalam tahap dekarboksilasi oksidatif. Selain itu glikolisis juga menghasilkan 2 molekul ATP sebagai energi, dan 2 molekul NADH yang akan digunakan dalam tahap transport elektron.&lt;br /&gt;Dalam keadaan anaerob, As. Piruvat hasil glikoisis akan diubah menjadi karbondioksida dan etil alkohol. Proses pengubahan ini dikatalisis oleh enzim dalam sitoplasma. Dalam respirasi anaerob jumlah ATP yang dihasilkan hanya dua molekul untuk setiap satu molekul glukosa, hasil ini berbeda jauh dengan ATP yang dihasilkan dari hasil keseluruhan respirasi aerob yaitu 36 ATP.&lt;br /&gt;Tahapan kedua dari respirasi adalah dekarboksilasi oksidatif, yaitu pengubahan asam piruvat (beratom C3) menjadi Asetil KoA (beratom C2) dengan melepaskan CO2, peristiwa ini berlangsung di sitosol. Asetil KoA yang dihasilkan akan diproses dalam siklus asam sitrat. Hasil lainnya yaitu NADH yang akan digunakan dalam transpor elektron.&lt;br /&gt;Tahapan selanjutnya adalah siklus asam sitrat (daur krebs) yang terjadi di dalam matriks dan membran dalam mitokondria, yaitu tahapan pengolahan asetil KoA dengan senyawa asam sitrat sebagai senyawa yang pertama kali terbentuk. Beberapa senyawa dihasilkan dalam tahapan ini, diantaranya adalah satu molekul ATP sebagai energi, satu molekul FADH dan tiga molekul NADH yang akan digunakan dalam transfer elektron, serta dua molekul CO2.&lt;br /&gt;Tahapan terakhir adalah transfer elektron, yaitu serangkaian reaksi yang melibatkan sistem karier elektron (pembawa elektron). Proses ini terjadi di dalam membran dalam mitokondria. Dalam reaksi ini elektron ditransfer dalam serangkaian reaksi redoks dan dibantu oleh enzim sitokrom, quinon, piridoksin, dan flavoprotein. Reaksi transfer elektron ini nantinya akan menghasilkan H2O.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-3836736376768957625?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/3836736376768957625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/respirasi_4771.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3836736376768957625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3836736376768957625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/respirasi_4771.html' title='RESPIRASI'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4779003188229166210</id><published>2010-03-30T12:00:00.001-07:00</published><updated>2010-03-30T12:00:47.945-07:00</updated><title type='text'>RESPIRASI</title><content type='html'>Respirasi adalah suatu proses pengambilan O2 untuk memecah senyawa-senyawa organik menjadi CO2, H2O dan energi. Namun demikian respirasi pada hakikatnya adalah reaksi redoks, dimana substrat  dioksidasi menjadi CO2 sedangkan O2 yang  diserap sebagai oksidator mengalami reduksi menjadi H2O. Yang disebut substrat respirasi adalah setiap senyawa organik yang dioksidasikan dalam respirasi, atau senyawa-senyawa yang terdapat dalam sel tumbuhan yang secara relatif banyak jumlahnya dan biasanya direspirasikan menjadi CO2 dan air. Sedangkan metabolit respirasi adalah intermediat-intermediat yang terbentuk dalam reaksi-reaksi respirasi.&lt;br /&gt;Karbohidrat merupakan substrat respirasi utama yang terdapat dalam sel tumbuhan tinggi. Terdapat beberapa substrat respirasi yang penting lainnya diantaranya adalah beberapa jenis gula seperti glukosa, fruktosa, dan sukrosa; pati; asam organik; dan protein (digunakan pada keadaan &amp; spesies tertentu).&lt;br /&gt;Secara umum, respirasi karbohidrat dapat dituliskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;C6H12O6 + O2 6CO2 + H2O + energi&lt;br /&gt;Reaksi di atas merupakan persamaan rangkuman dari reaksi-reaksi yang terjadi dalam proses respirasi. Reaksi tersebut terlihat sangat sederhana, terlihat seakan respirasi merupakan reaksi tunggal, sehingga mungkin dapat agak menyesatkan karena respirasi yang sebenarnya bukanlah reaksi tunggal. Respirasi merupakan rangkaian dari banyak reaksi komponen, yang masing-masingnya dikatalisis oleh enzim yang berbeda.&lt;br /&gt;Respirasi dapat digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan ketersediaan O2 di udara, yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Respirasi aerob merupakan proses respirasi yang membutuhkan O2, sebaliknya respirasi anaerob merupakan proses repirasi yang berlangsung tanpa membutuhkan O2. Respirasi anaerob sering disebut juga dengan nama fermentasi. Perbedaan antara keduanya akan terlihat pada proses tahapan reaksi dalam respirasi.&lt;br /&gt;Respirasi banyak memberikan manfaat bagi tumbuhan. Manfaat tersebut terlihat dalam proses respirasi dimana terjadi proses pemecahan senyawa organik, dari proses pemecahan tersebut maka dihasilkanlah senyawa-senyawa antara yang penting sebagai ”Building Block”. Building Block merupakan senyawa-senyawa yang penting sebagai pembentuk tubuh. Senyawa-senyawa tersebut meliputi asam amino untuk protein; nukleotida untuk asam nukleat; dan prazat karbon untuk pigmen profirin (seperti klorofil dan sitokrom), lemak, sterol, karotenoid, pigmen flavonoid seperti antosianin, dan senyawa aromatik tertentu lainnya, seperti lignin.&lt;br /&gt;Telah diketahui bahwa hasil akhir dari respirasi adalah CO2 dan H2O, hal ini terjadi bila substrat secara sempurna dioksidasi, namun bila berbagai senyawa di atas terbentuk, substrat awal respirasi tidak keseluruhannya diubah menjadi CO2 dan H2O. Hanya beberapa substrat respirasi yang dioksidasi seluruhnya menjadi CO2 dan H2O, sedangkan sisanya digunakan dalam proses anabolik, terutama di dalam sel yang sedang tumbuh. Sedangkan energi yang ditangkap dari proses oksidasi sempurna beberapa senyawa dalam proses respirasi dapat digunakan untuk mensintesis molekul lain yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.&lt;br /&gt;Laju respirasi dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:&lt;br /&gt;Ketersediaan substrat. Tersedianya substrat pada tanaman merupakan hal yang penting dalam melakukan respirasi. Tumbuhan dengan kandungan substrat yang rendah akan melakukan respirasi dengan laju yang rendah pula. Demikian sebliknya bila substrat yang tersedia cukup banyak maka laju respirasi akan meningkat.&lt;br /&gt;Ketersediaan Oksigen. Ketersediaan oksigen akan mempengaruhi laju respirasi, namun besarnya pengaruh tersebut berbeda bagi masing-masing spesies dan bahkan berbeda antara organ pada tumbuhan yang sama. Fluktuasi normal kandungan oksigen di udara tidak banyak mempengaruhi laju respirasi, karena jumlah oksigen yang dibutuhkan tumbuhan untuk berrespirasi jauh lebih rendah dari oksigen yang tersedia di udara.&lt;br /&gt;Suhu. Pengaruh faktor suhu bagi laju respirasi tumbuhan sangat terkait dengan faktor Q10, dimana umumnya laju reaksi respirasi akan meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 10oC, namun hal ini tergantung pada masing-masing spesies.&lt;br /&gt;Tipe dan umur tumbuhan. Masing-masing spesies tumbuhan memiliki perbedaan metabolsme, dengan demikian kebutuhan tumbuhan untuk berespirasi akan berbeda pada masing-masing spesies. Tumbuhan muda menunjukkan laju respirasi yang lebih tinggi dibanding tumbuhan yang tua. Demikian pula pada organ tumbuhan yang sedang dalam masa pertumbuhan.&lt;br /&gt;Proses r1espirasi diawali dengan adanya penangkapan O2 dari lingkungan. Proses transport gas-gas dalam tumbuhan secara keseluruhan berlangsung secara difusi. Oksigen yang digunakan dalam respirasi masuk ke dalam setiap sel tumbuhan dengan jalan difusi melalui ruang antar sel, dinding sel, sitoplasma dan membran sel. Demikian juga halnya dengan CO2 yang dihasilkan respirasi akan berdifusi ke luar sel dan masuk ke dalam ruang antar sel. Hal ini karena membran plasma dan protoplasma sel tumbuhan sangat permeabel bagi kedua gas tersebut.&lt;br /&gt;Setelah mengambil O2 dari udara, O2 kemudian digunakan dalam proses respirasi dengan beberapa tahapan, diantaranya yaitu glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus asam sitrat, dan transpor elektron. Tahapan yang pertama adalah glikolisis, yaitu tahapan pengubahan glukosa menjadi dua molekul asam piruvat (beratom C3), peristiwa ini berlangsung di sitosol. As. Piruvat yang dihasilkan selanjutnya akan diproses dalam tahap dekarboksilasi oksidatif. Selain itu glikolisis juga menghasilkan 2 molekul ATP sebagai energi, dan 2 molekul NADH yang akan digunakan dalam tahap transport elektron.&lt;br /&gt;Dalam keadaan anaerob, As. Piruvat hasil glikoisis akan diubah menjadi karbondioksida dan etil alkohol. Proses pengubahan ini dikatalisis oleh enzim dalam sitoplasma. Dalam respirasi anaerob jumlah ATP yang dihasilkan hanya dua molekul untuk setiap satu molekul glukosa, hasil ini berbeda jauh dengan ATP yang dihasilkan dari hasil keseluruhan respirasi aerob yaitu 36 ATP.&lt;br /&gt;Tahapan kedua dari respirasi adalah dekarboksilasi oksidatif, yaitu pengubahan asam piruvat (beratom C3) menjadi Asetil KoA (beratom C2) dengan melepaskan CO2, peristiwa ini berlangsung di sitosol. Asetil KoA yang dihasilkan akan diproses dalam siklus asam sitrat. Hasil lainnya yaitu NADH yang akan digunakan dalam transpor elektron.&lt;br /&gt;Tahapan selanjutnya adalah siklus asam sitrat (daur krebs) yang terjadi di dalam matriks dan membran dalam mitokondria, yaitu tahapan pengolahan asetil KoA dengan senyawa asam sitrat sebagai senyawa yang pertama kali terbentuk. Beberapa senyawa dihasilkan dalam tahapan ini, diantaranya adalah satu molekul ATP sebagai energi, satu molekul FADH dan tiga molekul NADH yang akan digunakan dalam transfer elektron, serta dua molekul CO2.&lt;br /&gt;Tahapan terakhir adalah transfer elektron, yaitu serangkaian reaksi yang melibatkan sistem karier elektron (pembawa elektron). Proses ini terjadi di dalam membran dalam mitokondria. Dalam reaksi ini elektron ditransfer dalam serangkaian reaksi redoks dan dibantu oleh enzim sitokrom, quinon, piridoksin, dan flavoprotein. Reaksi transfer elektron ini nantinya akan menghasilkan H2O.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4779003188229166210?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4779003188229166210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/respirasi_30.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4779003188229166210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4779003188229166210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/respirasi_30.html' title='RESPIRASI'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-9218763469877089080</id><published>2010-03-30T11:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T12:00:08.821-07:00</updated><title type='text'>Sistem Respirasi Pada Hewan</title><content type='html'>Alat respirasi adalah alat atau bagian tubuh tempat 02 dapat berdifusi masuk dan sebaliknya C02 dapat berdifusi keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea, dan paruparu buku, bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke dalam tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan coelenterata. Pada ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Berbagai macam alat respirasi pada hewan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Alat Respirasi pada Serangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksoskeleton) yang disebut spirakel. Spirakel berbentuk pembuluh silindris yang berlapis zat kitin, dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel&lt;br /&gt;men punyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga beristirahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Trakea pada serangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oksigen dari luar masuk lewat spirakel. Kemudian udara dari spirakel menuju pembuluh-pembuluh trakea dan selanjutnya pembuluh trakea bercabang lagi menjadi cabang halus yang disebut trakeolus sehingga dapat mencapai seluruh jaringan dan alat tubuh bagian dalam. Trakeolus tidak berlapis kitin, berisi cairan, dan dibentuk oleh sel yang disebut trakeoblas. Pertukaran gas terjadi antara trakeolus dengan sel-sel tubuh. Trakeolus ini mempunyai fungsi yang sama dengan kapiler pada sistem pengangkutan (transportasi) pada vertebrata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pernapasan pada serangga, misalnya belalang, adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika otot perut belalang berkontraksi maka trakea mexrupih sehingga udara kaya COZ keluar. Sebaliknya, jika otot perut belalang berelaksasi maka trakea kembali pada volume semula sehingga tekanan udara menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan di luar sebagai akibatnya udara di luar yang kaya 02 masuk ke trakea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem trakea berfungsi mengangkut OZ dan mengedarkannya ke seluruh tubuh, dan sebaliknya mengangkut C02 basil respirasi untuk dikeluarkan dari tubuh. Dengan demikian, darah pada serangga hanya berfungsi mengangkut sari makanan dan bukan untuk mengangkut gas pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bagian ujung trakeolus terdapat cairan sehingga udara mudah berdifusi ke jaringan. Pada serangga air seperti jentik nyamuk udara diperoleh dengan menjulurkan tabung pernapasan ke perxnukaan air untuk mengambil udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serangga air tertentu mempunyai gelembung udara sehingga dapat menyelam di air dalam waktu lama. Misalnya, kepik Notonecta sp. mempunyai gelembung udara di organ yang menyerupai rambut pada permukaan ventral. Selama menyelam, O2 dalam gelembung dipindahkan melalui sistem trakea ke sel-sel pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, ada pula serangga yang mempunyai insang trakea yang berfungsi menyerap udara dari air, atau pengambilan udara melalui cabang-cabang halus serupa insang. Selanjutnya dari cabang halus ini oksigen diedarkan melalui pembuluh trakea.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Alat Pernapasan pada Kalajengking dan Laba-laba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalajengking dan laba-laba besar (Arachnida) yang hidup di darat memiliki alat pernapasan berupa paru-paru buku, sedangkan jika hidup di air bernapas dengan insang buku.&lt;br /&gt;Paru-paru buku memiliki gulungan yang berasal dari invaginasi perut. Masing-masing paru-paru buku ini memiliki lembaran-lembaran tipis (lamela) yang tersusun berjajar. Paruparu buku ini juga memiliki spirakel tempat masuknya oksigen dari luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi secara teratur.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Irisan melintanK paru-paru buku&lt;br /&gt;pada laba-laba&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik insang buku maupun paru-paru buku keduanya mempunyai fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada vertebrata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Alat Pernapasan pada Ikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dare insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati ditutupi oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat pula berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan, alat pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai labirin yang merupakan perluasan ke atas dari insang dan membentuk lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur. Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan 02 sehingga ikan tahan pada kondisi yang kekurangan 02. Contoh ikan yang mempunyai labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan 02, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang terletak di dekat punggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pernapasan pada ikan melalui 2 tahap, yakni inspirasi dan ekspirasi. Pada fase inspirasi, 02 dari air masuk ke dalam insang kemudian 02 diikat oleh kapiler darah untuk dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan. Sebaliknya pada fase ekspirasi, C02 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang diekskresikan keluar tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dimiliki oleh ikan, insang juga dimiliki oleh katak pada fase berudu, yaitu insang luar. Hewan yang memiliki insang luar sepanjang hidupnya adalah salamander.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Alat Pernapasan pada Katak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit, dan paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara di tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring, Iubang hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis. Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula dengan kulit, ini dimungkinkan karma kulitnya selalu dalam keadaan basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di bawa ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat arteri kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian pertukaran oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bernapas dengan selaput rongga mulut dan kulit, katak bernapas juga dengan paruparu walaupun paru-parunya belum sebaik paru-paru mamalia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katak mempunyai sepasang paru-paru yang berbentuk gelembung tempat bermuaranya kapiler darah. Permukaan paru-paru diperbesar oleh adanya bentuk- bentuk seperti kantung sehingga gas pernapasan dapat berdifusi. Paru-paru dengan rongga mulut dihubungkan oleh bronkus yang pendek.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. alat pernafasan katak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Mekanisme pernafasan katak&lt;br /&gt; Dalam paru-paru terjadi mekanisme inspirasi dan ekspirasi yang keduanya terjadi saat mulut tertutup. Fase inspirasi adalah saat udara (kaya oksigen) yang masuk lewat selaput rongga mulut dan kulit berdifusi pada gelembung-gelembung di paru-paru. Mekanisme inspirasi adalah sebagai berikut. Otot Sternohioideus berkonstraksi sehingga rongga mulut membesar, akibatnya oksigen masuk melalui koane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu koane menutup dan otot rahang bawah dan otot geniohioideus berkontraksi sehingga rongga mulut mengecil. Mengecilnya rongga mulut mendorong oksigen masuk ke paru-paru lewat celah-celah. Dalam paru-paru terjadi pertukaran gas, oksigen diikat oleh darah yang berada dalam kapiler dinding paru-paru dan sebaliknya, karbon dioksida dilepaskan ke lingkungan. Mekanisme ekspirasi adalah sebagai berikut. Otot-otot perut dan sternohioideus berkontraksi sehingga udara dalam paru-paru tertekan keluar dan masuk ke dalam rongga mulut. Celah tekak menutup dan sebaliknya koane membuka. Bersamaan dengan itu, otot rahang bawah berkontraksi yang juga diikuti dengan berkontraksinya geniohioideus sehingga rongga mulut mengecil. Dengan mengecilnya rongga mulut maka udara yang kaya karbon dioksida keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Alat Pernapasan pada Reptilia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh tulang rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan beberapa belahanbelahan yang membuat paru-parunya bertekstur seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan hewan tersebut melayang di udara.&lt;br /&gt;6. Alat Pernapasan pada Burung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang terdapat pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin, dan bagian akhir trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink yang pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian ventral) dan dorsobronkus ( di bagian dorsal). Ventrobronkus dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100 atau lebih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Di parabronkus bermuara banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain paru-paru, burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan berselaput tipis. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas pernapasan; pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya pundi-pundi hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. Pundi-pundi hawa terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada bagian depan (toraks anterior), antara tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong udara abdominal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masuknya udara yang kaya oksigen ke paru-paru (inspirasi) disebabkan adanya kontraksi otot antartulang rusuk (interkostal) sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada bergerak ke bawah. Atau dengan kata lain, burung mengisap udara dengan cara memperbesar rongga dadanya sehingga tekanan udara di dalam rongga dada menjadi kecil yang mengakibatkan masuknya udara luar. Udara luar yang masuk sebagian kecil tinggal di paru-paru dan sebagian besar akan diteruskan ke pundi- pundi hawa sebagai cadangan udara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udara pada pundi-pundi hawa dimanfaatkan hanya pada saat udara (OZ) di paruparu berkurang, yakni saat burung sedang mengepakkan sayapnya. Saat sayap mengepak atau diangkat ke atas maka kantung hawa di tulang korakoid terjepit sehingga oksigen pada tempat itu masuk ke paru-paru. Sebaliknya, ekspirasi terjadi apabila otot interkostal relaksasi maka tulang rusuk dan tulang dada kembali ke posisi semula, sehingga rongga dada mengecil dan tekanan menjadi lebih besar dari tekanan di udara luar akibatnya udara dari paru-paru yang kaya karbon dioksida keluar. Bersamaan dengan mengecilnya rongga dada, udara dari kantung hawa masuk ke paru-paru dan terjadi pelepasan oksigen dalam pembuluh kapiler di paru-paru. Jadi, pelepasan oksigen di paru-paru dapat terjadi pada saat ekspirasi maupun inspirasi.&lt;br /&gt;Bagan pernapasan pada burung di saat hinggap adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung mengisap udara Þ udara mengalir lewat bronkus ke pundi-pundi hawa bagian belakang Þ bersamaan dengan itu udara yang sudah ada di paru-paru mengalir ke pundipundi hawa Þ udara di pundi-pundi belakang mengalir ke paru-paru Þ udara menuju pundipundi hawa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecepatan respirasi pada berbagai hewan berbeda bergantung dari berbagai hal, antara lain, aktifitas, kesehatan, dan bobot tubuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-9218763469877089080?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/9218763469877089080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/sistem-respirasi-pada-hewan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/9218763469877089080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/9218763469877089080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/sistem-respirasi-pada-hewan.html' title='Sistem Respirasi Pada Hewan'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-7049715925362842265</id><published>2010-03-30T11:58:00.000-07:00</published><updated>2010-03-30T11:59:25.378-07:00</updated><title type='text'>Respirasi</title><content type='html'>Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya:&lt;br /&gt;C6H,206 + 6 02 ———————————&gt; 6 H2O + 6 CO2 + Energi&lt;br /&gt;(gluLosa)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi, melalui tiga tahap :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glikolisis.&lt;br /&gt;2. Daur Krebs.&lt;br /&gt;3. Transpor elektron respirasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glikolids:&lt;br /&gt;Peristiwa perubahan :&lt;br /&gt;Glukosa Þ Glulosa - 6 - fosfat Þ Fruktosa 1,6 difosfat Þ&lt;br /&gt;3 fosfogliseral dehid (PGAL) / Triosa fosfat Þ Asam piravat.&lt;br /&gt;Jadi hasil dari glikolisis :&lt;br /&gt;1.1. 2 molekul asam piravat.&lt;br /&gt;1.2. 2 molekul NADH yang berfungsi sebagai sumber elektron berenergi&lt;br /&gt;tinggi.&lt;br /&gt;1.3. 2 molekul ATP untuk setiap molekul glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Daur Krebs (daur trikarbekdlat):&lt;br /&gt;Daur Krebs (daur trikarboksilat) atau daur asam sitrat merupakan pembongkaran asam piravat secara aerob menjadi CO2 dan H2O serta energi kimia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gbr. Bagan reaksi pada siklus Krebs&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Rantai Transportasi Elektron Respiratori:&lt;br /&gt;Dari daur Krebs akan keluar elektron dan ion H+ yang dibawa sebagai NADH2 (NADH + H+ + 1 elektron) dan FADH2, sehingga di dalam mitokondria (dengan adanya siklus Krebs yang dilanjutkan dengan oksidasi melalui sistem pengangkutan elektron) akan terbentuk air, sebagai hasil sampingan respirasi selain CO2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk sampingan respirasi tersebut pada akhirnya dibuang ke luar tubuh melalui stomata pada tumbuhan dan melalui paru-paru pada peristiwa pernafasan hewan tingkat tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga proses respirasi yang penting tersebut dapat diringkas sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROSES AKSEPTOR ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Glikolisis:&lt;br /&gt;Glukosa ——&gt; 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP&lt;br /&gt;2. Siklus Krebs:&lt;br /&gt;2 asetil piruvat ——&gt; 2 asetil KoA + 2 C02 2 NADH 2 ATP&lt;br /&gt;2 asetil KoA ——&gt; 4 CO2 6 NADH 2 PADH2&lt;br /&gt;3. Rantai trsnspor elektron respirator:&lt;br /&gt;10 NADH + 502 ——&gt; 10 NAD+ + 10 H20 30 ATP&lt;br /&gt;2 FADH2 + O2 ——&gt; 2 PAD + 2 H20 4 ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total 38 ATP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan :&lt;br /&gt;Pembongkaran 1 mol glukosa (C6H1206) + O2 ——&gt; 6 H20 + 6 CO2 menghasilkan energi sebanyak 38 ATP.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-7049715925362842265?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/7049715925362842265/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/respirasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/7049715925362842265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/7049715925362842265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/respirasi.html' title='Respirasi'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-9206293304246225507</id><published>2010-03-29T19:01:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T19:01:33.991-07:00</updated><title type='text'>Indera Peraba (Kulit )</title><content type='html'>Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan, panas, dingin, sakit, dan tekanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Susunan Kulit&lt;br /&gt;struktur-kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;struktur-kulit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam atau lapisan dermis. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel. Dari bagian dalam ke bagian luar, pertama adalah stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya. Kedua, yaitu di sebelah luar lapisan germinativum terdapat stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan. Lapisan ketiga merupakan lapisan yang transparan disebut stratum lusidum dan lapisan keempat (lapisan terluar) adalah lapisan tanduk disebut stratum korneum.&lt;br /&gt;Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang.&lt;br /&gt;Stratum germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fungsi Kulit&lt;br /&gt;Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang; sebagai alat peraba dengan dilengkapi bermacam reseptor yang peka terhadap berbagai rangsangan; sebagai alat ekskresi; serta pengatur suhu tubuh.&lt;br /&gt;Sehubungan dengan fungsinya sebagai alat peraba, kulit dilengkapi dengan reseptor reseptor khusus. Reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-9206293304246225507?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/9206293304246225507/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/indera-peraba-kulit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/9206293304246225507'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/9206293304246225507'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/indera-peraba-kulit.html' title='Indera Peraba (Kulit )'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-2974693197739625074</id><published>2010-03-29T18:59:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T19:00:31.111-07:00</updated><title type='text'>Kulit, Strukturnya serta Hal-hal Yang Berkaitan dengan Perawatannya</title><content type='html'>Kulit adalah lapisan terluar dari tubuh manusia, yang sebagian besar ditumbuhi rambut, baik rambut halus maupun rambut kasar dan panjang, yang membungkus seluruh permukaan tubuh manusia. Secara anatomi fungsi kulit melindungi tubuh terhadap benda asing, misalnya bakteri dan benturan fisik, juga berfungsi menghindari penguapan yang berlebihan.&lt;br /&gt;Penuaan kulit merupakan proses kemunduran dari struktur dan fungsi seluruh sistem di dalam tubuh, termasuk sistem pada kulit. Mulai berhentinya proses pertumbuhan dan dimulainya proses penuaan pada kulit seseorang bukan merupakan dua fenomena yang terpisah melainkan saling berkaitan satu dengan yang lainnya. Semakin meningkat usia, kemampuan alamiah kulit akan semakin menurun pula dalam proses pertumbuhannya, terutama pada usia setelah remaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur Kulit&lt;br /&gt;Kulit adalah suatu struktur jaringan diperlengkapi dengan pembungkus yang kedap air (waterproof) dan melindungi tubuh, mengandung ujung-ujung saraf sensible (perasa) dan membentuk pengaturan suhu. Didalam lapisan kulit yang lebih dalam terdapat banyak vaskularisasi dan ujung-ujung saraf sensible sehingga bila terjadi penekanan setempat dalam waktu lama maka sirkulasi akan mengalami gangguan.&lt;br /&gt;Kulit terdiri dari beberapa lapisan, dari yang paling luar sampai yang paling dalam, dan kulit tubuh dari satu bagian tubuh dengan bagian yang lain sangat berbeda. Kulit di daerah wajah dan leher jauh berbeda dengan ketebalan kulit di daerah telapak tangan dan kaki. Kulit menerima stimulus sakit, perabaan dan perubahan temperatur.&lt;br /&gt;Kelenjar Sebacea yang berada di dalam dermis, sel-sel yang ada dalam kelenjar ini akan bergabung menimbun butir-butir lemak dan akan dikeluarkan sebagai sebum (= sekret kelenjar Sebacea, berupa zat kental setengah cair yg terdiri dari lemak dan debris epitel) dan akan masuk kedalam folikel rambut, mengalir mengikuti rambut menuju permukaan kulit.&lt;br /&gt;Sekresi ini mengandung lemak, protein, garam dan air. Sebum ini dapat berfungsi dalam cuaca dingin mempertahankan suhu badan dengan cara menghalangi penguapan. Kelenjar ini terdapat banyak di kepala dan wajah dan bentuk yang agak besar terdapat di sekitar lubang hidung, mulut dan telinga luar.&lt;br /&gt;Kelenjar keringat (sudorifera) terdapat di dalam subkutis membentuk saluran keluar yang cukup panjang dan bermuara pada suatu lubang kecil pada permukaan kulit, terutama terdapat pada telapak kaki dan tangan, memberi stimulis untuk berkeringat pada suhu tinggi dan saat emosi meningkat. Berkeringat karena emosi bisa tampak pada dahi, ketiak, telapak kaki dan tangan.&lt;br /&gt;Perubahan kulit meliputi: perubahan morfologi pada kulit menua, biasanya menggambarkan kombinasi gambaran klinis perubahan kronologik (alamiah) dan proses photo aging. Perubahan kronologik: terjadi penipisan kulit, kulit menjadi kering, garis-garis normal kulit terlihat lebih dalam, terdapat kekendoran, hilangnya elastisitas kulit, dapat timbul lesi kulit.&lt;br /&gt;Akibat photo aging: kulit menebal, kering, lebih kasar, kerutan kulit lebih dalam, warna kulit kekuningan, timbul telaengktasi, timbul bercak-bercak pigmentasi, dapat timbul keadaan-keadaan kulit seperti karsinoma sel skuamosa, karsinoma sel basal dll.&lt;br /&gt;Proses penuaan kulit: ada dua teori yaitu 1) akibat genetik yang menurun dan 2) akibat dari kerusakan lingkungan. Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap proses penuaan kulit antara lain:&lt;br /&gt;Genetik: dimana kondisi kulit pada orang-orang tertentu mempunyai kecenderungan untuk mengalami penuaan lebih awal, seperti kerut dan uban; Hormonal: sangat berperan terhadap perkembangan kelenjar-kelenjar kulit dan folikel rambut, sehingga adanya perubahan hormonal akan mengganggu fungsi organ-organ dalam kulit; Psikis: timbulnya stress psikis yang terus menerus dapat menyebabkan kulit nampak cepat tua; Sinar matahari: paparan sinar matahari dapat menimbulkan berbagai derajat kerusakan pada kulit dan akhirnya dapat menyebabkan terjadinya penuaan pada kulit.&lt;br /&gt;Derajat kerusakan tergantung dari lamanya paparan serta dosis penyinaran yang diterima; Penyakit: beberapa penyakit tertentu dapat mempercepat timbulnya penuaan kulit, antara lain: diabetes mellitus, arteriosklerosis, penyakit auto imun dll; Pengaruh alkohol dan rokok: yang menyebabkan gangguan peredaran darah sehingga nutrisi kulit terganggu dan berakibat terganggunya pembentukan sel-sel kulit yang baru; Pengaruh lingkungan: salah satu faktor yang terpenting yaitu paparan yang lama terhadap sinar matahari.&lt;br /&gt;Hal ini menjelaskan mengapa proses penuaan lebih jelas pada bagian badan yang terbuka. Paparan sinar matahari kronik selama beberapa tahun akan menimbulkan kerusakan kulit yang lebih berat dari penuaan kulit secara kronologik (alamiah) dalam jangka waktu yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus Diperhatikan&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diperhatikan untuk kesehatan kulit:&lt;br /&gt;peranan gizi yang sangat penting bagi kulit, termasuk pula pertumbuhan rambut oleh karena jumlah zat makanan yang kita makan harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing, dengan melaksanakan menu yang baik dan seimbang sehingga kulit senantiasa selalu bersinar dan cerah;&lt;br /&gt;Hindari stres/ ketegangan yang dapat mempercepat penuaan dini pada kulit. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan perawatan secara tepat, meliputi: pembersihan secara teratur, pemakaian pelindung matahari, pelembab yang sesuai dengan jenis kulit;&lt;br /&gt;Perawatan kesehatan kulit yang memerlukan tindakan medis seperti: mengatasi/mengurangi dan merehabilitasi kerusakan (kecacatan) akibat jerawat atau penyakit kulit yang dapat mengganggu penampilan kulit; mengenal penyakit kulit secara dini, baik itu didapat akibat pengaruh kosmetik atau lingkungan ataupun yang didapat secara alamiah dari tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Chadijah Rifai L, SpKK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin RS. Mediros&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-2974693197739625074?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/2974693197739625074/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/kulit-strukturnya-serta-hal-hal-yang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2974693197739625074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2974693197739625074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/kulit-strukturnya-serta-hal-hal-yang.html' title='Kulit, Strukturnya serta Hal-hal Yang Berkaitan dengan Perawatannya'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4170458366676316828</id><published>2010-03-29T18:58:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T18:58:48.146-07:00</updated><title type='text'>Fungsi Kulit Manusia</title><content type='html'>* Menjaga tubuh dari pengaruh lingkungan luar termasuk komponen alergen&lt;br /&gt;    * Kulit bersifat fleksibel dan elastis sehingga hewan dapat bebas bergerak.&lt;br /&gt;    * Kulit memproduksi rambut/bulu, kumis dan kutu&lt;br /&gt;    * Kulit dapat mengatur suhu tubuh melalui rambut, vaskularisasi dan keringat.&lt;br /&gt;    * kulit adalah organ sensoris yang membuat hewan dapat merasakan panas, dingin dan sakit.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4170458366676316828?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4170458366676316828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/fungsi-kulit-manusia_29.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4170458366676316828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4170458366676316828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/fungsi-kulit-manusia_29.html' title='Fungsi Kulit Manusia'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-8171085699819919869</id><published>2010-03-29T18:57:00.001-07:00</published><updated>2010-03-29T18:57:56.551-07:00</updated><title type='text'>Pengetahuan Tentang Kulit</title><content type='html'>Gangguan-gangguan yang terjadi di dalam tubuh, seperti lever, jantung, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh akan tampak pada kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama dari kulit adalah sebagai pelindung tubuh atau protektor. Kulit merupakan benteng pertahanan pertama dari berbagai ancaman yang datang dari luar, seperti bakteri. Sel-sel langerhans yang terdapat dalam lapisan kulit epidermis kulit merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh. Kulit juga berfungsi sebagai sekresi. Minyak yang dihasilkan kelenjar minyak dikeluarkan melalui kulit. Kandungan urea hasil metabolisme tubuh sebagian dikeluarkan melalui kulit (yaitu dengan berkeringat). Fungsi sekresi ini berkaitan dengan fungsi kulit lainnya sebagai thermoregulator atau pengatur suhu tubuh, Dalam kulit juga terdapat syaraf-syaraf yang jika terstimulasi akan diteruskan ke otak sehingga dapat memberikan sensasi panas, dingin, tekanan, getaran, rasa sakit. Kulit juga berfungsi sebagai tempat penyimpanan air dan lemak, sekaligus mensintesa vitamin D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena beberapa faktor seperti penyakit kronis, makanan yang tidak sehat, paparan sinar matahari, polusi, asap rokok, kosmetika yang tidak tepat, akan membuat kesehatan kulit menjadi terganggu. Kulit akan menjadi kering, tipis, muncul kerutan halus, flek, dan pigmentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulit memiliki tiga lapisan, yaitu epidermis, dermis, dan subkuntan. Epidermis merupakan lapisan paling luar dan berfungsi sebagai lapisan proteksi. Lapisan ini masih terbagi menjadi 5 bagian. Lapisan ini selalu tergantikan. Lapisan atas akan mati dan lepas. Waktu yang diperlukan untuk regenerasi dari lapisan bawah menuju lapisan yang paling atas (stratum corneum / kulit ari) sekitar 3 hingga 4 minggu. Pada beberapa penyakit, seperti psoriasis, regenerasi kulit berlangsung sangat cepat sehingga lapisan kulit cepat menebal. Pada lapisan epidermis, kadar protein lebih banyak dibanding dermis atau subkutan. Kulit mengandung protein, lemak, karbohidrat, dan unsur-unsur mineral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah lapisan epidermis, terdapat lapisan dermis. Terdapat serabut syaraf dan pembuluh darah di dalamnya. Lapisan ini merupakan jaringan pendukung kolagen dan serat elastin yang memberi kekenyalan pada kulit. Dermis juga berfungsi sebagai penyedia makanan epidermis. Yang paling dalam adalah lapisan lemak subkutan, yang berfungsi agar kulit tampil lebih lembut.&lt;br /&gt;__________________&lt;br /&gt;Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup merupakan langkah awal seorang bijak&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-8171085699819919869?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/8171085699819919869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/pengetahuan-tentang-kulit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8171085699819919869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8171085699819919869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/pengetahuan-tentang-kulit.html' title='Pengetahuan Tentang Kulit'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-8069254481461891511</id><published>2010-03-29T18:56:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T18:57:20.964-07:00</updated><title type='text'>Fungsi Kulit Manusia</title><content type='html'>Fungsi kulit manusia, yaitu:&lt;br /&gt;1. Fungsi proteksi&lt;br /&gt;Melindungi bagian dalam tubuh terhadap gangguan fisik maupun mekanik, misalnya tekanan, gesekan, tarikan, gangguan kimiawi, seperti zat-zat kimia iritan (lisol, karbol, asam atau basa kuat lainnya), gangguan panas atau dingin, gangguan sinar radiasi atau sinar ultraviolet, gangguan kuman, jamur, bakteri atau virus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fungsi Absorpsi&lt;br /&gt;Kemampuan absorpsi kulit dipengaruhi oleh tebal, tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban udara, metabolisme dan jenis vehikulum zat yang menempel di kulit. Penyerapan dapat melalui celah antar sel, saluran kelenjar atau saluran keluar rambut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fungsi Ekskresi&lt;br /&gt;Kelenjar-kelenjar pada kulit mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna atau sisa metabolisme dalam tubuh. Produk kelenjar lemak dan keringat di permukaan kulit membentuk keasaman kulit pada pH 5 – 6,5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Fungsi Pengindra (Sensori)&lt;br /&gt;Kulit mengandung ujung-ujung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Saraf-saraf sensorik tersebut lebih banyak jumlahnya di daerah erotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Fungsi Pengaturan Suhu Tubuh&lt;br /&gt;Kulit melakukan peran ini dengan mengeluarkan keringat dan otot dinding pembuluh darah kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Fungsi pembentukan Pigmen&lt;br /&gt;Sel pembentuk pigmen kulit (melanosit) terletak di lapisan basal epidermis. Jumlah melanosit serta jumlah dan besarnya melanin yang terbentuk menetukan warna kulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Fungsi Keratinasi&lt;br /&gt;Proses keratinasi sel dari sel basal sampai sel tanduk berlangsung selama 14 – 21 hari. Proses ini dilakukan agar kulit dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Pada beberapa macam penyakit kulit proses ini terganggu, sehingga kulit akan terlihat bersisik, tebal, kasar dan kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Fungsi Produksi Vitamin D&lt;br /&gt;Kulit juga dapat membuat vitamin D dari bahan baku 7-dihidroksi kolesterol dengan bantuan sinar matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Fungsi Ekspresi Emosi&lt;br /&gt;Hasil gabungan fungsi yang telah disebut di atas menyebabkan kulit mampu berfungsi sebagai alat untuk menyatakan emosi yang terdapat dalam jiwa manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, jagalah kesehatan kulit anda.&lt;br /&gt;Salam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-8069254481461891511?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/8069254481461891511/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/fungsi-kulit-manusia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8069254481461891511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8069254481461891511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/fungsi-kulit-manusia.html' title='Fungsi Kulit Manusia'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-3950763434561232502</id><published>2010-03-29T18:54:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T18:55:53.134-07:00</updated><title type='text'>THERMOREGULASI (Pengaturan Suhu Tubuh)</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami konsep pengaturan suhu tubuh penting karena sangat berguna dalam hal penellitian atau persoalan di klinik seperti :&lt;br /&gt;1. Persoalan demam pada penyakit-penyakit&lt;br /&gt;2. Persoalan pemberian hypothermic pada kasus pembedahan (bedah jantung)&lt;br /&gt;3. Terapi pada kasus yang disebabkan panas berlebihan (Heat stroke) atau pada kasus kedinginan yang ekstrem&lt;br /&gt;4. Masalah-masalah militer (latihan dilapangan panas terbuka), ruang angkasa, atau ditempat -tempat yang memungkinkan mempunyai panas yang ekstrem&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dan binatang menyusui mempunyai kemampuan untuk memelihara suhu tubuh relative konstan dan berlawanan dengan suhu lingkungan. Kepentingan dipertahankan suhu tubuh pada manusia adalah berhubungan dengan reaksi kimia didalam tubuh kita. Mis kenaikan suhu 10 derajat Celcius bisa mempercepat proses biologis 2 - 3 kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu inti (core temperature) manusia berfluktuasi + 1 derajat Celcius dalam kegiatan sehari-hari. Misalnya paling rendah adalah pada waktu pagi hari (jam 4 - 6 subuh) dan mencapai puncaknya pada sore hari (jam 2 - 3 sore).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PRINSIP PENGATURAN SUHU TUBUH&lt;br /&gt;Konsep Core temperature yaitu dianggap merupakan dua bagian dalam soal pengaturan suhu yaitu :&lt;br /&gt;Bagian dalam inti suhu tubuh, yang benar- benar mempunyai suhu rata-rata 37 derajat Celcius, yaitu diukur pada daerah (mulut, otot, membrane tympani, vagina, esophagus.(Tr)&lt;br /&gt;Bagian luar adalah temperature kulit + 1/3 massa tubuh yaitu penukaran kulit sampai + 2 cm kedalam.(Ts)&lt;br /&gt;Dari dua bagian tersebut dapat disimpulkan bahwa temperature suhu tubuh rata-rata (tmb : Temperatur Mean Body) dengan rumus ;&lt;br /&gt;TMB = 0,33 Ts + 0.67 Tr&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organ Pengatur Suhu Tubuh&lt;br /&gt;Pusat pengatur panas dalam tubuh adalah Hypothalamus, Hipothalamus ini dikenal sebagai thermostat yang berada dibawah otak.&lt;br /&gt;Hipothalamus anterior berfungsi mengatur pembuangan panas&lt;br /&gt;Hipothalamus posterior berfungsi mengatur upaya penyimpanan panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme pengaturan suhu&lt;br /&gt;Kulit –&gt; Reseptor ferifer –&gt; hipotalamus (posterior dan anterior) –&gt; Preoptika hypotalamus –&gt; Nervus eferent –&gt; kehilangan/pembentukan panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUMBER PANAS&lt;br /&gt;1. Metabolisme&lt;br /&gt;Kegiatan metabolisme tubuh adalah sumber utama dan pembentukan/pemberian panas tubuh. Pembentukan panas dari metabolisme dalam keadaan basal (BMR) + 70 kcal/jam sedang pada waktu kerja (kegiatan otot) naik sampai 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila dalam keadaan dingin seseorang menggigil maka produksi panas akan bertambah 5 kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PELEPASAN PANAS&lt;br /&gt;1. Penguapan (evaporasi)&lt;br /&gt;Penguapan dari tubuh merupakan salah satu jalan melepaskan panas. Walau tidak berkeringat, melalui kulit selalu ada air berdifusi sehingga penguapan dari permukaan tubuh kita selalu terjadi disebut inspiration perspiration (berkeringat tidak terasa) atau biasa disebut IWL (insensible water loss).&lt;br /&gt;Inspiration perspiration melepaskan panas + 10 kcal/jam dari permukaan panas dari metabolisme dikeluarkankulit. Dari jalan pernafasan + 7 kcal/jam dengan cara evaporasi 20 - 25%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Radiasi&lt;br /&gt;permukaan tubuhBila suhu disekitar lebih panas dari badan akan menerima panas, bila disekitar dingin akan melepaskan panas. Proses ini terjadi dalam bentuk gelombang elektromagnetik dengan kecepatan seperti cahaya radiasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Konduksi&lt;br /&gt;Perpindahan panas dari atom ke atom/ molekul ke molekul dengan jalan pemindahan berturut turut dari energi kinetic. Pertukaran panas dari jalan ini dari tubuh terjadi sedikit sekali (kecuali menyiram dengan air)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Konveksi&lt;br /&gt;Perpindahan panas dengan perantaraan gerakan molekul, gas atau cairan. Misalnya pada waktu dingin udara yang diikat/dilekat menjadipada tubuh akan dipanaskan (dengan melalui konduksi dan radiasi) kurang padat, naik dan diganti udara yang lebih dingin. Biasanya ini kurang berperan dalam pertukaran panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan Suhu Tubuh Pada Keadaan dingin&lt;br /&gt;Ada dua mekanisme tubuh untuk keadaan dingin yaitu :&lt;br /&gt;1. Secara fisik (prinsif-prinsif ilmu alam) Yaitu pengaturan atau reaksi yang terdiri dari perubahan sirkulasi dan tegaknya bulu-bulu badan (piloerektion) –&gt; erector villi&lt;br /&gt;2. Secara kimia yaitu terdiri dari penambahan panas metabolisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan secara fisik Dilakukan dengan dua cara :&lt;br /&gt;1. Vasokontriksi pembuluh darah (cutaneus vasokontriksi)&lt;br /&gt;Pada reaksi dingin aliran darah pada jari-jari ini bias berkurang + 1% dari pada dalam keadaan panas. Sehingga dengan mekanisme vasokontriksi maka panas yang keluar dikurangi atau penambahan isolator yang sama dengan memakai 1 rangkap pakaian lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Limit blood flow slufts (Perubahan aliran darah)&lt;br /&gt;Pada prinsifnya yaitu panas/temperature inti tubuh terutama akan lebih dihemat (dipertahankan) bila seluruh anggota badan didinginkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaturan secara kimia&lt;br /&gt;Pada keadaan dingin, penambahan panas dengan metabolisme akan terjadi baik secara sengaja dengan melakukan kegiatan otot-otot ataupun dengan cara menggigil. Menggigil adalah kontraksi otot secara kuat dan lalu lemah bergantian, secara synkron terjadi kontraksi pada group-group kecil motor unit alau seluruh otot. Pada menggigil kadang terjadi kontraksi secara simultan sehingga seluruh badan kaku dan terjadi spasme. Menggigil efektif untuk pembentukan panas, dengan menggigil pada suhu 5 derajat Celcius selama 60 menit produksi panas meningkat 2 kali dari basal, dengan batas maximal 5 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENGATURAN SUHU TUBUH DALAM KEADAAN PANAS&lt;br /&gt;1. Fisik&lt;br /&gt;• Penambahan aliran darah permukaan tubuh&lt;br /&gt;• Terjadi aliran darah maximum pada anggota badan&lt;br /&gt;• Perubahan (shift) dari venus return ke vena permukaan&lt;br /&gt;Proses ini terutama efektif pada keadaan temperature kurang/dibawah 34 derajat Celcius. penambahan penambahan konduktivitas panas (thermalaliran darah konduktivity)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Keringat&lt;br /&gt;• Pada temperature diatas 340 C, pengaturan sirkulasi panas tidak cukup dengan radiasi, dimana pada kondisi ini tubuh mendapat panas dari radiasi. mekanisme panas yang dipakai dalam keadaan ini dengan cara penguapan (evaporasi).&lt;br /&gt;• Gerakan kontraksi pada kelenjar keringat, berfungsi secara keringatperiodic memompa tetesan cairan keringat dari lumen permukaan kulit merupakan mekanisme pendingin yang paling efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEKANISME DEMAM&lt;br /&gt;Demam adalah peningkatan titik patokan (set-point) suhu di hipotalamus. Dengan meningkatkan titik patokan tersebut, maka hipotalamus mengirim sinyal untuk mningkatkan suhu tubuh. Tubuh berespons dengan menggigil dan meningkatkan metabolisme basal.&lt;br /&gt;• Demam timbul sebagai respons terhadap pembentukan interleukin-1, yang disebut pirogen endogen.&lt;br /&gt;• Interleukin-1 dibebaskan oleh neutrofil aktif, makrofag, dan sel-sel yang mengalami cedera.&lt;br /&gt;• Interlekin-1 tampaknya menyebabkan panas dengan menghasilkan prostaglandin yang merangsang hipotalamus.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-3950763434561232502?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/3950763434561232502/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/thermoregulasi-pengaturan-suhu-tubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3950763434561232502'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3950763434561232502'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/thermoregulasi-pengaturan-suhu-tubuh.html' title='THERMOREGULASI (Pengaturan Suhu Tubuh)'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-810404013862585238</id><published>2010-03-29T18:53:00.000-07:00</published><updated>2010-03-29T18:54:29.178-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Pengaturan Suhu Tubuh</title><content type='html'>Demam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gangguan-pengaturan-suhu-tubuh1Demam adalah keadaan ketika suhu tubuh meningkat melebihi suhu tubuh normal. Demam adalah istilah umum, dan beberapa istilah lain yang sering digunakan adalah pireksia atau febris. Apabila suhu tubuh sangat tinggi (mencapai sekitar 40°C), demam disebut hipertermi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demam dapat disebabkan gangguan otak atau akibat bahan toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu. Zat yang dapat menyebabkan efek perangsangan terhadap pusat pengaturan suhu sehingga menyebabkan demam disebut pirogen. Zat pirogen ini dapat berupa protein, pecahan protein, dan zat lain, terutama toksin polisakarida, yang dilepas oleh bakteri toksik atau pirogen yang dihasilkan dari degenerasi jaringan tubuh dapat menyebabkan demam selama keadaan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme demam dimulai dengan timbulnya reaksi tubuh terhadap pirogen. Pada mekanisme ini, bakteri atau pecahan jaringan akan difagositosis oleh leukosit darah, makrofag jaringan, dan limfosit pembunuh bergranula besar. Seluruh sel ini selanjutnya mencerna hasil pemecahan bakteri dan melepaskan zat interleukin-1 ke dalam cairan tubuh, yang disebut juga zat pirogen leukosit atau pirogen endogen. Interleukin-1 ketika sampai di hipotalamus akan menimbulkan demam dengan cara meningkatkan temperature tubuh dalam waktu 8 – 10 menit. Interleukin-1 juga menginduksi pembentukan prostaglandin, terutama prostaglandin E2, atau zat yang mirip dengan zat ini, yang selanjutnya bekerja di hipotalamus untuk membangkitkan reaksi demam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat terjadi demam, gejala klinis yang timbul bervariasi tergantung pada fase demam, meliputi fase awal, proses, dan fase pemulihan (defesvescence). Tanda-tanda ini muncul sebagai hasil perubahan pada titik tetap dalam mekanisme pengaturan suhu tubuh.&lt;br /&gt;Fase-fase Terjadinya Demam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase I: awal (awitan dingin atau menggigil)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Peningkatan denyut jantung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Peningkatan laju dan kedalaman pernafasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menggigil akibat tegangan dan kontraksi otot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kulit pucat dan dingin karena vasokontriksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Merasakan sensasi dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dasar kuku mengalami sianosis karena vasokontriksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Rambut kulit berdiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Pengeluaran keringat berlebihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Peningkatan suhu tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase II: proses demam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Proses menggigil lenyap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kulit terasa hangat / panas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Merasa tidak panas atau dingin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Peningkatan nadi dan laju pernafasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Peningkatan rasa haus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Dehidrasi ringan hingga berat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Mengantuk, delirium, atau kejang akibat iritasi sel saraf&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Lesi mulut herpetik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kehilangan nafsu makan ( jika demam memanjang )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kelemahan, keletihan, dan nyeri ringan pada otot akibat katabolisme protein&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase III: pemulihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kulit tampak merah dan hangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Berkeringat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Menggigil ringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Kemungkinan mengalami dehidrasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mekanisme tubuh alamiah, demam yang terjadi dalam diri manusia bermanfaat sebagai proses imun. Pada proses ini, terjadi pelepasan interleukin-1 yang akan mengaktifkan sel T. suhu tinggi ( demam ) juga berfungsi meningkatkan keaktifan ( kerja ) sel T dan B terhadap organisme pathogen. Namun konsekuensi demam secara umum timbul segera setelah pembangkitan demam (peningkatan suhu). Perubahan anatomis kulit dan metabolisme menimbulkan konsekuensi berupa gangguan keseimbangan cairan tubuh, peningkatan metabolisme, juga peningkatan kadar sisa metabolisme. Selain itu, pada keadaan tertentu demam dapat mengaktifkan kejang.&lt;br /&gt;Penatalaksanaan Anak yang Mengalami Demam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anak mengalami demam, yang dapat kita lakukan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kenakan pakaian yang tipis pada anak, dan hanya gunakan seprai atau selimut tipis pada tempat tidur. Pakaian dan selimut yang berlapis-lapis hanya akan menyebabkan panas terperangkap serta dapat menyebabkan suhu badan naik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Beri anak banyak minum. Anak-anak menjadi lebih mudah dehidrasi pada waktu menderita panas. Minum air membuat mereka merasa lebih baik dan mencegah dehidrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Beri anak banyak istirahat, agar produksi panas yang diproduksi tubuh seminimal mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Beri kompres di beberapa bagian tubuh, seperti ketiak, lipatan paha, leher belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Beri obat penurun panas seperti paracetamol, asetaminofen.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-810404013862585238?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/810404013862585238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/gangguan-pengaturan-suhu-tubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/810404013862585238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/810404013862585238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/gangguan-pengaturan-suhu-tubuh.html' title='Gangguan Pengaturan Suhu Tubuh'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-2986740589479851143</id><published>2010-03-28T22:00:00.002-07:00</published><updated>2010-03-28T22:01:18.801-07:00</updated><title type='text'>fungsi hemostasis</title><content type='html'>Sistem Hemostasis pada dasarnya terbentuk dari tiga kompartemen hemostasis yang sangat penting dan sangat berkaitan yaitu trombosit, protein darah dan jaring-jaring pembuluh darah. Agar terjadi peristiwa hemostasis yang normal, trombosit harus mempunyai fungsi dan jumlah yang normal. Sistem protein darah sangat berperan penting tidak hanya sebagai protein pembekuan akan tetapi sangat berperan dalam dalam fisiologi perdarahan dan trombosis.&lt;br /&gt;II.1.1 Pembuluh darah&lt;br /&gt;Pembuluh darah sangat besar peranannya dalam sistem hemostasis. Dinding pembuluh darah terdiri dari tiga lapisan morfologis: intima, media, dan adventitia. Intima terdiri dari (1) selapis sel endotel non trombogenik yang berhubungan langsung dengan pembuluh darah dan (2) membran elastik interna. Media dibentuk oleh sel otot polos yang ketebalannya tergantung dari jenis arteri dan vena serta ukuran pembuluh darah. Adventitia terdiri dari suatu membran elastik eksterna dan jaringan penyambung yang menyokong pembuluh darah tersebut. Gangguan pembuluh darah yang terjadi seringkali berupa terkelupasnya sel endotel yang diikuti dengan pemaparan kolagen subendotel dan membran basalis. Gangguan ini terjadi akibat asidosis, endotoksin sirkulasi, dan komplek antigen/antibodi sirkulasi.&lt;br /&gt;Fungsi pembuluh darah meliputi permiabilitas yang apabila meningkat akan berakibat kebocoran pembuluh darah fragilitas yang apabila meningkat menyebabkan pecahnya pembuluh darah dan vaso konstriksi yang menyebabkan sumbatan vaskuler.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-2986740589479851143?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/2986740589479851143/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/fungsi-hemostasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2986740589479851143'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2986740589479851143'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/fungsi-hemostasis.html' title='fungsi hemostasis'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-3739219343836790264</id><published>2010-03-28T22:00:00.001-07:00</published><updated>2010-03-28T22:00:35.170-07:00</updated><title type='text'>Gangguan Hemostasis</title><content type='html'>Gangguan Hemostasis&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. LATAR BELAKANG MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gangguan hemostasis merupakan salah satu hal yang dibahas dalam Hematologi khususnya berhubungan dengan trombosit (platelet). Ada cukup banyak penyebab gangguan hemostasis yang secara umum dibagi menjadi 4 kelompok besar yakni (1)kelainan vaskular, (2)Trombositopenia, (3)Gangguan fungsi trombosit, (4) Gangguan koagulasi (Hoffbrand, A V et all, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai penyebab dari gangguan hemostasis khususnya trombositopenia jenis Purpura trombositopenia Immune(ITP, Immune Trombositopenia Purpura). ). Dimana angka kejadian atau insiden penyakit ini sekitar 5 kasus per 100.000 anak dan 2 kasus per 100.000 orang dewasa. Kebanyakan kasus ini kurang mendapatkan perhatian khusus (Emedicine, 2008).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SKENARIO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nn. cantiksekali, gadis berusia 20 tahun, belum kawin, datang ke dokter dengan keluhan menorrhagia sudah berlangsung selama 2 minggu. Gejala ini baru pertama kali terjadi. Sebelumnya pasien tidak menderita sakit apapun, tidak panas, tidak ada riwayat trauma, dan tidak minum obat. Dari hasil pemeriksaan didapatkan purpura pada paha kanan dan kiri. Sehari kemudian keluhan bertambah yaitu perdarahan saat gosok gigi. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan hemoglobin 10.0 g/dl, jumlha leukosit dan hitung jenis leukosit dalam batas normal, sedang jumlah trombosit 40.000/mm3. Dokter memberikan obat hemostatik dan memberi pengantar pemeriksaan laboratorium lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. RUMUSAN MASALAH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bagaimana fisiologi trombosit ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bagaimana mekanisme hemostasis dalam tubuh manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jelaskan patogenesis dan patofisiologi penyakit pasien?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemeriksaan apa saja yang dilakukan untuk menegakkan diagnosis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bagaimana penatalaksanaan penyakit pasien?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. TUJUAN PENULISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memahami fisiologi trombosit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memahami mekanisme hemostasis dalam tubuh manusia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Dapat menjelaskan patogenesis dan patofisiologi penyakit pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Mengetahui dan memahami apa dilakukan untuk menegakkan diagnosis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengetahui dan memahami penatalaksanaan penyakit pasien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. MANFAAT PENULISAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mampu menulis telaah ilmiah dengan baik sesuai kerangka penulisan ilmiah pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membiasakan merangkum informasi dari berbagai referensi dengan problem skenario dan menganalisa serta menuangkannya dalam diskusi/pembahasan dalam kalimat yang enak dibaca dan urut logika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebagai bagian dari proses pembelajaran dalam bidang penulisan naskah ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TINJAUAN PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. TROMBOSIT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Struktur dan Fisiologi. Trombosit merupakan fragmen-fragmen sel granular, berbentuk cakram, tidak berinti; trombosit ini merupakan unsure seluler dari sumsum tulang terkecil dan penting untuk hemostasis dan koagulasi. Trombnosit berasal dari sel induk pluripoten yang tidak terikat , yang jika ada permintaan dan dalam keadaan factor perangsang trombosit, interleukin dan TPO , berdiferensiasi menjadi kelompok sel induk yang terikat untuk membentuk megakarioblas. Swel ini melalui serangkaian proses maturasi menjadi megakariosit raksasa. Sel dapat membesar karena sintesis DNA meningkat. Sitoplasma sel akhirnya memecahkan diri menjadi trombosit-trombosit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trombosit yang berdiameter 1-4 µm dan mempunyai siklus hidup kira-kira 10 hari ini 1/3 total yang ada di dalam tubuh berada di lien dan sisanya berada di sirkulasi yakni 150.000-400.000/mm3. Trombosit mengandung berbagai macam komponen yang dibutuhkan dalam hemostasis antara: (1)yang terdapat di sitoplasma seperti: molekul aktin dan myosin, sisa-sisa reticulum endoplasma dan apparatus golgi, mitokondria dan system enzim yang mampu membentuk ADP dan ATP, system enzim yang mensintesis prostalglandin, factor stabilisasi fibrin, dan factor pertumbuhan (2)Yang terdapat pada membrannya antara lain lapisan glikoprotein dan mengandung banyak pospolipid yang mengaktifkan berbagai tingkat dalam proses pembekuan darah( Guyton dan Hall, 2007; Price, S A dan Wilson, L M ,2006; Sherwood, 2001).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. HEMOSTASIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekanisme Hemostasis. Hemostasis adalah penghentian perdarahan oleh sifat fisiologis vasokontriksi dan koagulasi (Dorland, 2006). Hemostasis dan koagulasi juga dapat didefinisikan sebagai serangkaian kompleks reaksi yang menyebabkan pengendalian perdarahan melalui pembentukan trombosit dan bekuan fibrin pada tempat cidera(Price, S A dan Wilson, L M .2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urutan mekanisme hemostasis dan koagulasi dapat dijelaskan sebagai berikut. Segera setelah pembuluh darah terpotong atau pecah, rangsangan dari pembuluh darah yang rusak itu menyebabkan dinding pembuluh berkontraksi sehingga dengan segera aliran darah dari pembuluh darah yang pecah akan berkurang (terjadi vasokontriksi). Setelah itu, akan diikuti oleh adhesi trombosit, yaitu penempelan trombosit pada kolagen. ADP (adenosin difosfat) kemudian dilepaskan oleh trombosit kemudian ditambah dengan tromboksan A2 menyebabkan terjadinya agregasi (penempelan trombosit satu sama lain). Proses aktivasi trombosit ini terus terjadi sampai terbentuk sumbat trombosit, disebut juga hemostasis primer. Setelah itu dimulailah kaskade koagulasi (lihat gambar.1) yaitu hemostasis sekunder, diakhiri dengan pembentukan fibrin. Produksi fibrin dimulai dengan perubahan faktor X menjadi faktor Xa. Faktor X diaktifkan melalui dua jalur, yaitu jalur ekstrinsik dan jalur intrinsik. Jalur ekstrinsik dipicu oleh tissue factor/tromboplastin. Kompleks lipoprotein tromboplastin selanjutnya bergabung dengan faktor VII bersamaan dengan hadirnya ion kalsium yang nantinya akan mengaktifkan faktor X. Jalur intrinsik diawali oleh keluarnya plasma atau kolagen melalui pembuluh darah yang rusak dan mengenai kulit. Paparan kolagen yang rusak akan mengubah faktor XII menjadi faktor XII yang teraktivasi. Selanjutnya faktor XIIa akan bekerja secara enzimatik dan mengaktifkan faktor XI. Faktor XIa akan mengubah faktor IX menjadi faktor IXa. Setelah itu, faktor IXa akan bekerja sama dengan lipoprotein trombosit, faktor VIII, serta ion kalsium untuk mengaktifkan faktor X menjadi faktor Xa. Setelah itu, faktor Xa yang dihasilkan dua jalur berbeda itu akan memasuki jalur bersama. Faktor Xa akan berikatan dengan fosfolipid trombosit, ion kalsium, dan juga faktor V sehingga membentuk aktivator protrombin. Selanjutnya senyawa itu akan mengubah protrombin menjadi trombin. Trombin selanjutnya akan mengubah fibrinogen menjadi fibrin (longgar), dan akhirnya dengan bantuan fakor VIIa dan ion kalsium, fibrin tersebut menjadi kuat. Fibrin inilah yang akan menjerat sumbat trombosit sehingga menjadi kuat. Selanjutnya apabila sudah tidak dibutuhkan lagi, bekuan darah akan dilisiskan melalui proses fibrinolitik. Proses ini dimulai dengan adanya proaktivator plasminogen yang kemudian dikatalis menjadi aktivator plasminogen dengan adanya enzim streptokinase, kinase jaringan, serta faktor XIIa. Selanjutnya plasminogen akan diubah menjadi plasmin dengan bantuan enzim seperti urokinase. Plasmin inilah yang akan mendegradasi fibrinogen/fibrin menjadi fibrin degradation product (Price, 2005 dan Guyton, 2007).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. GANGGUAN HEMOSTASIS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bukunya, Kapita Selekta Hematology, A.V Hoffbrand et all menyebutkan bahwa gangguan hemostasis (perdarahan abnormal) dapat disebabkan oleh beberapa hal di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kelainan vaskuler&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelainan vaskuler adalah sekelompok kelompok keadaan heterogen, yang ditandaiu oleh mudah memar dan perdarahan spontan dari poembuluh darah kecil. Kelainan yang mendasari terletak pada pembuluh darah itu sendiri atau dalam jaringan ikat perivaskular. Pada keadaan dseperti ini, uji penyaring standart member hasil normal. Masa perdarahan normal, uji hemostasis lain juga normal. Kelainan vaskular ini terdapat dua jenis yakni herediter yang berupa Telangiektasia hemoragik herediter, serta kelainan jaringan ikat. Jenis yang lain adalah Defek vaskular didapat .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Trombositopenia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Trombositopenia didefinisikan sebagai jumlah trombosit kurang dari 100.000/mm3. Biasanya ditandai dengan purpura kulit spontan, perdarahan mukosa, dan perdarahan berkepanjangan setelah trauma. Beberapa penyebab trombositopenia antara lain: (1)Kegagalan produksi trombosit .Ini merupakan penyebab tersering trombositopenia yang biasanya juga merupakan bagian dari kegagalan sumsum tulang generalisata Penekanan megakarisit selektif dapat disebabkan oleh toksisitas obat atau infeksi virus. (2)Peningkatan destruksi trombosit, Hal ini dibagi menjadi beberapa jenis yakni: a.Trombositopenia imun,termasuk di dalamnya ITP, karena infeksi, purpura pascatranfusi, Trombositopenia imun karena diinduksi obat, b.Purpura trombositopenia trombotik c.Koagulasi intravaskular diseminata, (3)Distribusi trombosit abnormal, (4)Kehilangan akibat dilusi, yakni berupa transfuse masif darah simpan pada pasien dengan perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Gangguan koagulasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa karena herediter maupun didapat, yang umumnya menggangu faktor-faktor koagulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Herediter : hemofilia A dan hemofilia B&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Didapat : defisiensi vitamin K dan penyakit hati&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Gangguan fungsi trombosit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibagi menjadi dua jenis, yakni:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Didapat 1) karena obat anti trombosit seperti aspirin,2).hiperglobulinemia, 3).kelainan mieloproliferatif dan mielodisplastik , serta 4)Uremia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Kelainan herediter 1) Trombastenia, 2)Sinsrom Bernard soulier, 3) Penyakit penyimpanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. PURPURA TROMBOSITOPENIA IDIOPATIK (ITP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Patofisiologi. ITP merupakan suatu kelainan didapat yang berupa gangguan autoimun yang mengakibatkan trombositopenia oleh karena adanya penghancuran trombosit secara dini dalam sistem retikuloendothelial akibat adanya autoantibodi terhadap trombosit yang biasanya berasal dari IgG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sindrom ITP disebabkan oleh trombosit yang diselimuti oleh autoantibodi trombosit spesifik (IgG) yang kemudian akan mengalami percepatan pembersihan di lien dan di hati setelah berikatan dengan reseptor Fcg yang diekspresikan oleh makrofag jaringan. Faktor yang memicu produksi autoantibodi belum diketahui, namun kebanyakan pasien mempunyai antibodi terhadap glikoprotein pada permukaan trombosit. Autoantibodi terbentuk karena adanya antigen yang berupa kompleks glikoprotein IIb/IIIa. Sel penyaji antigen (makrofag) akan merusak glikoprotein IIb/IIIa dan memproduksi epitop kriptik dari glikoprotein dari trombosit lain. Sel penyaji antigen yang teraktifasi mengekspresikan peptida baru pada permukaan sel dengan bantuan konstimulasi dan sitokin yang berfungsi memfasilitasi proliferasi inisiasi CD4-positif antiglikoprotein Ib/IX antibodi dan meningkatkan produksi antiglikoprotein IIb/IIIa antibodi oleh B-cell clone 1. Dengan kata lain, destruksi trombosit dalam sel penyaji antigen (makrofag) akan menimbulkan pacuan pembentukan neoantigen, yang berakibat produksi antibodi yang cukup yang akan terus meyelubungi trombosit, yang pada akhirnya akan menyebabkan trombositopenia. Masa hidup trombosit pada ITP memendek berkisar antara 2-3 hari sampai beberapa menit. (Ibnu Purwanto, 2006)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi dan Gejala Klinis. 1.ITP akut, Sering dijumpai pada anak-anak dengan infeksi dan penyakit saluran nafas. yang disebabkan oleh virus sebagai awal terjadinya perdarahan berulang.Manifestasi perdarahan ringan dan jarang adanya splenomegali. 2. ITP kronis, Manifestasi perdarahan berupa petekia, purpura, ekimosis., episode perdarahan dapat berlangsung beberapa hari sampai beberapa minggu, perdarahan SSP jarang terjadi tetapi jika terjadi bersifat fatal, splenomegali dijumpai pada &lt;10%&gt;50.000/μL asimptomatik, AT 30.000-50.000/μL terdapat luka memar/ hematom, AT 10.000-30.000/μL terdapat perdarahan spontan, menorraghia, dan perdarahan memanjang bila ada luka, AT&lt;10.000/μl style="color: black;"&gt;Hoffbrand, A.V, 2005 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penegakan diagnosis . Untuk menentukan diagnosis maka perlu dilakukan anamnesis( mengenai gejala,riwayat penyakit, ada tidaknya trauma, obat yang diminum dll), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang .Khusus dalam hal ini adalah pemeriksaan untuk mengetahui fungsi hemostasis . Pemeriksaan tersebut antara lain Hitung darah dan pemeriksaan hapus darah, Uji skrining pembekuan darah (masa protrombin(protrombin time, PT), masa tromboplastin parsial aktivasi, masa trombin(TT) ), Pemeriksaan khusus faktor pembekuan (metode kimiawi, kromogenik, dan imunologik, serta uji kelarutan bekuan dalam urea khusus untuk mengetahui aktivitas faktor XIII), Uji fungsi trombosit serta uji terhadap fibrinolisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh dalam penegakan diagnosis ITP kronis , maka pada pemeriksaan darah akan didapat hasil sebagai berikut : a. Hitung trombosit biasanya 10000-50000/ mm3. Konsentrasi Hb dan hitung leukosit bisasanya normal kecuali bila terdapat anemia defisiensi besi akibat kehilangan darah . b. Sediaan hapus darah menunjukkan jumlah trombosityang berkurang , trombosit yang ada seringkali besar, c. Dumsum tulang menunjukkan jumlah megakariosit yang normal atau meningkat, d. Uji - uji sensitif dapat menunjukkan antibodi antiglikoprotein GPIIb/IIIa atau GPIb spesifik pada permukaan trombosit atau dalam serum pada sebagian besar pasien(Hoffbrand, A.V, 2005 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan. Decara umum dalam penatalaksanaan suatu penyakit terdiri dari lima hal yakni terapi preventiv, promotif, kuratif(dengan cara memberi penjelasan dengan baik mengenai penyakit yang diderita serta hal apa saja yang boleh dilakukan atupun tidak boleh dilakukan), rehabilitatif, serta emergensi .Terapi kuratif pada ITP khususnya yng kronis antara lain: a. Kortikosteroid, b.splenektomi , dilakukan jika pengobatan dengan kortikosteroid selam 3 bulan tidak berhasil menaikkan jumlah trombosit &gt;30000/mm3. c.Terapi Igintravena dosis tinggi. D. Obat-obat imunosupresif seperti vinkristin, siklofosfamis d. Danazol dan Ig anti-D. Untuk tindakan emergensi seperti Transfusi Trombosit . Transfusi Konsentrat trombosit diindikasikan keadaan-keadaan sebagai berikut:(1) Trombositopenia atau fungsi trombosit abnormal pada saat terjadi perdarahan atau sebelum dilakukan tindakan infansif dan tidak tersedia terapi alternative( missal steroid atau Ig dosis tinggi). Hitung trombosit harus diatas 50000/mm3 sebelum biopsy hati atau pungsi lumbal. (2)Secara profilaksis pada pasien dengan hitung trombosit kurang dari 5000-10000/ mm3 . Jika terdapat infeksi tempat perdarahan yang potensial atau koagulopati , jumlah tersebut harus dipertahankan &gt;20000/mm3 (Hoffbrand, A V et all, 2005).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat Hemostatik. Adalah zat atau obat yang digunakan untuk menghentikan perdarahan. Obat-obat ini diperlukan untuk mengatasi perdarahan yang luas. Pemilihan obat harus dilakukan dengan tepat sesuai dengan patogenesis perdarahan. Obat hemostatik dibagi menjadi dua, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Hemostatik Lokal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari :a. Hemostatik Serap. Hemostatik serap menghentikan perdarahan dengan pembentukan suatu bekuan buatan atau memberi jala serat-serat yang mempermudah pembekuan bila diletakkan langsung pada permukaan yang berdarah. b.Astringen.Zat ini bekerja lokal dengan cara mengendapkan protein darah sehingga perdarahan dapat dihentikan. c. Koagulan. d. Vasokonstriktor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hemostatik Sistemik .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Faktor Antihemofilik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kompleks Faktor IX.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sediaan ini mengandung faktor II, VII, IX, dan X, serta sejumlah kecil protein plasma lain dan digunakan untuk pengobatan hemofili B, atau bila diperlukan faktor-faktor yang terdapat pada sediaan untuk mencegah perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Desmopresin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desmopresin merupakan vasopresin sintetik yang dapat meningkatkan kadar faktor VIII dan vMF untuk sementara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Fibrinogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Vitamin K.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f. Asam Aminokaproat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam aminokaproat merupakan penghambat bersaing dari aktivator plasminogen dan penghambat plasmin. Plasmin sendiri berperan dalam mengancurkan fibrin, fibrinogen, dan faktor pembekuan darah lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g. Asam Traneksamat.(Gunawan, Sulistia Gan dkk.2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari skenario terdapat beberapa kata kunci untuk menyelesaikan masalah yang ada. Menorragia, purpura, perdarahan saat gosok gigi ini dapat menunjukkan adanya gangguan hemostasis (penghentian perdarahan). Data yang lain , menunjukkan adanya trombositopenia (yakni trombosit 40000/ mm3), selain itu pasien juga mengalami anemia ringan dengan nilai Hb 10 mg/dL .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purpura pada paha kanan dan kiri pasien terjadi karena adanya penimbunan darah di jaringan dalam tubuh. Sedangkan perdarahan saat gosok gigi merupakan perdarahan dengan keluarnya darah dari dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pasien yang berusia 20 tahun tersebut diketahui bahwa tidak menderita sakit apapun, tidak panas, tidak ada riwayat trauma, dan tidak minum obat. Hal ini dapat menyingkirkan kemungkinan – kemungkinan penyakit yang disebabkan oleh hal-hal yang tidak sialami pasien sebagai contoh pasien tidak panas dapat diartikan bahwa penyebab penyakit pasien bukan karena infeksi , delain itu pasien juga tisak minum obat ini dapat menyingkirkan kemungkinan trombositopenia karena diindukasi obat . Pasien juga tisak mengalami trombositopenia sebagai manifestasi penyakit lain seperti sirosis hepatis jika dilihat dari pernyataan pasien yang tidak menderita sakit apapun .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kasus di atas penulis belum bisa menentukan secara pasti apa penyakit dasar yang diderita oleh pasien karena harus dilakukan pemeriksaan laboratorium yang lebih spesifik lagi. Walaupun demikian, diduga pasien mengalami ITP (Idiopathic Thrombocytopenic Purpura) karena dari hasil anamnesis dengan pasien tidak ada faktor luar yang memicu trombositopenia pada pasien.Oleh karena itu perlu dilakukan pemeriksaan seperti telah dibahas panjang lebar pada BAB II .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penatalaksanaan pada pasien mungkin hanya sekedar pemberian obat hemostatik biasa karena penulis belum dapat memastikan penyakit dasar apa yang diderita oleh pasien sehingga perlu dilakukan pemeriksaan fisik ulang dan pemeriksaan laboratorium yang lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kasus ini pasien mengalami purpura di paha kanan dan kiri serta perdarahan pada saat gosok gigi. Jenis obat hemostatik yang dapat diberikan kepada pasien adalah koagulan sintesis (aktivator protombin dan trombin), fibrinogen, vitamin K, dan asam aminokaproat yang di dalamnya terkandung zat-zat penting dalam proses pembekuan darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB IV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. SIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan diskusi dan pembahasan secara panjang lebar maka diduga pasien mengalami Purpura trombositoenia idiopatik (ITP).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sebaiknya pasien diberi edukasi untuk menghindari faktor penyebab terjadinya perdarahan, seperti hati-hati pada waktu gosok gigi, jangan sembarangan menggunakan benda tajam dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pasien dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium lebih lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sebaiknya pada skenario diberikan informasi tentang pemeriksaan laboratorium secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dorland, W.A. Newman, alih bahasa, Hartanto, Huriawati, 2006, Kamus Kedokteran Dorland, Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Emedicine, 2008, Immune Thrombocytopenic Purpura, http://www.emedicine.com/med/topic1151.htm&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guyton dan Hall. 2007. Buku ajar fisiologi kedokteran .J akarta : EGC&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hoffbrand, A.V., alih bahasa, Setiawan, Lyana, 2005, Kapita Selekta Hematologi Edisi 4, EGC, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunawan, Sulistia Gan dkk.2007.Farmakologi dan Terapi Edisi 5.Jakarta:Pusat Penerbit Departemen Farmakologi dan Teurapetik Fakultas KedokteranUniversitas Indonesia: p 804-819&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permono, Bambang dkk. 2005. Buku Ajar Hematologi-Onkologi Anak. Jakarta: Badan Penerbi IDAI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Price, S A dan Wilson, L M .2006 .Patofisiologi , Konsep klinis proses-proses penyakit . Jakarta : EGC p 268-291&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Purwanto, Ibnu. 2006. Purpura Trombositopenia Idiopatik. In: Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid II Edisi IV.Jakarta: Pusat Penerbit Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sherwood, L. 2001. Fisiologi Manusia: dari Sel ke Sistem. ed 2. Terjemahan B.U. Pendit, .Jakarta : EGC&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-3739219343836790264?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/3739219343836790264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/gangguan-hemostasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3739219343836790264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3739219343836790264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/gangguan-hemostasis.html' title='Gangguan Hemostasis'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-2605427446718108190</id><published>2010-03-28T21:58:00.001-07:00</published><updated>2010-03-28T21:58:41.627-07:00</updated><title type='text'>hormon</title><content type='html'>Meskipun munculnya e-mail mayoritas orang masih berkomunikasi melalui surat atau telepon. Similarly there are two ways in which messages are sent round the body. Demikian pula ada dua cara di mana pesan akan dikirim sekeliling tubuh.  The first is via the nervous system , which like the phone system is 'hard wired' and usually operates on a point to point basis. Yang pertama adalah melalui sistem saraf, yang seperti sistem telepon adalah 'keras kabel' dan biasanya beroperasi pada titik ke titik dasar. The second way is by means of hormones — chemical messengers — circulating in the blood, which effectively acts as a postal system. Cara kedua adalah dengan cara hormon - kurir kimia - beredar di dalam darah, yang secara efektif bertindak sebagai sistem pos. Just as, when someone sends out a circular in the mail, those who are interested act on the information and those who are not discard the letter, so when an endocrine gland secretes a hormone the appropriate cells respond while the rest are unaffected. Seperti halnya, ketika seseorang mengirimkan sebuah melingkar di pos, mereka yang tertarik bertindak berdasarkan informasi dan mereka yang tidak membuang surat itu, jadi ketika kelenjar endokrin mengeluarkan hormon sel yang sesuai merespons sementara sisanya tidak akan terpengaruh. Classically, hormones are defined as chemical substances secreted directly into the bloodstream that act on a distant target organ or type of cell. Klasik, hormon didefinisikan sebagai bahan kimia yang disekresi langsung ke dalam aliran darah yang bekerja pada organ target yang jauh atau jenis sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Historical background Latar belakang historis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diseases resulting from lack of a hormone (such as diabetes mellitus ), or excess production (such as thyrotoxicosis ), have been known for centuries, although the cause was not recognized. Penyakit yang disebabkan kurangnya hormon (seperti diabetes melitus), atau kelebihan produksi (seperti tirotoksikosis), telah dikenal selama berabad-abad, walaupun penyebabnya tidak diakui. A nineteenth-century anatomist called Henle, after whom a section of the renal tubules was named, was the first person to describe glands without ducts that secreted their products directly into the bloodstream. Seorang ahli anatomi abad kesembilan belas disebut Henle, setelah yang satu bagian dari tubulus ginjal itu bernama, adalah orang pertama untuk menggambarkan kelenjar tanpa saluran yang disekresikan produk mereka langsung ke dalam aliran darah. Then in 1855 the Frenchman, Claude Bernard , who laid the foundations of physiology, distinguished the products of these so-called ductless glands from those glandular secretions, such as saliva and sweat, which are effectively outside the body, by calling them 'internal secretions': hence the name 'endocrine' ( endon : Greek for within) as opposed to 'exocrine' secretion ( ex : Greek for outside). Lalu pada tahun 1855 Prancis, Claude Bernard, yang meletakkan dasar-dasar fisiologi, membedakan produk ini disebut Ductless kelenjar dari orang-kelenjar sekresi, seperti air liur dan keringat, yang secara efektif di luar tubuh, dengan menyebut mereka 'sekresi internal ': maka nama' endokrin '(endon: Yunani untuk dalam) sebagai lawan dari' eksokrin 'sekresi (ex: Yunani untuk luar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The first person who tried to use extracts of endocrine glands for therapeutic purposes was Brown-Sequard, a French physician, neurologist, and endocrinologist, who in 1889 employed testicular extracts from animals to treat male ageing. Orang pertama yang mencoba menggunakan ekstrak dari kelenjar endokrin untuk tujuan terapeutik adalah Brown-Sequard, seorang dokter Prancis, neurolog, dan endokrinologi, yang pada tahun 1889 bekerja testis ekstrak dari binatang untuk mengobati laki-laki penuaan. A few years later, in 1902, Bayliss and Starling, working in University College London, prepared an extract from the duodenum which stimulated secretion of pancreatic digestive juices when it was injected into the bloodstream. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1902, Bayliss dan Starling, yang bekerja di University College London, menyiapkan ekstrak dari duodenum yang merangsang pankreas sekresi cairan pencernaan ketika disuntikkan ke dalam aliran darah. They called the product 'secretin', and coined the term 'hormone', meaning 'to excite' or 'to set in motion'. Mereka disebut produk 'secretin', dan menciptakan istilah 'hormon', yang berarti 'untuk menggairahkan' atau 'digerakkan'. Since then a wide variety of hormones have been identified. Sejak itu berbagai hormon telah diidentifikasi. The steps in identifying whether a given gland or tissue has an endocrine function are first to demonstrate changes on its removal and then to demonstrate reversal of those changes, either when the gland is reimplanted at any site where it can link up with a blood supply, or when an extract of the gland is injected into the blood. Langkah-langkah dalam mengidentifikasi apakah yang diberikan atau jaringan kelenjar endokrin memiliki fungsi yang pertama kali menunjukkan perubahan-perubahan pada penghapusan dan pembalikan kemudian untuk menunjukkan perubahan-perubahan, baik ketika kelenjar reimplanted di situs manapun di mana ia dapat berhubungan dengan suplai darah, atau ketika sebuah ekstrak kelenjar disuntikkan ke dalam darah. The active principle can then be isolated, purified, and the chemical structure characterized. Prinsip aktif kemudian dapat diisolasi, dimurnikan, dan struktur kimia dicirikan. Ways of measuring the identified hormone ( assays ) can be established, and finally one can confirm that venous blood leaving the gland has a higher concentration of the hormone than the arterial blood entering it. Cara mengukur hormon diidentifikasi (tes) dapat dibentuk, dan akhirnya orang dapat mengkonfirmasi bahwa darah vena meninggalkan kelenjar memiliki konsentrasi yang lebih tinggi daripada hormon darah arteri memasukinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The role of hormones Peran hormon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The major endocrine glands are the pituitary , the thyroid , the four parathyroids , the pancreas , the two adrenals , and the paired testes or ovaries (See endocrine ). Kelenjar endokrin utama adalah hipofisis, para tiroid, keempat parathyroids, pada pankreas, kedua adrenal, dan pasangan testis atau indung telur (Lihat endokrin). Hormones are also produced by organs or tissues whose function is not primarily an endocrine one: the digestive tract, the heart, and the kidneys all produce hormones. Hormon juga diproduksi oleh organ atau jaringan yang berfungsi tidak terutama endokrin satu: saluran pencernaan, jantung, dan ginjal semua memproduksi hormon. Even nerve cells produce them. Bahkan sel-sel saraf menghasilkan mereka. For example, the hormones controlling secretion from the anterior lobe of the pituitary gland are synthesized in the hypothalamus , but they are released into the local blood supply to the anterior pituitary, rather than entering the general circulation. Sebagai contoh, mengendalikan sekresi hormon dari lobus anterior kelenjar hipofisis disintesis dalam hipotalamus, tetapi mereka dilepaskan ke lokal suplai darah ke hipofisis anterior, daripada memasuki sirkulasi umum. These cells are said to have a neuroendocrine function. Sel-sel ini dikatakan memiliki fungsi neuroendokrin. Furthermore, it is now recognized that hormones need not even be released into blood vessels. Selain itu, sekarang dikenal bahwa hormon bahkan tidak perlu dilepas ke pembuluh darah. The hormonal products of some nerve cells stimulate adjacent neurones and thus act as neuromodulators, while in the digestive tract hormones act on surrounding cells and are said to have a paracrine function ( para : Greek for beside). Produk hormonal dari beberapa sel saraf merangsang neuron yang berdekatan dan dengan demikian bertindak sebagai neuromodulators, sedangkan pada saluran pencernaan hormon bertindak atas sel-sel sekitarnya dan dikatakan memiliki fungsi parakrin (para: Yunani untuk di samping). Finally, some hormones, such as growth factors, can act on the originating cell itself; in this case they are described as exhibiting autocrine control. Akhirnya, beberapa hormon, seperti faktor pertumbuhan, dapat bekerja pada sel yang berasal itu sendiri; dalam hal ini, mereka digambarkan sebagai autokrin menunjukkan kontrol. The classical definition has therefore been extended to include chemical messengers which are secreted by certain cells, and which reach and act upon cells which are receptive to them, whether local or distant. Definisi klasik telah demikian telah diperluas untuk mencakup kurir kimia yang disekresikan oleh sel-sel tertentu, dan yang mencapai dan bertindak atas sel-sel yang menerima mereka, apakah lokal atau jauh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chemical nature of hormones Sifat kimia hormon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chemically, most hormones belong to one of three major groups: proteins and peptides , steroids (fat-soluble molecules whose basic structure is a skeleton of four carbon rings), or derivatives of the amino acid tyrosine, characterized by a 6-carbon, or benzene, ring. Kimiawi, sebagian besar hormon termasuk salah satu dari tiga kelompok utama: protein dan peptida, steroid (molekul larut lemak yang merupakan struktur dasar kerangka cincin empat karbon), atau turunan dari asam amino tirosin, yang dicirikan oleh 6-karbon, atau benzena, cincin. There are some hormones, such as melatonin from the pineal gland and the locally acting prostaglandins , which cannot be included in any of these groups, but may share a number of their characteristics. Ada beberapa hormon, seperti melatonin dari pineal kelenjar dan bertindak secara lokal prostaglandin, yang tidak dapat dimasukkan dalam kelompok ini, tetapi dapat berbagi sejumlah karakteristik mereka. The glands which produce protein and peptide hormones are the pituitary, certain cells of the thyroid, the parathyroids, and the pancreas. Kelenjar yang menghasilkan hormon protein dan peptida adalah hipofisis, sel-sel tertentu tiroid, yang parathyroids, dan pankreas. Steroids are produced by the cortex or outer layer of the adrenal gland and by the ovaries and testes. Steroid diproduksi oleh korteks atau lapisan luar kelenjar adrenal dan indung telur dan testis. The tyrosine derivatives are the thyroid hormones, and the catecholamines (adrenaline and noradrenaline) which are produced in the medulla of the adrenal glands. Yang tirosin derivatif adalah hormon tiroid dan katekolamin (adrenalin dan noradrenalin) yang diproduksi di medula dari kelenjar adrenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Knowledge of the chemical nature of a hormone is important as it enables one to predict how the hormone is produced, how rapidly it can be released in response to a stimulus, in what form it circulates in the blood, how it acts, the time course of its effect, and the route of administration therapeutically. Pengetahuan tentang sifat kimia hormon adalah penting karena memungkinkan seseorang untuk memprediksi bagaimana hormon yang dihasilkan, seberapa cepat dapat dilepaskan sebagai respons terhadap stimulus, dalam bentuk apa itu beredar di dalam darah, bagaimana ia bertindak, waktu kursus dari efek, dan rute pemberian terapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormone synthesis and secretion Hormon sintesis dan sekresi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The mechanisms underlying the synthesis of protein and peptide hormones , such as growth hormone and insulin , are just the same as the synthesis of any other protein, involving transcription of the gene and translation of a messenger RNA (mRNA). Mekanisme yang mendasari sintesis protein dan peptida hormon, seperti hormon pertumbuhan dan insulin, adalah sama saja dengan sintesis protein lainnya, yang melibatkan transkripsi dari gen dan terjemahan dari messenger RNA (mRNA). Generally the mRNA contains the code for a longer peptide than the normal form of the hormone. Umumnya mRNA mengandung kode untuk peptida yang lebih panjang daripada bentuk normal hormon. These extended forms are called pro-hormones and there may even be pre-pro-hormones, as for example pre-pro-insulin. Bentuk diperpanjang ini disebut pro-hormon dan bahkan mungkin ada pra-pro-hormon, seperti misalnya pra-pro-insulin. The active hormone is cleaved from these molecules. Hormon aktif dipotong dari molekul-molekul ini. The pro-hormone is stored in secretory granules, then released by a process of exocytosis , — the membrane of the storage granule fuses with the plasma membrane, which in turn parts, allowing the contents of the granule to be discharged. Pro-hormon akan tersimpan dalam sekretorik butir, kemudian dilepaskan oleh proses exocytosis, - membran granula penyimpanan berfusi dengan membran plasma, yang pada gilirannya bagian, yang memungkinkan isi granula untuk dipulangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Steroid hormones , such as cortisol and the sex hormones, are all synthesized from cholesterol , with a variety of enzymes mediating the transformations into the different products. Steroid hormon seperti kortisol dan hormon seks, semuanya disintesis dari kolesterol, dengan berbagai enzim mediasi transformasi ke produk yang berbeda. Since they are fat soluble, and therefore readily cross membranes, they cannot be stored, but are synthesized as needed. Karena mereka larut dalam lemak, dan karena itu mudah lintas membran, mereka tidak dapat disimpan, tetapi disintesis yang diperlukan. Their release is therefore slower than that of peptide hormones. Oleh karena itu pembebasan mereka lebih lambat dibandingkan dengan hormon peptida.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The thyroid hormones are formed as part of a large protein, thyroglobulin, which can be stored, while the catecholamines are synthesized by a multi-enzyme process and are also stored in granules. Hormon tiroid dibentuk sebagai bagian dari protein yang besar, thyroglobulin, yang dapat disimpan, sedangkan katekolamin disintesis oleh enzim multi-proses dan juga disimpan dalam butiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Neither the steroid hormones nor the thyroid hormones are readily soluble in water, and they circulate in the plasma in association with proteins. Baik hormon steroid atau hormon tiroid mudah larut dalam air, dan mereka bersirkulasi dalam plasma dalam hubungan dengan protein. The importance of this is that the compound molecules are too large to be filtered out of the blood in the kidney and so are not lost in the urine, which is one of the reasons why they remain in the plasma for days. Pentingnya ini adalah bahwa molekul senyawa terlalu besar untuk disaring dari darah pada ginjal sehingga tidak hilang dalam urin, yang merupakan salah satu alasan mengapa mereka tetap dalam plasma selama berhari-hari. Peptide hormones, by contrast, disappear within an hour or so, because they are both broken down in plasma and tissues and also lost in the urine. Peptida hormon, sebaliknya, hilang dalam waktu satu jam atau lebih, karena keduanya dipecah dalam plasma dan jaringan dan juga hilang dalam urin. Protein and peptide hormones have therefore to be administered more frequently if used therapeutically, although longer acting preparations are available. Protein dan hormon peptida Oleh karena itu yang akan diberikan lebih sering jika digunakan terapi, meskipun lagi bertindak persiapan yang tersedia. Another problem with the administration of these hormones is the fact that they cannot be given by mouth as they would be broken down in the digestive tract. Masalah lain dengan administrasi hormon ini adalah kenyataan bahwa mereka tidak dapat diberikan melalui mulut karena mereka akan mogok di saluran pencernaan. This presents particular problems for diabetics, who have regularly to inject themselves, whereas people with thyroid hormone deficiency only have to take pills. Ini menyajikan masalah-masalah khusus bagi penderita diabetes, yang telah secara teratur untuk menyuntikkan diri mereka sendiri, sedangkan orang-orang dengan kekurangan hormon tiroid hanya perlu minum pil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormone action Hormone tindakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The chemical nature of the hormone also affects the mechanism of action. Sifat kimia hormon juga mempengaruhi mekanisme tindakan. All hormones act on cells by way of their 'receptors'. Semua hormon bertindak pada sel dengan cara mereka 'reseptor'. Each hormone has its own receptor to which it binds, matching rather like a lock and key. Masing-masing hormon memiliki reseptor yang ia mengikat, pencocokan agak mirip kunci dan kunci. This is why hormones circulating throughout the body in the blood may leave capillaries to enter the extracellular fluid of many tissues, but act only on those cells which possess the appropriate receptor. Inilah sebabnya mengapa hormon beredar di seluruh tubuh di dalam darah dapat meninggalkan kapiler untuk memasukkan cairan ekstraselular dari banyak jaringan, namun bertindak hanya pada sel-sel yang memiliki reseptor yang sesuai. Proteins and peptides cannot enter the cell and so act via cell membrane receptors , producing their effects by 'second messengers', which are activated in the cell as soon as the hormone binds to the receptor. Protein dan peptida tidak bisa masuk ke dalam sel dan bertindak sehingga sel melalui reseptor membran, menghasilkan efek mereka dengan 'second messenger ", yang diaktifkan dalam sel segera setelah hormon mengikat ke reseptor. Thus peptide hormones can produce quite rapid responses. Jadi peptida hormon dapat menghasilkan respon yang cukup cepat. Steroid and thyroid hormones, by contrast, can enter the cell and bind to intracellular receptors, producing their effects by stimulating the production of new proteins. Steroid dan hormon tiroid, sebaliknya, dapat masuk ke dalam sel dan mengikat ke reseptor intraselular, menghasilkan efek mereka dengan merangsang produksi protein baru. There is therefore a relatively long lag period before the response to these hormones is seen. Oleh karena itu ada lag yang relatif panjang periode sebelum respon terhadap hormon ini terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormones produce a variety of responses throughout the body and may be grouped according to their actions, although there is overlap between the groups. Hormon menghasilkan berbagai tanggapan di seluruh tubuh dan dapat dikelompokkan sesuai dengan tindakan mereka, meskipun ada tumpang tindih antara kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klik untuk memperbesar&lt;br /&gt;Click to enlarge Klik untuk memperbesar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First there are the metabolic hormones which control the digestion of food, its storage and use. Pertama ada hormon metabolik yang mengendalikan pencernaan makanan, penyimpanan dan penggunaannya. Such hormones include those produced by the digestive tract, which control secretion of digestive juices and activity of the muscle in the wall of the tract; also the hormones which regulate blood glucose, namely insulin, (which lowers it), and glucagon, growth hormone, the thyroid hormones, and cortisol, which all raise it. Hormon seperti ini termasuk yang dihasilkan oleh saluran pencernaan, yang mengendalikan sekresi cairan pencernaan dan kegiatan otot di dinding saluran; juga hormon-hormon yang mengatur glukosa darah, yaitu insulin, (yang menurunkan itu), dan glukagon, hormon pertumbuhan , hormon tiroid, dan kortisol, yang semua meningkatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Second are the hormones which regulate the composition of the blood, and hence of all the body fluids . Kedua adalah hormon yang mengatur komposisi darah, dan karenanya dari semua cairan tubuh. Excluding those that regulate the glucose content, these are: aldosterone and atrial natriuretic hormone (produced in the heart), which control the amount of sodium in the blood; vasopressin or antidiuretic hormone, which controls the amount of water; parathyroid hormone and vitamin D, which raise blood calcium; and calcitonin, which lowers blood calcium. Tidak termasuk orang-orang yang mengatur konten glukosa, ini adalah: aldosteron dan atrium natriuretik hormon (diproduksi di hati), yang mengendalikan jumlah natrium di dalam darah; vasopressin atau hormon antidiuretik, yang mengontrol jumlah air hormon paratiroid dan vitamin D , yang meningkatkan kalsium darah dan kalsitonin, kalsium darah yang menurunkan. It is perhaps surprising to learn that a vitamin can also be a hormone, but it is similar in many ways to the steroid hormones, and the active form is produced in one part of the body for action an another. Hal ini mungkin mengejutkan mengetahui bahwa vitamin juga bisa menjadi hormon, tetapi dalam banyak hal mirip dengan hormon-hormon steroid, dan bentuk aktif diproduksi di salah satu bagian tubuh untuk tindakan yang lain. The vitamin D taken in the diet or formed in the skin under the action of UV light is not the active form: this is produced after modification takes place first in the liver and then the kidney. Vitamin D yang diambil dalam makanan atau dibentuk di kulit di bawah tindakan sinar UV bukanlah bentuk aktif: ini dihasilkan setelah dilakukan modifikasi pertama di hati dan ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Next are the stress hormones, primarily adrenaline and noradrenaline, which are under the control of the autonomic nervous system : cortisol and a number of the pituitary hormones are also involved in the response to stress. Berikutnya adalah stres hormon, terutama adrenalin dan noradrenalin, yang berada di bawah kendali sistem saraf otonom: kortisol dan sejumlah hormon hipofisis juga terlibat dalam penanggulangan stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A further group are those responsible for growth, development, and reproduction. Kelompok selanjutnya adalah mereka yang bertanggung jawab untuk pertumbuhan, pengembangan, dan reproduksi. These include growth hormone itself, and the hormones controlling ovarian and testicular function (luteinizing hormone, LH, and follicular stimulating hormone, FSH) — all of which come from the pituitary — and the hypothalamic hormones, which in turn control these pituitary secretions. Ini termasuk hormon pertumbuhan itu sendiri, dan pengendalian hormon ovarium dan fungsi testis (luteinizing hormon, LH, dan folikel stimulating hormone, FSH) - yang semuanya berasal dari hipofisis - dan hormon-hormon hipotalamus, yang pada gilirannya mengendalikan sekresi pituitari ini. Included also are the steroid hormones, produced by the ovaries (oestrogens and progesterone) and testes (testosterone), and those hormones involved in birth and lactation, chiefly oxytocin and prolactin. Termasuk juga adalah hormon steroid, diproduksi oleh ovarium (estrogen dan progesteron) dan testis (testosteron), dan hormon yang terlibat dalam kelahiran dan menyusui, terutama oksitosin dan prolaktin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The final major group includes those hormones that control other endocrine systems, and therefore interact with the other groups. Kelompok besar akhir termasuk orang-hormon yang mengontrol sistem endokrin lain, dan karena itu berinteraksi dengan kelompok lain. The pituitary hormones adrenocorticotrophic hormone (ACTH), thyroid stimulating hormone (TSH), and the gonadotrophic hormones LH and FSH control the release of some of the metabolic and stress hormones and of the reproductive hormones, whilst hypothalamic hormones in turn control pituitary function. Adrenocorticotrophic hormon hipofisis hormon (ACTH), tiroid stimulating hormone (TSH), dan gonadotrophic hormon LH dan FSH mengontrol pelepasan beberapa metabolik dan stres hormon dan hormon reproduksi, hormon hipotalamus sedangkan pada gilirannya mengontrol fungsi pituitari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regulation of hormone release Peraturan hormon pelepasan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The commonest form of control in biological systems is negative feedback , and this forms the basis for the control of hormone release. Bentuk yang paling umum kontrol dalam sistem biologis adalah umpan balik negatif, dan ini membentuk dasar untuk kontrol hormon rilis. In this type of feedback loop any perturbation of the controlled variable results in a response to return it to the pre-determined level. Dalam jenis ini setiap Usikan umpan balik dari hasil variabel yang dikontrol dalam tanggapan untuk kembali ke tingkat pra-ditentukan. An example of this is the control of blood sugar concentrations. Contoh dari hal ini adalah kontrol konsentrasi gula darah. A rise in blood glucose (after a sugary drink or food) acts on the pancreas to stimulate insulin secretion, which in turn lowers blood glucose by storing it away inside cells. Kenaikan glukosa darah (setelah minum atau makanan manis) bertindak pada pankreas untuk merangsang sekresi insulin, yang pada gilirannya menurunkan glukosa darah dengan menyimpan jauh-jauh di dalam sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A more complex system is seen in the control of pituitary hormone secretion. Sebuah sistem yang lebih kompleks dapat dilihat dalam kontrol sekresi hormon hipofisis. For hormones which control secretion from a target gland, there is simple negative feedback, with the target organ secretion inhibiting pituitary hormone release (for example, the secretion of thyroid-stimulating hormone is inhibited by a rise in circulating thyroid hormone). Untuk hormon yang mengendalikan sekresi dari kelenjar target, ada umpan balik negatif yang sederhana, dengan organ target menghambat sekresi hormon hipofisis rilis (misalnya, sekresi thyroid-stimulating hormone dihambat oleh peningkatan sirkulasi hormon tiroid). However there is also control from the hypothalamus via stimulating and inhibiting hormones. Namun ada juga kontrol dari hipotalamus melalui merangsang dan menghambat hormon. The hypothalamus receives a huge array of inputs originating both in the body and in the external environment, so that by this route a large variety of factors influence the output of the pituitary gland, and hence the other endocrine glands, which it in turn controls. Hipotalamus menerima array besar dari input yang berasal baik di tubuh dan di lingkungan eksternal, sehingga dengan rute ini besar berbagai faktor yang mempengaruhi output dari kelenjar hipofisis, dan maka kelenjar endokrin lainnya, yang pada gilirannya kontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Endocrine disorders Gangguan endokrin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a such a complex regulatory system, one would predict that disordered function would have significant consequences. Dalam kompleks seperti sistem pengaturan, orang akan memprediksi bahwa fungsi teratur akan memiliki konsekuensi signifikan. The most common endocrine disorder is diabetes mellitus, with disorders of thyroid function coming second. Paling umum adalah gangguan endokrin diabetes mellitus, dengan gangguan fungsi tiroid datang kedua. Endocrine disorders may stem from over- or undersecretion of a given hormone. Kelainan endokrin dapat berasal dari kelebihan atau undersecretion dari hormon tertentu. Oversecretion may be due to a tumour either in the tissue normally producing the hormone or in one growing in an abnormal location — for example in the lung. Oversecretion mungkin disebabkan tumor dalam jaringan baik biasanya menghasilkan hormon atau dalam satu tumbuh di lokasi yang tidak normal - misalnya di paru-paru. It may alternatively be due to inappropriate secretion from the whole gland. Mungkin alternatif disebabkan oleh sekresi tidak pantas dari seluruh kelenjar. There is, for example, an autoimmune disease of the thyroid: thyrotoxicosis or 'Grave's disease', in which antibodies stimulate the gland to oversecretion. Ada, misalnya, suatu penyakit autoimun tiroid: tirotoksikosis atau 'Grave's disease', di mana antibodi merangsang kelenjar untuk oversecretion. Apparent underactivity of an endocrine gland may in fact be due to a failure of the target tissues to respond to a particular hormone. Jelas underactivity dari kelenjar endokrin mungkin sebenarnya disebabkan oleh kegagalan dari jaringan target untuk merespon hormon tertentu. For example, those who develop diabetes later in life may have an elevated rather than a low concentration of insulin in the blood. Sebagai contoh, mereka yang mengembangkan diabetes di kemudian hari mungkin memiliki tinggi daripada konsentrasi rendah insulin dalam darah. This is because their tissues are relatively unresponsive to the hormone. Hal ini karena jaringan mereka relatif tidak responsif terhadap hormon. There may even be failure to convert a hormone to its more active form. Bahkan mungkin ada kegagalan untuk mengubah suatu hormon ke bentuk yang lebih aktif. In the male some tissues are responsive to dihydrotestosterone rather than testosterone itself, and so a deficiency of the enzyme catalyzing this conversion produces the appearance of testosterone deficiency. Pada pria beberapa jaringan yang responsif terhadap dihidrotestosteron bukannya testosteron itu sendiri, sehingga kekurangan enzim katalis menghasilkan konversi ini penampilan kekurangan testosteron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most endocrine disorders can now be successfully treated. Kebanyakan kelainan endokrin kini dapat berhasil diobati. Diagnosis and treatment, however, require accurate measurement of blood hormone concentrations. Diagnosis dan pengobatan, bagaimanapun, memerlukan pengukuran akurat konsentrasi hormon darah. Early assays were bioassays performed on animal tissue, and these are still used in checking the activity of hormone preparations made for medicinal purposes. Bioassays tes awal yang dilakukan pada jaringan hewan, dan ini masih digunakan dalam kegiatan memeriksa persiapan hormon yang dibuat untuk tujuan pengobatan. However, routine determination in blood now involves the technique of radioimmunoassay ; when care is taken in setting this up, even very low concentrations of hormone can be determined quite rapidly on a large number of samples. Namun, tekad rutin sekarang darah melibatkan teknik radioimmunoassay; ketika perawatan diambil dalam pengaturan ini, bahkan sangat rendah konsentrasi hormon dapat ditentukan dengan cepat pada sejumlah besar sampel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So the days are past when diabetes mellitus led inexorably to coma and death; when a mother might decline with a mysterious illness after giving birth because of post-partum pituitary degeneration; or when a young woman could 'burn out' with thyrotoxicosis — to name but a few of the endocrine disorders which could be seriously debilitating or fatal before the twentieth century. Jadi, hari-hari diabetes melitus masa lalu ketika mau tidak mau melahirkan koma dan kematian; ketika seorang ibu akan menurun dengan penyakit misterius setelah melahirkan karena pasca melahirkan degenerasi hipofisis, atau ketika seorang perempuan muda bisa 'terbakar' dengan tirotoksikosis - untuk nama tetapi beberapa kelainan endokrin yang dapat melemahkan atau fatal serius sebelum abad kedua puluh.&lt;br /&gt;- Mary L. Forsling&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-2605427446718108190?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/2605427446718108190/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/hormon.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2605427446718108190'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/2605427446718108190'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/hormon.html' title='hormon'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4885852765653977844</id><published>2010-03-28T21:55:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T21:57:29.644-07:00</updated><title type='text'>cairan tubuh</title><content type='html'>Cairan tubuh terdiri dari air dari tubuh dan zat-zat terlarut di dalamnya. Water is the main component of the human body, and, in any individual, the body water content stays remarkably constant from day to day. Air merupakan komponen utama dari tubuh manusia, dan, dalam setiap individu, kadar air tubuh tetap sangat konstan dari hari ke hari.  In a 70 kg (154 lbs or 11 stone) man of average build, about 63% of the body weight is water, and hence the total body water (TBW) amounts to 45 litres. Dalam 70 kg (£ 154 atau 11 batu) laki-laki membangun rata-rata, sekitar 63% dari berat badan adalah air, dan karenanya air tubuh total (TBW) jumlah menjadi 45 liter. In a woman of the same weight, typically only about 54% is water, so the TBW is about 38 litres. Pada seorang wanita berat badan yang sama, biasanya hanya sekitar 54% adalah air, sehingga TBW adalah sekitar 38 liter. The difference is due to the fact that women generally have more fat  (adipose tissue) than men, and there is very little water in the adipose tissues. Perbedaan ini disebabkan oleh fakta bahwa perempuan biasanya memiliki lebih banyak lemak  (jaringan adipose) daripada laki-laki, dan ada sedikit air di jaringan adiposa. In both sexes, the proportion of the body weight that is water tends to decrease with increasing age. Dalam kedua jenis kelamin, proporsi berat badan yang air cenderung menurun dengan meningkatnya usia.  The functional tissue of the body can be regarded as fat-free, and the percentage of water in the fat-free tissue is very constant in any one individual from day to day, and between individuals. Jaringan fungsional tubuh dapat dianggap sebagai bebas lemak, dan persentase air dalam jaringan bebas lemak sangat konstan dalam setiap individu dari hari ke hari, dan antara individu. Water accounts for 73% of this 'lean body mass'. Air menyumbang 73% dari 'massa tubuh ramping'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Life as we know it could not have evolved without water. Kehidupan seperti yang kita tahu tidak bisa berevolusi tanpa air. All living things consist of aqueous solutions separated from each other by boundaries such as cell membranes . Semua makhluk hidup terdiri dari larutan berair dipisahkan satu sama lain oleh batas-batas seperti membran sel. Water has many properties of biological importance. Air memiliki banyak sifat-sifat biologis penting. It is a liquid at the ordinary temperatures found on the earth. Ini adalah cair pada suhu yang biasa ditemukan di bumi. Compared with other liquids, it has a high specific heat (the amount of heat energy needed to produce a given increase in temperature): this tends to minimize changes in temperature when heat is produced by chemical reactions inside cells. Dibandingkan dengan cairan lainnya, ia memiliki tinggi panas spesifik (jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menghasilkan suatu peningkatan suhu): ini cenderung untuk meminimalkan perubahan temperatur bila terjadi panas yang dihasilkan oleh reaksi kimia di dalam sel. Water has a high latent heat of evaporation (the amount of heat energy given out as a liquid evaporates): this provides the basis for an efficient mechanism for heat loss by sweating . Air panas laten yang tinggi penguapan (jumlah energi panas diberikan sebagai cairan menguap): ini akan memberikan dasar bagi mekanisme yang efisien untuk kehilangan panas oleh berkeringat. Water is a good solvent for ionic compounds, which are essential components of all living systems. Air adalah pelarut yang baik bagi senyawa ion, yang merupakan komponen penting dari semua sistem kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The cells of our tissues and organs could not survive in the outside world. Sel-sel jaringan dan organ kita tidak bisa bertahan hidup di dunia luar. The immediate environment of the cells is the extracellular fluid. Lingkungan langsung dari sel adalah cairan ekstraselular. This internal environment ('milieu intérieur' — a term first used by the French physiologist, Claude Bernard ) maintains the correct concentrations of oxygen, carbon dioxide, ions, and nutritional materials for the normal functioning of the cells. Ini lingkungan internal ( 'intérieur lingkungan' - istilah yang pertama kali digunakan oleh ahli ilmu faal Perancis, Claude Bernard) menjaga konsentrasi yang benar oksigen, karbon dioksida, ion, dan bahan-bahan gizi untuk fungsi normal sel. Maintenance of the constancy of the internal environment, which the American physiologist Walter B. Cannon termed ' homeostasis ', is achieved by the actions of many body tissues and organs, including the cardiovascular, respiratory, and renal systems, and the liver. Keteguhan pemeliharaan lingkungan internal, yang fisiolog Amerika Walter B. Cannon disebut 'homeostasis', dapat dicapai dengan tindakan-tindakan dari banyak jaringan dan organ tubuh, termasuk jantung, pernapasan, dan sistem ginjal, dan hati. These actions are in turn regulated by nerves and hormones . Tindakan-tindakan ini pada gilirannya diatur oleh saraf dan hormon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Input, production, and output of water Input, produksi, dan output air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The body is continually exchanging fluid with the external environment. Tubuh terus bertukar cairan dengan lingkungan eksternal. Water input into the body occurs by drinking (typically 1500 ml/day), by eating (500 ml/day of our water intake is contained in food), and by the metabolism of food (400 ml/day). Air input ke dalam tubuh terjadi dengan minum (biasanya 1500 ml / hari), dengan makan (500 ml / hari dari asupan air kita terdapat dalam makanan), dan oleh metabolisme makanan (400 ml / hari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The metabolically-derived water comes from the oxidation of food — glucose oxidation for example: The air metabolik yang diturunkan berasal dari oksidasi makanan - glukosa oksidasi sebagai contoh:&lt;br /&gt;C 6 H 12 O 6 C 6 H 12 O 6  + +  6O 2 6O 2  → →  6CO 2 6CO 2  + +  6H 2 O 6H 2 O&lt;br /&gt;glucose glukosa   oxygen oksigen   carbon dioxide karbondioksida   water air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The fluid output from the body occurs by several routes: from the lungs (400 ml/day), from the skin (400 ml/day), in the faeces (100 ml/day), and in the urine (1500 ml/day). Keluaran cairan dari tubuh terjadi melalui beberapa rute: dari paru-paru (400 ml / hari), dari kulit (400 ml / hari), dalam tinja (100 ml / hari), dan dalam urin (1500 ml / hari ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The loss from the lungs occurs because as air is breathed in it becomes saturated with water evaporating from the moist linings of the route to the lungs — mainly in the nose or mouth. Kerugian dari paru-paru terjadi karena sebagai menghirup udara di dalamnya menjadi jenuh dengan air yang menguap dari lapisan lembab rute ke paru-paru - terutama dalam hidung atau mulut. Some of this water is restored to the same surfaces during exhalation, but much of it is lost. Sebagian dari air ini dikembalikan ke permukaan yang sama selama napas, tetapi sebagian besar hilang. In hot, dry environments, or in sub-zero temperatures (when the air is very dry), the loss of water from the lungs can be considerably greater than 400 ml/day. Dalam panas, kering lingkungan, atau dalam suhu di bawah nol (saat udara sangat kering), hilangnya air dari paru-paru bisa jauh lebih besar dari 400 ml / hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The water loss from the skin, termed 'insensible perspiration', is evaporative loss from the skin epithelial cells and occurs at an almost constant rate. Hilangnya air dari kulit, disebut 'pingsan keringat', adalah menguapkan kerugian dari sel-sel epitel kulit dan terjadi pada tingkat yang hampir konstan. It is not sweat. Sweating , or 'sensible perspiration' represents an additional and adjustable loss, which can exceptionally reach up to 5 litres hour. Ini bukan keringat. Sweating, atau 'masuk akal keringat' mewakili dan disesuaikan tambahan kerugian, yang luar biasa bisa mencapai hingga 5 liter jam. The fluid lost in faeces, normally 100 ml per day, can be increased to several litres per day by diarrhoea. Fluida hilang dalam tinja, biasanya 100 ml per hari, dapat ditingkatkan untuk beberapa liter per hari oleh diare. The loss in urine can vary enormously — between 400 ml/day and 25 litres per day — being adjusted according to the needs of the body relative to intake. Kehilangan dalam air kencing dapat sangat berbeda-beda - antara 400 ml / hari dan 25 liter per hari - disesuaikan sesuai dengan kebutuhan tubuh relatif terhadap asupan. Total water loss can never be cut down to less than about 1200 ml per day, so survival without any water intake is possible for only a short time: generally less than one week. Total kehilangan air tidak pernah dapat dipotong menjadi kurang dari sekitar 1200 ml per hari, jadi hidup tanpa asupan air adalah mungkin untuk waktu yang singkat: umumnya kurang dari satu minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The body fluid compartments Kompartemen cairan tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are two main body fluid compartments; inside and outside the cells (intracellular and extracellular). Ada dua kompartemen cairan tubuh utama; di dalam dan di luar sel (intraselular dan ekstraselular). The extracellular compartment is divisible into (a) the plasma, which is extracellular fluid within the blood vessels ; (b) the interstitial fluid, which is extracellular fluid outside the blood vessels and separated from plasma by the walls of the capillaries; and (c) transcellular fluids, which are fluids with specialized functions. Kompartemen ekstraselular dibagi menjadi (a) dalam plasma, yang merupakan cairan ekstraselular dalam pembuluh darah, (b) cairan interstisial, cairan ekstraselular yang di luar pembuluh darah dan dipisahkan dari plasma oleh dinding-dinding kapiler, dan (c ) transelular cairan, yang cairan dengan fungsi-fungsi khusus. They include synovial fluid (which lubricates joints), cerebrospinal fluid (which cushions and nurtures the brain), and the aqueous and vitreous humours of the eyes (which maintain the shape of the eyeball and the integrity of structures within it). Mereka termasuk cairan sinovial (yang melumasi sendi), cairan tulang punggung ke otak (yang memelihara bantal-bantal dan otak), dan berair dan vitreous humor dari mata (yang mempertahankan bentuk bola mata dan integritas struktur di dalamnya). The transcellular fluids are separated from the plasma by a cellular membrane, which takes part in their formation, in addition to the capillary wall. Transelular cairan yang dipisahkan dari plasma oleh membran selular, yang mengambil bagian dalam pembentukan mereka, di samping dinding kapiler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The volumes of the body fluid compartments, in a 'typical' 70 kg man, are: 30 litres inside cells and 15 litres outside cells, comprising 3 litres in the plasma, 11 litres in interstitial fluid, and 1 litre in transcellular fluids. Volume dari kompartemen cairan tubuh, dalam 'khas' laki-laki 70 kg, adalah: 30 liter di dalam sel dan 15 liter di luar sel, terdiri dari 3 liter dalam plasma, 11 liter dalam cairan interstisial, dan 1 liter dalam cairan transelular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The solutes in the body fluid Para zat terlarut dalam cairan tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The partitions between these compartments (cell membranes between extracellular fluid and intracellular fluid, capillary walls between plasma and interstitial fluid, and cellular layers between interstitial fluid and transcellular fluid) are permeable to water, and hence the osmotic concentrations of the solutes in the different compartments must be essentially identical — otherwise water will move through the barriers until this is the case. Partisi antara kompartemen (sel membran antara cairan ekstraselular dan cairan intraseluler, dinding kapiler antara plasma dan cairan interstisial, dan selular interstisial lapisan antara fluida dan transelular fluida) yang permeabel terhadap air, dan karenanya osmotik konsentrasi zat terlarut dalam kompartemen berbeda dasarnya identik harus - jika tidak air akan bergerak melalui rintangan sampai hal ini terjadi. However, although the osmotic concentrations (osmolality) in the compartments must be almost identical, the solutes that make up the osmolality are different. Namun, walaupun konsentrasi osmotik (osmolalitas) dalam kompartemen harus hampir sama, zat terlarut yang membentuk osmolalitas berbeda. The main difference is between intracellular and extracellular fluid. Perbedaan utama antara cairan intraselular dan ekstraselular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The major ions of the extracellular fluid are: sodium (Na + : 142 mmol/litre), chloride (Cl - : 110 mmol/litre), and bicarbonate (HCO - 3 : 25 mmol/litre). Utama ion dari cairan ekstraselular adalah: natrium (Na +: 142 mmol / liter), klorida (Cl -: 110 mmol / liter), dan bikarbonat (HCO - 3: 25 mmol / liter). In the plasma component there is a significant volume of proteins and lipids in colloid suspension, so Na + concentration is in fact higher. Dalam komponen plasma ada volume signifikan protein dan lipid dalam suspensi koloid, sehingga konsentrasi Na + pada kenyataannya lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In intracellular fluid, there is a low Na + concentration, but a high potassium ion (K + ) concentration, and there are large amounts of negatively charged proteins. Dalam cairan intraseluler, ada konsentrasi Na + rendah, tapi tinggi ion kalium (K +) konsentrasi, dan ada sejumlah besar protein bermuatan negatif. However, the enclosure of fluids of different compositions in multiple microscopic compartments (organelles) within the cells makes it rather difficult to generalize about intracellular fluid composition. Namun, kandang dari cairan yang berbeda dalam beberapa mikroskopis komposisi kompartemen (organel) dalam sel membuat sangat sulit untuk generalisasi tentang komposisi cairan intraseluler.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Exchanges between compartments Pertukaran antara kompartemen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A continual exchange of water and solutes takes place between the compartments of the body fluids, which are in dynamic equilibrium with each other. Sebuah pertukaran yang terus-menerus air dan zat terlarut terjadi antara kompartemen cairan tubuh, yang berada dalam kesetimbangan dinamis satu sama lain. This has an important bearing on the regulation of the body fluids. Hal ini penting hubungannya dengan pengaturan cairan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fluid moves between the plasma and the interstitial fluid through the walls of the capillaries, the smallest blood vessels. Fluida bergerak antara plasma dan cairan interstisial melalui dinding kapiler, pembuluh darah terkecil. This movement occurs as a result of two forces, the hydrostatic pressure within the capillaries, pushing water and solutes out, and an osmotic gradient due to the plasma proteins in the capillaries, drawing water into the capillaries. Gerakan ini terjadi sebagai akibat dari dua kekuatan, tekanan hidrostatik di dalam kapiler, mendorong air dan zat terlarut, dan yang gradien osmotik karena protein plasma dalam kapiler, mengambil air ke dalam kapiler. (Since the capillary walls are permeable to other solutes but not to plasma proteins, it is the proteins alone that cause an osmotic pressure difference between plasma and interstitial fluid.) The volume of fluid leaving the capillaries slightly exceeds that re-entering. (Karena dinding kapiler permeabel terhadap zat terlarut lain tetapi tidak untuk plasma protein, maka protein saja yang menyebabkan perbedaan tekanan osmotik antara plasma dan cairan interstisial.) Volume cairan meninggalkan kapiler sedikit melebihi yang kembali masuk. This excess interstitial fluid is taken up by the lymph vessels and returns to the vascular system at the base of the neck where the main lymph vessel, the thoracic duct, joins the venous system. Cairan interstisial kelebihan ini diambil oleh pembuluh getah bening dan kembali ke sistem pembuluh darah di pangkal leher di mana pembuluh getah bening utama, saluran torakalis, bergabung dengan sistem vena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Regulation of volume and osmolity Peraturan volume dan osmolity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How then is the volume of the body fluids regulated? Bagaimana kemudian adalah volume cairan tubuh diatur? For intracellular fluid, this is straightforward. Untuk cairan intraseluler, ini jelas. Cell membranes are permeable to water, therefore water will cross the membranes if there are differences in solute concentration (osmolality) — and hence differences in osmotic pressure — between the two sides. Membran sel permeabel terhadap air, sehingga air akan melewati membran jika terdapat perbedaan dalam konsentrasi zat terlarut (osmolalitas) - dan dengan demikian perbedaan tekanan osmotik - antara kedua belah pihak. Individual cells can thus regulate their volume by adjusting their membrane transport processes to increase or decrease their solute content; this will lead to corresponding increases or decreases in volume as water osmotically follows the solute. Sel-sel individual dengan demikian dapat mengatur volume suara mereka dengan menyesuaikan membran mereka transportasi proses untuk menambah atau mengurangi konten terlarut mereka; ini akan menyebabkan bertambah atau berkurang sesuai volume sebagai berikut osmotically air terlarut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For extracellular fluid, the regulation of volume is more complicated. Untuk cairan ekstraselular, pengaturan volume lebih rumit. Because the extracellular fluid solute concentration (osmolality) is kept constant, the water content will depend on the solute content. Karena cairan ekstraselular konsentrasi zat terlarut (osmolalitas) adalah tetap konstan, kadar air akan tergantung pada konten terlarut. For example, if we increase the amount of Na+ in the body by eating salty food, this makes us thirsty so that we drink to bring the Na + to the correct concentration, and we end up with an increased volume. Sebagai contoh, jika kita meningkatkan jumlah Na + dalam tubuh dengan makan makanan asin, hal ini membuat kita haus sehingga kami minum untuk membawa Na + dengan konsentrasi yang benar, dan kita akhirnya dengan peningkatan volume. Because sodium (Na + ) and its associated negative ions are the main solutes of the extracellular fluid, the volume is regulated indirectly by controlling the Na + content of the body. Karena natrium (Na +) dan ion negatif yang terkait adalah zat terlarut utama dari cairan ekstraselular, volume diatur secara tidak langsung dengan mengontrol Na + isi dari tubuh. Sensors in circulatory system detect the blood pressure and the amount of blood returning to the heart from the rest of the body. Sensor di sistem peredaran darah mendeteksi tekanan darah dan jumlah darah kembali ke jantung dari seluruh tubuh. Both of these tend to increase if the extracellular fluid volume increases, and nerve signals from the sensors, relayed to the brain, ultimately lead to changes in the concentrations in the blood of hormones that regulate Na + excretion by the kidneys . Kedua cenderung meningkat jika volume cairan ekstraselular meningkat, dan saraf sinyal dari sensor, diteruskan ke otak, pada akhirnya membawa perubahan di dalam darah konsentrasi hormon yang mengatur Na + ekskresi oleh ginjal. The main hormones are angiotensin II and aldosterone. Hormon utama angiotensin II dan aldosteron. Both of these act to retain Na + (and consequently water) so their secretion is inhibited when extracellular fluid volume increases. Kedua hal ini bertindak untuk mempertahankan Na + (dan akibatnya air) sehingga sekresi mereka dihambat ketika volume cairan ekstraselular meningkat. An increase of volume also has a more direct effect by diminishing secretion of the water-regulating hormone, vasopressin (antidiuretic hormone), the action of which is to promote retention of water in the kidneys. Peningkatan volume juga memiliki efek yang lebih langsung dengan mengurangi sekresi air-hormon yang mengatur, vasopresin (hormon antidiuretik), tindakan yang adalah untuk meningkatkan retensi air dalam ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The regulation of body fluid volume is thus inextricably linked with regulation of the concentration of sodium ions in the extracellular fluid. Pengaturan volume cairan tubuh dengan demikian terkait erat dengan pengaturan konsentrasi ion natrium dalam cairan ekstraselular. There are also many other solutes whose concentration in the body fluids are kept within necessary limits by a variety of mechanisms which ultimately adjust their retention or loss, mostly in the kidneys. Ada juga banyak lainnya yang konsentrasi zat terlarut dalam cairan tubuh perlu dijaga dalam batas-batas oleh berbagai mekanisme yang akhirnya menyesuaikan retensi atau kerugian, terutama di ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Christopher Lote - Christopher Lote&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4885852765653977844?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4885852765653977844/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/cairan-tubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4885852765653977844'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4885852765653977844'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/cairan-tubuh.html' title='cairan tubuh'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-610896573968906435</id><published>2010-03-28T21:54:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T21:55:52.730-07:00</updated><title type='text'>asam-basa homeostasis</title><content type='html'>Semua makhluk hidup tergantung pada air. Life consists of a highly complex series of chemical reactions occurring in aqueous media. Hidup terdiri dari kompleks yang sangat serangkaian reaksi kimia yang terjadi dalam media berair. Among the most important factors in the composition of these fluids are the concentrations of hydrogen ions and hydroxide ions, which determine the acidity or alkalinity of the fluid. Di antara faktor yang paling penting dalam komposisi cairan ini adalah konsentrasi ion hidrogen dan ion hidroksida, yang menentukan keasaman atau alkalinitas dari fluida. The maintenance of suitable concentrations of these ions is called acid-base homeostasis. Pemeliharaan sesuai konsentrasi ion-ion ini disebut homeostasis asam-basa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The cells of the most primitive marine organisms are bathed directly by the sea. Sel-sel yang paling primitif organisme laut yang bermandikan langsung oleh laut. The environment of such cells is very variable, being at the mercy of the tides and winds. Lingkungan sel-sel tersebut sangat bervariasi, karena pada belas kasihan dari pasang-surut dan angin. As evolution proceeded, organisms walled off some of this watery environment and took it as their own, to provide a specialized fluid surrounding the cells. Sebagai evolusi berjalan, organisme bertembok off beberapa lingkungan berair ini dan menganggapnya mereka sendiri, untuk memberikan cairan khusus yang mengelilingi sel. This fluid is thus, in evolutionary terms, the 'sea within us'; it is called the extracellular fluid , to distinguish it from the fluid inside cells, the intracellular fluid . Cairan ini demikian, dalam istilah evolusi, yang 'laut di dalam diri kita'; hal itu disebut cairan ekstraselular, untuk membedakannya dari cairan di dalam sel, cairan intraselular. In higher animals, the extracellular fluid is further subdivided into that in the circulating blood (the plasma , in which the blood corpuscles are suspended) and that which is outside the walls of the blood vessels (the interstitial fluid , filling the interstices between the body's cells). Pada hewan tingkat tinggi, cairan ekstraselular dibagi lagi menjadi bahwa dalam sirkulasi darah (plasma, di mana sel darah yang ditangguhkan) dan yang berada di luar dinding pembuluh darah (cairan interstisial, mengisi celah antara tubuh sel). There is continuous interchange of fluid across the walls of capillaries between the interstitial fluid and the blood plasma; this serves to mix the extracellular fluid. Ada pertukaran kontinyu cairan di dinding-dinding kapiler antara cairan interstisial dan plasma darah; ini berfungsi untuk mencampur cairan ekstraselular. Small molecules and ions in solution move freely between the components of the extracellular fluid. Molekul kecil dan ion dalam larutan bergerak bebas di antara komponen-komponen dari cairan ekstraselular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As animals became more advanced, control mechanisms evolved to minimize changes in the composition of the extracellular fluid, thereby providing a stable environment for the cells of the body. Ketika hewan menjadi lebih maju, mekanisme kontrol berevolusi untuk meminimalkan perubahan dalam komposisi cairan ekstraselular, sehingga memberikan lingkungan yang stabil untuk sel-sel tubuh. The importance of this was first recognized by the French physiologist Claude Bernard (1813-78), who described the extracellular fluid as the 'milieu intérieur' or the 'internal environment' of the body. Pentingnya pertama kali ini diakui oleh ahli ilmu faal Perancis Claude Bernard (1813-78), yang menggambarkan cairan ekstraselular sebagai 'intérieur lingkungan' atau 'lingkungan internal' dari tubuh. The tendency of the body to stabilize the composition of the extracellular fluid is called homeostasis , which means 'staying similar'. Kecenderungan tubuh untuk menstabilkan komposisi cairan ekstraselular disebut homeostasis, yang berarti 'tinggal sama'. Such stability had to be achieved before higher animals could evolve. Seperti stabilitas itu harus dicapai sebelum hewan tingkat tinggi dapat berkembang. In the words of Joseph Barcroft (1938), 'To look for high intellectual development in a milieu whose properties have not become stabilized is to seek music amongst the crashings of a rudimentary wireless or the ripple patterns on the surface of the stormy Atlantic.' Dalam kata-kata Yusuf Barcroft (1938), 'Untuk mencari perkembangan intelektual yang tinggi dalam sebuah lingkungan yang sifat-sifat belum menjadi stabil adalah mencari musik antara crashings dari nirkabel yang belum sempurna atau pola riak di permukaan badai Atlantik. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Water, then, is the substrate of life. Air, kemudian, adalah substrat kehidupan. Most standard laboratory solvents act merely as vehicles and take no part in chemical reactions between chemicals dissolved in them (the solutes). Kebanyakan pelarut laboratorium standar hanya bertindak sebagai kendaraan dan tidak mengambil bagian dalam reaksi kimia antara bahan kimia terlarut dalam mereka (yang zat terlarut). Water has the remarkable property of itself participating in many of the chemical reactions that occur in it; this is because water molecules show a very weak tendency to dissociate into hydrogen ions and hydroxide ions, according to the chemical reaction: Air memiliki properti yang luar biasa itu sendiri berpartisipasi dalam banyak reaksi kimia yang terjadi di dalamnya; hal ini terjadi karena molekul-molekul air menunjukkan kecenderungan yang sangat lemah untuk terdisosiasi menjadi ion hidrogen dan ion hidroksida, sesuai dengan reaksi kimia:&lt;br /&gt;H 2 O H 2 O  ⇌ ⇌  H + H +  + +  OH - OH --&lt;br /&gt;water air   hydrogen hidrogen   hydroxide hidroksida&lt;br /&gt;molecule molekul   ion ion   ion ion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This chemical reaction demonstrates that, in pure water, hydrogen ions and hydroxide ions are present in equal concentrations; thus pure water is said to be neutral . Reaksi kimia ini menunjukkan bahwa, pada air murni, ion hidrogen dan ion hidroksida hadir dalam konsentrasi yang sama; sehingga air murni dikatakan netral. When there are solutes present, the solution is also called neutral if the concentrations of hydrogen and hydroxide ions are the same. Bila ada zat terlarut hadir, solusinya juga disebut netral jika konsentrasi ion hidrogen dan hidroksida adalah sama. However, a solution is acid if the concentration of hydrogen ions exceeds that of hydroxide ions and alkaline if the concentration of hydroxide ions exceeds that of the hydrogen ions. Namun, solusi adalah asam jika konsentrasi ion hidrogen melebihi dari ion hidroksida dan basa jika konsentrasi ion hidroksida melebihi dari ion hidrogen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A hydrogen ion is a proton — a hydrogen atom that has lost its electron. Ion hidrogen proton - hidrogen atom yang telah kehilangan elektron. An acid is a chemical that releases protons; it is called a proton donor . Asam adalah suatu zat kimia yang melepaskan proton; itu disebut proton donor. A base, which is a chemical that takes up protons, is known as a proton acceptor . Sebuah dasar, yang merupakan bahan kimia yang mengambil proton, dikenal sebagai akseptor proton. If an acid is added to an equal amount of base, the protons released by the acid are all taken up by the base and the resulting solution is neutral. Jika asam ditambahkan ke jumlah yang sama dasar, proton asam dirilis oleh semua diambil oleh dasar dan solusi yang dihasilkan adalah netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acid and base production in the body Produksi asam dan basa dalam tubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Various chemical reactions in the body produce acids and bases: if they are simultaneously generated in equal amounts they will chemically combine and neutralize each other. Berbagai reaksi kimia dalam tubuh menghasilkan asam dan basa: jika mereka secara simultan dihasilkan dalam jumlah yang sama mereka akan menggabungkan dan menetralisir kimia satu sama lain. If production of one or other predominates, then body fluids tend to become acid or alkaline. Jika produksi dari satu atau menonjol lainnya, maka cairan tubuh cenderung menjadi asam atau basa. If the acid or base is produced continuously, a steady state can be maintained only when production is matched by the elimination of the excess acid or base from the body. Jika asam atau basa diproduksi secara terus-menerus, negara tetap dapat dipertahankan hanya bila produksi cocok dengan penghapusan kelebihan asam atau basa dari tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;carbon dioxide is produced as one of the main end products of the aerobic metabolism of energy-yielding chemicals derived from the food that we eat. karbon dioksida yang dihasilkan sebagai salah satu produk akhir utama dari aerobik metabolisme menghasilkan energi-bahan kimia yang berasal dari makanan yang kita makan. Carbon dioxide is not itself an acid, but in aqueous solution it reacts with water to yield hydrogen ions and bicarbonate ions, according to the chemical reaction: Karbon dioksida sendiri tidak asam, tapi dalam larutan itu bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion hidrogen dan ion bikarbonat, menurut reaksi kimia:&lt;br /&gt;CO 2 CO2  + +  H 2 O H 2 O  ⇌ ⇌  H + H +  + +  HCO - 3 HCO - 3&lt;br /&gt;carbon karbon   water air   hydrogen hidrogen   bicarbonate bikarbonat&lt;br /&gt;dioxide dioksida     ion ion   ion ion&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metabolizing cells continuously liberate carbon dioxide, and therefore acid, into our body fluids. Metabolisme sel terus-menerus membebaskan karbon dioksida, dan oleh karena itu asam, ke dalam cairan tubuh kita. The carbon dioxide diffuses to the blood, where a little remains dissolved but most is chemically combined. Karbon dioksida berdifusi ke dalam darah, di mana sedikit tetap dibubarkan tetapi kebanyakan adalah gabungan kimiawi. When the blood reaches the lungs the carbon dioxide is released and diffuses out of the blood into the gas in the alveoli of the lungs. Ketika darah mencapai paru-paru karbon dioksida dilepaskan dan berdifusi keluar dari darah ke dalam gas dalam alveoli paru-paru. The refreshing of the alveolar gas by breathing results in the carbon dioxide being expelled from the body and into the atmosphere. Yang menyegarkan dari gas alveolar dengan bernapas menghasilkan karbon dioksida yang dikeluarkan dari tubuh dan ke atmosfir. Since carbon dioxide can be eliminated as a gas, it is called a volatile acid . Karena karbon dioksida bisa dihilangkan sebagai gas, hal itu disebut asam yang mudah menguap. All other acids in the body are called non-volatile acids , or fixed acids . Asam lain di dalam tubuh disebut asam non-volatile, atau tetap asam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non-volatile acids. When a healthy person exercises maximally, the exercising muscles cannot obtain all the energy that they need by aerobic metabolism (using oxygen) and must in addition metabolize anaerobically (ie without oxygen). Non-volatile asam. Ketika orang yang sehat secara maksimal latihan, melatih otot-otot yang tidak dapat memperoleh seluruh energi yang mereka butuhkan oleh metabolisme aerobik (menggunakan oksigen) dan harus di samping metabolisme anaerob (yaitu tanpa oksigen). This results in the breakdown of glucose to lactic acid , via a series of chemical reactions that release energy but do not require oxygen. Ini menghasilkan pemecahan glukosa untuk asam laktat, melalui serangkaian reaksi kimia yang melepaskan energi tetapi tidak memerlukan oksigen yang. This is a normal physiological situation in which excess non-volatile acid is released into the body fluids. Ini adalah keadaan fisiologis yang normal di mana kelebihan asam non-volatile dilepaskan ke cairan tubuh. The excess acid is subsequently taken up from the blood by the liver where most of the lactic acid is reconverted to glucose. Asam yang berlebihan kemudian diambil dari darah oleh hati di mana sebagian besar asam laktat dikonversikan kembali menjadi glukosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hydrogen ions are produced as an end product of the oxidation of sulphur-containing amino acids derived from proteins in the diet; this yields sulphuric acid. Ion hidrogen diproduksi sebagai produk akhir dari oksidasi belerang yang mengandung asam amino berasal dari protein dalam makanan; ini menghasilkan asam sulfat. The metabolism of phospholipids, nucleic acids, and other phosphorus-containing chemicals yields phosphoric acid. Metabolisme fosfolipid, asam nukleat, dan lain yang mengandung zat kimia fosfor menghasilkan asam fosfat. Certain organic acids are formed during the metabolism of carbohydrates and fats; normally these acids are further oxidized to carbon dioxide and water, but in certain circumstances they may accumulate. Beberapa asam organik yang terbentuk selama metabolisme karbohidrat dan lemak; biasanya asam ini dioksidasi lebih lanjut menjadi karbon dioksida dan air, tetapi dalam keadaan tertentu mungkin mereka menumpuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A pathological example is diabetes mellitus , which has been called 'starvation in the presence of plenty'. Sebuah contoh patologis diabetes mellitus, yang telah disebut 'kelaparan di hadapan banyak'. Here, although the concentration of glucose in the blood is high, the tissues are unable to metabolize it properly. Di sini, meskipun konsentrasi glukosa dalam darah tinggi, maka jaringan tidak dapat memetabolisme dengan baik. Instead of using glucose, the body derives energy from excessive breakdown of lipids to yield so-called ketone bodies , including aceto-acetic and β-hydroxy-butyric acids. Alih-alih menggunakan glukosa, tubuh energi berasal dari pemecahan lemak yang berlebihan untuk menghasilkan apa yang disebut badan keton, termasuk aceto-asetat dan β-hidroksi-butirat asam. An excess of these fixed acids accumulates in the body. Kelebihan asam tetap ini terakumulasi dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surplus alkali accumulates when a person persistently vomits gastric contents. Alkali surplus terakumulasi ketika seseorang terus-menerus muntah isi lambung. Acid is secreted into the gastric contents by cells in the wall of the stomach as part of the digestive process. Asam lambung disekresi ke isi oleh sel di dinding lambung sebagai bagian dari proses pencernaan. This secretion of acid is accompanied by an equal movement of alkali from the acid-secreting cells in the opposite direction into the body fluids, so loss of acid in vomitus results in a surplus of alkali in the body. Sekresi asam ini disertai oleh gerakan yang sama alkali dari asam-sel mensekresi arah yang berlawanan ke dalam cairan tubuh, sehingga kehilangan hasil vomitus asam di dalam surplus alkali dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Defence of hydrogen ion concentration. The body has several lines of defence to accommodate surplus acid or base. Pertahanan konsentrasi ion hidrogen. Tubuh memiliki beberapa baris pertahanan untuk menampung kelebihan asam atau basa. The extracellular fluid, the contents of the cells, and bone all provide chemical buffering . Cairan ekstraselular, isi sel, dan tulang semuanya memberikan buffering kimia. A buffer is a system of chemicals that combines with an excess of hydrogen ions or hydroxide ions. Sebuah sistem buffer bahan kimia yang menggabungkan dengan kelebihan ion hidrogen atau ion hidroksida. Buffering therefore tends to stabilize the hydrogen ion concentration. Oleh karena itu buffering cenderung untuk menstabilkan konsentrasi ion hidrogen. It minimizes changes but does not alter the total acid or base load in the body. Ini meminimalkan perubahan namun tidak mengubah total beban asam atau basa dalam tubuh. The final disposal of surplus fixed acid or base may be via metabolic pathways in the body, as described for lactic acid in the healthy exercising person. Pembuangan akhir tetap surplus asam atau basa dapat melalui jalur metabolisme dalam tubuh, seperti yang dijelaskan untuk asam laktat dalam berolahraga sehat orang. If such mechanisms are not available, then the excess acid or base must be expelled from the body, via the lungs and kidneys — the homeostatic processes of respiratory compensation and renal compensation. Jika mekanisme tersebut tidak tersedia, maka kelebihan asam atau basa harus dikeluarkan dari tubuh, melalui paru-paru dan ginjal - yang homeostatik pernapasan proses kompensasi kompensasi dan ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Respiratory compensation. The aeration of the lungs influences the hydrogen ion concentration of the blood by regulating the amount of carbon dioxide expelled from the body into the atmosphere. Pernapasan kompensasi. Para aerasi paru-paru mempengaruhi konsentrasi ion hidrogen dari darah dengan mengatur jumlah karbon dioksida yang dikeluarkan dari tubuh ke atmosfir. Other things being equal, an increase in the volume of air breathed in and out leads to a washing-out of carbon dioxide from the body, and hence a lowering of the hydrogen ion concentration of the body. Hal-hal lain yang sama, kenaikan volume udara napas masuk dan keluar mengarah ke cuci-karbon dioksida keluar dari tubuh, dan karenanya penurunan konsentrasi ion hidrogen dari tubuh. In reaction 2, the concentration of carbon dioxide falls so the reaction is driven to the left, with a reduction in the number of hydrogen ions in the body. Reaksi 2, konsentrasi karbon dioksida jatuh sehingga reaksi tersebut didorong ke kiri, dengan penurunan jumlah ion hidrogen dalam tubuh. Conversely, a reduction of breathing results in a rise in hydrogen ion concentration in the body. Sebaliknya, penurunan hasil pernapasan dalam peningkatan konsentrasi ion hidrogen dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a healthy person, the concentration of carbon dioxide in the arterial blood is usually held constant by appropriate aeration of the lungs. Pada orang sehat, konsentrasi karbon dioksida dalam darah arteri biasanya dipertahankan konstan oleh aerasi tepat paru-paru. The depth and rate of breathing are controlled by special centres in the brain, which influence the nerves that cause contraction and relaxation of the muscles of respiration. Kedalaman dan tingkat pernapasan dikontrol oleh pusat-pusat khusus di otak, yang mempengaruhi saraf yang menyebabkan kontraksi dan relaksasi otot-otot pernapasan. In a person with a surplus of fixed acid in the body, such as in maximal muscular exercise or in uncontrolled diabetes mellitus, the shift towards acidity (detected by chemoreceptors — specialized sensory structures) stimulates breathing. Pada orang yang kelebihan asam tetap dalam tubuh, seperti dalam latihan otot maksimal atau diabetes melitus tidak terkontrol, pergeseran terhadap keasaman (dideteksi oleh chemoreceptors - indra khusus struktur) merangsang pernapasan. As a result, the concentration of carbon dioxide falls below normal. Sebagai hasilnya, konsentrasi karbon dioksida turun di bawah normal. This in effect removes some of the excess hydrogen ions. Ini berlaku menghilangkan beberapa kelebihan ion hidrogen. In this way breathing can help to bring the hydrogen ion concentration back towards normal, despite the excess of fixed acid in the body. Bernapas dengan cara ini dapat membantu untuk membawa konsentrasi ion hidrogen kembali menuju normal, meskipun tetap kelebihan asam dalam tubuh. This is respiratory compensation . Ini adalah kompensasi pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renal compensation. Whereas the lungs regulate the amount of volatile acid (carbon dioxide) in the body, the kidneys regulate other acids and bases by excreting acidic or alkaline urine. Ginjal kompensasi. Sedangkan paru-paru mengatur jumlah asam volatile (karbon dioksida) di dalam tubuh, ginjal mengatur asam dan basa lainnya oleh asam atau alkali buang air urin. In healthy people on a mixed diet, although the food itself is neutral, its metabolism releases an excess of non-volatile acid, and the kidneys must match this by excreting acidic urine as a normal necessity. Pada orang sehat pada campuran makanan, walaupun makanan itu sendiri adalah netral, maka metabolisme rilis kelebihan non-volatile asam, dan ginjal harus cocok ini dengan buang air urin asam sebagai kebutuhan normal. The food of vegetarians yields an excess of base and the urine of healthy vegetarians is alkaline. Makanan orang vegetarian menghasilkan kelebihan dasar dan urin vegetarian sehat adalah basa. In patients with renal damage the contribution of the kidneys is compromised; a feature of renal failure, in a person on a mixed diet, is an accumulation of acid in the body. Pada pasien dengan kerusakan ginjal kontribusi ginjal terganggu, sebuah fitur gagal ginjal, pada orang di diet campuran, merupakan akumulasi asam di dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The hydrogen ion concentration in aqueous solutions Konsentrasi ion hidrogen dalam larutan berair&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;One way of expressing the concentration of a substance is in moles of the substance per litre of solution. Salah satu cara untuk menyatakan konsentrasi suatu zat dalam mol zat per liter larutan. A mole of a substance is its molecular weight in grams. Satu mol suatu zat adalah berat molekul dalam gram. For hydrogen ions, the concentration is conventionally described as a pH value: the pH is the negative logarithm of the hydrogen ion concentration expressed in moles per litre. Untuk ion hidrogen, konsentrasi secara konvensional digambarkan sebagai nilai pH: pH adalah logaritma negatif dari konsentrasi ion hidrogen dinyatakan dalam mol per liter. As the hydrogen ion concentration of a solution becomes higher, its pH becomes lower — more acidic. Sebagai konsentrasi ion hidrogen dari sebuah solusi menjadi lebih tinggi, dengan pH menjadi lebih rendah - lebih asam. In a neutral solution at a temperature of 25°C, the hydrogen ion concentration is 10 -7 moles per litre, or 100 nanomoles/litre (1 nanomole = 10 -9 mole). Dalam solusi netral pada suhu 25 ° C, konsentrasi ion hidrogen 10 -7 mol per liter, atau 100 nanomoles / liter (1 nanomole = 10 -9 mol). This corresponds to a pH value of 7.0. Hal ini terkait dengan nilai pH 7.0. In a neutral solution at 37°C, the hydrogen ion concentration is 157 nanomoles/litre. Dalam solusi netral pada 37 ° C, konsentrasi ion hidrogen adalah 157 nanomoles / liter. In the arterial blood plasma of a normal person at rest, the hydrogen ion concentration usually lies in the range 35 to 45 nanomoles/litre, with an average of 40. Dalam plasma darah arteri orang normal saat istirahat, konsentrasi ion hidrogen biasanya terletak pada kisaran 35-45 nanomoles / liter, dengan rata-rata 40. The hydrogen ion concentration of plasma is therefore normally about a quarter of that for a neutral solution at body temperature. Konsentrasi ion hidrogen plasma Oleh karena itu biasanya sekitar seperempat dari yang untuk solusi netral pada suhu tubuh. A rise in plasma hydrogen ion concentration towards that of a neutral solution will result in death in most people. Kenaikan dalam plasma terhadap konsentrasi ion hidrogen bahwa solusi yang netral akan mengakibatkan kematian pada kebanyakan orang. By contrast, the hydrogen ion concentration of the intracellular fluid is normally close to that of a neutral solution. Sebaliknya, konsentrasi ion hidrogen dari cairan intraselular biasanya dekat dengan solusi yang netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The range of hydrogen ion concentration in disease Kisaran konsentrasi ion hidrogen dalam penyakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In persons with acid-base disorders, hydrogen ion concentration may be as low as 20 or as high as 80 nanomoles/litre, this being the usually tolerable range for survival. Orang dengan gangguan asam-basa, konsentrasi ion hidrogen dapat serendah 20 atau setinggi 80 nanomoles / liter, ini biasanya menjadi kisaran lumayan untuk bertahan hidup. Thus a 4-fold range is compatible with life. Jadi kisaran 4-kali lipat kompatibel dengan kehidupan. This is a much larger variation than the range tolerated for certain other chemicals, for instance sodium ions, chloride ions, and water itself. Ini adalah variasi yang jauh lebih besar daripada kisaran ditoleransi untuk bahan kimia tertentu lainnya, misalnya ion natrium, ion klorida, dan air itu sendiri. For short periods of time, it is possible for the hydrogen ion concentration to go beyond these limits, particularly on the acid side. Untuk periode waktu yang singkat, mungkin untuk konsentrasi ion hidrogen untuk melampaui batas-batas ini, terutama pada sisi asam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enzymes and hydrogen ion concentration. Ultimately the regulation of hydrogen ion concentration is important in keeping conditions ideal for the biological catalysts, enzymes . Enzim dan konsentrasi ion hidrogen. Pada akhirnya pengaturan konsentrasi ion hidrogen adalah penting dalam menjaga kondisi ideal untuk katalis biologis, enzim. These enzymes are essential for the chemical processes of life, both inside cells and in the extracellular fluids. Enzim ini sangat penting untuk proses kimia kehidupan, baik di dalam sel dan dalam cairan ekstraselular. Enzymes consist of complex protein molecules: there are sites on these molecules that attract and release hydrogen ions. Enzim terdiri dari molekul protein kompleks: ada situs pada molekul ini yang menarik dan melepaskan ion hidrogen. Enzymic activity depends on the molecule being in the correct state of ionization; if an enzyme is associated with an excess of hydrogen ions or has lost many hydrogen ions, its enzymic activity is reduced or abolished. Aktivitas Enzymic tergantung pada molekul berada dalam keadaan yang benar ionisasi; jika enzim dikaitkan dengan kelebihan ion hidrogen atau telah kehilangan banyak ion hidrogen, maka kegiatan enzymic dikurangi atau dihapuskan. This is why enzymes operate optimally at a given hydrogen ion concentration. Inilah sebabnya mengapa enzim beroperasi secara optimal pada suatu konsentrasi ion hidrogen. Enzymes on the surfaces of cells, which are bathed in extracellular fluid, operate optimally at the hydrogen ion concentration of extracellular fluid. Enzim pada permukaan sel, yang bermandikan cairan ekstraselular, beroperasi secara optimal pada konsentrasi ion hidrogen cairan ekstraselular. Intracellular enzymes operate optimally at the hydrogen ion concentration of intracellular fluid. Enzim intraselular beroperasi secara optimal pada konsentrasi ion hidrogen dari cairan intraselular.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Effects of disturbances of hydrogen ion concentration. In disease states, deviation from normal hydrogen ion concentration usually occurs in association with other serious pathological processes, and it may be difficult to specify the effects of altered hydrogen ion concentration alone. Efek gangguan konsentrasi ion hidrogen. Dalam keadaan penyakit, penyimpangan dari konsentrasi ion hidrogen normal biasanya terjadi dalam kaitannya dengan proses patologis serius lainnya, dan mungkin akan sulit untuk menentukan efek dari konsentrasi ion hidrogen berubah sendirian. With a high hydrogen ion concentration, there is a widespread relaxation of smooth muscle , including the muscle in the walls of blood vessels : this results in a severe drop in arterial blood pressure, with circulatory collapse. Dengan konsentrasi ion hidrogen tinggi, ada luas relaksasi otot polos, termasuk otot di dinding pembuluh darah: ini menghasilkan penurunan berat tekanan darah arteri, dengan peredaran darah. When elevation of hydrogen ion concentration is prolonged, minerals are leached from bones, causing them to become weak mechanically; the condition of osteoporosis . Ketika ketinggian konsentrasi ion hidrogen berkepanjangan, mineral yang kehabisan dari tulang, menyebabkan mereka menjadi lemah secara mekanis; kondisi osteoporosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A low hydrogen ion concentration occurs as a result of overbreathing, in which carbon dioxide is blown off excessively in the lungs. Rendah konsentrasi ion hidrogen terjadi sebagai akibat dari overbreathing, di mana karbon dioksida yang tertiup angin berlebihan di paru-paru. The condition occurs in certain otherwise normal people who overbreathe as a reaction to stress. Kondisi sebaliknya terjadi di beberapa orang normal yang overbreathe sebagai reaksi terhadap stres. A reduction in hydrogen ion concentration unveils sites on protein molecules that attract positive ions. Penurunan konsentrasi ion hidrogen situs memperkenalkan molekul protein yang menarik ion positif. Other positive ions then tend to attach to these binding sites instead of hydrogen ions. Ion positif lainnya kemudian cenderung melampirkan situs pengikatan ini bukan ion hidrogen. An ion of importance in this respect is calcium; a lowering of hydrogen ions leads to a lowering of the concentration in the body fluids of calcium ions, the condition of hypocalcaemia . Ion yang penting dalam hal ini kalsium; yang menurunkan ion hidrogen menyebabkan penurunan konsentrasi dalam cairan tubuh ion kalsium, kondisi hipokalsemia. This leads to an increase in the excitability of nerve fibres, resulting in the occurrence of spontaneous action potentials. Hal ini menyebabkan peningkatan sifat dpt dirangsang serat saraf, menyebabkan terjadinya potensi aksi spontan. These cause hypocalcaemic tetany — involuntary uncoordinated contractions of skeletal muscles — bizarre subjective sensations, and numbness. Ini menyebabkan hypocalcaemic tetany - disengaja tidak terkoordinasi kontraksi otot-otot rangka - aneh subjektif sensasi, dan mati rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The balance of hydrogen and hydroxide ions influences our bodily functions out of all proportion to the minute concentrations of these ions in biological fluids. Keseimbangan ion hidrogen dan hidroksida mempengaruhi fungsi tubuh kita dari semua sebanding dengan menit konsentrasi ion-ion ini dalam cairan biologis. The adverse effects arising from disturbances of hydrogen ion concentration are due to interference with the normal harmonious interaction of the many thousands of enzymes on which life depends. Efek yang merugikan yang timbul dari gangguan konsentrasi ion hidrogen disebabkan gangguan dengan interaksi harmonis normal dari ribuan enzim yang tergantung hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;— Oliver Holmes - Oliver Holmes&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-610896573968906435?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/610896573968906435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/asam-basa-homeostasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/610896573968906435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/610896573968906435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/asam-basa-homeostasis.html' title='asam-basa homeostasis'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-8846682535908480473</id><published>2010-03-28T21:51:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T21:54:02.016-07:00</updated><title type='text'>Homeostasis</title><content type='html'>Homeostasis (bahasa Yunani: tetap sama) adalah sebuah ide dasar dalam pemahaman kita tentang cara kerja tubuh. The concept had its origin in the 1870s, when the French physiologist Claude Bernard  showed that, although the concentration of sugar in the blood could be raised or lowered by a number of processes, the net effect of these processes was to keep the concentration of sugar within certain limits.  Konsep itu berasal pada 1870-an, ketika ahli ilmu faal Perancis Claude Bernard  menunjukkan bahwa, meskipun konsentrasi gula dalam darah bisa dinaikkan atau diturunkan oleh sejumlah proses, efek bersih dari proses ini adalah untuk menjaga konsentrasi gula dalam batas-batas tertentu.  Bernard extended the idea to other constituents of blood — for which he had less evidence — and in a timeless phrase referred to the constancy of the internal environment ('le milieu intérieur'): 'La fixité du milieu intérieur est la condition de la vie libre, independante.' Bernard ide untuk memperluas konstituen darah lainnya - untuk yang memiliki kurang bukti - dan dalam frase abadi mengacu pada keteguhan dari lingkungan internal ( 'le lingkungan intérieur'): 'La fixité du lingkungan kondisi intérieur est la de la vie gratis, independante. "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernard contrasted this constancy with that of the changeable world that surrounded the animal ('le milieu extérieur'). Bernard kontras keteguhan ini dengan dunia yang berubah yang mengelilingi binatang ( 'le lingkungan extérieur'). He likened the protective function of the internal milieu to that of a greenhouse, though to us this may seem rather an odd analogy. Ia menyamakan fungsi perlindungan lingkungan internal ke sebuah rumah kaca, meskipun bagi kami ini mungkin agak analogi yang aneh. The constitution of the internal milieu (extracellular fluids, including blood and lymph) has been suggested to represent some primal sea in which vertebrates have evolved. Konstitusi dari lingkungan internal (ekstraselular cairan, termasuk darah dan getah bening) telah menyarankan untuk mewakili beberapa primal vertebrata laut yang telah berevolusi. It is a likeable hypothesis, but one which is rather difficult to test. Ini adalah hipotesis menyenangkan, tapi satu yang agak sulit untuk menguji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bernard's proposal attracted little contemporary attention, which was hardly surprising, for it was about 50 years ahead of its time. Proposal Bernard sedikit kontemporer menarik perhatian, yang tidak mengherankan, karena itu sekitar 50 tahun ke depan dari waktu. But during the period 1915-35 two American physiologists, WB Cannon (1871-1945) and LJ Henderson (1878-1942), revived it. Namun selama periode dua orang Amerika 1.915-35 fisiologi, WB Cannon (1871-1945) dan LJ Henderson (1878-1942), menghidupkan kembali itu. Cannon was particularly concerned with demonstrating the importance of the autonomic nervous system in maintaining the constancy of the milieu intérieur : he realized that the constancy of blood pressure was an essential part of the maintenance. Meriam ini sangat peduli dengan menunjukkan pentingnya sistem saraf otonom dalam mempertahankan keteguhan dari lingkungan intérieur: dia menyadari bahwa keajegan dari tekanan darah merupakan bagian penting dari perawatan. It was Cannon who actually coined the word 'homeostasis', and in his Wisdom of the body (1932) he described how several of the body's systems were involved in homeostatic mechanisms. Itu Cannon yang benar-benar menciptakan kata 'homeostasis', dan dalam tubuh Kebijaksanaan (1932) ia menggambarkan bagaimana beberapa sistem tubuh yang terlibat dalam mekanisme homeostatis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cannon's fellow professor at Harvard, LJ Henderson, analysed the way in which the body maintained the hydrogen ion concentration of body fluids (usually expressed as pH) within narrow limits. Cannon's sesama profesor di Harvard, LJ Henderson, menganalisis cara tubuh mempertahankan konsentrasi ion hidrogen cairan tubuh (biasanya dinyatakan sebagai pH) dalam batas-batas sempit. There is a short-term pH homeostasis which is a property of blood itself: a bicarbonate-buffering system. Ada jangka pendek pH homeostasis yang merupakan properti dari darah itu sendiri: sebuah sistem penyangga bikarbonat-. If this is not adequate, the kidneys cope with any larger deviation. Jika hal ini tidak mencukupi, ginjal mengatasi penyimpangan yang lebih besar. Henderson published his findings in a classic work, Blood: a study in general physiology (1928). Henderson menerbitkan temuan-temuan dalam sebuah karya klasik, Darah: studi pada umumnya fisiologi (1928). The kidneys are, incidentally, the homeostatic organs par excellence : every renal activity is involved in maintaining the internal milieu, whether it is the concentration of ions in blood, blood volume, blood pressure itself, or the excretion of alien substances. Ginjal, kebetulan, maka organ homeostatik par excellence: setiap aktivitas ginjal terlibat dalam menjaga lingkungan internal, apakah itu adalah konsentrasi ion dalam darah, volume darah, tekanan darah itu sendiri, atau ekskresi zat-zat asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;How do the body's systems actually maintain the constancy? Bagaimana sebenarnya sistem tubuh mempertahankan kesetiaan? The most conspicuous mechanism is generally known as 'negative feedback', illustrated below. Mekanisme yang paling mencolok umumnya dikenal sebagai 'umpan balik negatif', ilustrasi di bawah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As an example, blood glucose concentration could be the 'regulated variable' in the diagram. Sebagai contoh, konsentrasi glukosa darah bisa menjadi 'diatur variabel' dalam diagram. The control system for the variable is the hormone insulin , whose main action is to accelerate the entry of glucose into many of the cells of the body, thereby lowering its plasma concentration. Sistem kontrol untuk variabel adalah hormon insulin, tindakan yang utama adalah untuk mempercepat masuknya glukosa ke dalam banyak sel-sel tubuh, sehingga penurunan konsentrasi plasma. Insulin is released from cells in the Islets of Langerhans of the pancreas (the controller), the most important stimulus for its release being a rise in blood glucose concentration, as occurs after a meal ('disturbance' in the diagram). Insulin dilepaskan dari sel-sel dalam pulau dari Langerhans pankreas (controller), rangsangan yang paling penting untuk rilis menjadi peningkatan konsentrasi glukosa darah, seperti yang terjadi setelah makan ( 'gangguan' dalam diagram). The reason for this being a 'negative' feedback system is that the action of insulin, by lowering the blood sugar, tends to remove the stimulus for its own release. Alasan untuk hal ini menjadi 'negatif' sistem umpan balik adalah bahwa tindakan insulin, dengan menurunkan gula darah, cenderung untuk menghapus rangsangan untuk rilis sendiri. Negative feedback is a ubiquitious principle in engineering and electronics. Umpan balik negatif adalah suatu prinsip di mana-mana teknik dan elektronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is clear from this example that the mechanism does not keep glucose concentration (the regulated variable) at a fixed level. Hal ini jelas dari contoh ini bahwa mekanisme tidak menyimpan konsentrasi glukosa (yang diatur variabel) pada tingkat yang tetap. The level oscillates, because there are delays in both arms of the system — it takes a finite time for insulin to lower blood glucose concentrations, and also for elevated glucose concentrations to increase the production of insulin from the pancreas. Tingkat berosilasi, karena ada penundaan di kedua lengan dari sistem - dibutuhkan waktu yang terbatas bagi insulin untuk menurunkan konsentrasi glukosa darah, dan juga untuk peningkatan konsentrasi glukosa untuk meningkatkan produksi insulin dari pankreas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Another regulated variable is carbon dioxide. Variabel diatur lain adalah karbon dioksida. The control of a constant partial pressure of carbon dioxide (PCO 2 ) in blood is a very precise feedback loop, and its control system is the act of breathing . Pengendalian konstan tekanan parsial karbon dioksida (PCO 2) dalam darah yang sangat tepat umpan balik, dan sistem kontrol adalah tindakan pernapasan. The body produces the gas constantly, adding it to blood. Tubuh menghasilkan gas terus-menerus, menambahkannya ke darah. The CO 2 sensor in this system consists of neurons in the medullary respiratory centre of the brain; the control system consists of motor nerves passing from the brain to the diaphragm and intercostal muscles. CO 2 Sensor dalam sistem ini terdiri dari neuron di medula pusat pernapasan otak; sistem kontrol terdiri dari saraf motorik berjalan dari otak ke otot diafragma dan interkostal. These nerves stimulate the act of breathing, which transfers carbon dioxide from blood into the lungs, lowers the blood PCO 2 , and temporarily removes the stimulus to the medullary respiratory centre. Merangsang syaraf ini tindakan pernapasan, yang transfer karbon dioksida dari darah ke paru-paru, darah menurunkan PCO 2, dan untuk sementara menghapus rangsangan ke pusat pernapasan meduler. Because the body is still producing carbon dioxide, the blood PCO 2 begins to rise again, the medullary receptors are stimulated, and the cycle repeats itself. Karena tubuh masih menghasilkan karbon dioksida, darah PCO 2 mulai bangkit lagi, meduler reseptor dirangsang, dan siklus berulang. A CO 2 -sensitive electrode inserted into an artery shows small, regular oscillations whose frequency corresponds precisely to the act of breathing. Seorang CO 2-sensitif elektrode dimasukkan ke arteri menunjukkan kecil, teratur osilasi frekuensi yang tepat sesuai dengan tindakan pernapasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The speed of response of the carbon dioxide loop is far greater than that of the glucose loop, a difference that derives from nervous compared with hormonal mechanisms: the PCO2 varies by only about 10% around its average level, whereas glucose varies by about 40%. Kecepatan respon dari karbon dioksida loop ini jauh lebih besar daripada glukosa loop, perbedaan yang berasal dari saraf dibandingkan dengan mekanisme hormon: Pco2 bervariasi yang hanya sekitar 10% di tingkat rata-rata, sedangkan glukosa bervariasi oleh sekitar 40% . The concentration ranges of some other constituents of blood provide us with clues about the nature of the relevant homeostatic mechanisms. Kisaran konsentrasi konstituen lain darah memberikan kita petunjuk tentang sifat homeostatik mekanisme yang relevan. Sodium ions (135-145 mmol/litre) and chloride ions (95-105 mmol/litre) have narrow ranges; this is the result of a mixture of nervous and hormonal mechanisms; the range is wider for potassium (3.5-5.0 mmol/litre) which is adjusted by hormonal action in the kidneys. Sodium ion (135-145 mmol / liter) dan klorida ion (95-105 mmol / liter) memiliki kisaran sempit; ini adalah hasil dari campuran mekanisme syaraf dan hormonal; jangkauan lebih luas untuk kalium (3,5-5,0 mmol / liter) yang disesuaikan dengan tindakan hormon dalam ginjal. By contrast, the hormones that provide the control systems regulating these variables show far wider concentration ranges in blood, according to the changes in secretion rates stimulated by disturbances in the variable they control. Sebaliknya, hormon yang menyediakan sistem kontrol yang mengatur variabel-variabel ini menunjukkan rentang konsentrasi jauh lebih luas dalam darah, sesuai dengan perubahan di tingkat sekresi dirangsang oleh gangguan dalam variabel kontrol mereka. Thus ACTH (adrenocorticotrophic hormone) has a range of 3.3-15.4 pmol/litre, aldosterone 100-500 pmol/litre, and insulin 0-15 mUnits/ml (unfed) and 15-100 Units/ml (after food). Jadi, ACTH (hormon adrenocorticotrophic) memiliki kisaran 3,3-15,4 pmol / liter, aldosteron 100-500 pmol / liter, dan insulin 0-15 mUnits / ml (unfed) dan 15-100 Unit / ml (setelah makan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeostasis can itself be reset or entrained by higher nervous centres. Homeostasis sendiri bisa reset atau entrained oleh pusat-pusat saraf yang lebih tinggi. The diurnal variations shown by ACTH and cortisol demonstrate high concentrations between midnight and midday (cortisol concentration 280-700 mmol/litre) and midday and midnight (cortisol 140-280 mmol/litre). Diurnal variasi yang ditunjukkan oleh ACTH dan kortisol menunjukkan konsentrasi yang tinggi antara tengah malam dan siang (kortisol konsentrasi 280-700 mmol / liter) dan tengah hari dan tengah malam (kortisol 140-280 mmol / liter). Similarly, on a longer time-scale, the changes seen in the female reproductive cycle represent a 28-day cycle of entrainment. Demikian pula, pada skala waktu lebih lama, perubahan yang terlihat dalam siklus reproduksi wanita mewakili siklus 28 hari dari entrainment. On a longer time-scale still, the growth and development of the child must represent the ultimate homeostatic entrainment by the brain. Pada skala waktu lebih lama lagi, pertumbuhan dan perkembangan anak harus mewakili paling homeostatik entrainment oleh otak. We might envisage old age as representing a genetically programmed deterioration of homeostasis. Kita mungkin membayangkan usia tua sebagai mewakili sebuah kemerosotan diprogram secara genetis homeostasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Claude Bernard's intuition about 'le milieu intérieur' has come a very long way in a century. Claude Bernard's intuisi tentang 'le lingkungan intérieur' telah datang dengan cara yang sangat panjang dalam satu abad. The mechanisms of homeostasis are so ubiquitous, their patterns so subtly intertwined, that we are tempted to produce a teleological question, and ask why. Mekanisme homeostasis begitu di mana-mana, pola mereka begitu halus saling berkaitan, bahwa kita tergoda untuk menghasilkan pertanyaan teleologis, dan bertanya mengapa. What is so useful to the organism about this precision? Apa yang sangat berguna bagi organisme tentang presisi ini? We do not have to look far, because the workings of every cell in the body depend on the maintenance of a negative potential inside the cell. Kita tidak perlu melihat jauh, karena cara kerja setiap sel dalam tubuh kita tergantung pada pemeliharaan potensi negatif di dalam sel. In turn, this negative potential depends upon the relative concentrations of ions inside and outside the cell: a high sodium concentration in the extracellular fluid, and a high potassium concentration inside the cell, the gradients across the cell wall being maintained by ionic pumps within the cell membrane . Pada gilirannya, potensi negatif ini relatif tergantung pada konsentrasi ion-ion di dalam dan di luar sel: konsentrasi natrium yang tinggi dalam cairan ekstraselular, dan konsentrasi kalium yang tinggi di dalam sel, gradien di dinding sel yang dikelola oleh pompa ion dalam membran sel. But these pumps could not begin to control this gradient if the ionic concentrations in blood (extracellular fluid) were not kept within narrow limits in the first place. Tapi pompa ini tidak bisa mulai mengendalikan gradien ini jika konsentrasi ion dalam darah (cairan ekstraselular) tidak dijaga dalam batas-batas sempit di tempat pertama. The subject comes into sharp focus when we consider the situation in the heart, which is very dependent on a constant plasma potassium level, within the range of 3.5-5.0 mmol/litre. Subjek datang ke fokus yang tajam ketika kita mempertimbangkan situasi di hati, yang sangat tergantung pada tingkat kalium plasma konstan, dalam kisaran 3,5-5,0 mmol / liter. The elevation of this value by 1-2 mmol/litre constitutes a medical emergency: the excitable components of the heart begin to conduct nervous impulses spontaneously and, without treatment, death soon follows from uncoordinated contraction of different parts of the ventricles ( ventricular fibrillation ). Ketinggian nilai ini dengan 1-2 mmol / liter merupakan keadaan darurat medis: komponen-komponen yang bersemangat jantung gugup mulai melakukan impuls secara spontan, dan tanpa pengobatan, kematian segera berikut tidak terkoordinasi kontraksi dari bagian yang berbeda dari ventrikel (ventrikel fibrilasi) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It soon becomes clear that the body's function involves countless homeostatic mechanisms, both within and outside cells. Segera menjadi jelas bahwa fungsi tubuh yang tak terhitung homeostatik melibatkan mekanisme, baik di dalam dan di luar sel. Not only are the mechanisms ubiquitous, but careful analysis often shows two or more feedback loops apparently serving the same function; a good example is the elaborate relationship that exists between the control of blood pressure and plasma volume. Tidak hanya merupakan mekanisme di mana-mana, tetapi analisis sering menunjukkan dua atau lebih putaran umpan balik rupanya melayani fungsi yang sama, sebuah contoh yang baik adalah hubungan yang rumit yang ada antara kontrol tekanan darah dan volume plasma. Perhaps the apparent redundancy provides the organism with back-up systems that improve evolutionary survival value. Mungkin yang tampak redundansi menyediakan organisme dengan sistem back-up yang meningkatkan nilai kelangsungan hidup evolusi. Improvement or not, such duplication makes the understanding of disease processes very much more difficult to disentangle. Perbaikan atau tidak, duplikasi tersebut membuat pemahaman proses penyakit jauh lebih sulit untuk diurai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; - JR Henderson&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-8846682535908480473?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/8846682535908480473/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/homeostasis_28.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8846682535908480473'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8846682535908480473'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/homeostasis_28.html' title='Homeostasis'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-6364467671167831621</id><published>2010-03-28T21:49:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T21:51:42.328-07:00</updated><title type='text'>Homeostasis</title><content type='html'>Homeostasis: resistance to change Homeostasis: penolakan terhadap perubahan&lt;br /&gt;A person threatened by the environment (or informed of an approaching pleasure or danger) prepares for action. Seseorang terancam oleh lingkungan (atau informasi kesenangan yang mendekat atau bahaya) bersiap untuk bertindak. The body mobilizes reserves of energy and produces certain hormones such as adrenalin, which prepare it for conflict or flight. Tubuh memobilisasi cadangan energi dan menghasilkan hormon tertentu seperti adrenalin, yang mempersiapkan untuk konflik atau penerbangan. This mobilisation can be seen in familiar physiological reactions. Mobilisasi ini dapat dilihat dalam reaksi fisiologis akrab. In the presence of emotion, danger, or physical effort the heart beats faster and respiration quickens. Dalam kehadiran emosi, bahaya, atau upaya fisik jantung berdetak lebih cepat dan mempercepat pernapasan. The face turns red or pales and the body perspires. Wajah berubah merah atau pales dan tubuh berkeringat. The individual may experience shortness of breath, cold sweats, shivering, trembling legs. Individu mungkin mengalami sesak napas, berkeringat dingin, menggigil, gemetar kaki. These physiological manifestations reflect the efforts of the body to maintain its internal equilibrium. Manifestasi fisiologis ini mencerminkan upaya tubuh untuk menjaga keseimbangan internalnya. Action can be voluntary--to drink when one is thirsty, to eat when hungry, to put on clothing when cold, to open a window when one is too warm--or involuntary--shivering, sweating. Tindakan dapat sukarela - untuk minum ketika seseorang haus, untuk makan ketika lapar, mengenakan pakaian ketika dingin, untuk membuka jendela ketika seseorang terlalu hangat - atau tak sadar - menggigil, berkeringat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The internal equilibrium of the body, the ultimate gauge of its proper functioning, involves the maintenance of a constant rate of concentration in the blood of certain molecules and ions that are essential to life and the maintenance at specified levels of other physical parameters such as temperature. Kesetimbangan internal tubuh, ukuran utama dari fungsi yang tepat, melibatkan pemeliharaan tingkat konstan konsentrasi dalam darah dan ion molekul tertentu yang penting untuk kehidupan dan pemeliharaan pada tingkat ditentukan parameter fisik lainnya seperti suhu . This is accomplished in spite of modifications of the environment. Hal ini dicapai meskipun modifikasi lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This extraordinary property of the body has intrigued many physiologists. Luar biasa ini milik tubuh memiliki banyak ahli fisiologi penasaran. In 1865 Claude Bernard noticed, in his Introduction to Experimental Medicine . Claude Bernard pada tahun 1865 menyadari, dalam Introduction to Experimental Medicine. that the "constancy of the internal milieu was the essential condition to a free life." bahwa "keteguhan dari lingkungan internal adalah kondisi penting untuk hidup bebas." But it was necessary to find a concept that would make it possible to link together the mechanisms that effected the regulation of the body. Tapi itu perlu untuk menemukan sebuah konsep yang akan memungkinkan untuk menghubungkan bersama mekanisme yang dilakukan pengaturan tubuh. The credit for this concept goes to the American physiologist Walter Cannon. Kredit untuk konsep ini pergi ke fisiolog Amerika Walter Cannon. In 1932, impressed by "the wisdom of the body" capable of guaranteeing with such efficiency the control of the physiological equilibrium, Cannon coined the word homeostasis from two Greek words meaning to remain the same. Pada tahun 1932, terkesan oleh "kebijaksanaan tubuh" mampu menjamin dengan efisiensi yang kontrol dari keseimbangan fisiologis, Cannon menciptakan kata homeostasis dari dua kata Yunani yang berarti untuk tetap sama. Since then the concept of homeostasy has had a central position in the field of cybernetics . Sejak saat itu konsep homeostasy telah memiliki posisi sentral di bidang cybernetics.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Homeostasis is one of the most remarkable and most typical properties of highly complex open systems. Homeostasis adalah salah satu yang paling luar biasa dan paling khas sifat-sifat yang sangat kompleks sistem terbuka. A homeostatic system (an industrial firm, a large organization, a cell) is an open system that maintains its structure and functions by means of a multiplicity of dynamic equilibriums rigorously controlled by interdependent regulation mechanisms. Sebuah sistem homeostatis (perusahaan industri, sebuah organisasi besar, sebuah sel) adalah sistem terbuka yang mempertahankan struktur dan fungsi dengan cara penggandaan keseimbangan dinamis secara ketat dikontrol oleh mekanisme peraturan yang saling bergantung. Such a system reacts to every change in the environment, or to every random disturbance, through a series of modifications of equal size and opposite direction to those that created the disturbance. Sistem seperti bereaksi terhadap setiap perubahan dalam lingkungan, atau untuk setiap gangguan secara acak, melalui serangkaian modifikasi dengan ukuran yang sama dan berlawanan arah dengan orang-orang yang menciptakan gangguan. The goal of these modifications is to maintain the internal balances. Tujuan dari modifikasi ini adalah untuk menjaga keseimbangan internal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ecological, biological, and social systems are homeostatic. Ekologi, biologi, dan sistem sosial homeostatik. They oppose change with every means at their disposal. Mereka menentang perubahan dengan segala cara yang mereka miliki. If the system does not succeed in reestablishing its equilibriums, it enters into another mode of behavior, one with constraint s often more severe than the previous ones. Jika sistem tidak berhasil dalam membangun kembali dengan keseimbangan, itu masuk ke dalam modus lain perilaku, satu dengan kendala s sering lebih parah daripada sebelumnya. This mode can lead to the destruction of the system if the disturbances persist. Mode ini dapat mengakibatkan kehancuran sistem jika gangguan tetap bertahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Complex systems must have homeostasis to maintain stability and to survive. Sistem yang kompleks harus memiliki homeostasis untuk menjaga stabilitas dan untuk bertahan hidup. At the same time it bestows on the systems very special properties. Pada saat yang sama itu mencurahkan pada sistem properti sangat khusus. Homeostatic systems are ultrastable; everything in their internal, structural, and functional organization contributes to the maintenance of the same organization. Sistem homeostatik ultrastable; segala sesuatu dalam internal mereka, struktural, dan fungsional organisasi memberikan kontribusi kepada pemeliharaan organisasi yang sama. Their behavior is unpredictable; "counterintuitive" according to Jay Forrester , or contravariant: when one expects a determined reaction as the result of a precise action, a completely unexpected and often contrary action occurs instead. Perilaku mereka tidak dapat diprediksi; "berlawanan" menurut Jay Forrester, atau contravariant: ketika seseorang mengharapkan reaksi ditentukan sebagai akibat dari tindakan yang tepat, yang benar-benar tak terduga dan sering kali terjadi malah sebaliknya tindakan. These are the gambles of interdependence and homeostasis; statesmen, business leaders, and sociologists know the effects only too well. Ini adalah berjudi interdependensi dan homeostasis; negarawan, pemimpin bisnis, dan sosiolog tahu efek terlalu baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For a complex system, to endure is not enough; it must adapt itself to modifications of the environment and it must evolve. Untuk sistem yang kompleks, untuk bertahan tidaklah cukup; itu harus menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan harus berkembang. Otherwise outside forces will soon disorganize and destroy it. Jika tidak, kekuatan-kekuatan luar akan segera mengacaukan dan menghancurkannya. The paradoxical situation that confronts all those responsible for the maintenance and evolution of a complex system, whether the system be a state, a large organization, or an industry, can be expressed in the simple question, How can a stable organization whose goal is to maintain itself and endure be able to change and evolve? Situasi paradoks yang dihadapi semua orang bertanggung jawab atas pemeliharaan dan evolusi sistem yang kompleks, apakah sistem menjadi sebuah negara, sebuah organisasi besar, atau sebuah industri, dapat dinyatakan dalam pertanyaan sederhana, Bagaimana organisasi yang stabil yang tujuannya adalah untuk mempertahankan dirinya dan bertahan dapat mengubah dan berevolusi?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-6364467671167831621?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/6364467671167831621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/homeostasis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/6364467671167831621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/6364467671167831621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/homeostasis.html' title='Homeostasis'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-3286325633327069742</id><published>2010-03-28T09:30:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T09:31:05.648-07:00</updated><title type='text'>VIBRIO PARAHAEMOLYTICUS ENTERITIS (MUNTABER)</title><content type='html'>Muntaber atau Vibrio Parahaemolyticus Enteritis adalah keadaan di mana seseorang menderita muntah-muntah disertai buang air besar berkali-kali. Kejadian itu dapat berulang tiga sampai lebih sepuluh kali dalam sehari. Terjadi perubahan bentuk dan konsistensi dari tinja, melembek sampai mencair, yang kadang juga mengandung darah atau lendir. Lazimnya, penyakit muntaber memang menyerang anak-anak, terutama pada usia dua hingga delapan tahun. Mereka mudah tertular karena daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab utama muntaber adalah peradangan usus oleh bakteri, virus, parasit lain (jamur, cacing, protozoa), keracunan makanan atau minuman yang disebabkan oleh bakteri maupun bahan kimia serta kurang gizi, misalnya kelaparan atau kekurangan protein. Penyakit yang dapat disebabkan oleh bakteri Escherichia coli ini dapat mewabah akibat lingkungan sekitar tempat tinggal yang kurang bersih serta makanan yang dikonsumsi terkontaminasi bakteri. Sistem sanitasi yang tidak terjaga dengan baik juga memudahkan kuman untuk berkembang biak. Hujan yang terus menerus sehingga menimbulkan banjir dan lingkungan yang kotor, sangat potensial menimbulkan wabah muntaber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, muntaber juga dapat disebabkan oleh virus Vibrio parahaemolyticus yang termasuk jenis vibrio halofilik dan telah diidentifikasi ada 12 grup antigen “O” dan sekitar 60 tipe antigen “K” yang berbeda. Strain patogen pada umumnya (tetapi tidak selalu) dapat menimbulkan reaksi hemolitik yang khas (fenomena Kanagawa). Masa inkubasi Vibrio parahaemolyticus biasanya antara 12 – 24 jam, tetapi dapat berkisar antara 4 – 30 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak diantara penderita muntaber yang melakukan terapi-terapi dalam mengatasi penyakit yang dialaminya. Baik sendiri maupun dengan ditangani dokter. Beberapa metode dalam penatalaksanaan muntaber pada penderita ialah dengan terapi pencegahan dan terapi pengobatan. Terapi pencegahan dilakukan dengan perbaikan kebiasaan-kebiasaan hidup masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya sebelum terjadinya penyakit muntaber tersebut. Sedangkan terapi pengobatan berupa terapi yang diberikan pada penderita muntaber yang sudah terjangkit penyakit muntaber agar penyakit tersebut dapat diatasi dan tidak terjadi sakit yang lebih parah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-3286325633327069742?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/3286325633327069742/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/vibrio-parahaemolyticus-enteritis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3286325633327069742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3286325633327069742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/vibrio-parahaemolyticus-enteritis.html' title='VIBRIO PARAHAEMOLYTICUS ENTERITIS (MUNTABER)'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-356117048330258864</id><published>2010-03-28T09:28:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T09:29:03.092-07:00</updated><title type='text'>Tanaman Obat yang Dapat Menyembuhkan Kanker</title><content type='html'>Penyakit Kanker Sudah Tidak Berbahaya Lagi, Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat memiliki harapan hidup yang lebih lama dengan ditemukannya tanaman ‘KELADI TIKUS‘ (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman obat yang dapat menghentikan dan mengobati berbagai penyakit kanker dan berbagai penyakit berat lain.&lt;br /&gt;Tanaman Obat yang Dapat Menyembuhkan Kanker&lt;br /&gt;Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 sampai 30 cm ini hanya tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. ‘Tanaman ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,’ kata Drs. Patoppoi Pasau, orang pertama yang menemukan tanaman itu di Indonesia ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanaman obat ini telah diteliti sejak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris K.H. Teo, Dip Agric (M), BSc Agric (Hons) (M), MS, PhD dari Universiti Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan pasien dari Malaysia, Amerika, Inggris, Australia, Selandia Baru, Singapura, dan berbagai negara di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia, tanaman ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di Pekalongan, Jawa Tengah. Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi (suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran sel-sel kanker tersebut. ‘Sebelum menjalani kemoterapi, dokter mengatakan agar kami menyiapkan wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan mengakibatkan kerontokan rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan, ‘jelas Patoppoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus berusaha mencari pengobatan alternatif sampai akhirnya dia mendapatkan informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobatikanker. ‘Saat itu juga saya langsung terbang ke Malaysia untuk membeli teh tersebut, ‘ujar Patoppoi yang juga ahli biologi. Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia, secara tidak sengaja dia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan 1996. ‘Setelah saya baca sekilas, langsung saja saya beli buku tersebut. Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi, tapi langsung pulang ke Indonesia ,’ kenang Patoppoi sambil tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu. Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat Departemen Pertanian ini langsung menyelidiki dan mencari tanaman tersebut. Setelah menghubungi beberapa koleganya di berbagai tempat, familinya di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka menemukan tanaman itu di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan tanaman tersebut dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia untuk menanyakan kebenaran tanaman yang ditemukannya itu. Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan bahwa tanaman tersebut memang benar Rodent Tuber. ‘Dr Teo mengatakan agar tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat, ‘lanjut Patoppoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dengan tekad bulat dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai memproses tanaman tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan tanaman tersebut. ‘Setelah melihat ciri-ciri tanaman tersebut, saya mulai mencari dipinggir sungai depan rumah dan langsung saya dapatkan tanaman tersebut tumbuh liar dipinggir sungai,’ kata Boni yang mendampingi ayahnya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama mengkonsumsi sari tanaman tersebut, isteri Patoppoi mengalami penurunan efek samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. ‘Bahkan nafsu makan ibu saya pun kembali normal, ‘ lanjut Boni. Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani pemeriksaan kankernya. ‘Hasil pemeriksaan negatif, dan itu sungguh mengejutkan kami dan dokter-dokter di Jakarta,’ kata Patoppoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang diberikan pada isterinya. ‘Malah mereka ragu, apakah mereka telah salah memberikan dosis kemoterapi kepada kami,’ lanjut Patoppoi. Setelah diterangkan mengenai kisah tanaman Rodent Tuber, para dokterpun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidakmengalami efek samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan pemeriksaan yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam bulan sekali.’ Tetapi karena sesuatu hal, paradokter tersebut tidak mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tanaman sebagai pengobatan alternatif,’ sambung Boni sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa lama tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian menghubungi Dr.Teo melalui fax untukmenginformasikan bahwa tanaman tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk menyebarkan penggunaan tanaman ini di Indonesia. Kemudian Dr .. Teo langsung membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,’ sambung Patoppoi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Patoppoi mengusulkan agar buku mereka diterjemahkan dalam bahasa Indonesia dan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan agar kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha nyata membantu penderita kanker di Indonesia. Kemudian, pada akhir Januari 2000 saat Jawa Pos mengulas habis mengenai meninggalnya Wing Wir yanto, salah satu wartawan handal JawaPos, Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala, penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil menyembuhkan pasien tersebut. ‘Lalu saya langsung menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,’ ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan. Dalam sehari, bisa sekitar 30 telepon yang masuk. ‘Sampai saat ini, sudah ada sekitar300 orang yang datang ke sini,’ lanjut Boni yang beralamat di Jl. KH. Khamdani,Buduran Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien pertama yang berhasil adalah penderita Kanker Mulut Rahimstadium dini. Setelah diperiksa, dokter mengatakan harus dioperasi. Tetapi karena belum memiliki biaya dan sambil menunggu rumahnya laku dijual untuk biaya operasi, mereka datang setelah membaca Jawa Pos. Setelah diberi tanaman dan cara meminumnya, tidak lama kemudian pasien tersebut datang lagi dan melaporkan bahwa dia tidak perlu dioperasi, karena hasil pemeriksaan mengatakan negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan animo masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung. Atas bantuan DirekturJenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, Sampurno, Patoppoi dapat menemui Dr. Teo di Penang, Malaysia. Di kantor Pusat Cancer Care Penang, Malaysia, Patoppoi mendapat penerangan lebih lanjut mengenai riset tanaman yang saat ditemukan memiliki nama Indonesia ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata saat Patoppoi mendapat buku ‘Cancer, Yet They Live’ edisirevisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi agar Patoppoi mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya. Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan lembaga sosial Cancer Care Indonesia, yang juga disebutkan dalam buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta Timur, telp. 021-4894754 begin_of_the_skype_highlighting              021-4894754      end_of_the_skype_highlighting, 4894786, 4897686 dan di Buduran, Sidoarjo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai tananaman lainnya dengan dosis tertentu. ‘Dosis yang diperlukan tergantung penyakit yang diderita,’ kata Boni. Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir yang menanyakan keadaan dan gejala penderita dan akan dikirimkan melalui fax ke Dr. Teo. ‘Formulir tersebut dapat diisi disini, dan akan kami fax-kan. Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus obatnya, dengan harga langsung dari Malaysia, sekitar 40-60 RinggitMalaysia ,’ lanjut Boni.’ Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan perpanjangan waktu pembayaran. ‘ tambahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat sebagai direktur salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini. Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi pengobatan dengan keladi tikus, karena telah ditangani oleh rekan-rekan dokter yang telah memiliki reputasi. Setelah menjalani kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut, kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah. Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini menanganinya sendiri dan juga memberikan pil keladi tikus untuk membantu proses penyembuhan kemoterapi. Pada pasien kedua ini, tidak ditemui berbagai efek yang dialami penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini belum resmi diteliti di Indonesia ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, jika rekan-rekannya mengetahui bahwa dia memakai pengobatan alternatif, mereka akan memberikan predikat sebagai ‘ter-kun’ atau dokter-dukun. ‘Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan modern, ‘kata dokter tersebut. Banyak hal menarik yang dialami Boni selama menerima dan memberikan bantuan kepada berbagai pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan sabu-sabu di Surabaya, yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat kanker paru-paru. Setelah mendapat vonis kanker paru-paru stadium III, pasien tersebut mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan, karena ternyata obat tersebut dapat mengeluarkan racun narkoba dari peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba tersebut. ‘Tapi, jika pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus, dia tidak boleh memakai narkoba lagi, karena pasti akan timbul resistensi. Jadi jangan seperti kebo, habis mandi berkubang lagi, ’sambung Boni sambil tertawa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus, beberapa saat kemudian pasien tersebut tenang dan tidak lagi merasa kesakitan. Menurut data Cancer Care Malaysia, berbagai penyakit yang telah disembuhkan adalah berbagai kanker dan penyakit berat seperti kanker payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa,leukemia, empedu, pankreas,dan hepatitis. Jadi diharapkan agar hasil penelitian yang menghabiskan milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun dapat benar-benar berguna bagi dunia kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan dengan artikel ‘Obat Kanker’ bisa menghubungi perwakilan lembaga sosial ‘Cancer Care Indonesia ‘ beralamat di Jl. Kayu Putih 4 no. 5, Jakarta Timur, telp : 021-4894754 begin_of_the_skype_highlighting              021-4894754      end_of_the_skype_highlighting, 4894786, 4897686.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://arsip.info/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-356117048330258864?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/356117048330258864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/tanaman-obat-yang-dapat-menyembuhkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/356117048330258864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/356117048330258864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/tanaman-obat-yang-dapat-menyembuhkan.html' title='Tanaman Obat yang Dapat Menyembuhkan Kanker'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4780017055440199006</id><published>2010-03-28T09:27:00.002-07:00</published><updated>2010-03-28T09:28:21.964-07:00</updated><title type='text'>Mencegah Penyakit Gagal Ginjal</title><content type='html'>”Health is not everything, but without it everything is nothing”, bila tidak memiliki kondisi sehat, maka dari kacamata penderita dunia sekeliling seakan-akan tampak suram. Penyakit ginjal banyak yang dapat bersifat kronis, karenanya lebih baik menemukan secara dini dan mengatasinya sehingga tidak menjadi berkepanjangan yang menimbulkan kerugian yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anatomi&lt;br /&gt;Dijelaskan tentang ginjal yang berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan. Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi ginjal&lt;br /&gt;Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah ”menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai resume, fungsi ginjal adalah sbb:&lt;br /&gt;1.Bertugas sebagai sistem filter/saringan, membuang ”sampah”&lt;br /&gt;2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh&lt;br /&gt;3. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah&lt;br /&gt;4. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah&lt;br /&gt;5. Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Penyakit Ginjal:&lt;br /&gt;1. Penyakit Umum/Sistemik: Kencing Manis = Diabetes Mellitus, Hipertensi, Cholesterol tinggi – Dyslipidemia, SLE: Penyakit Lupus, Penyakit Kekebalan Tubuh lain, Asam urat tinggi – Hyperuricemia – Gout, Infeksi di badan: Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, Amiloidosis, Kehilangan carian banyak yang mendadak: muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal-hal tersebut di atas dapat berakibat gangguan/penyakit pada ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyakit lokal pada ginjal: Penyakit pada Saringan (Glomerulus) – Glomerulonephritis, Infeksi: kuman – Pyelonephrits, Ureteritis, Batu: Bakat/ turunan, kelainan proses di ginjal – Nephrolithiasis, Kista: di ginjal – Polcystic Kidney, Trauma: benturan, terpukul, Keganasan – Kanker – Malignancy, Sumbatan: batu, tumor, penyempitan/striktur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpulan Gejala&lt;br /&gt;Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan datangnya seorang pasien dengan kumpulan gejala /sindrom penyakit ginjal sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Gagal Ginjal Akut: gangguan ginjal mendadak, fungsi ginjal ”anjlok”, tidak keluar urin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Nefritis akut: penyakit mendadak pada saringan ginjal (glomerulus), muka, tungkai bengkak, ditemukan protein &amp; darah di urin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Gagal Ginjal Kronik: gangguan kronis/ menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan &amp; gejala a.l.: lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sindrom Nefrotik: gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran hebat protein dari darah melalui glomerulus/ saringan ke urin, terdapat bengkak muka – kaki – perut, cholesterol naik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Infeksi Saluran Kemih: infeksi di ginjal – saluran kemih lainnya, bisa akut bisa kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit, bisa hanya pegal pinggang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Gangguan pada Tubulus ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hipertensi: umumnya tanpa gejala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Batu ginjal/Saluran Kemih: nyeri hebat kolik, darah di urin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Obstruksi Saluran Kemih: saluran kemih terbendung oleh tumor, striktur / penyempitan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Gangguan ginjal: tetapi bisa tanpa gejala (asymptomatik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi bila mencurigai ada gangguan/penyakit ginjal, disarankan lakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan Urin Lengkap di laboratorium sebagai data/fakta awal untuk proses selanjutnya menemukan adanya penyakit ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada dua golongan: Akut dan Kronis. I.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akut: Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri. II.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kronis: Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan Pasien&lt;br /&gt;Penanganan pasien dengan penyakit ginjal biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Periksa-Diagnosa: Pengenalan dini Gagal Ginjal (GG).&lt;br /&gt;2. Kontrol: Monitoring progresivitas GG. 3. Penyebab: Deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan.&lt;br /&gt;4. Perlambat: Melakukan intervensi pengobatan/tindakan untuk memperlambat progresivitas GG.&lt;br /&gt;5. Ginjal Sensitif: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber.&lt;br /&gt;6. Obati Komplikasi: Berikan terapi terhadap komplikasi GG.&lt;br /&gt;7. Terapi Pengganti: Rencanakan Terapi Pengganti Ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencegahan penyakit ginjal Prinsip-prinsip pencegahan penyakit ginjal adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;I.&lt;br /&gt;Pada orang dengan Ginjal Normal :&lt;br /&gt;A. Pada Individu berisiko: yaitu ada keluarga yang&lt;br /&gt;1. Berpenyakit ginjal turunan seperti: Batu Ginjal, Ginjal Polikistik, atau&lt;br /&gt;2. Berpenyakit umum: Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia (Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut di atas, sekali-sekali kontrol/periksa ke dokter/labratorium.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Individu yang tanpa risiko: Hidup sehat, Pahami tanda-tanda sakit ginjal: BAK terganggu / tidak normal, Nyeri pinggang, Bengkak mata / kaki, Infeksi di luar ginjal: leher/tenggorokan, Berobat/kontrol untuk menghindari: fase kronik /berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. Pada orang dengan Ginjal terganggu ringan /sedang: Hati-hati: obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik&lt;br /&gt;III. Ginjal terganggu berat / terminal: Terapi Pengganti Ginjal (Renal Replacement Treatment)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro&lt;br /&gt;Konsultan Ginjal-Hipertensi&lt;br /&gt;RS Mediros&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4780017055440199006?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4780017055440199006/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/mencegah-penyakit-gagal-ginjal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4780017055440199006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4780017055440199006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/mencegah-penyakit-gagal-ginjal.html' title='Mencegah Penyakit Gagal Ginjal'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-7137585252012374147</id><published>2010-03-28T09:27:00.001-07:00</published><updated>2010-03-28T09:27:37.502-07:00</updated><title type='text'>Ditemukan Obat Kanker Hati</title><content type='html'>Kesehatan – Setelah sekian lama dinanti, akhirnya para ilmuwan mengumumkan penemuan obat yang bisa meningkatkan harapan hidup penderita kanker hati. Hasil uji obat terhadap 602 pasien kanker hati dari berbagai negara menunjukkan hasil yang positif dan hal ini akan mengubah terapi pengobatan penyakit yang mematikan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian tersebut diumumkan Senin (4/6) lalu dalam pertemuan tahunan ahli onkologi (the American Society of Clinical Oncology’s).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Obat ini memang tidak secara langsung mengobat penyakit, namun memperlambat keganasan tumor. Sorafenib akan bekerja dengan menyerang langsung ke sel target dan memotong suplai darah yang dibutuhkan oleh sel tumor untuk berkembang. Akibatnya sel tumor akan kehabisan ’makanan’ dan mati. Obat yang akan dipasarkan dengan nama Nexavar ini telah mendapat persetujuan di beberapa negara untuk dipasarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus kanker hati banyak ditemukan di Afrika dan Asia Tenggara. Selama ini terapi pengobatan kanker hati umumnya dilakukan dengan operasi dan transplantasi hati. Namun hingga kini transplantasi hati belum ada di Indonesia sehingga pasien harus berobat ke luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://arsip.info/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-7137585252012374147?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/7137585252012374147/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/ditemukan-obat-kanker-hati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/7137585252012374147'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/7137585252012374147'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/ditemukan-obat-kanker-hati.html' title='Ditemukan Obat Kanker Hati'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-7495502509738642048</id><published>2010-03-28T09:26:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T09:27:04.361-07:00</updated><title type='text'>Harapan untuk penyembuhan AIDS tetap ada</title><content type='html'>Harapan untuk penyembuhan AIDS tetap ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua obat yang kita miliki saat ini adalah unsur antiretroviral (ARV) yang menghambat beberapa tahapan dalam siklus hidup virus tersebut, sehingga hanya menghambat saat virus HIV ini menggandakan diri, demikian dijelaskan peneliti Paul Bieniasz, seorang rekan professor di Pusat Penelitian AIDS Aaron Diamond di New York. Dalam permainan petak-umpet yang dimainkan antara ilmuwan dan HIV selama lebih dari 25 tahun, sejauh ini virus tetap menang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Semua obat yang kita miliki saat ini adalah unsur antiretroviral (ARV) yang menghambat beberapa tahapan dalam siklus hidup virus tersebut, sehingga hanya menghambat saat virus HIV ini menggandakan diri, demikian dijelaskan peneliti Paul Bieniasz, seorang rekan professor di Pusat Penelitian AIDS Aaron Diamond di New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi ini telah memberi pasien HIV kesehatan yang lebih baik untuk jangka waktu panjang. “Tetapi akan selalu ada virus dalam jumlah kecil namun bermakna yang tidak menggandakan diri dalam diri orang yang terinfeksi,” dikatakan Bieniasz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pasien yang berhasil memakai terapi ARV (ART), ini berarti bahwa HIV tetap tidur di dalam jaringan dengan jumlah yang tidak dapat terdeteksi dengan tes baku. Sejumlah kecil virus HIV “beristirahat” bersembunyi sebagai potongan DNA asing yang terkubur di dalam nukleus sel. Seperti bom waktu yang kecil, virus ini dapat tetap tidur selama bertahun-tahun. Di sisi lain, virus ini juga dapat berubah status serta menggandakan diri dan memulai kembali pengembangan yang mematikan menuju pada AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ini adalah virus yang cerdik, dan bersembunyi adalah strategi terbaik untuk HIV,” dikatakan Dr. Rowena Johnston, direktur penelitian dasar di Foundation for AIDS Research (amfAR). “Apabila virus tersebut sedang tertidur, bukan hanya ART tidak akan menjangkaunya, tetapi sistim kekebalan tubuh juga tidak mungkin dapat membidiknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus yang beristirahat adalah alasan utama mengapa para ilmuwan gagal menemukan penyembuhan untuk HIV/AIDS. Menurut Bieniasz, virus yang beristirahat tidak mempunyai ‘kait’ yang nyata yang dapat diikat oleh obat. Dan karena virus HIV yang beristirahat terletak sangat dalam di dalam nukleus, obat apa pun yang dapat menyerangnya mungkin terbukti sangat toksik bagi sel yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi hal ini tidak menghentikan usaha para ilmuan dalam mencari solusi untuk masalah ini. “Di amfAR, kami ingin berpikir bahwa apabila kami belum membuktikan bahwa itu adalah tidak mungkin, berarti kami belum melakukan tugas kami jika kita tidak terus mencarinya,” dikatakan oleh Johnston.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, amfAR mendanai penelitian di laboratorium Bieniasz, di mana para peneliti membuat sejumlah virus beristirahat buatan di dalam pembiakan sel. Mereka menggunakan biakan ini untuk mengkaji dampak dari ribuan penggandaan – mengamati untuk melihat apakah ada molekul tertentu yang mendorong HIV yang tertidur menjadi aktif dan menggandakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Diperkirakan bahwa satu strategi untuk melumpuhkan HIV dan menyembukan Odha secara efektif adalah dengan membuat virus beristirahat ini aktif/menggandakan diri,” dikatakan Bieniasz. “Karena begitu virus itu menggandakan diri, kami dapat menyerang virus tersebut dengan obat ARV yang ada saat ini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biakan sel di laboratorium Aaron Diamond dibentuk untuk menghidupkan tanda biokimia yang fluoresken (fluorescent biochemical tag), apabila dan ketika sebuah calon molekul mengubah virus dari beristirahat menjadi aktif menggandakan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bieniasz mengatakan bahwa penyembuhan untuk AIDS masih jauh, tetapi uji coba ini adalah langkah awal penting. “Apa yang kami cari di sini dasarnya adalah prinsip-pembuktian bahwa kami dapat melakukan ini tanpa membawa dampak besar pada sel,” demikian dikatakan Bieniasz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para peneliti lain juga memperoleh temuan berharga tentang sel yang beristirahat. Dr. Stephen Deeks adalah seorang rekan professor kedokteran di General Clinical Research Center Universitas California San Francisco. Penelitiannya, juga didanai oleh amfAR, berfokus pada minoritas pasien yang sangat kecil yang terinfeksi – kurang dari satu persen – yang bertahan secara sehat selama lebih dari 20 tahun tanpa membutuhkan terapi obat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelompok ini disebut “elite controllers” umumnya membawa virus yang berada pada tingkat rendah atau tidak terdeteksi. “Maka, yang tetap menjadi pertanyaan adalah, apa yang membuat mereka berbeda?” dikatakan Deeks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Satu model adalah bahwa mereka memiliki sistim kekebalan tubuh yang memungkinkan mereka untuk mengendalikan virus secara sangat efektif,” dia mengatakan. Kenyataannya, beberapa – tetapi tidak semua – dari mereka memiliki sel kekebalan yang sangat kaya dengan reseptor HLA. “Reseptor ini memungkinkan sel kekebalan untuk mengenal bagian yang sangat khusus dari sebuah infeksi, misalnya virus,” dia mengatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini dapat menjadi bagian dari cerita. Atau, para pasien mungkin cukup beruntung telah berhubungan dengan apa yang oleh para peneliti disebut sebagai sebuah bentuk HIV “yang gagal menggandakan diri” – sejenis virus yang lemah yang dapat ditangani secara mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Itu tetap sebagai teori,” dikatakan Deeks, “terutama karena virus tersebut sesungguhnya sangat sulit ditemukan pada para individu ini. Tetapi kami secara tegas mencoba menemukannya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban yang diperoleh tim ini dapat menolong 99 persen pasien terinfeksi yang tidak memiliki pertahanan tersebut terhadap HIV.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deeks berkata, “Apabila kuncinya adalah tanggapan kekebalan, dan apabila kami dapat mengetahui tanggapannya seperti apa, maka kami dapat mengembangkan vaksin yang terfokus pada bagian virus tersebut.” Penelitian vaksin juga dapat menerima doronganapabila ada virus tertentu yang menyebabkan pengendalian jangka panjang, demikian dikatakan Deeks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terapi yang sangat canggih telah melumpuhkan HIV hingga ke tingkat yang sangat rendah. Pada 2005, tim yang dipimpin oleh Dr. David Margolis dari Universitas North Carolina membuat terobosan besar dengan mengumumkan di Jurnal Kedokteran New England bahwa mereka telah mengurangi tingkat virus beristirahat secara bermakna pada empat pasien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelitiannya, tim Margolis menambahkan obat epilepsi yang umum, yaitu asam valproik, pada obat ARV yang diberikan pada pasien. Seluruh pasien menunjukkan viral load yang sangat rendah selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam valproik dikenal menghambat enzim yang disebut histone deacetylase 1 (HDAC1), yang diperlukan HIV untuk tetap bersembunyi di dalam sel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir uji coba selama empat bulan, tempat persembunyian HIV yang beristirahat dalam sel kekebalan CD4 telah berkurang sebanyak 75 persen, dilaporkan para peneliti. “Pendekatan baru ini, di masa yang akan datang, memungkinkan kita untuk berlanjut menuju pemberantasan infeksi pada seseorang yang terinfeksi HIV,” demikian saat itu dikatakan Margolis kepada Health Day.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap, para ahli mengatakan bahwa sejumlah HIV beristirahat bersembunyi di berbagai jaringan, termasuk usus, kelenjar getah bening, dan bagian yang tidak dapat ditembus obat seperti otak atau testis. Oleh karena itu, penelitian jenis ini masih memiliki perjalanan yang panjang, menurut Johnston dari amfAR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak ingin supaya siapa pun mempunyai pandangan bahwa amfAR berpendapat bahwa kami hampir menemukan penyembuhan – kami tentunya belum,” dia mengatakan. “Kami perlu bekerja keras untuk mengerti apa kendalanya, di samping mencari bagaimana menanggulanginya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deeks setuju. Tetapi dia juga setuju bahwa penelitian untuk mencari penyembuhan harus terus dijalankan. “Semua ini harus dimasukkan pada konteks bahwa pengobatan ARV, meskipun bekerja dengan baik sekali, mempunyai keterbatasan,” dia mengatakan. “Banyak orang tidak dapat tetap patuh pada pengobatan ini untuk seumur hidup, obat ini rumit, dan toksisitas terus bertumpuk.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Deeks berkata, “Penanganan pasien tanpa memakai obat adalah hal yang paling diharapkan…Saya akan menyebutnya sebuah penyembuhan. Dan itu yang harus kita jangkau.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://arsip.info&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-7495502509738642048?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/7495502509738642048/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/harapan-untuk-penyembuhan-aids-tetap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/7495502509738642048'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/7495502509738642048'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/harapan-untuk-penyembuhan-aids-tetap.html' title='Harapan untuk penyembuhan AIDS tetap ada'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-3172815757513332825</id><published>2010-03-28T09:25:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T09:26:28.963-07:00</updated><title type='text'>Tentang Hepatitis….</title><content type='html'>Kanker hati adalah kanker yang sering dijumpai di Indonesia. Kanker ini dihubungkan dengan infeksi hepatitis B atau C. Artinya, pada umumnya penderita kanker hati pernah terinfeksi hepatitis B atau C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah “hepatitis” sendiri dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati (liver). Penyebabnya dapat berbagai macam, mulai dari virus sampai dengan obat-obatan, termasuk obat tradisional. Virus hepatitis juga ada beberapa jenis, hepatitis A, hepatitis B, C, D, E, F dan G. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut (hepatitis A), bisa kronik (hepatitis B dan C) dan bisa juga kemudian menjadi kanker hati (hepatitis B dan C).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus yang menyebabkan penyakit ini berada dalam cairan tubuh manusia yang sewaktu-waktu bisa ditularkan ke orang lain. Memang sebagian orang yang terinfeksi virus ini bisa sembuh dengan sendirinya, namun demikian virus ini akan menetap dalam tubuh seumur hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit hepatitis B dan C sering dialami penduduk Indonesia (Peta Penyebaran Penyakit Hepatitis di Indonesia, 2002: http://www.ppmplp.depkes.go.id/images/m9_s2_i231_b.pdf). Kedua penyakit ini ditularkan melalui cairan tubuh, seperti lewat hubungan seksual, jarum suntik, dan transfusi darah. Pada umumnya, saat ini transfusi darah sudah aman: darah yang akan diberikan diskrining hepatitis B, hepatitis C, dan HIV. Dengan demikian kemungkinan penularan Hepatitis dan HIV melalui transfusi darah sudah menjadi kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis A&lt;br /&gt;Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala, sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu, rasa lelah, demam, diare, mual, nyeri perut, mata kuning dan hilangnya nafsu makan. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. Orang yang terinfeksi hepatitis A akan kebal terhadap penyakit tersebut. Berbeda dengan hepatitis B dan C, infeksi hepatitis A tidak berlanjut ke hepatitis kronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masa inkubasi 30 hari. Penularan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi feces pasien, misalnya makan buah-buahan, sayur yang tidak dimasak atau makan kerang yang setengah matang. Minum dengan es batu yang prosesnya terkontaminasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A, memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama, untuk kekebalan yang panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Pecandu narkotika dan hubungan seks anal, termasuk homoseks merupakan risiko tinggi tertular hepatitis A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis B&lt;br /&gt;Hepatitis B adalah peradangan pada hati. Selain tipe A, virus hepatitis B paling sering ditemui. Sebagian penderita hepatitis B akan sembuh sempurna dan mempunyai kekebalan seumur hidup, tapi sebagian lagi gagal memperoleh kekebalan. Orang itu akan terus menerus membawa virus hepatitis B dan bisa menjadi sumber penularan. Penularannya dapat terjadi lewat jarum suntik atau pisau yang terkontaminasi, transfusi darah dan gigitan manusia. Hepatitis B sangat beresiko bagi pecandu narkotika dan orang yang mempunyai banyak pasangan seksual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala hepatitis B adalah lemah, lesu, sakit otot, demam ringan, mual, kurang nafsu makan, mata dan kulit kuning dan air kencing berwarna gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengobatan penyakit ini dilakukan dengan interferon alfa-2b, lamivudine dan imunoglobulin yang mengandung antibodi terhadap hepatitis-B (diberikan 14 hari setelah paparan). Vaksin hepatitis B yang aman dan efektif sudah tersedia sejak beberapa tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencegah penularan hepatitis B adalah dengan imunisasi hepatitis B terhadap bayi yang baru lahir, menghindari hubungan badan dengan orang yang terinfeksi, menghindari penyalah-gunaan obat dan pemakaian bersama jarum suntik, menghindari pemakaian bersama sikat gigi ataupun alat cukur dan memastikan alat suci-hama bila ingin bertatto, melubangi terlinga atau tusuk jarum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis C&lt;br /&gt;Hepatitis C adalah penyakit infeksi yang bisa tak terdeteksi pada seseorang selama puluhan tahun dan perlahan-lahan merusak organ hati (lever). Penyakit ini sekarang muncul sebagai salah satu masalah pemeliharaan kesehatan utama di Amerika Serikat, baik dalam segi hilangnya nyawa maupun tekanan pada ekonomi. Di Indonesia, Hepatitis C memang masih kalah terkenal dibandingkan dengan Hepatitis B. Padahal, penderitanya cukup banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang-orang yang menderita penyakit hepatitis C tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit ini, karena memang tidak ada gejala-gejala khusus. Malah beberapa orang berpikir kalau mereka hanya terserang flu. Gejala yang biasa mereka rasakan antara lain demam, rasa lelah, muntah, sakit kepala, sakit perut atau hilangnya nafsu makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun penyakit ini dapat dideteksi melalui tes darah sederhana, para dokter, petugas asuransi, dan pejabat kesehatan pemerintah semua mengungkapkan keprihatinannya tentang makin maraknya orang yang terjangkit dan hanya sedikit korban yang tahu mereka terinfeksi:&lt;br /&gt;· American Medical Association -yang mewakili para dokter- mengatakan, Hepatitis C kemungkinan akan menjadi “prioritas utama kesehatan masyarakat, karena jumlah penduduk yang meninggal akibat penyakit ini dan orang yang membutuhkan cangkok hati diperkirakan akan meningkat secara besar-besaran dalam dasawarsa berikut.”&lt;br /&gt;· National Institute of Allergy and Infectious Diseases, satu divisi National Institutes of Health milik pemerintah, dengan agak cemas telah mengingatkan, “tanpa pengobatan yang lebih baik, angka kematian diperkirakan akan naik tiga kali lipat pada 2015 –lebih tinggi daripada tingkat kematian per tahun sekarang akibat AIDS.”&lt;br /&gt;· Kelompok usaha asuransi terkenal, Alliance of American Insurers yang berkantor pusat di Downers Grove, Illinois, menyebut hepatitis C sebagai suatu “epidemi yang sedang berkembang.”&lt;br /&gt;· American Liver Foundation, lembaga advokasi yang berkantor pusat di New York mengatakan, Hepatitis C merupakan penyebab utama transplantasi hati di Amerika Serikat. Permintaan hati yang telah jauh melampaui persediaan diperkirakan akan naik dalam jumlah besar selama 20 tahun berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Angka statistik yang membingungkan ini mungkin sebagian berakar dalam perilaku yang berisiko tinggi. Enam puluh persen infeksi baru terjadi akibat pemakaian jarum bersama, demikian menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Atlanta. Menurut CDC, Hepatitis C adalah infeksi kronis yang ditularkan oleh darah yang paling umum di Amerika Serikat. Sekitar 4 juta orang terinfeksi, atau 1,8 persen dari seluruh penduduk. Dari jumlah ini, sekitar 2,7 juta orang diduga terinfeksi kronis – suatu tahap dalam penyakit ini ketika kerusakan hati telah terjadi atau hampir terjadi. Selain itu, Hepatitis C menimbulkan penyakit hati kronis dan kemungkinan mengakibatkan kematian di antara tujuh dari sepuluh orang yang terinfeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis C sering dicampuradukkan dengan dua jenis hepatitis yang tidak begitu mematikan lainnya, yang dikenal sebagai Hepatitis A dan B. Kedua jenis terakhir ini dapat dicegah melalui vaksinasi. Hepatitis A ditularkan terutama oleh makanan dan minuman yang terkontaminasi. Itulah sebabnya orang yang sering bepergian ke negara-negara lain sering terinfeksi hepatitis ini. Meskipun dapat menimbulkan demam tinggi dan mengganggu fungsi hati sehingga mengakibatkan penyakit kuning – warna pucat kekuning-kuningan pada kulit dan bagian putih mata –penyakit ini jarang mengakibatkan penyakit hati kronis. Hampir semua orang pulih tanpa meninggalkan masalah yang berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis B muncul dalam darah seperti Hepatitis C. Penyakit ini menyebar melalui kontak dengan darah, air mani dan cairan vagina yang terinfeksi. Hubungan seks dengan orang yang terinfeksi atau penggunaan bersama jarum obat dapat menyebarkan penyakit ini. Gejalanya meliputi penyakit kuning, lemah, rasa sakit pada perut dan muntah. Namun, hampir semua penderitanya sembuh. Hanya 2 persen hingga 6 persen orang yang terkena penyakit ini mengalami kerusakan hati serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis C ditularkan melalui kontak seksual, penggunaan obat-obatan dengan jarum, bahkan pemakaian bersama pisau cukur atau sikat gigi dengan orang yang telah terinfeksi. Para pakar yakin, kemungkinan ada faktor risiko lain yang memerlukan studi lebih lanjut, seperti penggunaan tato atau menusuk tubuh dalam lingkungan yang tidak bersih. CDC mengatakan, penerima transfusi darah sebelum 1992 -ketika persediaan darah Amerika secara nasional dimusnahkan karena darah itu ternoda -juga mempunyai risiko terjangkit penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis C sangat membingungkan bagi pekerja perawatan kesehatan karena belum ada vaksinnya. Selain itu, hanya dalam sejumlah relatif kecil dari kasus yang baru-baru ini didiagnosa, barangkali sekitar 25 persen, pasien memperlihatkan gejalanya dan gejala ini pun mirip dengan gejala Hepatitis B. Kebanyakan kasus baru terjadi pada orang dewasa berusia muda, antara 25 hingga 40 tahun. Kecuali pasien sendiri meminta dilakukannya tes darah sederhana untuk memeriksa apakah muncul antibodi yang menjadi petunjuk adanya infeksi ini, Hepatitis C dapat tetap tidak ketahuan selama bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Dr. Peter Somani, mantan direktur Ohio Department of Health, “kebanyakan orang tidak tahu bahwa mereka telah mengidap Hepatitis C sampai mereka mengalami fase kronis dan kerusakan hati yang telah parah.” Begitu seseorang disembuhkan dengan memberikan obat-obat utama –yaitu gabungan dua obat Interferon-Alfa dan Ribavirin, penyakit ini dapat ditahan walau jarang mendapat kesembuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati adalah salah satu organ tubuh yang paling penting. Organ ini berperan sebagai gudang untuk menimbun gula, lemak, vitamin dan gizi; memerangi racun dalam tubuh seperti alkohol; menyaring produk-produk yang tidak berguna lagi dari darah; dan bertindak sebagai semacam pengaruh seluruh bagian tubuh yang menjamin terjadinya keseimbangan zat-zat kimia dalam sistem itu. Kalau hati tidak sanggup berfungsi, tubuh akan rentan terhadap infeksi sekunder dan organ pada umumnya akan gagal berfungsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha menemukan vaksin untuk penyakit Hepatitis C memang terus berlangsung. Tetapi tampaknya sampai saat ini belum ditemukan. Untuk itulah beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu Anda dalam usaha menjaga diri terhindar dari penyakit Hepatitis C:&lt;br /&gt;1. Jangan gunakan benda-benda pribadi yang kemungkinan bisa menyebabkan terjadinya pendarahan. Contohnya: sikat gigi dan alat cukur. Jika ada luka sayatan segera bersihkan dan obati luka pada kulit, setelah itu balut lukanya.&lt;br /&gt;2. Bicarakan dengan pasangan Anda mengenai virus Hepatitis C, serta penyakit menular seksual dan HIV/AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis D&lt;br /&gt;Hepatitis D Virus ( HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik, yang tidak lengkap dan untuk replikasi memerlukan keberadaan virus hepatitis B. Penularan melalui hubungan seksual, jarum suntik dan transfusi darah. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi, dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau amat progresif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis E&lt;br /&gt;Gejala mirip hepatitis A, demam pegel linu, lelah, hilang nafsu makan dan sakit perut. Penyakit yang akan sembuh sendiri ( self-limited ), keculai bila terjadi pada kehamilan, khususnya trimester ketiga, dapat mematikan. Penularan melalui air yang terkontaminasi feces.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis F&lt;br /&gt;Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis G&lt;br /&gt;Gejala serupa hepatitis C, seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan ataupun hepatitis kronik. Penularan melalui transfusi darah jarum suntik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: berbagai sumber…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-3172815757513332825?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/3172815757513332825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/tentang-hepatitis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3172815757513332825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3172815757513332825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/tentang-hepatitis.html' title='Tentang Hepatitis….'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-3764346641307221164</id><published>2010-03-28T09:23:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T09:25:37.478-07:00</updated><title type='text'>Mencegah dan Mengatasi Hepatitis</title><content type='html'>Hepatitis merupakan suatu proses peradangan pada jaringan hati. Hepatitis dalam bahasa awam sering juga disebut dengan istilah lever atau sakit kuning. Padahal definisi lever itu sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda yang berarti organ hati, bukan penyakit hati. Namun asumsi yang berkembang dalam masyarakat mendefinisikan lever adalah penyakit radang hati. Sedangkan istilah sakit kuning sebenarnya dapat menimbulkan kerancuan, karena tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati, tetapi dapat juga karena ada peradangan pada kantung empedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peradangan hati dapat disebabkan oleh infeksi berbagai mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan protozoa. Namun pada umumnya disebabkan oleh virus (hepatitis virus). Radang hati juga dapat terjadi akibat bahan-bahan kimia yang meracuni hati, obat-obatan, dan alkohol, yang disebut juga dengan hepatitis non-virus. Hepatitis akibat obat-obatan hanya menyerang orang yang sensitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya hepatitis virus akut mempunyai gejala-gejala sebagai berikut :&lt;br /&gt;- Tingkat awal merasa cepat lelah, tidak napsu makan, sakit kepala, pegal-pegal di seluruh badan, lemah, mual, dan kadang disertai muntah, dan selanjutnya demam.&lt;br /&gt;- Fase kuning (ikterik) : ditandai dengan urin berwarna kuning kehitaman seperti air teh dan feses berwarna hitam kemerahan. Bagian putih dari bola mata, langit-langit mulut dan kulit menjadi berwarna kekuning-kuningan. Fase ini berlangsung kurang lebih selama 2-3 minggu;&lt;br /&gt;- Fase penyembuhan : ditandai dengan berkurangnya gejala dan warna kuning menghilang. Umumnya penyembuhan sempurna memerlukan waktu sekitar 6 bulan .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua penderita hepatitis menunjukan gejala seperti di atas, ada juga yang tidak menunjukan warna kuning. Selain melihat gejala klinis diperlukan juga pemeriksaan laboratorium seperti SGOT, SGPT, bilirubin, dan asam empedu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hepatitis yang disebabkan oleh infeksi virus menyebabkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati dapat tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik. Hepatitis virus dibagi menjadi 5 berdasarkan jenis virus penyebabnya, yaitu : virus hepatitis A (VHA), B (VHB), C (VHC), D (VHD), dan E (VHE). Hepatitis virus dapat menjadi kronis dan bisa berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati.&lt;br /&gt;1. Hepatitis A&lt;br /&gt;Hepatitis A lebih banyak diderita oleh anak-anak dan orang muda. Disebabkan oleh infeksi virus hepatitis A, pada umumnya menular melalui makanan/minuman yang terkontaminasi oleh feses penderita, bisa juga melalui konsumsi kerang yang terkontaminasi virus. Penyakit ini jarang menjadi kronis. Gejala yang timbul ringan dan tidak selalu timbul fase kuning/ikterik.&lt;br /&gt;Langkah pencegahannya, yaitu :&lt;br /&gt;- cuci tangan setelah dari toilet, sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan;&lt;br /&gt;- disarankan tidak makan dengan menggunakan alat-alat makan secara – bergantian atau memakai sikat gigi bersama-sama;&lt;br /&gt;- memperhatikan kebersihan lingkungan dan sanitasi ;&lt;br /&gt;- Imunisasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hepatitis B&lt;br /&gt;Hepatitis B merupakan bentuk hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penularannya melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, alat tato, hubungan seksual, air liur, feses, juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayi yang baru dilahirkannya. Hepatitis virus yang akut dapat sembuh dengan sendirinya, namun sejumlah besar penderita hepatitis B akan menjadi kronis. Semakin muda usis terinfeksi virus hepatitis B semakin besar kemungkinan menjadi kronis. Hepatitis kronis akan meningkatkan risiko terjadinya sirosis dan hepatoma (kanker hati) di kemudian hari.&lt;br /&gt;Upaya pencegahan terhadap hepatitis B, antara lain yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imunisasi hepatitis B&lt;br /&gt;- hindarkan pemakaian jarum suntik bekas, dan peralatan tato yang tidak steril.&lt;br /&gt;- Hindarkan pemakaian bersama sikat gigi, pisau cukur dan alat lainnya yang dapat menimbulkan luka.&lt;br /&gt;- Penderita hepatitis B dilarang minum alkohol untuk mencegah rangsangan selanjutnya pada hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hepatitis C&lt;br /&gt;Pada hepatitis C sebagian besar penderitanya berlanjut menjadi hepatitis kronis. Seperti halnya hepatitis B kronis, hepatitis C yang kronis juga akan berkembang menjadi sirosis hati dan dapat berpotensi menjadi hepatoma. Sebagian besar penderita hepatitis C tidak menunjukan gejala. Seperti halnya hepatitis B, penularan hepatitis C umumnya terjadi melalui transfusi darah, selain itu mungkin juga melalui hubungan seksual, penggunaan sikat gigi secara bersamaan, dan dari ibu pengidap hepatitis C kepada bayinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Hepatitis D&lt;br /&gt;Virus hepatitis D hanya dapat ditemukan pada penderita hepatitis B, karena untuk hidupnya memerlukan virus pembantu yaitu virus hepatitis B. Upaya pencegahan terhadap hepatitis B secara tidak langsung juga mencegah hepatitis D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Hepatitis E&lt;br /&gt;Tipe penularannya sama dengan virus hepatitis A yaitu melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh feses. Infeksi virus hepatitis E terutama terjadi di daerah yang tingkat kesehatan dan sanitasinya buruk, dan lebih banyak diderita oleh anak-anak dan wanita hamil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tumbuhan Obat untuk Hepatitis&lt;br /&gt;Tumbuhan obat/herbal yang dapat digunakan untuk mencegah dan membantu pengobatan hepatitis diantaranya mempunyai efek sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi hati dari pengaruh zat toksik yang dapat merusak sel hati, juga bersifat antiradang, kolagogum dan khloretik yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati.&lt;br /&gt;Beberapa jenis tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk pengobatan hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza ), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut contoh beberapa resep herbal untuk membantu pengobatan hepatitis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resep 1.&lt;br /&gt;30 gram temu lawak (dikupas dan diris-iris) + 15 gram sambiloto kering + 60 gram akar alang-alang. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.&lt;br /&gt;Resep 2.&lt;br /&gt;30-60 gram daun serut/mirten segar + 60 gram pegagan + 30 gram meniran. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.&lt;br /&gt;Resep 3.&lt;br /&gt;10 gram jamur kayu/lingzhi + 10 gram biji kacapiring (zhi zi), keduanya dicuci, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari. (kedua bahan dapat dibeli di toko obat Tionghoa)&lt;br /&gt;Resep 4.&lt;br /&gt;60 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular segar + 30 gram tumbuhan jombang segar + 25 gram kunyit. dicuci bersih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur&lt;br /&gt;- tetap konsultasi ke dokter&lt;br /&gt;- untuk perebusan, gunakan periuk tanah, panci kaca atau enamel.&lt;br /&gt;(sbr foto: google.com)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: hembing&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-3764346641307221164?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/3764346641307221164/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/mencegah-dan-mengatasi-hepatitis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3764346641307221164'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3764346641307221164'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/mencegah-dan-mengatasi-hepatitis.html' title='Mencegah dan Mengatasi Hepatitis'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4020286860287378543</id><published>2010-03-28T09:14:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T09:23:42.280-07:00</updated><title type='text'>Waspadai Mikroorganisme Penyebab Diare</title><content type='html'>BERDASARKAN hasil penelitian yang dilakukan oleh Ir. Ratna Hidayat diperoleh data-data yang sangat merisaukan, jumlah bakteri Escherichia coli (E. coli) di Sungai Citarum sudah melebihi batas normal kualitas air. Status demikian bisa dijadikan indikator kemungkinan banyaknya bakteri patogen yang mencemari air baku tersebut. Ironisnya, banyak penduduk, khususnya yang tinggal di daerah aliran sungai (DAS), yang masih menggantungkan kebutuhan airnya dari aliran Sungai Citarum ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ancaman dari Sungai Citarum bukan hanya berasal dari airnya yang dikonsumsi. Seiring dengan mulai dimasukinya musim hujan, Sungai Citarum juga meluapkan airnya dan mengakibatkan banjir di sejumlah tempat. Akibatnya, berbagai jenis penyakit seperti gatal-gatal dan diare pun jadi “langganan” menyerang penduduk. Bakteri patogen dapat menyebar bersama luapan air sungai itu mencemari minuman maupun makanan yang dikonsumsi penduduk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dr. Yudhi Prayudha, secara tidak langsung telah memperingatkan, ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan diare atau muntaber. Pertama, faktor lingkungan yang kurang bersih. Kedua, faktor penyediaan air bersih yang belum memadai. Ketiga, infeksi yang disebabkan virus, bakteri, atau parasit lainnya. Keempat, korban keracunan bahan makanan atau alergi terhadap zat dalam makanan. Menurut Yudhi, sejauh ini dari hasil tinjauan langsung ke beberapa daerah, kasus muntaber yang terjadi sebagian besar disebabkan oleh tingginya tingkat pencemaran dan tidak adanya sarana air bersih di daerah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Problem sanitasi&lt;br /&gt;Secara sederhana dapat kita simpulkan, wabah diare atau muntaber salah satunya dapat disebabkan adanya kontaminasi makanan atau minuman oleh mikroorganisme patogen tertentu. Dengan kata lain, diare atau muntaber adalah penyakit menular yang erat kaitannya dengan masalah kebersihan (sanitasi), baik kebersihan makanan dan minuman, maupun kebersihan lingkungan. Ada beberapa mikroorganisme patogen yang biasa menyebabkan kasus diare atau muntaber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, Vibrio cholerae, bakteri berbentuk batang bengkok yang dapat bergerak dan tidak membentuk spora. Bakteri ini bertanggung jawab terhadap adanya wabah diare atau muntaber dengan angka kematian yang tinggi. Hal ini berhubungan dengan kemampuan bakteri ini dalam menghasilkan enterotoksin yang disebut dengan kholeragen. Metabolit yang sebagian besar berupa protein ini dapat mengakibatkan dikeluarkannya cairan sel beserta larutan elektrolit ke dalam lumen usus sehingga menyebabkan gejala muntaber. Selain itu, kemampuan bergerak dan mucinase dapat menambah daya infeksi dari bakteri ini. Pergerakan atau motilitas berperan dalam perlekatan dan patogenitas V. cholerae, sedangkan mucinase berguna dalam melakukan penetrasi kedalam lapisan mukosa dari usus halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gejala penyakit bisa timbul secara mendadak berupa nausea, bentuk diare yang disertai muntah dan kejang perut. Pada kasus yang berat, kejadian berak yang sangat sering menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit sehingga terjadi dehidrasi. Jika tidak segera ditangani, penderita akan masuk ke dalam keadaan syok dan meninggal dunia beberapa jam atau beberapa hari setelah terjadinya infeksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penularan dapat melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri yang terdapat dalam muntahan maupun feses penderita. Walaupun telah sembuh dari penyakit, dalam kurun waktu 7-14 hari, bakteri penyebab masih terdapat dalam feses penderita dan berpotensi untuk menularkannya kepada orang lain. Selain itu, penularan juga bisa oleh perantara binatang seperti lalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari spesies Vibrio ini terdapat bakteri lain yang menjadi penyebab penyakit serupa, yakni Vibrio parahaemolyticus. Bakteri ini tahan terhadap kadar garam tinggi sehingga tumbuh di laut. Diare ringan sampai berat yang terjadi biasanya didahului dengan mengonsumsi makanan laut tanpa dimasak atau kurang sempurna memasaknya. Diare cair terjadi seperti pada kolera dengan tinja yang disertai darah dan lendir. Selain itu, juga disertai sakit kepala, mual, muntah, nyeri perut dan kadang-kadang panas,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Shigella sp. Merupakan bakteri penyebab utama disentri basiler, suatu penyakit dengan gejala disentri yaitu nyeri perut hebat, berak yang sering, dan sakit dengan volume tinja sedikit disertai lendir dan darah. Terdapat empat spesies yang bertanggung jawab dalam terjadinya penyakit ini, yaitu S. dysenteriae, S. boydii, S. flexneri, dan S. sonnei. Namun, yang paling banyak ditemukan di Indonesia adalah S. dysentriae.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bakteri ini berbentuk batang, gram negatif, tidak bergerak, dan mampu membentuk spora ini menginfeksi manusia dengan kemampuan mempertahankan hidup dalam perjalanannya melawan pertahanan alami tubuh penderita serta daya invasinya yang cukup baik. Shigella yang virulen mampu mengadakan penetrasi ke dalam mukosa usus dan sel epitel. Selain itu, bakteri ini juga menghasilkan toksin yang disebut shigatoxin. Shigella membawa gen toksin ke dalam kromosomnya dan organisme yang memproduksi toksin paling tinggi menimbulkan penyakit yang lebih berat. Toksin ini memiliki efek ganda, yaitu neurotoksik, sitotoksik, dan enterotoksik. Semuanya berperan dalam terjadinya diare cair.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada penyakit yang lebih berat, terjadi gejala seperti muntaber, diare mencapai 20-40 kali sehari disertai muntah, kolaps, dehidrasi bahkan menyebabkan kematian terutama terjadi pada anak-anak. Selain itu, disentri basiler ini tidak menimbulkan kekebalan sehingga penderita bisa mengalami infeksi ulang. Walaupun penderita sudah sembuh, selama 3-5 minggu bakteri dapat ditemukan dalam feses penderita, sehingga berpotensi untuk menularkan pada orang lain. Terlebih lagi, penularan bakteri ini sangat mudah yaitu melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Bakteri dapat terbawa melalui jari tangan, lalat, maupun air yang kontak dengan kotoran penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Escherichia coli, bakteri ini berbentuk batang, gram negatif, fakultatif anaerob, dan tak mampu membentuk spora. Seperti kita ketahui bakteri E. coli merupakan organisme yang normal terdapat dalam usus manusia sehingga keberadaannya bukan merupakan masalah. Namun, beberapa strain tertentu dari bakteri ini dapat menimbulkan penyakit seperti diare atau muntaber. Hal ini berkaitan dengan kemampuan strain ini dalam membentuk enterotoksin yang berperan dalam pengeluaran cairan dan elektrolit. Terlebih, E. coli yang infeksi oleh bakteriofage dapat memproduksi sejenis verotoksin yang mirip dengan shigatoksin yang dihasilkan oleh bakteri Shigella sp. Faktor lainnya adalah kemampuan beberapa strain bakteri dalam menginvasi sel mukosa usus. Gejala yang terjadi bebeda-beda beda, namun secara umum gejala yang timbul mirip dengan penyakit yang ditimbulkan oleh shigella sp. Bakteri ini juga sering menyebabkan wabah diare pada anak di rumah sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, amuba. Beberapa dari jenis organisme bersel satu ini kemungkinan dapat berperan dalam terjadinya wabah diare atau bahkan muntaber. Organisme yang biasa berperan dalam hal ini adalah Entamoeba histolytica dan Balantidium coli. Entamoeba histolytica atau yang dikenal juga dengan Entamoeba dysentriae merupakan jenis protozoa yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia, kucing, anjing, maupun babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dapat terinfeksi karena memakan kista yang terdapat dari makanan atau minuman. Kista bahkan dapat terbawa oleh lalat maupun kecoa dan mengontaminasi makanan maupun minuman. Apabila air untuk keperluan rumah tangga bagi masyarakat terkontaminasi feses manusia, terutama waktu hujan di mana selokan mampet dan sampah serta kotoran lainnya meluap kemana-mana, saat itulah biasanya wabah dapat terjadi. Gejala klasik yang terjadi adalah sering buang air besar, tinja sedikit yang dengan darah dan lendir dan disertai demam dan sakit perut. Dalam keadaan akut bisa disertai sakit kepala, nausea, kram perut, dan kadang muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protozoa lainnya adalah Balantidium coli, manusia terinfeksi karena memakan kista yang berasal dari feses penderita atau binatang yang terinfeksi. Gejalanya terkadang tidak jelas, namun secara umum gejalanya menyerupai disentri yaitu berupa diare, muntah, tenesmus, hilang napsu makan, nausea, lesu, dan berat badan menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, virus, mikroorganisme penyebab infeksi terkecil ini, di antaranya dapat menyerang saluran pencernaan, terutama bayi. Contohnya seperti Rotavirus, virus Norwalk, dan Calicivirus. Rotavirus adalah adalah virus penyebab utama penyakit diare pada bayi maupun hewan muda. Namun demikian, infeksi pada orang dewasa pun sering kali dijumpai. Virus yang termasuk ke dalam famili Reoviridae ini, dapat menginfeksi sel-sel dalam vili usus halus. Diare yang disebabkan oleh virus ini kemungkinan karena adanya gangguan penyerapan natrium dan absorpsi glukosa karena adanya sel usus yang terinfeksi. Gejala khas yang dapat ditemukan adalah diare, demam, nyeri perut, muntah-muntah sehingga terjadi dehidrasi. Pada bayi dan anak-anak kekurangan cairan dan elektrolit dapat mematikan apabila tidak ditangani secepat mungkin. Selain rotavirus, virus lain penyebab wabah muntaber juga bisa diakibatkan oleh aktivitas Virus Norwalk dan Calicivirus maupun Astrovirus. Secara umum gejala yang terjadi adalah diare yang disertai muntah-muntah sehingga menyebabkan dehidrasi yang cukup berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, keracunan, baik oleh bakteri maupun bahan kimia dari makanan yang kita konsumsi. Ada beberapa bakteri yang dapat mengakibatkan keracunan makanan dengan gejala muntaber. Di antaranya adalah bakteri Clostridium botulinum, bakteri yang biasa terdapat pada makanan kaleng ini, membentuk toksin botulism. Pada awal gejala bakteri ini enyebabkan gangguan pencernaan akut, mual muntah, diare, demam, pusing dan mulut terasa kering. Gejala akan berlanjut berupa kabur penglihatan dan kelumpuhan otot.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4020286860287378543?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4020286860287378543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/waspadai-mikroorganisme-penyebab-diare.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4020286860287378543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4020286860287378543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/waspadai-mikroorganisme-penyebab-diare.html' title='Waspadai Mikroorganisme Penyebab Diare'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-3182350737914310751</id><published>2010-03-28T09:09:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T09:14:28.001-07:00</updated><title type='text'>Antibiotika untuk Muntaber?</title><content type='html'>SURABAYA | SURYA.CO.ID - Anak saya berumur 8 bulan, menderita muntaber. Dokter anak menganjurkan masuk rumah sakit karena sudah kekurangan cairan. Setelah di infus muntabernya berhenti dan diberi susu rendah laktosa, namun ia malah terserang diare konon karena virus. Apa gejala penyakit muntaber karena virus dan mengapa anak saya diberi susu rendah laktosa?Perlukah ia minum antibiotika agar cepat sembuh?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MUNTABER yang disebabkan oleh virus yang dikenal dengan nama rotavirus merupakan penyebab paling sering yang dialami anak-anak. Angka kematiannya cukup tinggi. Terutama pada usia tiga bulan hingga 24 bulan. Dan bayi di bawah tiga bulan jarang menderita penyakit ini, karena mendapat ASI dan kekebalan pasif dari ibunya ketika di dalam kandungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penularannya bisa saja melalui makanan dan minuman yang tercemar. Virus rotavirus dapat menimbulkan ledakan pasien di rumah sakit dan tempat penitipan anak. Gejala penyakit ini muncul dengan tanda sering muntah dan panas badan diikuti diare tetapi beraknya tanpa disertai darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada anak yang badannya gemuk mudah sekali kekurangan cairan dan bila disertai panas akan mudah kejang. Tindakan dokter anak untuk memberikan infus di rumah sakit sudah benar karena perawatan utama pada penderita muntaber memberikan cairan untuk mengganti cairan yang hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waspadai pada anak yang gemuk karena lebih sulit mengatur jumlah cairannya dan biasanya lebih sering timbul komplikasi dibanding anak dengan berat badan normal. Muntah akan berhenti dalam dua hari tetapi mencretnya dapat berlangsung terus antara tiga hingga tujuh hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit rotavirus ini akan merusak villi (rambut) yang berfungsi untuk pencernaan dan penyerapan karbohidrat termasuk laktosa, air dan mineral sehingga fungsi pencernaan laktosa terganggu. Gangguan keseimbangan penyerapan dan pengeluaran ini menyebabkan kekurangan cairan dan elektrolit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu pada anak penderita muntaber disebabkan oleh rotavirus diberi susu rendah laktosa agar mudah diserap. Biasanya setelah tujuh hari ususnya dapat kembali normal dan tak ada gangguan lagi dan bisa diberi susu formula biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit muntaber yang disebabkan virus tak perlu diberi antibiotika karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya bila kebutuhan cairan dan elektrolitnya mencukupi. Saat ini banyak ahli menganjurkan memberikan probiotik yaitu nutrisi suplemen yang mengandung kuman laktobasillus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Probiotik ini dapat mempercepat penyembuhan muntaber. Menguntungkan manusia karena meningkatkan imunitas dan pertahanan saluran cerna terhadap infeksi. Antibiotika diberikan bila muntaber disebabkan oleh bakteri/kuman seperti kolera, amuba, disentri, di samping pemberian cairan dan elektrolit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian antibiotika ataupun obat lainnya ada panduannya yaitu tepat dosis, tepat penderita, tepat cara pemberian, tepat waktu pemberian, dan waspadai efek samping yang kemungkinan muncul. Selama mengikuti petunjuk tersebut pengobatan akan rasional. dr Agus Harianto SpA(K) - IDAI Jawa Timur&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-3182350737914310751?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/3182350737914310751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/antibiotika-untuk-muntaber.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3182350737914310751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/3182350737914310751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/antibiotika-untuk-muntaber.html' title='Antibiotika untuk Muntaber?'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-8411095298276907030</id><published>2010-03-28T09:08:00.000-07:00</published><updated>2010-03-28T09:09:05.720-07:00</updated><title type='text'>penyakit dan pencegahannya</title><content type='html'>Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) {bahasa medisnya disebut Dengue Hemorrhagic Fever (DHF)} adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, yang mana menyebabkan gangguan pada pembuluh darah kapiler dan pada sistem pembekuan darah, sehingga mengakibatkan perdarahan-perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini banyak ditemukan didaerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, Amerika termasuk di seluruh pelosok Indonesia, kecuali di tempat-tempat ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan air laut. Dokter dan tenaga kesehatan lainnya seperti Bidan dan Pak Mantri ;-) seringkali salah dalam penegakkan diagnosa, karena kecenderungan gejala awal yang menyerupai penyakit lain seperti Flu dan Tipes (Typhoid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tanda dan Gejala Penyakit Demam Berdarah Dengue&lt;br /&gt;      Masa tunas / inkubasi selama 3 – 15 hari sejak seseorang terserang virus dengue, Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala demam berdarah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Demam tinggi yang mendadak 2-7 hari (38 – 40 derajat Celsius).&lt;br /&gt;      2. Pada pemeriksaan uji torniquet, tampak adanya jentik (puspura) perdarahan.&lt;br /&gt;      3. Adanya bentuk perdarahan dikelopak mata bagian dalam (konjungtiva), Mimisan (Epitaksis), Buang air besar dengan kotoran (Peaces) berupa lendir bercampur darah (Melena), dan lain-lainnya.&lt;br /&gt;      4. Terjadi pembesaran hati (Hepatomegali).&lt;br /&gt;      5. Tekanan darah menurun sehingga menyebabkan syok.&lt;br /&gt;      6. Pada pemeriksaan laboratorium (darah) hari ke 3 – 7 terjadi penurunan trombosit dibawah 100.000 /mm3 (Trombositopeni), terjadi peningkatan nilai Hematokrit diatas 20% dari nilai normal (Hemokonsentrasi).&lt;br /&gt;      7. Timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, penurunan nafsu makan (anoreksia), sakit perut, diare, menggigil, kejang dan sakit kepala.&lt;br /&gt;      8. Mengalami perdarahan pada hidung (mimisan) dan gusi.&lt;br /&gt;      9. Demam yang dirasakan penderita menyebabkan keluhan pegal/sakit pada persendian.&lt;br /&gt;      10.Munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Proses Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue&lt;br /&gt;      Penyebaran penyakit DBD ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, sehingga pada wilayah yang sudah diketahui adanya serangan penyakit DBD akan mungkin ada penderita lainnya bahkan akan dapat menyebabkan wabah yang luar biasa bagi penduduk disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pengobatan Penyakit Demam Berdarah&lt;br /&gt;      Fokus pengobatan pada penderita penyakit DBD adalah mengatasi perdarahan, mencegah atau mengatasi keadaan syok/presyok, yaitu dengan mengusahakan agar penderita banyak minum sekitar 1,5 sampai 2 liter air dalam 24 jam (air teh dan gula sirup atau susu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penambahan cairan tubuh melalui infus (intravena) mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis. Selanjutnya adalah pemberian obat-obatan terhadap keluhan yang timbul, misalnya :&lt;br /&gt;      - Paracetamol membantu menurunkan demam&lt;br /&gt;      - Garam elektrolit (oralit) jika disertai diare&lt;br /&gt;      - Antibiotik berguna untuk mencegah infeksi sekunder&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Lakukan kompress dingin, tidak perlu dengan es karena bisa berdampak syok. Bahkan beberapa tim medis menyarankan kompres dapat dilakukan dengan alkohol. Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena dan peningkatan nilai trombosit darah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pencegahan Penyakit Demam Berdarah&lt;br /&gt;      Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk diwaktu pagi sampai sore, karena nyamuk aedes aktif di siang hari (bukan malam hari). Misalnya hindarkan berada di lokasi yang banyak nyamuknya di siang hari, terutama di daerah yang ada penderita DBD nya. Beberapa cara yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD melalui metode pengontrolan atau pengendalian vektornya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), pengelolaan sampah padat, modifikasi tempat. perkembangbiakan nyamuk hasil samping kegiatan manusia, dan perbaikan desain rumah.&lt;br /&gt;      2. Pemeliharaan ikan pemakan jentik (ikan adu/ikan cupang) pada tempat air kolam, dan bakteri (Bt.H-14).&lt;br /&gt;      3. Pengasapan/fogging (dengan menggunakan malathion dan fenthion).&lt;br /&gt;      4. Memberikan bubuk abate (temephos) pada tempat-tempat penampungan air seperti, gentong air, vas bunga, kolam, dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Gagal Ginjal adalah suatu penyakit dimana fungsi organ ginjal mengalami penurunan hingga akhirnya tidak lagi mampu bekerja sama sekali dalam hal penyaringan pembuangan elektrolit tubuh, menjaga keseimbangan cairan dan zat kimia tubuh seperti sodium dan kalium didalam darah atau produksi urine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit gagal ginjal ini dapat menyerang siapa saja yang menderita penyakit serius atau terluka dimana hal itu berdampak langsung pada ginjal itu sendiri. Penyakit gagal ginjal lebih sering dialamai mereka yang berusia dewasa, terlebih pada kaum lanjut usia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Penyebab Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadinya gagal ginjal disebabkan oleh beberapa penyakit serius yang didedrita oleh tubuh yang mana secara perlahan-lahan berdampak pada kerusakan organ ginjal. Adapun beberapa penyakit yang sering kali berdampak kerusakan ginjal diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penyakit tekanan darah tinggi (Hypertension)&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penyakit Diabetes Mellitus (Diabetes Mellitus)&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adanya sumbatan pada saluran kemih (batu, tumor, penyempitan/striktur)&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kelainan autoimun, misalnya lupus eritematosus sistemik&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Menderita penyakit kanker (cancer)&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kelainan ginjal, dimana terjadi perkembangan banyak kista pada organ ginjal itu sendiri (polycystic kidney disease)&lt;br /&gt;    * Rusaknya sel penyaring pada ginjal baik akibat peradangan oleh infeksi atau dampak dari penyakit darah tinggi. Istilah kedokterannya disebut sebagai glomerulonephritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyakit lainnya yang juga dapat menyebabkan kegagalan fungsi ginjal apabila tidak cepat ditangani antara lain adalah ; Kehilangan carian banyak yang mendadak ( muntaber, perdarahan, luka bakar), serta penyakit lainnya seperti penyakit Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan dan Amiloidosis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit gagal ginjal berkembang secara perlahan kearah yang semakin buruk dimana ginjal sama sekali tidak lagi mampu bekerja sebagaimana funngsinya. Dalam dunia kedokteran dikenal 2 macam jenis serangan gagal ginjal, akut dan kronik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tanda dan Gejala Penyakit Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun tanda dan gejala terjadinya gagal ginjal yang dialami penderita secara akut antara lain : Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan tanda dan gejala yang mungkin timbul oleh adanya gagal ginjal kronik antara lain : Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Penentuan Diagnosa Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Dokter setelah menanyakan riwayat kesehatan penderita dan tanda serta gejala yang timbul, untuk menentukan adanya/terjadinya kegagalan fungsi ginjal maka Beliau akan melakukan pemeriksaan fisik yang difokuskan pada kemungkinan pembesaran organ ginjal atau pembengkakan sekitar ginjal. Apabila dicurigai terjadinya kerusakan fungsi ginjal, maka penderita akan dikonsultasikan kepada seorang ahli ginjal (Nephrologist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya dilakukan pemeriksaan laboratorium baik darah ataupun urine guna melihat kadar elektrolit sodium dan potassium/kalium. Pada kasus-kasus tertentu tim medis mungkin melakukan pemasangan selang kateter kedalam kantong urine (bladder) untuk mengeluarkan urine. Bila diperlukan, Tim medis akan menyarankan pemeriksaan pengambilan gambar struktur ginjal dengan metode Ultrasound, Computed tomography (CT) scans atau dengan cara Magnetic Resonance Imaging (MRI) scans. Bahkan ada kemungkinan dilakukannya tindakan biopsy, yaitu pengambilan contoh (sample) jaringan ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pengobatan dan Penanganan Gagal Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanganan serta pengobatan gagal ginjal tergantung dari penyebab terjadinya kegagalan fungsi ginjal itu sendiri. Pada intinya, Tujuan pengobatan adalah untuk mengendalikan gejala, meminimalkan komplikasi dan memperlambat perkembangan penyakit. Sebagai contoh, Pasien mungkin perlu melakukan diet penurunan intake sodium, kalium, protein dan cairan. Bila diketahui penyebabnya adalah dampak penyakit lain, maka dokter akan memberikan obat-obatan atau therapy misalnya pemberian obat untuk pengobatan hipertensi, anemia atau mungkin kolesterol yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang mengalami kegagalan fungsi ginjal sangat perlu dimonitor pemasukan (intake) dan pengeluaran (output) cairan, sehingga tindakan dan pengobatan yang diberikan dapat dilakukan secara baik. Dalam beberapa kasus serius, Pasien akan disarankan atau diberikan tindakan pencucian darah {Haemodialisa (dialysis)}. Kemungkinan lainnya adalah dengan tindakan pencangkokan ginjal atau transplantasi ginjal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tindakan Pencegahan Terserang Penyakit Ginjal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang dalam kondisi “merasa sehat” setidaknya diharapkan dapat melakukan pemeriksaan kedokter/kontrol/laboratorium. Sedangkan bagi mereka yang dinyatakan mengalami gangguan Ginjal, baik ringan atau sedang diharapkan berhati-hati dalam mengkonsumsi oabat-obatan seperti obat rematik, antibiotika tertentu dan apabila terinfeksi segera diobati, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik. Semoga artikel ini berguna bagi Anda yang membutuhkan, Terima kasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Hepatitis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit Hepatitis adalah penyakit yang disebabkan oleh beberapa jenis virus yang menyerang dan menyebabkan peradangan serta merusak sel-sel organ hati manusia. Hepatitis diketegorikan dalam beberapa golongan, diantaranya hepetitis A,B,C,D,E,F dan G. Di Indonesia penderita penyakit Hepatitis umumnya cenderung lebih banyak mengalami golongan hepatitis B dan hepatitis C. namun disini kita akan membahas pada fokus artikel penyakit Hepatitis A,B dan C.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penyakit Hepatitis A&lt;br /&gt;      Hepatitis A adalah golongan penyakit Hepatitis yang ringan dan jarang sekali menyebabkan kematian, Virus hepatitis A (VHA=Virus Hepatitis A) penyebarannya melalui kotoran/tinja penderita yang penularannya melalui makanan dan minuman yang terkomtaminasi, bukan melalui aktivitas sexual atau melalui darah. Sebagai contoh, ikan atau kerang yang berasal dari kawasan air yang dicemari oleh kotoran manusia penderita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penyakit Hepatitis A memiliki masa inkubasi 2 sampai 6 minggu sejak penularan terjadi, barulah kemudian penderita menunjukkan beberapa tanda dan gejala terserang penyakit Hepatitis A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Gejala Hepatitis A&lt;br /&gt;      Pada minggu pertama, individu yang dijangkiti akan mengalami sakit seperti kuning, keletihan, demam, hilang selera makan, muntah-muntah, pusing dan kencing yang berwarna hitam pekat. Demam yang terjadi adalah demam yang terus menerus, tidak seperti demam yang lainnya yaitu pada demam berdarah, tbc, thypus, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis A&lt;br /&gt;      Penderita yang menunjukkan gejala hepatitis A seperti minggu pertama munculnya yang disebut penyakit kuning, letih dan sebagainya diatas, diharapkan untuk tidak banyak beraktivitas serta segera mengunjungi fasilitas pelayan kesehatan terdekat untuk mendapatkan pengobatan dari gejala yang timbul seperti paracetamol sebagai penurun demam dan pusing, vitamin untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan nafsu makan serta obat-obatan yang mengurangi rasa mual dan muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sedangkah langkah-langkah yang dapat diambil sebagai usaha pencegahan adalah dengan mencuci tangan dengan teliti, dan suntikan imunisasi dianjurkan bagi seseorang yang berada disekitar penderita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Penyakit Hepatitis B&lt;br /&gt;      Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Hepatitis C, kedua penyakit ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh atau kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Adapun beberapa hal yang menjadi pola penularan antara lain penularan dari ibu ke bayi saat melahirkan, hubungan seksual, transfusi darah, jarum suntik, maupun penggunaan alat kebersihan diri (sikat gigi, handuk) secara bersama-sama. Hepatitis B dapat menyerang siapa saja, akan tetapi umumnya bagi mereka yang berusia produktif akan lebih beresiko terkena penyakit ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Gejala Hepatitis B&lt;br /&gt;      Secara khusus tanda dan gejala terserangnya hepatitis B yang akut adalah demam, sakit perut dan kuning (terutama pada area mata yang putih/sklera). Namun bagi penderita hepatitis B kronik akan cenderung tidak tampak tanda-tanda tersebut, sehingga penularan kepada orang lain menjadi lebih beresiko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis B&lt;br /&gt;      Penderita yang diduga Hepatitis B, untuk kepastian diagnosa yang ditegakkan maka akan dilakukan periksaan darah. Setelah diagnosa ditegakkan sebagai Hepatitis B, maka ada cara pengobatan untuk hepatitis B, yaitu pengobatan telan (oral) dan secara injeksi.&lt;br /&gt;      a. Pengobatan oral yang terkenal adalah ;&lt;br /&gt;      - Pemberian obat Lamivudine dari kelompok nukleosida analog, yang dikenal dengan nama 3TC. Obat ini digunakan bagi dewasa maupun anak-anak, Pemakaian obat ini cenderung meningkatkan enzyme hati (ALT) untuk itu penderita akan mendapat monitor bersinambungan dari dokter.&lt;br /&gt;      - Pemberian obat Adefovir dipivoxil (Hepsera). Pemberian secara oral akan lebih efektif, tetapi pemberian dengan dosis yang tinggi akan berpengaruh buruk terhadap fungsi ginjal.&lt;br /&gt;      - Pemberian obat Baraclude (Entecavir). Obat ini diberikan pada penderita Hepatitis B kronik, efek samping dari pemakaian obat ini adalah sakit kepala, pusing, letih, mual dan terjadi peningkatan enzyme hati. Tingkat keoptimalan dan kestabilan pemberian obat ini belum dikatakan stabil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      b. Pengobatan dengan injeksi/suntikan adalah ;&lt;br /&gt;      Pemberian suntikan Microsphere yang mengandung partikel radioaktif pemancar sinar ß yang akan menghancurkan sel kanker hati tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya. Injeksi Alfa Interferon (dengan nama cabang INTRON A, INFERGEN, ROFERON) diberikan secara subcutan dengan skala pemberian 3 kali dalam seminggu selama 12-16 minggu atau lebih. Efek samping pemberian obat ini adalah depresi, terutama pada penderita yang memilki riwayat depresi sebelumnya. Efek lainnya adalah terasa sakit pada otot-otot, cepat letih dan sedikit menimbulkan demam yang hal ini dapat dihilangkan dengan pemberian paracetamol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari penyakit Hepatitis B adalah pemberian vaksin terutama pada orang-orang yang beresiko tinggi terkena virus ini, seperti mereka yang berprilaku sex kurang baik (ganti-ganti pasangan/homosexual), pekerja kesehatan (perawat dan dokter) dan mereka yang berada didaerah rentan banyak kasus Hepatitis B. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penyakit Hepatitis C&lt;br /&gt;      Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah {transfusi, jarum suntik (terkontaminasi), serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya}. Penderita Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker (cancer) hati. Sejumlah 85% dari kasus, infeksi Hepatitis C menjadi kronis dan secara perlahan merusak hati bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      1. Gejala Hepatitis C&lt;br /&gt;      Penderita Hepatitis C sering kali orang yang menderita Hepatitis C tidak menunjukkan gejala, walaupun infeksi telah terjadi bertahun-tahun lamanya. Namun beberapa gejala yang samar diantaranya adalah ; Lelah, Hilang selera makan, Sakit perut, Urin menjadi gelap dan Kulit atau mata menjadi kuning yang disebut “jaundice” (jarang terjadi). Pada beberapa kasus dapat ditemukan peningkatan enzyme hati pada pemeriksaan urine, namun demikian pada penderita Hepatitis C justru terkadang enzyme hati fluktuasi bahkan normal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      2. Penanganan dan Pengobatan Hepatitis C&lt;br /&gt;      Saat ini pengobatan Hepatitis C dilakukan dengan pemberian obat seperti Interferon alfa, Pegylated interferon alfa dan Ribavirin. Adapun tujuan pengobatan dari Hepatitis C adalah menghilangkan virus dari tubuh anda sedini mungkin untuk mencegah perkembangan yang memburuk dan stadium akhir penyakit hati. Pengobatan pada penderita Hepatitis C memerlukan waktu yang cukup lama bahkan pada penderita tertentu hal ini tidak dapat menolong, untuk itu perlu penanganan pada stadium awalnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit AIDS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini saya akan mencoba membahas mengenai pengertian penyakit AIDS, penyebab penyakit AIDS, Pola atau cara penularan penyakit AIDS serta penanganan dan pengobatan yang diberikan kepada penderita penyakit HIV+ atau AIDS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;AIDS merupakan singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome. Penyakit AIDS yaitu suatu penyakit yang ditimbulkan sebagai dampak berkembangbiaknya virus HIV (Human Immunodeficiency Virus) didalam tubuh manusia, yang mana virus ini menyerang sel darah putih (sel CD4) sehingga mengakibatkan rusaknya sistem kekebalan tubuh. Hilangnya atau berkurangnya daya tahan tubuh membuat si penderita mudah sekali terjangkit berbagai macam penyakit termasuk penyakit ringan sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Virus HIV menyerang sel CD4 dan menjadikannya tempat berkembang biak Virus HIV baru, kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sebagaimana kita ketahui bahwa sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika tubuh kita diserang penyakit, Tubuh kita lemah dan tidak berupaya melawan jangkitan penyakit dan akibatnya kita dapat meninggal dunia meski terkena influenza atau pilek biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tubuh manusia terkena virus HIV maka tidaklah langsung menyebabkan atau menderita penyakit AIDS, melainkan diperlukan waktu yang cukup lama bahkan bertahun-tahun bagi virus HIV untuk menyebabkan AIDS atau HIV positif yang mematikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Cara Penularan virus HIV AIDS1. Melalui darah. misalnya ; Transfusi darah, terkena darah HIV+ pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb.2. Melalui cairan semen, air mani (sperma atau peju Pria). misalnya ; seorang Pria berhubungan badan dengan pasangannya tanpa menggunakan kondom atau pengaman lainnya, oral sex, dsb3. Melalui cairan vagina pada Wanita. misalnya ; Wanita yang berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dsb.4. Melalui Air Susu Ibu (ASI). misalnya ; Bayi meminum ASI dari wanita hiv+, Pria meminum susu ASI pasangannya, dsb.Adapun cairan tubuh yang tidak mengandung Virus HIV pada penderita HIV+ antara lain Saliva (air liur atau air ludah), Feses (kotoran atau tinja), Air mata, Air keringat&lt;br /&gt;      serta Urine (Air seni atau air kencing).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Tanda dan Gejala Penyakit AIDSSeseorang yang terkena virus HIV pada awal permulaan umumnya tidak memberikan tanda dan gejala yang khas, penderita hanya mengalami demam selama 3 sampai 6 minggu tergantung daya tahan tubuh saat mendapat kontak virus HIV tersebut. Setelah kondisi membaik, orang yang terkena virus HIV akan tetap sehat dalam beberapa tahun dan perlahan kekebelan tubuhnya menurun/lemah hingga jatuh sakit karena serangan demam yang berulang. Satu cara untuk mendapat kepastian adalah dengan menjalani Uji Antibodi HIV terutamanya jika seseorang merasa telah melakukan aktivitas yang berisiko terkena virus HIV.Adapun tanda dan gejala yang tampak pada penderita penyakit AIDS diantaranya adalah seperti dibawah ini :1. Saluran pernafasan. Penderita mengalami nafas pendek, henti nafas sejenak, batuk, nyeri dada dan demam seprti terserang infeksi virus lainnya (Pneumonia). Tidak jarang diagnosa pada stadium awal penyakit HIV AIDS diduga sebagai TBC.2. Saluran Pencernaan. Penderita penyakit AIDS menampakkan tanda dan gejala seperti hilangnya nafsu makan, mual dan muntah, kerap mengalami penyakit jamur pada rongga mulut dan kerongkongan, serta mengalami diarhea yang kronik.3. Berat badan tubuh. Penderita mengalami hal yang disebut juga wasting syndrome, yaitu kehilangan berat badan tubuh hingga 10% dibawah normal karena gangguan pada sistem protein dan energy didalam tubuh seperti yang dikenal sebagai Malnutrisi termasuk juga karena gangguan absorbsi/penyerapan makanan pada sistem pencernaan yang mengakibatkan diarhea kronik, kondisi letih dan lemah kurang bertenaga.4. System Persyarafan. Terjadinya gangguan pada persyarafan central yang mengakibatkan kurang ingatan, sakit kepala, susah berkonsentrasi, sering tampak kebingungan dan respon anggota gerak melambat. Pada system persyarafan ujung (Peripheral) akan menimbulkan nyeri dan kesemutan pada telapak tangan dan kaki, reflek tendon yang kurang, selalu mengalami tensi darah rendah dan Impoten.5. System Integument (Jaringan kulit). Penderita mengalami serangan virus cacar air (herpes simplex) atau carar api (herpes zoster) dan berbagai macam penyakit kulit yang menimbulkan rasa nyeri pada jaringan kulit. Lainnya adalah mengalami infeksi jaringan rambut pada kulit (Folliculities), kulit kering berbercak (kulit lapisan luar retak-retak) serta Eczema atau psoriasis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      6. Saluran kemih dan Reproduksi pada wanita. Penderita seringkali mengalami penyakit jamur pada vagina, hal ini sebagai tanda awal terinfeksi virus HIV. Luka pada saluran kemih, menderita penyakit syphillis dan dibandingkan Pria maka wanita lebih banyak jumlahnya yang menderita penyakit cacar. Lainnya adalah penderita AIDS wanita banyak yang mengalami peradangan rongga (tulang) pelvic dikenal sebagai istilah ‘pelvic inflammatory disease (PID)’ dan mengalami masa haid yang tidak teratur (abnormal). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    *&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penanganan dan Pengobatan Penyakit AIDSKendatipun dari berbagai negara terus melakukan researchnya dalam mengatasi HIV AIDS, namun hingga saat ini penyakit AIDS tidak ada obatnya termasuk serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS. Adapun tujuan pemberian obat-obatan pada penderita AIDS adalah untuk membantu memperbaiki daya tahan tubuh, meningkatkan kualitas hidup bagi meraka yang diketahui terserang virus HIV dalam upaya mengurangi angka kelahiran dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kita semua diharapkan untuk tidak mengucilkan dan menjauhi penderita HIV karena mereka membutuhkan bantuan dan dukungan agar bisa melanjutkan hidup tanpa banyak beban dan berpulang ke rahmatullah dengan ikhlas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-8411095298276907030?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/8411095298276907030/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/penyakit-dan-pencegahannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8411095298276907030'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/8411095298276907030'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/penyakit-dan-pencegahannya.html' title='penyakit dan pencegahannya'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-4830684950499390211</id><published>2010-03-28T09:00:00.002-07:00</published><updated>2010-03-28T09:03:32.483-07:00</updated><title type='text'>TERAPI CAIRAN PARENTERAL</title><content type='html'>PENDAHULUAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Air merupakan unsur vital untuk makhluk hidup. Kira-kira 55-60% dari berat badan orang dewasa terdiri atas air, dan pada bayi dan anak total air tubuh lebih tinggi lagi yakni 80% pada bayi baru lahir dan 70% pada anak. Jadi mudah dipahami bahwa gangguan keseimbangan air akan sangat mempengaruhi kondisi tubuh. Air tubuh yang sebanyak 60% ini, tersebar di tiga kompartemen cairan tubuh yakni:&lt;br /&gt;·          Intraselular ( di dalam sel)&lt;br /&gt;·          Interstisial (antar sel)&lt;br /&gt;·          Intravaskular (di dalam pembuluh darah)&lt;br /&gt;Cairan intravascular dan cairan interstisial keduanya disebut juga cairan ekstraseluler.&lt;br /&gt;Dalam keadaan sehat, tubuh memiliki mekanisme keseimbangan atau homeostasis yang mengatur asupan dan pengeluaran air. Sebagai contoh, jika kita kurang minum air maka produksi air kemih akan berkurang untuk menjaga kadar air tubuh dalam batas-batas normal. Juga, jika tubuh kekurangan air setelah olah raga maka kita akan merasa haus dan minum. Ini adalah mekanisme kompensasi tubuh.&lt;br /&gt;Pada keadaan-keadaan di mana asupan air sangat berkurang sekali atau kehilangan air sangat berlebihan atau cepat, tubuh tidak bisa melakukan kompensasi dengan adekuat, sehingga seseorang jatuh dalam keadaan yang dinamakan dehidrasi.&lt;br /&gt;Dehidrasi bisa terjadi akut dan kronis sesuai dengan penyebabnya. Pada diare berat dan muntaber, bisa terjadi dehidrasi akut yang berat yang mengancam jiwa, karena banyak kehilangan air dari kompartemen ekstraseluler. Sebaliknya pada pasien yang sakit dan dirawat inap karena diare kronis, asupan minum yang kurang atau ada demam tinggi, terdapat kekurangan air juga di kompartemen intraseluler. Biasanya dehidrasi tidak seberat pada diare, dan jenis cairan yang diberikan untuk mengatasi kedua jenis dehidrasi inipun berbeda. Di samping kekurangan air dan elektrolit, beberapa pasien rawat-inap dengan asupan makan yang kurang juga mengalami kekurangan zat gizi, sehingga tidak jarang kita lihat bahwa pasien  diberikan infus yang mengandung asam amino dan karbohidrat untuk dukungan nutrisi.&lt;br /&gt;Khusus untuk Indonesia, dimana insiden demam berdarah dan diare yang tinggi dan semakin banyak penduduk yang terancam  dari tahun ke tahun, pemahaman tentang produk infus dan terapi cairan tentunya sangat penting.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;APA ITU TERAPI CAIRAN&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terapi cairan adalah suatu tindakan pemberian air dan elektrolit dengan atau tanpa zat gizi kepada pasien-pasien yang mengalami dehidrasi dan tidak bisa dipenuhi oleh asupan oral biasa melalui minum atau makanan. Pada pasien-pasien yang mengalami syok karena perdarahan juga membutuhkan terapi cairan untuk menyelamatkan jiwanya. Untuk dehidrasi ringan, umumnya digunakan terapi cairan oral (lewat mulut). Sedangkan pada dehidrasi sedang sampai berat, atau asupan oral tidak memungkinkan, misal jika ada muntah-muntah atau pasien tidak sadar, biasanya diberikan cairan melaui infus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terapi cairan melalui infus dikerjakan mulai dari Rumah Sakit yang paling canggih sampai kunjungan rumah (home visit) yang diberikan oleh Paramedis s/d Dokter ahli .      Ini merupakan bagian manajemen pasien dan salah satu tindakan yang paling banyak dilakukan  untuk “menolong” pasien.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tujuannya  bermacam-macam mulai dari yang samar sampai  yang paling tegas&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.       IV line : Berjaga-jaga, jalan obat.&lt;br /&gt;2.       Resusitasi&lt;br /&gt;3.       Pemberian elektrolit rumatan&lt;br /&gt;4.       Parenteral feeding&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;IV line sering disebut juga infus jaga, artinya diberikan sebagai jalan masuk obat suntik ke dalam pembuluh darah balik (catatan i.v artinya intravena atau di dalam pembuluh darah balik). Pada infus jaga, pasien umumnya masih bisa mendapat air cukup dari minum, jadi jumlah cairan yang diperlukan tidak banyak, misal hanya 500 ml per hari atau kurang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terapi cairan resusitasi adalah pemberian cairan untuk menyelamatkan jiwa pasien yang mengalami syok karena dehidrasi akut dan berat atau perdarahan. Di sini cairan infus diberikan dengan cepat dan dalam jumlah cairan yang besar sesuai dengan derajat dehidrasi atau perdarahan yang terjadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terapi cairan rumatan bertujuan mengganti kehilangan air normal harian pada pasien rawat inap. Seringkali pasien rawat-inap karena kondisi sakitnya tidak bisa mengkonsumsi air dan elektrolit dalam jumlah cukup melalui minum, sehingga memerlukan dukungan infuse untuk memenuhi kebutuhan hariannya agar tidak jatuh dalam gangguan keseimbangan air dan elektrolit yang bisa mengancam jiwa. Jenis dan jumlah dan kecepatan cairan rumatan yang diberikan kepada pasien berbeda dengan cairan resusitasi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Terakhir adalah Parenteral feeding atau nutrisi parenteral. Parenteral artinya pemberian selain melalui enteral. Dengan kata lain, nutrisi parenteral adalah pemberian infus zat gizi (bisa asam amino, karbohidrat dan lipid) ke dalam pembuluh balik atau vena. Nutrisi parenteral ini diberikan pada pasien yang kekurangan gizi atau asupan gizi melalui oral   diperkirakan akan terhambat oleh kondisi penyakit pasien.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;JENIS CAIRAN INFUS&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekarang tersedia banyak sekali jenis cairan dipasaran. Kondisi  orang sakit membutuhkan cairan yang berbeda sesuai dengan penyakitnya. Cairan sebagai terapi seharusnyalah tepat sehingga dicapai efek yang optimal. Pemberian cairan yang salah bisa memperberat penyakit pasien. Rancangan cairan disesuaikan dengan kondisi patologis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;FAKTOR-FAKTOR YANG DIPERHATIKAN  DALAM PEMBERIAN TERAPI CAIRAN INTRAVENA&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DARI SISI  PASIEN&lt;br /&gt;Dari sisi pasien yang perlu diperhatikan adalah penyakit dasar pasien, status hidrasi dan hemodinamik,  pasien dengan komplikasi  penyakit tertentu,  dan kekuatan jantung. Kesemua faktor ini merupakan hal yang harus diketahui dokter. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DARI SISI  CAIRAN&lt;br /&gt;1.       Kandungan  elektrolit cairan&lt;br /&gt;a.       Elektrolit yang umum dikandung dalam larutan infus adalah Na+, K+, Cl-, Ca++, laktat atau asetat. Jadi, dalam pemberian infus, yang diperhitungkan bukan hanya air melainkan juga kandungan elektrolit ini apakah kurang, cukup, pas atau terlalu banyak.&lt;br /&gt;b.       Pengetahuan dokter dan paramedis tentang isi dan komposisi larutan infus sangatlah penting agar bisa memilih produk sesuai dengan indikasi masing-masing.&lt;br /&gt;2.       Osmolaritas  cairan&lt;br /&gt;a.       Yang dimaksud dengan osmolaritas adalah jumlah total mmol elektrolit dalam kandungan infus. Untuk pemberian infus ke dalam vena tepi maksimal osmolaritas yang dianjurkan adalah kurang dari 900 mOsmol/L untuk mencegah risiko flebitis (peradangan vena)&lt;br /&gt;b.       Jika osmolaritas cairan melebihi 900 mOsmol/L maka infus harus diberikan melalui vena sentral.&lt;br /&gt;3.       Kandungan  lain cairan&lt;br /&gt;a.       Seperti disebutkan sebelumnya, selain elektrolit beberapa produk infus juga mengandung zat-zat gizi yang mudah diserap ke dalam sel, antara lain: glukosa, maltosa, fruktosa, silitol, sorbitol, asam amino, trigliserida.&lt;br /&gt;b.       Pasien yang dirawat lebih lama juga membutuhkan unsur-unsur lain seperti Mg++, Zn++ dan trace element lainnya.&lt;br /&gt;4.       Sterilitas cairan infus.&lt;br /&gt;Parameter kualitas untuk sediaan cairan infus yang harus dipenuhi adalah steril, bebas partikel dan bebas pirogen disamping pemenuhan persyaratan yang lain.  Pada sterilisasi cairan intravena yang menggunakan metoda sterilisasi uap panas, ada dua pendekatan yang banyak digunakan, yaitu overkill dan non-overkill (bioburden-based).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;a.Overkill: Pendekatan Overkill dilakukan untuk membunuh semua mikroba, dengan prosedur sterilisasi akhir pada suhu tinggi yaitu 121oC selama 15 menit. Metoda ini sudah dikenal lebih dari satu abad yang lalu. Dengan cara ini, hanya cairan infus yang mengandung elektrolit tidak akan mengalami perubahan. Namun cara ini sangat berisiko dilakukan pada cairan infus yang mengandung nutrisi seperti karbohidrat dan  asam amino karena bisa jadi nutrisi tersebut pecah dan pecahannya menjadi racun. Misalnya saja larutan glukosa konsentrasi tinggi. Pada pemanasan tinggi, cairan ini akan menghasilkan produk dekomposisi yang dinamakan 5-HMF atau 5-Hidroksimetil furfural yang pada kadar tertentu berpotensi menimbulkan gangguan hati. Selain  suhu sterilisasi yang terlalu tinggi, lama penyimpanan juga berbanding lurus dengan peningkatan kadar 5-HMF ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;b.Non-overkill (bioburden-based) :sesuai dengan perkembangan kedokteran yang membutuhkan jenis cairan yang lebih beragam contohnya cairan infus yang mengandung nutrisi seperti karbohidrat dan asam amino serta obat-obatan yang berasal dari bioteknologi, maka berkembang juga teknologi sterilisasi yang lebih mutakhir yaitu metoda Non-Overkill atau disebut juga Bioburden, dimana pemanasan akhir yang digunakan tidak lagi harus mencapai 121 derajat, sehingga produk-produk yang dihasilkan dengan metoda ini selain dijamin steril, bebas pirogen, bebas partikel namun kandungannya tetap stabil serta tidak terurai yang diakibatkan pemanasan yang terlampau tinggi. Dengan demikian infus tetap bermanfaat dan aman untuk diberikan.&lt;br /&gt;Cairan infus yang dihasilkan oleh Otsuka Jepang termasuk PT Otsuka Indonesia mempergunakan pendekatan metoda Bioburden melalui proses dan teknologi sebagai berikut :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;A. Bahan baku (Material)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.       Penyediaan air demineralisata (deionized water), dengan system Reverse Osmosis  yang memenuhi syarat,  dan penyediaan air untuk injeksi (water for injection) melalui unit distilasi bertahap (multi stage distillation unit) pada suhu 121-140 oC yg bebas pirogen.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.       Bahan baku dengan beban mikroba dan endotoksin (pirogen) tidak melebihi batas yang dipersyaratkan;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;B. Proses (Metode).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.       Proses produksi dengan semua komponen produk dan peralatan yang berhubungan langsung dengan bahan dilakukan secara otomatis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2.       Design dan kebersihan ruang produksi memenuhi persyaratan yang ditetapkan dan dipantau secara berkala&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3.       Pembersihan dan sanitasi peralatan serta fasilitas produksi yang tervalidasi dan terkendali.&lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;4.       Penggunaan filter khusus untuk menjamin larutan bebas pirogen dan filter berukuran 0.22 mikron untuk menghilangkan kontaminasi mikroba dan partikel  pada tahap pengolahan larutan infus sebelum proses   pengisian kedalam botol. (Catatan, pirogen tidak akan hilang hanya dengan pemanasan 121 oC, dengan demikian pemanasan dengan suhu 121oC tidak memjamin bebas pirogen jika tidak difiltrasi)&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;5.       Pembuatan botol, dengan sistem  blow moulding pada suhu 1850 C             dan pengisian larutan di bawah Laminar Air Flow.&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;6.       Proses sterilisasi akhir dari kemasan dan isi di otoklaf pada suhu yang   optimal sehingga tidak merusak zat-zat yang rentan seperti dekstrosa,  asam amino, albumin dll&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7.       Pengendalian kualitas (quality control) yang ketat melalui pengujian secara kimia, fisika, mikrobiologi untuk memastikan kualitas larutan dan kemasan produk sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;C. SDM ( Sumber Daya Manusia)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pelatihan  SDM  penerapan higiene perorangan untuk pengelolaan&lt;br /&gt;produk steril dan pemantauan kesehatan dilakukan secara berkala.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pendekatan bioburden umumnya lebih sesuai untuk produk infus dan telah digunakan secara luas di berbagai negara Eropa, Amerika Serikat dan Jepang.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari ulasan  persyaratan yang diperlukan untuk memberikan pelayanan yang baik dalam terapi cairan, diperlukan teknologi dan pengalaman yang handal baik dari segi petugas kesehatan (dokter dan paramedik) dan produsen produk infus.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;PT Otsuka Indonesia adalah perusahaan farmasi multinasional Jepang yang didirikan pada tahun 1975, dengan pabrik seluas 40.000 M2 berlokasi di Lawang-Malang, Jawa Timur.&lt;br /&gt;PT Otsuka Indonesia memiliki visi “Menjadi perusahaan yang paling unggul dalam sumbangsihnya untuk meningkatkan kesehatan umat manusia”.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selama lebih dari 30 tahun, PT Otsuka Indonesia telah memproduksi ratusan juta botol infus dan telah digunakan untuk menyelamatkan jutaan jiwa manusia. Bahkan produksi infusnya telah diekspor ke berbagai negara di Asia Pacific.&lt;br /&gt;Hingga saat ini Otsuka Jepang merupakan produsen infus terbesar di Asia, dimana pabriknya telah tersebar dibeberapa negara seperti Indonesia, Thailand, Vietnam, Pakistan, China dan Taiwan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1.       JP XV 2006&lt;br /&gt;2.       Sterile Dosage Forms 2nd Edition – Salvatore Turco &amp; Robert E King, halaman 37&lt;br /&gt;3.       Validation of Aseptic Pharmaceutical Processes – F.J. Carleton and J.P. Agalloco halaman 266&lt;br /&gt;4.       USP XXX  2007 hal 669-676&lt;br /&gt;5.       Milala AS, Marchaban,Martono S. Optimasi Pembuatan Sediaan Infus Dekstrosa yang disterilkan pada suhu 115 oC. Artocarpus Media Pharmaceutica Indonesiana Vol 5 No 1 Maret 2005. Hal 1-10&lt;br /&gt;6.       PDA Journal of Pharmaceutical Science and Technology, Draft 18, Technical Monograph No 1, 2006 Revision&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-4830684950499390211?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/4830684950499390211/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/terapi-cairan-parenteral.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4830684950499390211'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/4830684950499390211'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/terapi-cairan-parenteral.html' title='TERAPI CAIRAN PARENTERAL'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-6808371194099927557</id><published>2010-03-28T09:00:00.001-07:00</published><updated>2010-03-28T09:00:35.642-07:00</updated><title type='text'>MunTaber!!!</title><content type='html'>Hya Hari akhirpekan yang melelahkan....Dalam tiga hari 5 orang diserang muntaber!!! Aku jadi bapak rumah tangga!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimulai dari om ku..dia lemes n suka buang-buang air terus. Hya setelah dibawa ke dokter dan berangsur sembuh. Rabu dini hari adekku lah yang jadi sasaran si muntaber! Sampe hampir magrip dia cuma bolak balik kamar mandi muntah dan berak. sampe akhirnya lemes tak berdaya. Jam setengah 4 adekku dibawa ke panti rapih...Hya diya habis 2 infus dan boleh pulang. Belum adekku sembuh bener tiba tiba jumat sore ibukku muntah-muntah. Hya....truz yang masak sapa? akhirnya setelah aku pulang dari klit8ikan jam sepuluhan gitu aku harus ngurusin ibukku. Mbuatin oralit, trus mbeliin roti bakar, dan jam 12 aku putuskan ke Pantirapih, takut nanti tambah lemes. Karena belum begitu lemes ibuk gak di infus kita langsung pulang.&lt;br /&gt;Hari sabtu yang melelahkan!!!&lt;br /&gt;Karena ibuk sakit jadi aku yang urus semuanya. dari ngasih obat, masak ampe bersihin rumah. Hya tiba-tiba bapakku juga mules-mules gitu...Aduh tambah [pusing aku Semuanya harus aku semua. Aku masak Soup yang gampang and seger trus sama goreng telur dadar cuma itu ja...&lt;br /&gt;Hari Minggu yang juga melehakan !!!&lt;br /&gt;Hya ibukku udah mendingan, tapi bapakku...hya diya masih kelimpungan. Aku tetep urus semuanya ibukku masih lum bisa ngapa-ngapa. Tapi tiada dinyana ternyata simbah yang diserang sama si Muntaber. Hya simbah lemas tak terkira. Kembali lagi aku hrus ikut ngater simbahku. Kali ni ke Sarjito coz dah biasa disana. Hya obatnya sama aja ma tempet ibukku.&lt;br /&gt;Hari minggu sore yang juga melelhakan!!!&lt;br /&gt;Simbah udah minum obat, tapi muntaber tetap saja silih berganti membuat badan simbahku lemaz tak berdaya, bener-bener keliatan lemez n pucet, semuanya panik bingung n bingung. Akhirnya kita kembali ke rumash sakit lagi kali ini ke Pantirapih. Hya simbahku juga habis 2 infus dan tadi malem jam 11 bru pulang gitu dari Pantirapih.&lt;br /&gt;Hati-hati saja dengan Muntaber!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Muntaber (muntah berak) sebenarnya merupakan bagian dari diare.&lt;br /&gt;    Penderita diare ada yang mengalami gejala buang air besar saja,&lt;br /&gt;    tetapi ada juga yang disertai muntah. Pada kasus penderita diare yang mengalami&lt;br /&gt;    muntah-muntah, orang awam mengartikannya sebagai muntaber.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Jika ditilik definisinya, diare adalah gejala buang air besar dengan konsistensi feses &lt;br /&gt;    (tinja) lembek, atau cair, bahkan dapat berupa air saja.&lt;br /&gt;    Frekuensinya bisa terjadi lebih dari dua kali sehari dan berlangsung dalamn &lt;br /&gt;    jangka waktu lama tapi kurang dari 14 hari. Seperti diketahui, pada kondisi&lt;br /&gt;    normal, orang biasanya buang besar sekali atau dua kali dalam sehari dengan&lt;br /&gt;    konsistensi feses padat atau keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    PENYEBABNYA MACAM-MACAM&lt;br /&gt;    Menurut Dr. Haikin Rachmat, MSc., penyebab diare dapat diklasifikasikan&lt;br /&gt;    menjadi enam golongan:&lt;br /&gt;    1. Infeksi yang disebabkan bakteri, virus atau parasit.&lt;br /&gt;    2. Adanya gangguan penyerapan makanan atau disebut malabsorbsi.&lt;br /&gt;    3. Alergi.&lt;br /&gt;    4. Keracunan bahan kimia atau racun yang terkandung dalam makanan.&lt;br /&gt;    5. Imunodefisiensi yaitu kekebalan tubuh yang menurun.&lt;br /&gt;    6. Sebab-sebab lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Upaya pertolongan pertama b agi penderita diare adalah dengan memberikan&lt;br /&gt;    minum lebih banyak atau juga memberikan oralit, air tajin, air sup, atau&lt;br /&gt;    kuah sayur. Berikan juga makanan dengan gizi yang cukup agar stamina tubuh&lt;br /&gt;    berangsur kuat. "Sebenarnya penderita diare dalam 6-8 jam saja bisa pulih&lt;br /&gt;    atau sembuh jika segera ditangani. Memberikan secara segera cairan atau&lt;br /&gt;    minum yang banyak serta memberikan oralit sudah cukup memulihkan kondisi&lt;br /&gt;    pasien."&lt;br /&gt;    Perhatikan jika gejala diare tampak parah; wajah penderita tampak cekung,&lt;br /&gt;    kulit keriput, muncul kejang, dan kesadaran menurun. "Kalau sudah begitu&lt;br /&gt;    harus segera dibawa ke tempat pelayanan terdekat, baik itu puskesmas maupun&lt;br /&gt;    rumah sakit."&lt;br /&gt;    Penderita yang sudah dikategorikan mengalami diare berat tentunya harus&lt;br /&gt;    menjalani perawatan intensif, seperti diinfus untuk mengatasi dehidrasinya&lt;br /&gt;    dan menghindari hal-hal yang tak diinginkan.&lt;br /&gt;    (milis nikita)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7644692705350040745-6808371194099927557?l=buku-hijau.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://buku-hijau.blogspot.com/feeds/6808371194099927557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/muntaber.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/6808371194099927557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7644692705350040745/posts/default/6808371194099927557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://buku-hijau.blogspot.com/2010/03/muntaber.html' title='MunTaber!!!'/><author><name>docterarie</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15686550917973209843</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7644692705350040745.post-8281331903081162119</id><published>2010-03-25T01:33:00.001-07:00</published><updated>2010-03-25T01:33:53.501-07:00</updated><title type='text'>Mau Sehat??? Ya Puasa Laa…(Efek Puasa Bagi Kesehatan)</title><content type='html'>Alhamdulillah Ramadhan telah datang menjelang. Selain persiapan hati tentunya fisik juga ikut disiapkan. Memasuki ibadah puasa ini muncul berbagai pertanyaan yang berkaitan dengan kesehatan seperti; Bagaimana bagi yang mempunyai badan yang lemah. Apakah ia harus berpuasa? Bagaimana pula dengan yang mempunyai sakit maag, diabetes, jantung, dan penyakit berat lainnya? Bagaimana dari sisi kesehatan? Kemudian apakah benar jikalau berbuka harus dengan makanan yang manis-manis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;         Ternyata berpuasa sangat dianjurkan baik untuk menjaga kesehatan dan bahkan juga untuk terapi penyembuhan. Puasa tidak hanya dikenal dalam Islam namun juga telah diakui dan diaplikasikan oleh orang selain Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak zaman dulu puasa dipakai sebagai pengobatan yang terbaik seperti kata Plato bahwa puasa adalah  untuk mengobati sakit fisik dan mental. Philippus Paracelsus mengatakan bahwa “Fasting is the greatest remedy the physician within!". Puasa juga sudah diakui menja
